Can I Love You? [PART 3]


Gambar

Annyeonghaseyo readers tercinta😀

Author tergaje, teraneh, dll datang nih🙂

mianhae ya readers karena aku lanjutnya lama, sebenarnya Author udah bikin Part 3-nya dari jaman majapahit *Ngacodah!* tapi karena kelamaan gak di post-post dan karena komputer author oot, hilanglah data Part 3 itu😦   mianhae ya mungkin di part ini pendek, jelek, gaje, ngaco, gak bagus, aneh, dll😦

ingat! typo bertebaran! jadi, kalau kalian keberatan kalau ada kesalahan, silahkan duduk😀

oke deh, cukup curcol dan cingcong author, lagian nih juga author lagi disuruh nyapu -________- jadi happy reading🙂

Like. Comment. dan kamu dapat pahala🙂

Title : Can I Love You?

Author : Meydawulan

Cast : Kyuyoung

Rating : PG13

Genre : romance

Part 1| Part 2

===@@@===

AUTHOR POV

Setelah membereskan pakaian-pakaiannya, Sooyoung menghempaskan tubuhnya diatas kasur empuknya. Pikirannya tertuju pada, siapa lagi kalau bukan Yonghwa. Namja itu selalu melintas di pikirannya. Saat sedang makan, tidur, maupun beraktivitas.

Sooyoung sudah berusaha mengenyahkannya, tapi ia tahu usahanya sia-sia. Dikeluarkannya ponselnya dan ditelponnya Yuri.

“Yeoboseyo,” kata Yuri diujung sana.

“Yul-ah, aku terus memikirkan Yonghwa…”

Yuri tertawa. “Aku juga memikirkan Minho.”

Sooyoung mendengus. “Aku tidak bercanda… bagaimana resep melupakan yang ampuh?”

“Dengan meminum racun, dijamin kau akan melupakan segalanya, praktis kan?”

“Andwe! Kau kira aku mau mati? Aku harus menikah dan punya anak dulu sebelum mati!”

“Soo, kau sudah menyiapkan pakaian?”

“Waeyo?”

“Hehe, mianhae ya, aku lupa memberitahumu. Keberangkatan diajukan besok sore?”

“MWOYA?!”

“Ini atas permintaan Couple itu.” Kata Yuri. “Kita mana bisa menolak?”

“Aku memang sudah menyiapkannya, tapi aku kan belum ijin cuti…” kata Sooyoung frustasi. “Kenapa sih mereka selalu terburu-buru? Oh ya, katanya pernikahan mereka lusa, kenapa malah digunakan untuk Pre-Wedding?”

“Mereka mengundurnya. Seohyun yang memintanya.”

“Aissh, yeoja itu benar-benar!”

“Hehe, sudah dulu ya, Soo. Sepertinya eomma memanggilku.”

“Nde.” Sahut Sooyoung lemas.

Tok..tok.. terdengar suara pintu diketuk *klise banget ya bahasanya?*

“Masuk.”

“Nuna, untuk apa semua ini?” Tanya Minho—seseorang yang mengetuk pintu—sambil menunjuk ratusan… eh dua koper yang berserakan di lantai.

Sooyoung meraih salah satu kopernya. “Aku akan berlibur ke Pulau Jeju.”

“Mwo? Dengan siapa?”

“Siapa lagi kalau bukan Yuri.”

“Waah, Cho Yuri itu? Aku boleh ikut tidak?” Tanya Minho ngarep.

“Boleh, tapi bayar ndiri!”

“Tentu saja. Aku kan punya uang.” Kata Minho sombong. “Kapan berangkatnya?”

“Besok sore.”

“Mwo?! Cepat sekali, ya sudah, aku menyiapkan baju dulu ya, nuna.”

“Siapa?” Tanya Sooyoung cuek.

“Akulah. Masa nuna sih?”

“Yang nanya.”

Minho cengo.

 

Ckrek. Kyuhyun memotret pemandangan di sekitarnya. Matanya menatap nanar taman di depannya. Dia sedang melampiaskan amarahnya dengan cara memotret. Semua keluarganya tahu itu. Dia tidak pernah marah dengan meledak-ledak. Hanya memotret dan menggerutu.

“Kalau Yonghwa tidak datang, pasti Seohyun masih bersamaku.” Ckrek. “Dan Choi Sooyoung tidak akan menangis seperti itu.” Ckrek. “SEMUANYA GARA-GARA SEOHYUN DAN YONGHWA SIALAN ITU!!” CKREK. Ckrek. Ckrek.

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya ke rerumputan yang terasa dingin dan basah. Angin yang dingin dan sepoi-sepoi membuatlah lelah, dan marah. Tiba-tiba kenangan itu melintas kembali.

Flashback…

 

                “Oppa, mianhaeyo.” Kata yeoja di depannya itu sambil menatapnya sendu.

                “Waeyo?” Tanya Kyuhyun sambil mempersembahkan senyuman terindah dan termanis yang dipunyainya.

                “Mianhae, oppa.” Yeoja di depannya menunduk semakin dalam.

                “Waeyo? Jawab aku, chagi-ah.”

                “Oppa… lebih baik kita berpisah, mianhae.”

                “MWO?! Jangan bercanda Seo-ah.”

                “Aniyo. Aku tidak bercanda, oppa.”

                “Kau sudah menemukan orang lain, ya kan?” tandas Kyuhyun, entah mengapa perasaannya menjadi berang dan kesal.

                “Nde, oppa.”

                “Siapa dia? Seseorang yang kukenalkah?” Kyuhyun menyela dengan kesal.

                “Ani. Oppa tidak mengenalnya, dia teman kerjaku. Aku harap oppa mengharai keputusanku.”

                “Waeyo?”

                “Maksud oppa?” Tanya Seohyun.

                “Kenapa kau memilih dia dan meninggalkanku?”

                “Karena… oppa tidak pernah ada untukku.”

                Tidak pernah ada kaubilang? Aku rela menolak acara memotret model demi bertemu denganmu, Seo-ah. Batin Kyuhyun terluka.

Flashback off.

Sekarang perasaannya bertambah buruk. Pasti ini juga yang dirasakan Choi Sooyoung. Iya kan? Yeoja itu pasti merasa seperti ditabrak truk dan seakan dunia menenggelamkannya di dasar bumi, seolah kakinya terpaku dan tak sanggup bergerak. Dan akhirnya—setelah berusaha menahannya—air matanya mengalir.

 

“Soo-ah, kau tidak sarapan dulu?” Tanya eomma Sooyoung sambil menatap Sooyoung yang sedang menyampirkan tasnya di pundak.

“Ani,eomma. Lain kali saja, aku terburu-buru.” Seru Sooyoung sambil menunggu angkutan umum. Dia tidak menaiki sepedanya.

Sesampainya di Perpustakaan, Sooyoung segera berjalan menuju ruangan manajer. Diketuknya pintu.

“Masuk.” Sahut seseorang dari dalam. “Waeyo?” tanyanya lagi ketika melihat Sooyoung.

“Ahjussi, bolehkah saya mengambil cuti?”

“Berapa lama?”

“Mmm, seminggu, dimulai dari sekarang?”

“Nde. Siapa namamu?”

“Choi Sooyoung.”

“Sudah. Jika tidak ada urusan lagi, silakan keluar.”

“Ne, ghamsahamnida, ahjussi.” Kata Sooyoung sambil bow.

‘ah, kalau aku pulang sekarang, di rumah pasti disuruh-suruh. Lebih baik ke rumah Yuri saja.’ Pikir Sooyoung sambil mencari Bus.

 

“Oppa mau kemana?” Tanya Yuri sambil menatap oppa-nya yang kelihatan lesu dan pucat.

“Oppa mau berangkat kerja dulu.”

“Aah, aaniyo. Tidak boleh. Hari ini oppa harus istirahat, biar aku saja yang menghubungi manajer oppa.” Tawar Yuri sambil menyeret Kyuhyun masuk.

“Aku sibuk, Yul-ah.”

“Aniyo. Kau harus masuk Kyuhyun-ah.” Kata eomma Yuri.

“Nde. Aku masuk dulu.” Kata Kyuhyun menyerah.

Saat sedang asyik makan, terdengar bel berdentang.

“Biar eomma saja yang buka.” Kata eomma YuHyun (Yuri-Kyuhyun).

“Annyeonghaseyo, Ahjumma.” Kata Sooyoung sopan.

“Eh, kau, SOo. Ayo masuk.”

“Apa aku datang terlalu pagi, Ahjumma?” Tanya Sooyoung bingung.

“Gwenchana. Aku malah senang.”

Eomma YuHyun sudah lama mengenal Sooyoung. Karena Sooyoung sering bermain ke rumahnya. Lagipula, ia juga senang karena ada mesin penampung makanan. Mana pernah Sooyoung menolak ketika diberi makan? Hihihi.

“Siapa, eomma?” Tanya Yuri, lalu melambaikan tangan melihat Sooyoung.

“Annyeonghaseyo. Mianhae mengganggu acara makan kalian.” Ujar Sooyoung sambil bow.

“Nde, gwenchana. Ayo makan, Soo-ah.” Kata eomma YuHyun sambil mengangsurkan mie ramen, bulgogi, dan kimchi.

“Assiikk… ahjumma tahu saja kalau aku belum makan.” Kata Sooyoung ceria sambil mengambil sumpit.

“Hehe, sudah, teruskan makannya.”

‘Yeoja ini benar-benar tidak merasa canggung, dan eomma juga  menyukainya. Cih, sikapnya berbedah seratus delapan puluh derajat dengan Seohyun.’ Batin Kyuhyun, tapi tak urung hatinya geli juga melihat cara makan Sooyoung yang ekstrim.

“Eh, tunggu.” Kata Eomma YuHyun saat melihat Kyuhyun sedang menatap Sooyoung. “Kenapa kalian terlihat cocok satu-sama-lain?” lanjutnya sambil menunjuk Kyuhyun dan Sooyoung.

“Wah, eomma benar!” sahut Yuri mendukung.

“Bagaimana kalau kalian menikah?!”

“Aigoo, ahjumma ini berbicara sembarangan. Aku kan tidak kenal Kyuhyun-ssi.”

“Eomma bicara apa sih?” Kyuhyun membantah.

“Maka karena itu, kau ikut ke Jeju kan SOo?”

“Ikut.”

“Kalian harus menghabiskan waktu bersama di Jeju!!”

“MWO?!” seru Sooyoung dan Kyuhyun berbarengan.

“Ah, eomma ini membuatku tambah pusing.”

“POkoknya, kalau kalian tidak menghabiskan waktu bersama—eomma akan melarang kalian berdua masuk ke rumah ini!”

“YA! Eomma ini bicara apa?”

“Ah, sudah ah Ahjumma, jangan bicara seperti itu.” Kata Sooyoung sambil melirik Kyuhyun yang sedang meneruskan makannya. “Oh ya, Yul-ah. Minho ingin ikut ke Jeju. Tenang saja, dia dan aku bayar sendiri.” Kata Sooyoung seolah ditujukan pada Kyuhyun.

“Andwe. Biar aku yang membayar.”

“Ghamsa, tapi tidak usah.” Sooyoung menolak dengan sopan.

“Kalau sudah kubilang iya ya iya.” Bentak Kyuhyun.

“Hei, KYU!! Kenapa membentak-bentak calon istrimu?!” seru eomma YuHyun, “lihat, mie ramennya tumpah kan?”

“Siapa yang mau menikah, ahjumma?” Tanya Sooyoung.

“Sudah-susah. Daripada ricuh, ayo Soo, kau ikut aku ke kamar,” ajak Yuri sedikit kesal pada oppanya yang kasar itu. “Terkadang, oppa bisa menjadi temperamen seperti itu. Kau sabar saja.”

“Ha? Sabar? YA! Cho Yuri, aku mana mungkin menikah dengan oppa-mu itu?! Kelihatannya saja dia benci padaku!”

“Jinjja? Dia benci padamu?”

“Sepertinya. Ah, makananku kan belum habis, kenapa kau malah mengajakku ke gubukmu?!” protes Sooyoung, tiba-tiba teringat makanannya.

“Kalau kau makan terus, oppa pasti lebih benci padamu.”

“Biarin. Cinta itu tidak memandang gendut atau kurusnya, tapi hatinya…” kata Sooyoung sok puitis.

“Haa? Itu lirik lagu apa lagi?”

 

“Eonnie, bagaimana? Bagus kan, gaun-gaun yang aku beli?” Tanya Seohyun sambil menunjuk puluhan kotak bungkusan gaun-gaun yang akan digunakannya Pre-Wedding.

“Bagus. Aku pun juga akan begitu,” balas Victoria sambil tersenyum.

“Ne, tentu saja.”

“Eonnie, ada waktu tidak?”

“Ada. Waeyo?”

“Kajja kita ke butik. Aku ingin mencari sepatu.”

“Tapi kau kan sudah punya lima pasang sepatu?” Tanya Victoria heran.

“Lima mana cukup, aku kan ingin tampil sempurna di surat undangan dan di foto. Kajja!”

“Ya sudahlah, kajja.” Victoria tertawa lalu berjalan mengikuti langkah Seohyun.
***

“Yul-ah, kajja, kita bisa dimarahi Couple itu!” seru Kyuhyun sambil mengetuk pintu kamar Yuri.

“Nde, sebentar…! Aku sedang merapikan koper.”

“Cepatlah.” Kyuhyun kehilangan kesabaran dan bersiap mendobrak pintu.

“Iya ya. Kajja!”

 

“Minho! Cepat! Sudah kubilang kan, persiapkan matang-matang! Jadi tidak terburu-buru gini kan?” seru Sooyoung sambil menatap Minho kesal.

“Sebentar, aku lupa memasukkan pakain dan mantel!”

“Hei, CHoi Minho ppabo! Ini musim panas!”

“Sudah. Tidak apa-apa. Kajja!”

 

“Oppa, kenapa Kyuhyun oppa lama sekali sih?” Tanya Seohyun sambil menunggu kedatangan Kyuhyun di Bandara. “Padahal keberangkatannya kan kurang lima menit.”

“Sabar, chagi-ah. Pasti sebentar lagi mereka sampai.”

Sementara dari arah lain, orang-orang berbondong-bondong datang. Dan… DUAKK! GEDEBUK!

 

TBC

kira-kira siapa yang jatuh xD

gimana? hancur lagi-lagikah? author harap gak😀

silakan coment, dan beri rating🙂

ghamsahamnida🙂

38 thoughts on “Can I Love You? [PART 3]

  1. ya ampun itu endingnya buru2 ama kesanna.. jd bacana geh ngikutin kyk buru2 hahaha

    daebak chingu..
    itu yg tbrakn pst kyuyoung..😀

    Like

  2. Wahh,, eomma kyu setuju soo ma kyuppa…
    Aneh2 ajja eomma kyuyul…
    Tu siapa Чªπğ bertabrakan?
    Soo,, kyu,, yul,, minho kah?

    Like

  3. Eonni mian ya aku baru komen di part ini sekali lagi mian ya#wajahmemelas
    Tapi, aku janji kok ngak bakal lupa komen lagi ^^

    Wah siapa tuh yang tabrakan ? KyuYoung ya ?#redersoktau

    Part 4 nya di tunggu ya^^

    FIGHTING^^

    Like

    1. wah, jadi kemaren2 siders ya? *plakk! gapapa, Author masih nunggu siders sadar sendiri kok🙂
      hehe, mau tahu aja😀
      ne, ghamsahamnida ^^

      Like

  4. Sblum bca seq You Hurt Me Again, bca ni dlu ah.. Biar comen nnti gk awaiting kya FF My Heart is Hurt *bner gk? Lpa jdul #plak!* Hihihi, kdang ktawa sndri bca ni FF.. Aduh, aku jg mw mnta mkan donk *nydorin pring k eomma Yuhyun*.. E-eh.. Ntu yg tbrakan Soo, Minho, Kyu, Yul bkan?? Bru nny ma jin ni *ha? Next part ya eonn..!

    Like

      1. hehe, maklum orangnya yg tabrakan gak elit *ditabok*
        hehe, jebol kok, buktinya udah ganti kamera 2 kali xD

        Like

  5. critany bgus cuma bngung aj..wkt baca scene seo vict yg mw shoppng tiba2 dah msuk scene kyu ma yuri..jd g tw mrka satu setngan ato gak…

    Like

  6. Eon, ku saranin setiap pergantian waktu/peran dibatesin pake simbol. Kyk ( —- ) atau (–***–) atau (–Can I Love You–) atau terserah eonni. Klo yg lain sih baguus:D

    Yang berbondong2 pasti KyuYoungMinYul (reader sotoy). Ditunggu nextpart^^

    Like

    1. iya, besok aku bakal kasih gitu🙂 habis pas part ini lagi males😀
      kok tau sih?😀
      ne, gomawo udah nunggu🙂

      Like

  7. Keren,pendek tp lumayan panjang *GDUK*😄 *jatohDariKasur*

    lucu, tp kyu-syoo yuri-minho ?? Bingung daku…

    Author next part Bokke??

    Yg seq. Of my heart is hurt part 2 nya kpn publish?

    Like

    1. waduh, kok jadi campur aduk gitu?😀
      kalau bingung, pegangan ya🙂
      hehe, mianhae ya, Author belum tau kapan publish *buatajabelom*, maklum, kan masih suasana lebaran *gaknyambung*😀

      Like

  8. Ff nya bagus thor,tpi aq bingung dgan pemerannya,waktu yulsoo lagi ngomong kok tiba** si seotoria yg lanjut ngomong,nampaknya harus ada pov atw pemberitahuan tempat biar reader gag bingung!!!mianhae,klw bnyak omong!!!
    Next nya cpat y thor,

    Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s