That Should Be Me [Oneshoot]


Gambar

Annyeonghaseyo readers🙂

Sebelumnya, author ingin mengucapkan permintaan maaf author kepada readers-readers setia author yang senantiasa menunggu kelanjutan ff milik Author. Maaf banget, author belum bisa ngelanjut ff sesuai polling tertiinggi😦 Author kan udah kelas 9 SMP, jadi harus nyiapin tugas dan PR macem-macem, dan juga, sekarang Author gakboleh sering2 pake komputer. Author kan cuma punya satu komputer di rumah. 

Mian banget untuk yang masih nunggu FF aku😦 Author pasti buatin kok, cuma ya gak sekarang🙂

Sebagai ganti dari semua ff-ku yang belum terlanjut, Author ngasih nih Oneshoot buat kalian, para readers tersayang, wuekk😛 jadi, silakan hargai oneshoot ini, mungkin ini jelek, tapi please tinggalin jejak😀

Dan juga, buat readers yang komennya belum terbalas, mianhae🙂 Author harus nyelesain FF, lihat jejaring sosial, terus belajar. jadi gakada waktu buat membalas komen. tapi tenang aja, komen kalian author baca kok.

Kayaknya cukup cingcong author, sebelumnya author minta maaaaaf banget🙂

Happy Reading ^^

Title : That Should Be Me…

Author : MeydaaWK or Lee Hye Ra

Cast :

  • Choi Sooyoung
  • Cho Kyuhyun
  • Im YoonA

Rating : PG13

Genre : Sad, romance

Length : Oneshoot

=======@@@_____@@@=======

Sooyoung melangkahkan kakinya dengan lesu di sepanjang pinggir Pantai. Sesekali ombak menyapu kakinya yang telanjang. Yeoja itu menangis. Semakin lama ditahannya, semakin sesak dan sakit rasanya. Dia benci, dia benci pada dunia yang mengasingkannya. Dia benci kepada namja yang membuatnya selalu di ambang kehancuran. Namja itu adalah penyesatnya. Penghancurnya. Namja itu adalah kekasihnya. Namjachingunya.

Sekian lama menjadi yeojachingu Kyuhyun—namjachingunya—membuatnya menjadi penyabar, dan munafik. Ya. Munafik. Itu adalah gambaran diri Sooyoung. Setiap hari, dia selalu di jejali dengan pertanyaan, “Kau tak apa-apa kan, Soo?” yang menyakitkan membuat Sooyoung menjadi sosok pendiam yang misterius.

Selama ini, dia berusaha memendam rasa sakit-nya dengan sikap diam yang diartikan Kyuhyun dengan “Ya dan tidak apa-apa”. Andai saja namja itu dapat merasakan rasa sakit yang dipendam Sooyoung.

Flashback

“Sooyoung-ah, saranghaeyo…” kata namja yang merunduk di depannya dengan pose kaki ditekuk satu.

Tidak ada jawaban dari Sooyoung karena sekarang yeoja itu menangis. Menangis karena senang.

“Ne, tentu, Kyuhyun-ah.” Kata Sooyoung setelah berhasil menekan perasaannya.

“Gomawo, Chagiya.”

Mereka resmi menjadi pasangan sekarang. Sooyoung sangat berharap bisa menjadi yeoja di kehidupan Kyuhyun selanjutnya. Dan saat itu Kyuhyun juga berharap begitu.

>>>> Lima Bulan kemudian <<<<

“Soo-ah? Eottokheyo?” Tanya Kyuhyun sambil menatap Sooyoung bingung. Berusaha mengartikan arti mata yeoja itu.

Yang ditanya hanya membisu. Memutuskan untuk tidak menjawab.

“Sudahlah, oppa. Jangan bicarakan itu lagi.”

“Tapi Soo, kau tidak ada untukku.” Sahut Kyuhyun.

Sooyoung makin terdiam. Dia berusaha menahan air matanya. Sakiit sekali melihat namja-nya berlutut dihadapannya. Sooyoung bingung, harus menjawab ya atau tidak.

“Terserah oppa.” Sooyoung menjawab pilu. Adakah yeoja sekuat dirinya?

“Kau mengijinkanku, Soo?” Tanya Kyuhyun, semangat.

“Nde… tapi…” belum sempat Sooyoung melnjutkan ucapannya, Kyuhyun sudah menjerit kegirangan. Sooyoung semakin mengkeret dalam kursinya. Seolah berharap bumi terbelah dan menelan dirinya dalam perut bumi.

“Ghamsa, Soo. Gomawo!” Kyuhyun mencium kening Sooyoung lalu berlari pergi.

Flashback Off

Kalian tahu apa yang diminta Kyuhyun? Dia meminta Sooyoung mengizinkannya mencari yeojachingu lagi. Adakah? Adakah yeoja sekuat dan setegar Sooyoung? Dan yeoja yang dipilih Kyuhyun adalah Im YoonA. Sahabatnya.

BYURR! Ombak yang cukup besar menerjang kaki Sooyoung lagi. Air mata yeoja itu beruraian. Jatuh, dan menyatu bersama ombak yang kembali ke asalnya. Di ujung samudra. Sooyoung terduduk. Menangis sesenggukan. Dia memang tidak pernah  mengumumkan hubungannya dengan Kyuhyun di hadapan umum. Pantas saja Yoona langsung menerima Kyuhyun begitu Kyuhyun menyatakan cintanya.

“Waeyo? Kyuhyun-ssi?!” teriak Sooyoung pilu. Tidak ada jawaban, yang ada hanya suara ombak, dan deru suara mesin dari arah lain. “KENAPA KITA HARUS BEGINI?! SEMUANYA AKAN LEBIH MUDAH SEANDAINYA KAU MEMUTUSKANKU!”

“Soo-ah, kajja kita pulang.” Ajak eomma-nya dari jauh.

Sooyoung langsung menghapus air matanya lalu mengangguk.

=======@@@_____@@@=======

Dia segera keluar dari mobil milik appa-nya dan melambaikan tangan lalu masuk ke dalam gerbang sekolah. Sooyoung mengalihkan matanya dari kelas saat melihat keramaian di samping taman. Dan Sooyoung langsung menyesal mengalihkan matanya ke arah keramaian itu. Yoona dan Kyuhyun sedang pamer kemesraan di depan umum. Sooyoung merasa batinnya tercabik. Tapi dia tetap berjalan lurus.

Sekarang, sebenarnya siapa yang menjadi selingkuhan? Dia atau Yoona? Kenapa Kyuhyun menunjukan kemesraannya di depan umum? Sementara dengan Sooyoung? Kyuhyun melarang Sooyoung mengatakan itu pada siapapun. Termasuk sahabatnya sendiri. Sekarang siapa yang pantas menjadi selingkuhan?

Setelah melepas ransel-nya, Sooyoung memutuskan mengeluarkan novel miliknya yang baru.

“Sooyoung! Kau tahu tidak!?” seru Yoona sambil menunjuk cincin yang melingkar di jari manisnya.

“Waeyo?” Tanya Sooyoung mulai tertarik.

“Aku mendapatkan cincin berlian ini dari Kyuhyun oppa! Kyaa!” teriak Yoona semangat, mengundang belasan mata yang terlihat iri. Begitu juga Sooyoung. Tapi bukan iri karena mahalnya cincin itu. Ia iri Karena perhatian yang Kyuhyun berikan untuk Yoona. Serta hadiah-hadiahnya.

Ddrrttt…ddrrtt…  Sooyoung merasakan ponsel-nya bergetar. Cho Kyuhyun😥

Sooyoung sengaja menamainya begitu.

From : Cho Kyuhyun😥

      Jangan iri pada Yoona.

 

Sooyoung mengantongi ponselnya dan kembali tenggelam dalam bukunya. Menangis. Siapa yang tahu bahwa, dibalik kediaman Sooyoung, dia menyimpan begitu banyak duka? Nugu? Drrtt…drtt… ponsel Sooyoung kembali bergetar.

From : Cho Kyuhyun😥

      Kenapa tidak membalas?

 

      To : Cho Kyuhyun😥

      Apa pedulimu?

 

      From : Cho Kyuhyun😥

      Tentu saja aku peduli. Kau yeojachinguku.

 

      To : Cho Kyuhyun😥

      Aniyo. Yeojachingumu Yoon Ah.

Tidak ada balasan.

=======@@@_____@@@=======

Sooyoung berjalan pulang sambil menenteng kantong belanjaan yang lumayan besar. Ia baru saja keluar dari keramaian Pasar. Sooyoung memang bukan berasal dari keluarga yang kaya raya seperti Kyuhyun atau Yoona. Ekonomi keluarganya hanya menengah ke atas, sederhana.

“Hei, Sooyoung ya?” Tanya seorang ahjumma di belakang Sooyoung.

“Ne…” Sooyoung terpekur beberapa saat. “Kim Gyo Ri ahjumma?”

“Ne! ternyata kau mengingat ahjumma. Baru darimana Soo?” Tanya eomma Kyuhyun itu. Ya, selama ini Sooyoung sangat mengenal eomma Kyuhyun. Begitu juga sebaliknya.

“Ini… aku baru dari pasar ahjumma. Ahjumma?”

“Ah, kau ini. Kenapa yeoja secantik kau mau berdesak-desakkan di pasar?” Tanya eomma Kyuhyun.

“Ahjumma ini bisa saja.”

Pembicaraan mereka berlanjut sampai Sooyoung dan eomma Kyuhyun lelah. Mereka pulang ke rumah masing-masing. Sebenarnya, eomma Kyuhyun menyuruh Sooyoung mampir sebentar ke rumahnya tapi Sooyoung menolaknya. Dia takut kalau Yoona sedang berada di rumah Kyuhyun dan melihat dirinya. Nantinya pasti menjadi masalah.

“Youngie-ah.” Sapa seorang namja di belakangnya.

Sooyoung merasa sedikit takut untuk membalikkan badannya. Dia takut kalau namja di belakangnya itu berniat menyakitinya. Tapi masa namja itu tahu namanya? Lagipula…, apa? Youngie-ah? Namja itu pasti sangat mengenal dirinya. Sooyoung segera berbalik dan melihat…

“Ya! Soo! Kau baru mau pulang ya?” sapa suara cempreng milik Yoona.

Sooyoung memaksakan senyum untuk dua sejoli itu—Kyuhyun dan Yoona. Ditahannya air matanya lagi. Tiga kali sudah ia menahannya.

“Ne, kau lihat, aku baru berbelanja.” Sooyoung menjawab sambil tertawa. Walau suaranya terdengar parau. “Kalian pasti sedang kencan ya? Wah, Kyuhyun-ssi, kau baik sekali mau mengajak kencan sahabatku setiap hari! Dan lagi, aah, kau juga membelanjakannya ya? Padahal tadi pagi Yoong baru memberitahuku kalau kau membelikannya cincin berlian. Aku iri, lho…” aku iri dengan perhatian yang kau berikan kepada Yoona, bukan untukku. Lanjut Sooyoung dalam hati.

Kyuhyun tersenyum kecut. “Kau ini ada-ada saja…”

“Ya! Kau belanja banyak sekali?!” Tanya YoonA cerewet.

“Tentu saja! Aku kan harus membeli makanan untuk sebulan!” balas Sooyoung lalu melambaikan tangan tanda berpisah.

“Kau tidak ingin ikut kami berjalan-jalan?!” Tanya YoonA semangat.

“Aah, tidak usah. Perutku lapar. Aku mau pulang saja, lagipula aku tidak ingin mengganggu pasangan baru! Wekk..” kata Sooyoung lalu berjalan menjauh dari YoonA dan Kyuhyun.

=======@@@_____@@@=======

“Oppa, oppa tadi lihat tidak? Sepertinya Sooyoung menangis…” Tanya YoonA pada Kyuhyun yang tengah menyeruput Ice Lemon Tea. Mereka sedang makan siang di kafe Summerize *Authorngarang* yang terkenal di kawasan itu.

“Mwo? Menangis? Memangnya kenapa?”

Yoona tampak berpikir. “Dulu dia bilang punya namjachingu, tanggal 1 Februari.”

Kyuhyun terpekur.

“Sooyoung-ah, saranghaeyo…” kata namja yang merunduk di depannya dengan pose kaki ditekuk satu.

            Tidak ada jawaban dari Sooyoung karena sekarang yeoja itu menangis. Menangis karena senang.

            “Ne, tentu, Kyuhyun-ah.” Kata Sooyoung setelah berhasil menekan perasaannya.

            “Gomawo, Chagiya.”

Itu artinya, malam mereka resmi berpacaran.

“Dan pada tanggal dua puluh Sembilan Juni, Sooyoung bilang dia tidak ingin berbagi. Aku tidak paham maksudnya, saat kutanya, Sooyoung hanya menjawab kalau namjachingunya membuatnya sakit. Dan sejak saat itu, aku sering melihat Sooyoung melamun, lalu menangis, lalu menjerit-jerit seperti pesakitan. Tanggal tiga puluhnya, kan kita resmi berpacaran, oppa.” Jelas YoonA.

“Memangnya Sooyoung menjerit tentang apa?”

“Dia selalu menjerit, ‘KENAPA KITA BEGINI? SEMUANYA AKAN LEBIH MUDAH KALAU KAU MEMUTUSKANKU! AKU TIDAK BILANG INGIN BERBAGI, KAU YANG SALAH MENYIMPULKAN!’ kira-kira begitu oppa. Saat aku Tanya, dia malah memandangku. Entahlah. Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan.”

‘Jadi, masih ada kata dibelakang “nde..tapi…” itu?’ batin Kyuhyun sambil melirik wajah YoonA yang semangat.

Drtt..ddrrtt… tiba-tiba ponsel YoonA bergetar, tanda ada pesan masuk. yoonA membukanya saat melihat nama ‘Sooyoung ^_^’ tertera di layar.

From : Sooyoung ^_^

            Yoong, kau masih kencan dengan Kyuhyun-ssi?”

 

            To : Sooyoung ^_^

            Nde. Waeyo?

 

“Aneh.” Gumam Yoona tiba-tiba.

“Waeyo?” Tanya Kyuhyun balik.

“Tiba-tiba saja Sooyoung bertanya apa aku sedang bersama oppa.”

Kyuhyun terdiam. Dia akhirnya sadar, setelah beberapa bulan ini menutup mata dan telinga, Sooyoung tidak pernah rela. Yeoja itu tidak pernah memperbolehkan Kyuhyun mencintai yeoja lain kecuali Sooyoung. Kyuhyunlah yang menarik kesimpulan sendiri. Selama ini dia kemana? Kenapa tidak melihat keputusasaan Sooyoung? Kenapa tidak sadar melihat keketusan Sooyoung akhir-akhir ini? Lalu Kyuhyun ingat. Dia-lah yang tidak pernah ada untuk Sooyoung, bukan Sooyoung.

“Oppa? Kenapa melamun?”

“Aniyo. Gwenchana.” Kyuhyun membalas. “Yoong-ah, cepat selesaikan makanmu. Kajja kita pulang, aku baru ingat kalau eommaku menyuruhku pulang lebih awal.”

“Ne, kajja.”

Kyuhyun dan YoonA berjalan lalu menaiki angkutan umum.

=======@@@_____@@@=======

BRAK!! Sooyoung membanting barang belanjaannya di halaman depan rumahnya. Menangis. Belakangan ini ia sering sekali menangis. Beruntung, matanya tidak pernah bengkak karena Sooyoung rajin merawat mata-nya setelah menangis.

“Sooyoung-ah, gwenchanayo?” Tanya eomma Sooyoung sambil menatap heran putri-nya itu.

“Ne, eomma. Aku hanya kelilipan, dan barang-barang ini terjatuh.” Sooyoung memberi alasan. Bohong.

“Oh, baiklah. Kajja masuk. Omma sudah memasakkanmu makanan yang enak.”

“Nde. Tapi aku ingin mengganti baju dulu.”

Eomma Sooyoung mengangguk lalu mengambili barang-barang yang terjatuh tadi.

Sooyoung menghempaskan tubuhnya ke kasur miliknya. Rasa penat dan sakit seolah menumpuki tubuhnya hingga membuat rasa nyeri di hatinya. Sakit. Bagaimana perasaan kalian jika harus berbagi kekasih dengan SAHABAT kalian sendiri? Kalian bahagia? Iyakah? Tidak. Sooyoung tahu pasti itu jawabannya. Dan dia tidak ingin membuat masalah semakin dalam dan bukan hanya Sooyoung yang terluka, tapi juga YoonA.

“Mau tidak mau, aku harus mengakhiri ini.” Gumama Sooyoung tabah. Luka hatinya semakin dalam mengingat Kencan YoonA dengan Kyuhyun tadi. “AKu harus sanggup.”

=======@@@_____@@@=======

Setelah istirahat selesai, Kyuhyun memasuki kelas dan melihat sebuah kotak teronggok di depan tas-nya.

“Omona, kotak siapa itu? Jangan-jangan isinya bom?” batin Kyuhyun heran, matanya terbelalak melihat isi kotak tersebut. Foto berpigura, dua bungkus cokelat, dan sebuah topi Couple bewarna merah muda, juga secarik surat. Kyuhyun tahu, itu semua barang-barang yang pernah diberikannya untuk Sooyoung. See? Kyuhyun sudah berpacaran dengan Sooyoung sejak lama dan hanya memberikan barang-barang murahan seperti ini. Dan YoonA? Dia sudah menghabiskan setengah dari harga mobil mewah.

Kyuhyun membaca surat dari Sooyoung itu.

Gambar

Akhirnya, semua terbuka dengan jelas. Siapa arti ‘dirimu’ di dalam puisi Sooyoung itu. Kyuhyun sadar itu dirinya.

=======@@@_____@@@=======

“Ada maksud, kenapa kau kesini?” Tanya Sooyoung sambil menatap Kyuhyun tajam.

“AKu ingin berbicar denganmu, Soo.”

“Bukannya ini juga bicara ya?” balas Sooyoung pedas, berusaha menutupi sakit hatinya dengan bersikap garang.

“Aku sudah paham, Soo.”

“Memangnya kalau kau paham ada hubungannya denganku?”

“Kau yeojachinguku, Youngie.” Kyuhyun mengiba.

“Aniyo. Yeojachingumu Yoon Ah. Bukan aku.”

“Ya, Kyuhyun oppa, kenapa kemari? Kita kan baru bertemu kemarin.” Sapa Yoona ceria.

“Aniyo, Yoong-ah. Oppa tidak ingin bertemu denganmu.”

“Mwo?” Yoona menjadi heran.

“Aku ingin bicara dengan Sooyoung.”

Sooyoung dan Kyuhyun kembali berhadapan.

“Aku ingin membuka semua rahasia yang terjadi di antara kita.” Tandas Kyuhyun. “Yoong-ah, kau yeojachinguku yang kedua, dan Youngie, kau yeojachinguku yang pertama.”

Yonna terpana. Kaget dan heran. Sekarang dia mengerti apa arti teriakan Sooyoung.

“Jadi, kalian…?”

“Aniyo. Kami sudah putus. Kau, Kyuhyun-ssi, ghasahamnida sudah membuat aku mengerti apa arti berbagi.” Sooyoung berbalik dan berjalan dengan santai. Padahal, hatinya menangis. Ini akhirnya.

“SOO!” teriak Kyuhyun. Tapi Sooyoung tidak membalas dan tetap berjalan dengan tenang.

“Oppa, sekarang jawab aku!! Kenapa oppa tega melakukan itu pada Sooyoung?! Dia punya salah apa pada oppa?!” bentak Yoona kesal.

Kyuhyun terdiam. Mati kutu.

“Sekarang aku paham semuanya. Oppa, kejar Sooyoung, aku yakin dia pasti masih sangat mencintai oppa.” Lanjut Yoona. “Aku bisa mengalah, aku sadar, kalau cinta Sooyoung pasti lebih besar daripada cintaku.”

“Nde,” Kyuhyun segera berlari mengejar Sooyoung yang sudah jauh.

=======@@@_____@@@=======

Byurr! Sooyoung melempar batu kecil ke arah kolam di taman belakang sekolah itu. Air yang awalnya tenang berubah menjadi beriak. Air mata Sooyoung sudah beruraian sedari tadi. Dia setengah berharap Kyuhyun mengejarnya, tetapi tidak, Kyuhyun pasti lebih memilih YoonA daripada Sooyoung sendiri. Sooyoung lalu menghapus airmatanya dan duduk di rerumputan yang dingin dan lembap. Membiarkan sesekali rerumputan menyapu kulitnya.

“Kenapa malah duduk disini?” Tanya Kyuhyun setelah meredakan nafasnya.

“Aku yang harusnya bertanya.”

Tiba-tiba Kyuhyun memeluk tubuh Sooyoung dari samping.

“Saranghae Youngie-ah.”

“Aniyo. Kau tidak mencintaiku.” Sooyoung menjawab dengan dingin, padahal hatinya mengharapkan bahwa itu aku menjadi kenyataan.

“Jeongmal…”

“Ani—”

Sebelum Sooyoung selesai mengucapkan kata-katanya, Kyuhyun sudah menutup bibir Sooyoung dengan bibirnya. Kyuhyun melumat bibir Sooyoung semakin dalam, dan dalam. Tangan Kyuhyun yang bebas hendak meraba tengkuk Sooyoung, tapi Sooyoung mencegahnya dan melepas cumbuannya.

“Cukup.”

“Kau masih belum yakin padaku?!” Tanya Kyuhyun.

“Belum. Tapi aku punya syarat.”

“Apa?”

=======@@@_____@@@=======

“CHOI SOOYOUNG! SARANGHAEYO! JEONGMAL NEOMU SARANGHAEYO!” teriak Kyuhyun menggunakan toa di halam Sekolah. Semua murid sudah berkumpul dengan riangnya. Sementara Sooyoung sendiri sedang duduk bersama Yoona di serambi kelas.

“Aku tidak menyangka lho, kalau kau bisa mendapat namjachingu secepat ini.” Kata Sooyoung.

“Hehe, itu karena Donghae oppa menembakku kemarin.” Jawab Yoona.

Dari jauh terlihat guru BP datang tergopoh-gopoh.

“YAAA! Cho Kyuhyun! Kenapa kau bertingkah lagi!”

-END-

gimana gimana gimana? dapatkah feelnya? atau gak sama sekali😦

pokoknya, RCL yaaa🙂

84 thoughts on “That Should Be Me [Oneshoot]

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s