Tiramisu’s Love! [Oneshoot]


Annyeonghaseyo readers ^^

Mianhae ya author gak lanjutin FF malah bikin baru🙂 ini karena Author udah gak ada ide buat ngelanjutin Can I love You atau\ You Hurt Me Again..

Nah, sebelumnya, Mianhae karena mungkin oneshoot ini sangat jelek plus ancur… Mianhae juga buat readers yang komen-komennya gak bisa author bales….

Oke, langsung aja deh… eh sebelumnya, kalian siapin makanan dan kasih ke Author dulu ya *PLAKK Hehe, just Kidding!

Like. Coment. dan kamu dapat pahala ^^
Title : Tiramisu’s Love!

Author : MeydaaWK or Lee Hyera

Cast :

  • Choi Sooyoung
  • Cho Kyuhyun
  • Jessica Jung

Length : Oneshoot

Rating : PG13

Genre : romance, sad

Happy Reading ^^

“Bagaimana bisa belajar kalau kau terus melihat ponsel?!” bentak Sooyoung kesal, masih membawa Loyang dan lap.

“Mianhae. Tapi ini pentiiing sekali…” sahut Kyuhyun, kembali mengeluarkan ponselnya dan mengetik SMS. Sebentar, Chagi-ah, jangan SMS dulu, nanti kau aku telpon. Send. Kyuhyun mengantongi ponselnya dan menatap Sooyoung.

“Sekali lagi aku melihat kau mengeluarkan ponsel.., aku tidak akan mengajarimu lagi!” seru Sooyoung galak. Memasukkan adonan ke dalam Loyang bersih. “Lihat, Kyuhyun-ssi…”

Beep beep. Ponsel Kyuhyun kembali bergetar, membuat Kyuhyun nyengir dan membuat Sooyoung menghentakkan kaki kesal.

“CUkup Kyuhyun-ssi! Cari saja guru yang lain!” bentak Sooyoung, melepas celemek warna biru dan menyantelkannya di pinggir lemari.

“Sooyoung-ah, jangan marah… aku benar-benar membutuhkan pertolonganmu…” Kyuhyun mengiba.

“Aniyo… kau membuat kesabaranku hilang!!” Sooyoung keluar dari dapur. “Silakan keluar dari rumahku Kyuhyun-ssi. Ghamsahamnida,”

Kyuhyun berjalan dengan lesu, keluar rumah.

=======@@@_____@@@=======

“Kyuhyun sudah pulang?” Tanya Jessica sambil melepas cardigan putihnya. “Dia sudah bisa memasak tiramisu itu sendiri?”

“Belum. Aku menyeraaaah Jessie,” sahut Sooyoung. Duduk di samping Jessica. “Namja itu benar-benar tidak bisa meninggalkan ponselnya sebentar saja. Dia bahkan menelepon yeojachingunya saat aku tidak melihat.”

“Kau memarahinya?” Jessica bertanya.

“Tentu saja! Namja itu benar-benar menyebalkan! Dia tidak tahu usahaku untuk membuatnya mengertibegitu besar!”

“Dia ketakutan?”

“Aniyo. Tapi aku sedikit menyesal sekarang.”

“Hehe, sudahlah, Soo. Menurutku kau benar—Kyuhyun memang harus dikerasi.”

Jessica tidak pernah tahu, bukan itu yang membuat Sooyoung menyesal. Tapi karena getaran aneh itu…

=======@@@_____@@@=======

“Ayolah, Soo. Aku benar-benar membutuhkan bantuanmu…” kata Kyuhyun sambil menggedor-gedor pintu rumah Sooyoung dan Jessica.

“Aniyo. Mianhae, Kyuhyun-ssi. Tapi tidak bisa.” Untuk sekarang.

“Pasti bisa… lihat? Aku sudah me-nonaktifkan ponselku. Ayoo… ijinkan aku belajar membuat tiramisu itu.”

“Ne ne, baiklah. Tapi, sekali aku melihatmu mengeluarkan ponsel, aku akan benar-benar menolakmu menjadi muridku lagi, Kyuhyun-ssi.”

Kyuhyun hanya melompat-lompat dengan gembira.

Beberapa menit kemudian Sooyoung dan Kyuhyun sudah berada di dapur itu untuk ke-sepuluh kalinya.

“Lihat, Kyuhyun-ssi, celupkan lady fingers ke dalam kopi yang panas tadi, jangan lama-lama! Cukup dua/tiga detik saja.”

Kyuhyun mengangguk-angguk. “Ada lagi?”

Mixer double-cream-nya sampai agak kental.” Sooyoung berseru, “pelan-pelan! Jangan membuat adonan-nya terlempar keluar semua!”

Kyuhyun mengangguk-angguk lagi. Mengikuti perintah Sooyoung.

=======@@@_____@@@=======

“Ternyata tidak sulit ya?”

“Memang tidak sulit. Kau-lah yang mempersulitnya!” kata Sooyoung sambil tertawa. Mereka berdua sedang duduk di pantry dapur dan menatap lamat-lamat piring besar dihadapan mereka yang berisi tiramisu.

“Hehe, boleh mencobanya?” Tanya Kyuhyun, sedikit memegang tekstur tiramisu tadi.

“Nde.” Sooyoung menjaawab pelan. “Oh ya, Kyuhyun-ssi, kenapa kau ingin bisa membuat tiramisu?”

“Awalnya—” Kyuhyun menghentikan ucapannya, mengunyah tiramisu tadi, “—aku ingin memberikannya kepada orang yang kusukai.”

“Nuguya?” Sooyoung tidak tahan untuk tidak bertanya.

Someone.

“Cih, kajja kita bereskan piring-piring kotor ini,” ajak Sooyoung sambil menatap piring, mangkuk, Loyang, dan beberapa piranti lainnya yang berserakan.

“Kajja.”

Mereka berdua membereskan sambil mengobrol berdua.

“Hei, Cho Kyuhyun! Choi Sooyoung!” seru Jessica, mengalahkan suara tertawa Sooyoung karena lelucon yang dilontarkan Kyuhyun.

“Waeyo?”

“Aku baru mendapat ini lho!” Jessica melambai-lambaikan sebuah kertas tebal di tangannya. “Kenapa tidak bilang dari dulu?”

Sooyoung berusaha menajamkan penglihatannya. Berusaha menerka kertas apa yang dibawa Jessica, melihat plastic mengilap di depannya dan warna mencolok pada kertas itu, hanya satu yang bisa Sooyoung tebak—

“YA! Kau tahu darimana?” seru Kyuhyun, ikut-ikut meloncat-loncat.

“Hehe, tentu saja aku tahu! Kau merencanakannya diam-diam ya? Berusaha memberi surprise?!”

PYARR! Piring berisi tiramisu  yang dibawa Sooyoung  pecah berserakan di lantai, hancur. Sama hancurnya dengan hati Sooyoung. Sooyoung segera berlari ke kamar mandi. Menangis tersedu.

Tebakan Sooyoung sempurna benar… kertas itu adalah undangan—

Undangan pernikahan Kyuhyun—dan someone yang dia maksud itu…

Tiramisu itu remuk…

If you know my heart with  this tiramisu same destruction.

=======@@@____@@@=======

Diam-diam Sooyoung menghapus airmatanya berulang-ulang. Berusaha menghilangkan rasa sakit dengan menarik-keluarkan nafas.

“Soo? Gwenchanayo?” Tanya Jessica dari luar.

“Ne, gwenchana. Hanya sedikit sakit perut.”

“Oh, hehe. Kukira…”

Sooyoung segera menyiram lantai kamar mandi dengan air, sengaja benar membuat suara gemerisik, agar sedu sedannya tidak diketahui. Setelah merasa sedikit lega, Sooyoung membasuh wajahnya dan keluar. Melihat dapur yang sudah bersih kembali.

“Gwenchana? Kenapa wajahmu terlihat merah begitu?”

“Aaah,” Sooyoung pura-pura menguap. “Hanya kekurangan tidur, sebaiknya aku tidur… oh ya, Kyuhyun-ssi, chukkae ne?”

“Nde.” Sahut Kyuhyun pendek. Kebahagiaan terlihat jelas di matanya.

Sooyoung sadar itu, dan memutuskan untuk pergi sebelum pertahanannya runtuh.

“Oh ya, Sooyoung-ssi—kau jangan lupa datang ne? berkat kau, aku bisa menjadi suami yang baik untuk Victoria.”

Baik untukmu, tidak bagiku.’ Batin Sooyoung, walau tak lepas mengangguk untuk membuat Kyuhyun diam.

Sooyoung tidak mempedulikan lagi dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Menangis sepuasnya. Beruntung kamarnya mempunyai alat peredam yang sanggup membuat suaranya tidak terdengar keluar.

“Ya sudah, kalau begitu aku pulang dulu…” Sooyoung mendengar suara Kyuhyun, lalu mendengar pintu ditutup.

“Soo?” seru Jessica dari depan pintu. “Bisa keluar? Sebentar?”

“Aniyo…” sahut Sooyoung. Mencari alasan yang tepat supaya Jessica tidak melihat matanya yang sembap. “A-aku sudah mendapat posisi yang enak.”

“Ohh… ya sudah. Aku pergi ya? Jangan mencariku, Chef!”

“Nde,”

=======@@@_____@@@=======

____FLASHBACK____

“Soo? Kau bisa mengajari seseorang membuat tiramisu?” Tanya Jessica, menggedor-gedor pintu kamar Sooyoung.

“Waeyo? seseorang membutuhkan bantuanku?”

“Nde, a Man,”

Sooyoung segera beranjak. “A Man?” ulangnya lamat-lamat. “Baru kali ini aku mendapat murid namja,”

Siapa tahu, namja itu sanggup membuat Sooyoung fall in love. Namja itu membangkitkan sesuatu yang bernama cinta, dan membuat Sooyoung—yang baru saja patah hati karena namjachingunya mempunyai yeoja lain—kembali merasakan indahnya cinta.

“Jeoneun Cho Kyuhyun,” kata Kyuhyun waktu itu, memperkenalkan diri. “Kau chef itu?”

“Nde,” Sooyoung mengangguk. “Jeoneun Choi Sooyoung imnida. Selamat berlatih denganku ya…”

“Bangapta…”

“Nado.”

“Kau bisa membuat tiramisu yang enak kan?” Tanya Kyuhyun meremehkan.

“Hei—Cho Kyuhyun!—untuk apa aku membawamu kesini kalau Sooyoung tidak bisa membuat masakan semudah itu?!” sela Jessica.

“Oh, ne ne. Mianhae Sooyoung-ssi.”

“Haha. Kalau begitu, kajja kita latihan.”

Pada hari itu, Sooyoung belum merasakan getaran aneh yang membuatnya tersedu ketika menyadari kenyataan itu.

=======@@@_____@@@=======

Dan saat ini, ketika Sooyoung akhirnya, mau tak mau, mengakui jika hatinya telat tersangkut di hati Kyuhyun. Namja yang membuatnya terluka.

Esok adalah hari Pernikahan Kyuhyun. Jessica dari tadi sibuk mencari gaun untuk Pesta besok. Sedangkan dari tadi Sooyoung sibuk online di Laptop miliknya. Mencari pekerjaan.

“Soo, kau tidak ingin tampil cantik besok?”

“Aniyo. Buat apa…” buat apa aku tampil cantik jika tidak akan datang.

“Oh, ya sudahlah. Aku mau ke Salon. Kau ikut tidak.”

Sooyoung hanya menjawab Aniyo, dan kembali sibuk dengan Laptopnya.

Dicari!

 

Chef yang bisa memasak makanan Korea dengan baik dan nikmat. Jenis kelamin tidak ditentukan, single, umur dibawah kepala empat.

Hubungi 01234 untuk mendaftar. Atau lewat GGrestaurant@hotmail.com dan kirim Riwayat kerja. Ghamsahamnida.

 

Sooyoung langsung masuk ke dalam e-mailnya dan mendaftar. Lalu mencatat baik-baik nomor teleponnya. Berniat mendaftar.

Sejam kemudian, Sooyoung mendapat panggilan dari pihak GG Restaurant yang terkenal itu untuk wawancara.

“YESS!” teriak Sooyoung sambil menarikan goyangan-kemenangan.

=======@@@_____@@@=======

“Sooyoung… kajja kita berangkat ke—” ucapan Jessica terhenti saat melihat kamar Sooyoung yang kosong. “SOOYOUNG?” tidak ada jawaban. Dengan tergesa Jessica mengeluarkan gadget-nya dan menghubungkan ke gadget Sooyoung. Nomor yang anda tuju, sedang tidak aktif. Cobalah beberapa saat lagi. KLIK! Jessica mematikannya, matanya akhirnya melihat sesobek kertas bertuliskan hangul diatasnya.

Jessica Jung, sahabatku…

Mianhae meninggalkanmu tiba-tiba begini, tapi mau tak mau…, ini harus aku lakukan.

Aku harus pergi, untuk menyelamatkan separuh hatiku.

 

Jessica menghentikan kegiatan membacanya, terheran melihat kalimat ‘Aku harus pergi, untuk menyelamatkan separuh hatiku’.

Aku menyukai Kyuhyun. Jadi, aku tidak ingin membuat pertahananku jebol dan menghalangi acara sacral tersebut.

Jangan khawatir, aku baik-baik saja.

Katakan mianhae pada Kyuhyun karena aku tidak bisa datang.

Dan Jesie, Ghamsahamnida sudah menemani hidup konyol-ku ini.

Jangan mencariku…

 

Yours,

Choi Sooyoung.

 

Bahkan Jessica tidak bisa menebaknya. Sahabatnya ternyata selama ini menyukai Kyuhyun. Dia segera mengeluarkan ponsel dan menelepon Kyuhyun.

=======@@@______@@@=======

“Yeoboseyo…” bisik Kyuhyun yang sedang dirias. Tiba-tiba menerima telepon dari Sooyoung.

“Kyuhyun-ssi?” Sooyoung seolah memastikan bahwa orang yang dihubunginya ini benar-benar Kyuhyun. “Mianhae mengganggu, aku hanya ingin mengatakan sesuatu yang jujur.”

“Hmm, mianhae Soo, tapi cepat, sebentar lagi aku harus keluar ke Gereja.”

“Nde, aku tahu. Aku hanya ingin mengatakan, ‘Kyuhyun-ah, Saranghaeyo’.”

“Yeoboseyo? Soo? Apa maksudmu..?!” seru Kyuhyun, tapi teleponnya sudah diputus. Kyuhyun memencet speed-dial 1. Lihat, meski sudah mempunyai yeojachingu, nama Sooyoung tetap berada di nomor 1, dan Victoria 2. Tapi ponsel Sooyoung mati.

Kyuhyun memencet speed-dial 4. Menelepon Jessica.

“Yeoboseyo? Jessica-ah, bisa aku bicara dengan Sooyoung?”

Sooyoung kabur, Kyu…

“Mwo? Kabur? Kemana?”

Aniyo.. aku tidak tahu.

Kyuhyun memutus telepon dan mulai panik. Dimana Sooyoung? chef yeoja itu menghilang…

Menghilang karena—

Mencintainya.

=======@@@LIMA TAHUN KEMUDIAN@@@=======

Chef, ada seorang namja mabuk di meja VIP. Aku tidak tahu lagi harus mengapakan dia.” Lapor seorang pelayan sambil menatap Chef di depannya.

“Nde, biar aku yang urus.” Kata Sooyoung, menekuk lengan kemejanya, dan berjalan keluar dengan tegas. Berjalan menuju meja VIP.

Tapi pertahanannya justru runtuh melihat namja yang sekarang berada di hadapannya. ‘Manusia ini datang lagi.’ Bisik hati Sooyoung.

“Mianhae, bisa kau pergi, Kyuhyun-ssi?”

“Dari..mana kau tahu namaku? Haha!” seru Kyuhyun dalam keadaan mabuk.

Aku tahu, karena aku adalah yeoja yang mencintaimu.

“Haha! Dasar yeoja bodoh… haha! Kenapa pergi karena aku?!” celoteh Kyuhyun.

Sooyoung melihat ponsel Kyuhyun menyembul dari saku jas-nya. diambilnya ponsel itu dan melihat phone book. Mencari nama Victoria Song, istri Kyuhyun. Tidak ada. Mungkin namanya diganti menjadi ‘My Angel’ atau ‘My sweety Girl’ dll. Tidak ada. Sooyoung melihat nama Jessica Jung di deretan tengah. Lalu mengklik tombol hijau.

“Yeoboseyo? Waeyo, Kyuhyun-ah?” suara Jessica terdengar aneh.

Ah, betapa lamanya dia tidak mendengar suara Jessica dan melihat wajah Kyuhyun yang tampak sama.

It’s not Cho Kyuhyun.. you know.

Who are you? Aku seperti mengenal suaramu.”

I’m just a stupid girl… aku Sooyoung.”

Suara Jessica terdengar tak sabaran. “Soo? Itu kau? Kau dimana? kenapa bisa memegang ponsel Kyuhyun?!”

“Hei hei, tenang dulu. dengan Jessie, Kyuhyun mabuk di restoran milikku di daerah Seoul. Bisa kau kesini? Dia benar-benar merepotkan.”

“Nde, tentu saja.”

=======@@@_____@@@=======

“Cho Kyuhyun, bersediakah kau, menemani dan menjalani kehidupan baik senang maupun susah bersama Choi Sooyoung?”

“Nde, saya bersedia.”

Kalimat yang sama dilontarkan kepada Sooyoung oleh Pendeta.

Ne, hari ini adalah pernikahan mereka berdua, setelah kurang-lebih dua bulan bertemu.

Ini bukan pernikahan kedua Kyuhyun. Dulu, dia membatalkan pernikahannya dengan Victoria, karena merasa yakin bahwa Sooyoung-lah yeoja yang tepat untuknya. Dan membuat gempar semua orang. Tangisan Victoria seolah hanya angin lewat bagi Kyuhyun. Hati Kyuhyun mendingin, kaku. Itu semua karena Sooyoung…

Dan setelah melewati masalah kehidupan, mereka akhirnya dipertemukan.

Acara Sakral tersebut sudah terlewati, berganti dengan Pesta Besar-besaran yang diadakan keluarga Kyuhyun. Setengah putus-asa dan menganggap Kyuhyun tidak normal karena menolak Victoria yang dulunya sangat dia cintai dan memutuskan sendiri bertahun-tahun.

“Neomu yeppuna, Summer Cho.” Kata Jessica, tertawa di balik gaun merahnya.

“Wah, kau juga, Jessie. Oh ya, bagaimana kabar Haeca?” Sooyoung tertawa sambil menyebutkan nama puteri Jessica bersama Donghae.

“Baik. Kau cepat menyusul, ne?”

Mereka berdua tertawa. And … Now everything runs smoothly.

Cho Sooyoung and Cho Kyuhyun, happy life. Now, tomorrow, and forever.

_____THE END_____

gimana readers? dapat feelnya gak? gak!

pokoknya tetap RCL ya!

ghamsahamnida ^^

123 thoughts on “Tiramisu’s Love! [Oneshoot]

  1. Eeeehhhmmm…seperinya alurnya kecepetan..dan masih menyisakan hal ganjil..
    So far bagus kok ffnya hehehhe..

    Like

  2. Lebih bagus kalau ada sequel.. Tambah ada flashback ke part ini di bagian” yang kecepetannya thor..🙂 but.. Keseluruhan ok

    Like

  3. Feel Ώyå kurang…
    Kirain kyu jadi nikah ma vict…
    Rupa Ώyå kyu batalin pernikahan Ώyå…
    Tapi akhir Ώyå kyu ma soo juga..

    Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s