The Red Wedding Dress [Chapter 1]


 

 

Annyeonghaseyo ^^

Kali ini Author dateng bawa hawa horroorrr😀

Nih, Author kan gapernah bikin FF horor, jadi sekarang Author kasih deh ^^

Mungkin di FF ini gak Horror sama sekali ._. namanya juga permulaan😀

Mianhae ya, mungkin Part ini pendek, jelek, aneh, dll .-.

Tapi, pokoknya kalian harus tetap RCL! kalo nggak, Author gabakal ngelanjut ini! atau kalo gak, part 2 nya Author protect!

So, siders silakan tobat!

SIDERS!! GO AWAY!!

Title :  The Red Wedding Dress

Author : MeydaaWK or Lee Hyera

Cast :

-Choi Sooyoung

-Cho Kyuhyun

-Kwon Yuri

-Im YoonA

Genre : Horror

Rating : PG13

Length : Chapter

=======@@@_____@@@=======

            “Oppa, kau bilang kita akan pergi sekarang?!” seru Sooyoung mengiba. “Kajja, kita ke mal.”

“Besok saja. Aku ada urusan hari ini. Kau tahu kan, Soo, aku harus menyelesaikan beberapa dokumen, lalu bisa terbebas dari tugas dan bersenang-senang.” Sahut Kyuhyun malas. Pandangannya tetap pada laptopnya.

“Oh God, oppa sudah berkata seperti itu seminggu yang lalu.”

“Tenang saja. Besok aku akan menepatinya.”

“Nde,” sahut Sooyoung lemas. Lalu keluar dari ruangan tempat Kyuhyun berada.

Ting Tong!

Suara bel rumah mengagetkan Sooyoung. Dia segera keluar dan membuka pintu. Ada sebuah kotak kusam di depan pintu, dan, tidak ada siapa-siapa. Sooyoung mulai berpikiran aneh-aneh, tapi segera meraih kotak tadi dan membukanya. Sebuah gaun merah darah, berkain katun, berhiaskan bordiran bunga di bagian bawah, batu-batuan kecil, dan pita-pita kecil yang amat manis. Gaun itu pastilah gaun pengantin, batin Sooyoung. Apalagi dengan tudung kepala bewarna sama. Gaun ini juga sangat indah, sempurna, dan menarik. Hanya satu, gaun itu terlihat lamaaaaa sekali. Seperti bukan dari zamannya.

“Ini pasti pemberian Kyuhyun oppa.” Gumam Sooyoung sambil berlari menaiki tangga.

Sayangnya, Sooyoung tidak melihat sesobek kertas lusuh yang sekarang terombang-ambing oleh angin.

 

If you know this dress will give you new experiences.

 

“Oppa, kau mengirimkan gaun ini untukku kan? Neomu yeppuna… ghamsahamnida oppa!” seru Sooyoung sambil menunjuk gaun merah tadi.

“Aniyo. Aku tidak mengirimkan gaun apapun padamu.”

“Ah, aku tahu oppa malu… iya kan?!” Sooyoung masih memaksa.

“Ani! Sudah kubilang tidak, ya tidak.” Seru Kyuhyun cuek. Lalu pandangannya tertuju pada gaun yang dibawa Sooyoung. “Kau tidak usah beli saja. Pakai saja itu,”

“Kalau bukan oppa yang mengirimkannya, lalu siapa? Lagipula, tidak ada surat di kotak ini.”

Sooyoung kembali berlari, meletakkan gaun itu di kotak, dan menanyai keluarganya dengan pertanyaan yang sama. Nihil. Tidak ada yang pernah mengirim gaun itu untuknya.

 

            =======@@@___@@@=======

 

Yeoja itu memakai gaun pengantin bewarna putih yang sangat cantik, dia menari-nari di ruangan ballroom yang sama-sama indah. Wajah yeoja yang akan menikah itu sangat bahagia. Gaunnya yang ber-model jaman Victoria1 mengikuti langkahnya yang anggun. Tak pernah sadar bahwa sesuatu mengancamnya.

            Yeoja cantik itu merasa perutnya sakit, dia meminta ijin nampyeon-nya, dan berjalan dengan anggun ke dalam kamar mandi.

            Langkah pertama, music mengalun dengan sendu.

            Langkah kedua, musik terdengar sayup-sayup.

            Langkah ketiga, keempat, kelima…

            Ke dua puluh satu… DUAK!

 

            Sooyoung terbangun dari mimpinya ketika jatuh tanpa slow-motion di lantai yang dingin. Hanya satu pertanyaan yang ada di kepalanya. Siapa yeoja bergaun putih itu?

“SOOYOUNGIE!” seru suara cempreng dari luar kamar, ternyata Yoona dan Yuri.

“Omona! Gaun ini indah sekali!” seru Yuri, menatap lamat-lamat gaun merah darah di cantelan kamar Sooyoung. “Ini gaun pengantinmu?”

Sooyoung mengangguk. “Aku menemukannya bersama kotak itu,” jawabnya, menunjuk kotak di rak kayu.

“Kyuhyun oppa yang mengirimnya?!” seru Yoona dan Yuri nyaris berbarengan.

“Aniyo… aku menemukannya begitu saja,”

“Menyeramkan.” Komentar Yoona.

“Aku sedikit takut, kalau-kalau warna merah ini hasil dari darah manusia!”

“Haha! Lucu sekali Nona Kwon!” bentak Sooyoung. Bangkit dari tidurnya dan menyambar handuk. “Aku yakin pasti ada orang yang baik dan mengiriminya untukku. Aku mandi dulu, kalian tunggu aku ya.”

Yoona dan Yuri mengangguk.

 

            =======@@@_____@@@=======

 

“Kau yakin tidak ingin mengajak Kyuhyun oppa-mu itu?” Tanya Yoona.

Mereka bertiga sedang berjalan-jalan di mal yang cukup terkenal di kawasan Seoul yang ramai. Yoona dan Yuri hanya menemani Sooyoung berbelanja perhiasan, dan pernak-pernik untuk rumah baru Sooyoung-Kyuhyun.

“Lihat! Kalung ini indah sekali, bukan? Ini pas dengan warna gaun yang akan kaupakai itu, Soo!” saran Yoona, meraih kalung bewarna merah marun.

“Aniyo. Aku pasti kelihatan norak jika memakai itu.” Balas Sooyoung. “Lagipula, gaun itu sudah cukup ramai oleh hiasan-hiasannya.”

“Padahal ini indah lho. Harganya juga lumayan,”

“Sudahlah. Kajja kita cari yang lain,”

Mereka berjalan lagi, memutari mal.

Srek! Srek!

Sooyoung mendengar suara kibasan rok yang panjang. Dia menengok ke belakang.

“Waeyo?” Tanya Yuri.

“Kalian mendengar suara, hmmm, seperti—kibasan rok?” Sooyoung balik bertanya.

“Ah, mungkin saja itu rok pengunjung yang centil.”

Sooyoung memandang sekeliling. Ruangan ini sekarang berbeda, ruangan mal tadi panas, dan penuh keceriaan. Sementara, tempat ini. Gelap, hitam, penuh kemisteriusan.

“Yul? Yoong?” Sooyoung berbalik, tapi tidak ada siapa-siapa. Yoona dan Yuri menghilang.

Sementara ruangan itu semakin terasa dingin. Sooyoung mulai ketakutan.

“Yoong! Yul! Aku tidak bercanda! Kalian cepat keluar dari tempat persembunyian kalian!”

Senyap.

Sooyoung jatuh terduduk, menangis. Tepat saat iring-iringan orang-orang—yang memakai gaun, jas, dan pakaian bermodel Victoria—lewat. Mereka tidak banyak. Mungkin puluhan. Wajah orang-orang itupun tampak bahagia. Tapi hanya gaun yang dipakai sosok wajah manis nan cantik itulah yang menyita perhatian Sooyoung. Gaun itu sama dengan—

“TOLONG!” seru Sooyoung, saat iring-iringan tadi menghilang dan digantikan oleh sosok-sosok berwajah jahat dan berniat menyakitinya.

“SOO?! KAU KENAPA?!” teriak Yuri dan Yoona panic saat melihat tubuh Sooyoung oleng.

Pengunjung mal tersebut segera membantu Yuri dan Yoona menggotong tubuh lemas Sooyoung.

 

            =======@@@TBC@@@========

 

Gimana? hancurkah? readers pada takut gak?

moga aja takut *plakk!

pokoknya, tetap RCL oke?😀

Ghamsahamnida ^^

 

184 thoughts on “The Red Wedding Dress [Chapter 1]

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s