Dark Love [Chapter 1]


Annyeonghaseyoo ^^

Karena Author merasa Author belum bisa ngelanjut FF-FF author yang masih ngegantung, jadi Author bikin baru deh😀Ini FF Author terinspirasi sama Novel milik Mira .W. yang judulnya “Jangan Pergi, Lara”. Disini, Sooyoung jadi Lara-nya… 

Oh ya, maaf ya kalau Chapter ini mungkin jelek dan ngaco. 

Sebelumnya, Author mau ngasih pengumuman buat Readers “The Red Wedding Dress” ntu FF, part selanjutnya bakal Author protect! 

Kayaknya, cukup deh cingcong Author… 

Oh ya, sampe lupa, kalian pantengin aja ya nih Blog, biar kalian tahu FF yang kalian tunggu udah di-post belum. Author gapunya waktu buat nge-post di KSI atau dimanapun… 

Happy Reading ^^

Title : Dark Love

Author ; Lee Hye Ra or MeydaaWK

Cast :

-Choi Sooyoung

-Cho Kyuhyun

-Choi Sulli

-Seo Joo Hyun

Genre : Romance

Rating : PG13

=======@@@_____@@@=======

“Soo, hari ini kau jadwal menjaga rumah sakit.” Kata Yuri sambil menunjuk ruangan rumah sakit yang gelap dan lengang.

“Enak saja. Hari ini kan jadwalmu,” Sooyoung mencoba berkelit. Meski tahu itu percuma, hari ini memang jadwalnya menjadi Dokter Jaga di rumah sakit semalaman. “Kita tukar Jadwal,”

“Cih,” dengus Yuri, lalu pandangannya langsung mencerah begitu melihat Dokter baru yang dikabarkan dikirim dari Amerika ke rumah sakit tempat mereka bekerja. “Waaah, gantengnya namja itu….”

“Hari ini, siapa yang jaga bersama Dokter Cho?” Tanya Dokter Kim, Dokter yang terkenal killer di mata Dokter magang seperti Sooyoung, Yuri, Tiffany, dan lain-lain.

Sooyoung melihat Yuri hampir mengacung, dia langsung berseru menyela. “Saya, Dok.”

Yuri menatapnya sebal.

“Baiklah, saya tunggu di Ruang KD.” Sahut Dokter Kim, lalu mengangguk kepada Dokter baru bernama Cho Kyuhyun itu.

“Annyeonghaseyo.. jeoneun Cho Kyuhyun,” sapa Kyuhyun sambil bow.

“Nde, Annyeonghaseyo… Kwon Yuri imnida.”

“Choi Sooyoung.”

“Bangapseumnida..”

“Nde.”

Dokter Kim dan Kyuhyun akhirnya pergi.

“Dasar licik! Begitu melihat dokter ganteng saja langsung setuju berjaga!” sindir Yuri kejam. Sengaja benar menekan kata SETUJU BERJAGA.

“Hehe, kesempatan tidak datang dua kali, Nona Kwon.” Kata Sooyoung percaya diri. “Daaaah…”

“Menyebalkan.” Kata Yuri, tapi tak urung dia tertawa melihat sikap sahabatnya itu.

=======@@@_____@@@=======

“Jika menjahit daging seperti ini, kau harus banyak bersabar…” kata Kyuhyun, menunjuk mannekin untuk berlatih para Dokter magang seperti Sooyoung.

“Oooh, begitu. Tapi terkadang aku salah memasukkan jarum. Licin sih,”  protes Sooyoung dengan lucu.

“Makanya, kau harus banyak berlatih.”

“Aku sehari berlatih sepuluh kali,” sungut Sooyoung, sengaja mencari perhatian Kyuhyun.

“YA! Choi Sooyoung! Dengarkan kata DOkter Cho, jangan terlalu banyak protes!” seru Dokter Kim yang tua.

“Ah.. ne. mian, mianhae Dokter Cho Kyuhyun,”

“Gwenchana.”

Setelah satu jam berlatih, akhirnya waktu istirahat tiba. Sooyoung dan Kyuhyun segera keluar dari ruangan, sementara Dokter Kim sibuk menilai cara Sooyoung mengoperasikan pengobatan.

“Bagaimana kalau, mulai sekarang, hmm, aku memanggil dokter—Kyuhyun saja?” Tanya Sooyoung, membereskan jas putihnya dan melipatnya rapi.

Kyuhyun berbalik dan menatap Sooyoung. Lalu tersenyum. “Boleh,”

“Waaah, gomawo…” seru SOoyoung sambil berjalan di samping Kyuhyun. “Kalau boleh jujur, jarang lho, aku mendapat dokter ganteng seperti kau.”

“Haha, ada-ada saja.”

=======@@@_____@@@=======

Ketika sore, Sooyoung memutuskan untuk pulang. Selain lelah, ia juga punya kewajiban menjemput kembarannya, Seohyun, dan adiknya, Sulli. Sebenarnya, mereka sudah cukup besar untuk dijemput. Tapi ibu Sooyoung mewajibkan hal itu. Apalagi karena Seohyun mempunyai penyakit jantung yang sering membahayakan. Jadi, ibu Sooyoung tidak pernah memperlakukan Seohyun dengan kasar, dan tidak memperbolehkan Seohyun—sekali saja—berjalan kaki. Semua sikap ibunya berkebalikan, jika terhadap Sooyoung dan Sulli.

Sooyoung segera masuk ke dalam mobilnya dan mengegasnya.

Be careful, dokter Sooyoung!” seru Kyuhyun melambai pada Sooyoung.

“Ne!”

Sooyoung tertawa. Beep beep. Ponselnya berbunyi.

From : Seohyun

            Sooyoung, kau sudah dalam perjalanan pulang? Jemput aku ya, jangan lupa.

To: Seohyun

            Cih, tenang saja. Mana mungkin aku melupakan Princess kesayangan eomma sepertimu.

 

            Mobil BMW Sooyoung menjauh.

Sesampainya di tempat Les Musik Seohyun, Sooyoung segera keluar dan mencari kembarannya itu. Dia melihat Seohyun sedang dikerubungi namja-namja yang tampan.

“Seo! Cepatlah!” seru Sooyoung.

“Nde,” Seohyun segera masuk ke dalam mobil.

=======@@@_____@@@=======

“Sulli, barusan aku bertemu dengan dokter yang baru itu! Dia sangaaaat tampan…” curhat Sooyoung, menyandarkan kepalanya di kasur bersama Sulli. Dia memang lebih dekat dengan Sulli daripada Seohyun.

“Wah, kenapa tidak menjadikannya namjachingu saja?!”

PLETAK!

“YA! Kenapa memukulku?!” seru Sulli melas.

“Kau pikir dokter itu gampang ditaklukkan? Aku harus memikirkan siasat! Taktik Nona Choi Sulli!” seru Sooyoung.

“Cih, taktik apa. Palingan juga, dokter itu keburu diembat yeoja lain.”

“YA! Kenapa kau menakut-nakutiku?!”

“Aku kan hanya bilang. Hehe.” Sulli tertawa. “Eonnie, bantu aku menjawab ini dong.”

Sooyoung meraih buku tulis Yoona sebentar. Lalu mengerutkan dahi. “Seni Musik? Kenapa tidak Tanya saja pada PKE?” Sooyoung dan Sulli memang biasa menyebut Seohyun dengan sebutan PKE, alias, Puteri Kesayangan Eomma.

“Aniyo. Eonnie PKE sedang berlatih piano, bisa digampar eomma kalau aku mengganggunya,”

“Aku sedang tidak berlatih,” kata Seohyun tiba-tiba. Rambutnya yang hitam mengkilat dibiarkan tergerai.

“Lihat? Nona PKE sudah ada disini,”

Dari kecil, Sooyoung sudah terbiasa hidup menjadi kakak yang selalu mengalah kepada Seohyun, dan Sulli. Dari kecil juga dia tahu kalau eomma memanjakan Seohyun karena Seohyun mempunyai penyakit jantung yang sering kambuh. Tapi, sekarang dia mulai bingung dengan perlakuan eomma-nya. eomma-nya tidak lagi sama seperti dulu, sekarang dia terlihat terlalu memuja Seohyun yang sempurna, ketimbang memberi dukungan kepada Sooyoung atau Sulli.

Lamunan Sooyoung terhempas begitu melihat Eommanya masuk.

“Soo! Lihat Seohyun! Dia selalu bisa memberi contoh yang baik kepada Sulli! Tidak sepertimu! Tanganmu terlalu kasar!”

Sooyoung hanya merengut dan meraih ponselnya yang tergeletak. Mengirim SMS kepada Kyuhyun, tadi dia sempat bertukar nomor HP. Tidak memedulikan eommanya yang berteriak tentang Seohyun begini, Seohyun begitu, bla bla bla.

=======@@@_____@@@=======

“SULLLIIII!!! PPALLI! KITA SUDAH TERLAMBAT!” Sooyoung berteriak-teriak dari mobilnya.

“SEBENTAAAAR! AKU SEDANG MAKAN!” Sulli balas berteriak.

“Jangan berteriak-teriak, Soo. Biar aku yang panggil.” Kata Seohyun, “Sulli-ah, kajja, nanti kita terlambat,”

“Cih, bukan kau atau Sulli yang terlambat! Tapi aku!” seru Sooyoung, meski sedikit heran kenapa kembarannya itu bisa tetap sabar meski kesal.

Seohyun hanya menatap Sooyoung bingung, meminta penjelasan.

“Bukannya rumah sakit yang paling jauh?! Dan Nona Seohyun, mana mungkin kau terlambat, pasti eomma akan menghukumku!”

Seohyun terdiam.

Sesampainya di tempat Les Musik Seohyun.

“Soo, nanti malam kau bisa mengantarku? Aku harus mengikuti Festival musik. Aku tampil disana,”

“Kalaupun aku tidak bisa, eomma dan kau pasti memaksaku.”

“Nde.” Seohyun lalu melambai.

=======@@@_____@@@=======

“Lihat, Dokter Cho datang!” seru yeoja-yeoja baik perawat, dokter magang, atau malah dokter yeoja yang masih single.

“Annyeonghaseyo…” sapa mereka.

“Ne, annyeong… eh, Kwon Yuri, kau melihat Sooyoung tidak?” Kyuhyun balik bertanya.

“Eh,mungkin dia terlambat.”

“Baiklah.” Kyuhyun berlalu.

Sementara dari kejauhan, Sooyoung berlari dengan kencang.

“Oh, God! Soo, kau seperti dikejar anjing saja!” cetus Yuri.

“Hosh… hosh… aku sudah terlambat?!”

“Tenang, barusan Dokter Kim baru berangkat kok. Lagipula, hari ini kan bukan Jadwal Jagamu,”

“Ah iyaa, aku baru ingat.” Sooyoung nyengir, lalu mengeluarkan ponselnya.

To : Cho Kyuhyun ^^

            Kyu-ah, kau hari ini ada acara tidak? Bagaimana kalau kita makan bersama? Nanti siang?

Send. Sooyoung menghempaskan tubuhnya di sofa ruangan. Lalu mengambil alih remote AC.

“Ah, aku ingat. Tadi pagi dokter Kyuhyun mencarimu,”

“Jinjja? Aisssh, kenapa aku harus terlambat!”

Yuri hanya mencibir.

Beep beep. Ponsel Sooyoung kembali berbunyi.

From : Cho Kyuhyun ^^

            Ne, nanti kau di taman rumah sakit, ne?

 

            To : Cho Kyuhyun ^^

            Nde.

 

            “Horeeeee!” teriak Sooyoung keras, lalu menyadari kalau dia sendirian di ruangan itu. Sooyoung nyengir, lalu mengeluarkan diktat-diktatnya. Ia tidak belajar dari kemarin. Lalu merasakan kalau kakinya terasa sakit.

“Mungkin keseleo,” Sooyoung menggumam. Kembali melanjutkan acara membacanya.

========@@@_____@@@=======

“SOOYOUNG!” teriak eomma Sooyoung dari lantai satu. “Cepat antarkan Seohyun!”

Sooyoung malas-malas keluar dari kamar. “Ne, ne.” dia lalu keluar, memanasi mesin mobilnya sebentar, menunggu Seohyun.

Eomma Sooyoung keluar, memakai gaun yang eksotis. Sooyoung tahu eomma-nya sengaja memakai cincin, kalung, gelang berlian, rupanya eomma-nya sedang melakukan promosi. Eomma Sooyoung memang menjual segela perhiasan dalam bentuk berlian. Jadi, malam ini dia sengaja memakai koleksi perhiasannya.

Sementara Sooyoung sendiri hanya memakai kemeja kotak-kotak, dan celana jins yang belel. Menunggu dengan sabar. Lima menit kemudian, Seohyun keluar dari rumahnya. Wajahnya yang memang cantik diberi polesan yang natural dan tidak berlebihan, rambutnya dibiarkan tergerai, poni rambutnya di kepang kecil-kecil. Seohyun memakai gaun bewarna biru langit yang manis dan santai. Sepatu high heels nya tampak pas. Jujur, Sooyoung sedikit iri dengan ini. Dia pernah mencoba make-up seperti Seohyun. Tapi hasilnya, ia malah terlihat seperti banci yang kesasar.

“Kita berangkat sekarang nih?” Tanya Sooyoung, memainkan kaca di dasbor.

“Heem.” Seohyun yang menjawab.

Sooyoung segera mengegas mobilnya dan dalam sekejab mobil itu sudah menghilang.

=======@@@_____@@@=======

“Acara musik apaan ini.” Cetus Sooyoung, menatap sebal ke arah panggung yang menampilkan beberapa yeoja yang menari bersama sambil menyanyi.

“Ssstt.. berhenti mengoceh dan dengarkanlah. Sebentar lagi adikmu tampil.”

Sooyoung mendengus. Lalu menatap kearah sampingnya mendengar seseorang duduk.

Dia mengenalnya. Cho Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah? Kenapa kau disini?” sergahnya, kaget.

“Mwo? Sooyoung-ah?” tampaknya Kyuhyun sendiri juga kaget.

“Hehe, adik kembarku sebentar lagi tampil. Itu dia…” kata Sooyoung, tiba-tiba menyesal kenapa dirinya tidak memakai gaun dan make-up.

“Annyeong… aku eomma Sooyoung dan Seohyun.” Kata eomma Sooyoung.

“Ne, saya dokter pembimbing Sooyoung.”

“Waah, anda sangat hebat.”

Lantunan lagu klasik terdengar merdu. Suara Seohyun.

Diam-diam Sooyoung menatap wajah Kyuhyun yang begitu diidolakannya. Tampan. Tiba-tiba dia merasa iri kepada Seohyun. Kenapa bukan dia yang pintar bermain musik dan bernyanyi? Kenapa dia tidak punya keahlian selain marah-marah? Jadi Dokter-pun karena ayahnya.

“Dia benar-benar adikmu, Soo?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Nde.” Cicit Sooyoung takut. Takut jika Kyuhyun malah menyukai kembarannya.

“Dia sangat berbakat.”

“Tentu saja. Dia anak kebanggaanku.” Sela eomma Sooyoung.

Tiba-tiba musik terhenti.

Sooyoung menatap ke atas panggung. Yang ditakutkannya pun terjadi. Seohyun pingsan.

Bergegas dia berlari, dan berusaha menyelematkan nyawa Seohyun.

T B C 

Hehe, Gimana? 

Bagus gak? 

Tolong RCL ya… Author sangat mengharapkan itu. Atau kalo gak, kalian Like deh ._.

Ghamsahamnida ^^

146 thoughts on “Dark Love [Chapter 1]

  1. hiyaa sooseo kembar ya,.ckckck syoung genit bgt, mentang2 dokter pembimbingnya ganteng lgsg siap shif mlm hahaha🙂 seru loncat part 2🙂

    Like

  2. hwaaaa kren thor ceritanya
    kasian sooyoung,eomaanya lbh sayang sm.seouhyun..
    mdhan akhirnya sooyoung bahagia

    Like

  3. Bagus thor..

    OMO, seo pingsan? penyakitnya kambuh lagi?

    jangan buat kyu suka sama seo thor..

    kyuyoung harus bersatuu

    Like

  4. Aku bru tau ad and baru baca ff dark love… Nice ff thor aku suka banget wlopun telat banget tag apalah
    lanjuutt ud gk sabaran

    Like

  5. Aduh aku ama soo eonn sama tkutnya nih. Jgn sampe kyuppa suka ama kembaran soo eonn, yaitu seo eonn.
    Oh ya soo eonn, ga cuma pinter marah2 kok, eonn bisa jd dokter itu jg hebat banget soo eonn jgn merendahkan dirimu :'”)
    Soo eonn yg terbaik kok ;”)
    Author jg yg terbaik buat ff ini :”)

    Like

  6. eonni bagus ff nyaaa >,< !!
    soo sama sulli nya kasian..
    malah si PKE yang terlalu dimanja..
    kyuppa gaboleh suka sama seo,,
    kyuppa harus suka sama soo eonni..
    lanjut thor jan lama-lama yaah😀 hehe

    Like

  7. seo anak PKE …. -_- dia knpa tuh pake acara pingsan sgla, ckckck
    aku suka crtanya thor😀
    next ne….ku tunggu🙂

    Like

  8. Huwaaaaa keren chinguuuu , aku sukaaaaa …
    Tapi kasian banget sooyoung eonni😦

    Haduuuh seohyun eonni pingsan lagi😦

    Next part dtggu chinguuuu …
    Hwaiting ^^

    Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s