Can I Love You [Part 6]


Annyeonghaseyo readers ^^


Ada yang kangen sama Fanfiction satu ini? Atau gak? ._.

Oh ya. Seperti biasanya, mian ya kalo part ini Kyuyoung momentnya dikit dan typo sangaaat banyak :( 

Nah, mianhae juga buat yang nunggu The Red Wedding Dress dan Dark Love, sekarang belum bisa .-.

Mianhae juga buat yang comment-nya belum terbalas…. 

So, walaupun part ini mungkin sangat jelek… Author tetap mengharap kalian RCL! oke?! ato kalo gak, part selanjutnya Author protect juga😀

Happy Reading ^^

Part 1| Part 2 | Part 3 | Part 4 |Part 5

=======@@@_____@@@=======

 

          =======@@@_____@@@=======

“YA! Cho Yuri! Kenapa kau begitu tega?!” seru Sooyoung begitu memasuki Lobby Hotel dan melihat Yuri dan Minho.

“Hehe, mianhae, kukira kau dan Kyuhyun oppa akan mendapat angkutan—” kata Yuri sambil nyengir tanpa dosa, dibarengi oleh Minho.

“Cih, sebagai gantinya… kalian harus menraktir aku makan jjajangmyun di Kedai depan hotel!” seru Sooyoung memeras.

“Dasar shiksin!” teriak Minho, Yuri, dan Kyuhyun berbarengan, lalu serentak pergi dari hadapan Sooyoung.

“Cih, itu kan salah mereka… kenapa malah marah padaku?” gumam Sooyoung lalu kembali mengangkat paper bag dan membawanya masuk ke kamarnya.

Sampai di depan tangga lantai 2, dia melihat Seohyun sedang berbicara berdua dengan Yonghwa. Tampaknya mereka sedang bertengkar. Sooyoung dapat mendengar dengan jelas kata ‘aniyo.’ Dan seruan-seruan penolakan lainnya.

“Erhmm..” Sooyoung berdeham. Berharapa suaranya bisa membuat Yonghwa dan Seohyun menyingkir.

“Oooh… jadi ini yeoja yang merebut Kyuhyun oppa-ku?!” bentak Seohyun, berkacak pinggang.

“Apa maksudmu? Oppa-mu? Hellooo… bukannya kau akan menikah dengan Yonghwa? Dasar rakus! Satu namja belum cukup?!” Sooyoung balik membentak. Kesal.

“Dengar Sooyoung-ah! Hari ini, aku resmi membatalkan pernikahanku dengan Yonghwa!”

“Seohyun-ah, kita bisa bicarakan ini baik-baik!” desah Yonghwa memelas.

“Aniyo! Ini sudah cukup, aku yakin kok Kyuhyun oppa masih mencintaiku dan mau menerimaku lagi…”

“Suasana sudah berbeda Seohyun-ssi.” Tandas Kyuhyun tiba-tiba. Tatapan matanya dingin membeku. “Kau.., sudah tidak ada artinya lagi bagiku. Jadi, kapanpun, aku tidak akan PERNAH mau menerimamu lagi.”

“Op—” Seohyun mencicit. Pandangannya mengabur.

“Kau pikir enak menjadi namja yang kau anggap cadangan?!” Kyuhyun kembali berkata.

“Hm… biar aku luruskan ini,” Sooyoung berdeham sekali lagi. “Kau, Seohyun-ssi, kau kesini karena ingin foto pre-wedding kan? Dan sekarang kau membatalkannya dan menginginkan Kyuhyun menjadi namjachingumu lagi?”

Seohyun memutar bola matanya.

“Dan kau, Yonghwa, sekarang kau menginginkan siapa?”

“Kau, Choi Sooyoung.”                                                                   

=======@@@SOOYOUNG POV@@@=======

“Kau, Choi Sooyoung…”

Aku tidak salah dengar kan? Ini yang kuinginkan kan? Kalau aku setuju, maka, semua airmata yang aku keluarkan terbayar. Tapi bukan ini…. Bukan ini yang aku inginkan.

Lalu apalagi?

Aku benci mengakuinya, tapi aku tahu, cintaku bukan untuk Yonghwa lagi. Melainkan untuk Cho Kyuhyun. Hanya dirinya.

“Mianhae, tapi aku pasti langsung menolakmu.” Tolakku. Menatap wajah Yonghwa, Seohyun, dan Kyuhyun.

“Mwo?!”

Aku bergegas pergi dari sana. Sebelum salah satu dari mereka mengetahui isi hatiku sekarang.

“Soo, bukankah ini yang kauinginkan?” Tanya Yuri, menghadangku di depan pintu kamar kami.

Aku menggeleng. “Aku tahu ini bodoh. Tapi perasaanku berubah.”

Yuri mengikutiku. “Aaah, aku tahu. Eomma pasti akan senang mendengar ini,”

“Mwo?”

“Choi Sooyoung dan Cho Kyuhyun.. mengucapkan janji setia sehidup-semati… kyyaaaa~ pasti sangat romantis!”

“Ya! Jangan menuduh sembarangan!”

“Aku segera kembali…!” teriak Yuri, keluar dari kamar dan mengeluarkan ponselnya. Pasti sebentar lagi dia menelepon eommanya.

=======@@@KYUHYUN POV@@@=======

Ckrek. Dapat.

Sebisa mungkin kualihkan pikiranku dari masalah-masalah yang harus kuhadapi kali ini.

Sekarang saatnya! Bisik hatiku.

Jika saja aku mau kembali kepada Seohyun. Pasti sekarang aku sudah berbahagia dengannya. Bersenang-senang dengan yeoja itu pasti dapat mengangkat kejenuhanku.

Anio.

Sekarang aku punya seseorang yang lebih spesial.

Choi Sooyoung.

Kenapa begitu enak mengucapkan namanya? Padahal itu kan hanya kumpulan huruf-huruf biasa? Dan juga Sooyoung penyebutannya hampir saja dengan Seohyun.

“Kenapa malah memotret disini? Tidak tidur?”

Aku berbalik. Dan jantungku langsung mencelos melihat yeoja yang berdiri di hadapanku kini. Kenapa susah sekali menatap matanya yang cemerlang dan memeluknya?

“Aniyo. Kau sendiri?”

Kali ini Sooyoung memakai sweter warna biru langit dan celana pendek berpinggang tinggi.

“Aku sedang memikirkan masalah yang.. rumit.”

“Yonghwa dan Seohyun?”

“Itu termasuk.”

“Kenapa? Buat apa memikirkannya? Mereka hanya mencari sensasi, bukan?”

“…”

“Aku juga sedikit memikirkannya. Tapi—”

“Aku tahu pasti jawaban untuk Seohyun sama denganku,”

Ckrek. Aku tersenyum.

“Tidak juga. Mungkin, aku akan menerimanya.”

“…”

=======@@@AUTHOR POV@@@======

Deg! Sooyoung merasakan jantungnya yang sempat melambung tinggi, merosot, menyentuh tanah. Seketika pandangannya kabur. Karena itu, bergegas dia menyambar ranting pohon untuk dijadikan pegangan.

“Hhhh… ppabo.” Cetusnya, terdengar sedikit parau.

“Apa maksudmu?”

“Awalnya, aku berpikir kau akan menolak Seohyun. Dengar, Cho Kyuhyun, kau begitu bodoh mau dipermainkan oleh yeoja seperti Seohyun.”

“Memangnya kau akan menolak Yonghwa?”

“Memangnya kau tidak mendengar jawabanku tadi?”

Kyuhyun meringis.

Sooyoung duduk di kursi taman bewarna putih tebal dan memegangi ukirannya.

“Bukannya itu yang kauinginkan?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Apa?”

“Menerima Yonghwa.”

“Darimana kau tahu?” Tanya Sooyoung menyelidik.

“Yuri.”

“Cih, yeoja itu begitu ember.” Sooyoung mendesah. “Memang benar. Tapi itu awalnya.., sekarang tidak lagi.”

“Waeyo?”

“Entahlah, pergantian perasaan, mungkin.”

“…”

“Sudah malam, kajja kita tidur.”

“Tidur bersama maksudmu?” Kyuhyun bertanya.

“YA! Dasar yadong!”

“Salahmu.” Kata Kyuhyun pendek.

“Mwo? salahKU?!”

Kyuhyun mengangguk dengan sok. “Kau selalu mengatakan sesuatu setengah-setengah.”

“Anio. Kau sendiri yang selalu salah menangkap dan berpikiran yadong!”

“YA! Aku tidak berpikiran YADONG!”

“Lalu apa?” sindir Sooyoung kejam. “Menyimpan film dan foto-foto yadong, itu tidak termasuk berpikiran yadong dan pantas disebut maniak?!”

“Cih, yeoja ini benar-benar!”

“Apa?”

Kyuhyun mendekat. “Bisa diam tidak?!”

“Tidak!”

CHU~

Kyuhyun langsung melompat mencium bibir Sooyoung membuat yeoja itu gelagapan.

Semenit.

Semenit lebih lima detik…

“CIH! Begitu tidak yadong?!” Sooyoung langsung menjauh, berusaha meredakan jantungnya yang berdetak keras dan pipinya yang memerah.

“Haha! Lihat wajahmu itu nona Choi!”

“Menyebalkan!” Sooyoung segera menjauh, lalu teringat jaket yang dipinjamkan Kyuhyun untuknya. “Jaketmu masih ada padaku,” katanya, ketika jaraknya dan Kyuhyun tinggal dua meter.

“Untukmu saja.”

“Anio. Jaket itu sudah kucuci kok, tidak ada bekas bau-ku.” Jelas Sooyoung.

“Kenang-kenangan dariku,” Kyuhyun bergumam pelan sambil kembali memotret.

“Ya! Kau berbicara tapi tidak menghadap orangnya!”

‘Itu karena jika aku melihat wajahmu, aku tidak sanggup untuk tidak mendekat.’ Batin Kyuhyun.

“Tidak mau. Wajahmu merusak ketenangan.”

“Menyebalkan. Ya sudah, aku kembali ke Hotel, ne? jangan mencariku.. daaah!” kata Sooyoung.

Kyuhyun berbalik setelah mendengar langkah-langkah kaki menjauh.

“Oppa.” Panggil seseorang tiba-tiba, Seohyun.

“Waeyo?” Kyuhyun menjawab pendek.

“Aku—ingin berbicara,”

Kyuhyun menampakkan wajah Lalu-sekarang-kita-sedang-apa-kalau-tidak-bicara? Dengan kesal.

“Anio, maksudku, bukan bicara seperti… ini,”

“So?”

“Aku menginginkan oppa kembali, bersamaku, seperti dulu lagi…” jelas Seohyun. “Aku yakin oppa pasti setuju.”

“Kenapa kau berpikir seperti itu?”

“Karena aku tahu oppa masih mencintaiku.”

“Ppabo! Kau pikir perasaanku selama ini hanya terfokus padamu?!”

Seohyun menatap Kyuhyun bingung.

“Aku tidak merasa sedih, atau menyesal, atau apapun ketika kau tinggalkan. Aku malah merasa lega sekaligus tenang.”

“M-makk-sud oppa?”

“Selama ini kukira aku mencintaimu, tapi ternyata tidak.” Kyuhyun menghela nafas. “Setelah sadar, ternyata kau hanya emas, tidak harus selalu ada untukku.”

“Tapi—emas itu sangat berguna oppa.”

“Nde, tapi itu dulu. bukan sekarang.”

“Lalu sekarang oppa membutuhkan apa?” Tanya Seohyun, hampir menangis.

“Air.”

“Mwo?”

“Dulu, aku memang mempunyai emas. Tapi tidak dengan air. Karena itu, aku tidak terlalu merasa sakit saat kautinggalkan. Karena aku tahu, yang aku butuhkan sekarang bukan emas lagi. Melainkan air.”

“…”

“Kau bukan emas merangkap air, Seo.”

“…”

“Kau hanya emas yang bisa ditemukan dimana-mana.”

“Oppa—”

“Dengar, mulai sekarang, jangan mengharapkan aku lagi. Yang sekarang kaubutuhkan adalah air. Aku hanya emas.”

“Hiks…”

“Air-mu, mungkin saja Yonghwa,”

“Aku benci Oppa!” teriak Seohyun sambil berlari.

“Air-ku… adalah, Sooyoung.”

Kyuhyun tidak pernah menyadari, bahwa sebenarnya Sooyoung tidak kembali ke Hotel, melainkan mendengarkan obrolannya dengan Seohyun dibalik semak-semak.

My water…, is Choi Sooyoung…

=======@@@_____@@@=======

Tanpa sadar, Sooyoung memeluk tubuhnya sendiri. Ye! Pikirnya. Ternyata perasaannya kepada Kyuhyun terbalas. Tidak seperti ketika dia menyukai Yonghwa.

Krek! Tanpa sadar sweter bagian belakangnya, tersangkut di semak-semak.

“Nuguya?!” teriak Kyuhyun.

Sooyoung berusaha tidak terlihat. Tapi terlambat…

“Ya! Kau Sooyoung?!”

“Mampuslah!” gumam Sooyoung.

“Hei, oppa!” tiba-tiba terdengar suara cempreng milik Yuri.

“Fiuh, syukurlah Yuri menyelamatkanku,” gumam Sooyoung sambil mengendap-endap keluar dari semak-semak.

“Oppa, kau tadi bicara apa dengan Seohyun?” Tanya Yuri.

“EH?” Kyuhyun mengeraskan suaranya, tiba-tiba takut kalau Yuri mendengar ucapannya tadi *itu lho, yang tentang Sooyoung!*.

“Oppa, bicara apa dengan Seohyun? Aku berpapasan dengan Seohyun di Lobby dan melihatnya menangis.”

“Fiuhh, syukurlah.”

“Mwo?!”

“Eh, anio. Tadi aku hanya menyuruhnya untuk berhenti mengharapkanku.”

Yuri menunduk, lalu berjalan menuju kursi. “Aku sangat berharap oppa mau menerima Sooyoung!”

“Mwo? Hei, Cho Yuri! Aku sedang membicarakan Seohyun, bukan Sooyoung! Kenapa kau malah berbicara tentang Sooyoung!”

“Hehe,” Yuri nyengir. “Sepertinya—menurutku sih—Sooyoung itu menyukai oppa.”

“…?”

“Hanya saja, sekarang dia itu sangat berhati-hati dengan perasaannya. Apalagi setelah insiden patah hati-nya.”

“Memangnya ada hubungannya denganku?” yes!

“Kan aku sudah bilang pada eomma kalau kalian pacaran!”

“Ya! CHO YURI! Berhenti mencampuri urusanku! Aku punya privasi!”

Yuri menampakkan wajah Ah-masa-sih? Dengan menjengkelkan, lalu berkata, “Aku sangat tahu kalau oppa itu bertipe namja pengecut yang selalu dikhianati kekasihnya tanpa bisa membalas! Helloo… oppa itu lumayan, sayangnya, oppa itu ppabo dan tidak bisa memanfaatkan wajah!”

“Jadi kau menyuruhku menjadi playboy?”

“Tidak begitu juga!” sela Yuri kesal. “Dengar, oppa itu harus berani menyatakan perasaan sendiri dan bukannya memotret dengan tidak jelas seperti itu! Aku tahu kok kalau oppa menyimpan banyak foto Sooyoung secara diam-diam.”

“Dar—”

“Darimana kau tahu… aku punya taktik!”

“Cih, taktik menyebalkan. Sudah, aku mau tidur.”

Kyuhyun berlalu dari taman dan pergi.

 TBC 

Gimana? Hancurkah? Pokoknya tetap RCL, oke? 

Ghamsahamnida ^^

47 thoughts on “Can I Love You [Part 6]

  1. Kyu oppa knapa gak ngaku aja sih kloq dia suka sama Soo unnie..😉 Soo unnie juga kan suka sama Kyu oppa..🙂

    Aish, si Seohyun dia kira dia siapa, seenaknya saja pengen kmbali sama Kyu oppa, kau sudah punya Yonghwa oppa, Seohyun-ssi !

    Lanjutannya ditunggu chingu FIGHTHING..!!!!😀

    Like

  2. \(´▽`)/ akhirnya kyu sama soo sama sama udah punya feel yg sama .😀
    Seohyun gila ya,itu jg si yonghwa jg ikutan gila udah mau nikah malah batal gara gara soo sama kyu . Udh deh seo lo sama yonghwa aja jgn ganggu ganggu kyuyoung

    Like

  3. Anyeong… Wahhh kyuyoung udah saling mencintai tuh tinggal saling jujur aja cie cie… Lho? Kenapa yongseo mw ngebatalin pernikahan nya??? Ayo lanjutt mian ya part2 kmrin aku gk komen soal nya hp ku lg ngadat mian#puppy eyes. Di tunggu part 7 nya.

    Like

  4. Haha! Ksian d siy Seo.. Udh gtu so bget lgi, blng Kyuppa mw nrima dy..
    Omona! Naek pswat, kgguit ulat, msuk unit gawat darurat, tkut kiamat, Gaswat!! Si Yonghwa ska ni ma Soo? Ya ampun..
    Kkk.. Soo dger Kyu blng dya ska ma Soo? Wahaha! Ayo Kyuyoung, tntaskan msuhmu (di psp) #pletak!! Udh nympe lvel brapa? #plak!
    Ckckck! Yul, Yul.. Apa kta eomma mu pas dger Kyuyoung jdian? Nekad bget si..
    Ktggu FF2 mu..

    Like

  5. omo kyu nyium soo nakal ya kyu…dasar seo plin plan dah pny tunangan dia malah masih mau ma kyu…ayo kyu utarakan cintamu pada soo

    Like

  6. huaaa,, soo eonnie mendengar kata”nya kyuppa ke seobaby ,,
    ayoo oppa langsung ajah tembak soo eonnie ,
    keterima kok , yakin dah 100% ..
    hehe
    lanjut yah thor , penasaran banget nih
    ext part di tunggu^^

    Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s