Dark Love [Chapter 2]


Annyeonghaseyo ^^

Kayaknya Author udah lama banget gak ngepost disini😀 Hehe

Sori deh ._. Kali ini Author bawa FF kelanjutan dari Chapter 1-nya Dark Love ^^ Maaf udah lama banget gak online dan ngelanjutin-ngelanjutin FF-FF disini🙂

Maaf juga, belum bisa ngelanjutin The Red Wedding Dress, Can I Love You. Maaf juga karena di chapter ini jelek, dikit, aneh, dll.

Tapi, pokoknya tetap RCL dehyaaa😀 Yaah, seenggaknya ngehargain karya-karya Author lah. Author juga buatnya capek. Apalagi sekarang jaman-jamannya Mid Semester ._.

Kayaknya cukup deh cingcong Author🙂 Langsung aja deh yaaa

SIDER!!!!!! MENJAUHLAH!!

Title : Dark Love Chapter 2

Author : Lee Hyera or MeydaaWK

Cast :

-Choi Sooyoung

-Cho Kyuhyun

-Kwon Yuri

-Seo Joo Hyun

-Sulli

Length: Series

Genre: Sad, romance

Rating: PG 13

Happy Reading^^

          “Saudaramu kenapa, Soo?!” seru Kyuhyun terengah-engah, ikut berlari bersama Sooyoung.

“Dia menderita jantung lemah!” Sooyoung balas berteriak. “Kyuhyun-ah, tolong, cepat telepon ambulan…”

“Ne, sudah kok.”

Sooyoung menatap tubuh Seohyun yang terlihat lemah dan kesulitan bernafas. Dia berusaha membuat saudaranya itu bisa bernafas dengan mudah.

“Biar kugendong, sepertinya ambulan sudah datang.” Kata Kyuhyun, langsung mengambil alih tubuh Seohyun dari tangan Sooyoung.

Diam-diam Sooyoung menatap Seohyun dengan tatapan iri.

______________

  Sooyoung POV

Ya Tuhan?! Bagaimana jika itu benar-benar akan terjadi? Tolong aku, Tuhan… mohonku dalam hati. Tubuh Seohyun seolah kehilangan separuh nyawanya. Suster-suster dan Kyuhyun tengah berusaha menyelamatkannya.

Keringat dingin menetes dari rambutku.

“Halo? Eomma tenang saja, aku pastikan Seohyun mendapat perawatan terbaik!” seruku di telepon, mencoba tampak tegar.

Mana bisa seperti itu?! Jangan pulang jika keadaan Seohyun belum membaik! Sebentar lagi eomma kesana! Jaga adikmu!

“Ne ne. aku tahu!” aku sedikit berteriak. Meyakinkan Eomma sama saja dengan memaksaku bernyanyi. Tidak akan bisa.

“Soo! Tolong ambilkan itu!” teriak Kyuhyun, menunjuk kantung seperti tas di sampingku. Tanpa banyak bicara aku memberikannya, sambil menatap wajah Kyuhyun dan Seohyun bergantian. Tiba-tiba, seakan ada sengatan listrik, aku menyadari suatu hal…

Ambulan memasuki pelataran Rumah Sakit. Aku melihat Yuri dan Tiffany sedang berjaga.

Yuri menatapku kaget, lalu, saat melihat anggukanku, dia bisa mengerti dan langsung menangani Seohyun.

Kyuhyun dan suster-suster itu ikut masuk ke dalam ruang UGD.

“Seohyun letih lagi, Soo?” Tanya Yuri hati-hati, duduk di sampingku.

Aku memang memarahi siapapun yang menyebut Seohyun saat sakit dengan sebutan ‘sakit’. Dia tidak sakit, hanya letih. Aku mengangguk perlahan.

“Miris ya? Kelihatannya Kyuhyun tertarik dengan Seohyun…” bisikku parau.

“…”

“Miris ya, ibuku bahkan tidak pernah merasa khawatir jika aku yang sakit.”

“Soo…”

“Dan dia melarangku pulang sebelum keadaan Seohyun membaik. Sebentar lagi, dia pasti datang sambil beruraian air mata.” Lanjutku perlahan. Hampir saja air mataku menetes, tapi tidak boleh. Tidak boleh ada yang melihatku menangis. Kecuali empat tembok di kamarku…

Aku menoleh saat melihat keributan dan suara orang menangis. Eomma.

“Seohyun dimana? dia baik-baik saja kan?!” seru Eomma sambil menangis. Tebakanku tepat.

“Dia ditangani oleh dokter yang berpengalaman. Eomma tenang saja…”

“Anakku…” tangisan Eomma makin menjadi-jadi.

“Soo, kau baik-baik saja kan?” Tanya Appa, menatapku khawatir.

Hanya Appa yang bisa mengerti pikiranku… bahkan Eomma yang SEHARUSNYA mengerti malah tidak perduli.

“Nde. Appa kira aku bakal ikut-ikutan pingsan seperti Seohyun?” aku tertawa.

Appa tersenyum. “Kau pasti lapar, biar Eomma-mu dulu yang jaga. Kajja, kita ke Kedai di Rumah sakit.”

“Anio, Appa. Aku akan menemani Eomma saja.” Tolakku pelan, “dimana Sulli?”

“Dia sedang pergi ke rumah temannya untuk mengerjakan tugas.” Jawab Appa.

Semenit kemudian, Kyuhyun keluar disertai Dokter Kim dan satu Dokter khusus Jantung yang tidak aku ketahui.

“Bagaimana keadaannya, Dok?” Tanya Eomma cemas.

“Saudara Sooyoung—”

“Saya Sooyoung Dok,” kataku buru-buru. “Yeoja yang di dalam kembaran saya, Choi Seohyun.”

“Oh, mianhae,” kata Dokter khusus jantung itu. “Saudara Seohyun kehabisan energi, dan sepertinya, beberapa hari ini energinya terserap habis…, dia juga meminum dosis ekstra obat untuk menguatkan jantungnya. Dan akhirnya hari ini keadaannya drop.”

“Astaga, Seohyun…” Eomma tersedu-sedu.

“Dok, saya dan keluarga saya boleh masuk tidak?” tanyaku.

Dokter itu mengangguk.

Aku, Eomma, Appa, dan Kyuhyun segera masuk ke dalam ruang UGD. Keadaan Seohyun mengerikan, belalai plastik membungkus hidungnya. Eomma masih tersedu-sedu. Dan tiba-tiba aku merasa sangat lelah dengan kehidupan ini… ditambah dengan rasa sakit yang semakin menjadi di kakiku…

______________

Hari ini Seohyun sudah bisa pulang. Wajahnya memang masih pucat. Tapi senyum dan binar matanya sudah kembali.

“Kau menakutiku, Seo.” Kataku saat sarapan.

“Memangnya aku kenapa?” tanyanya bodoh.

“Ppabo!” seruku.

“Sooyoung! Jangan berteriak-teriak seperti itu kepada adikmu! Dia baru saja keluar dari rumah sakit!” bentak Eomma.

“Bla bla bla.” Kataku meremehkan.

“Eonnie, aku sudah siap. Kajja kita berangkat,” kata Sulli, menatapku.

“Berangkat sendiri saja! Kau tidak melihat aku sedang makan?” aku sedikit membentak. Ya Tuhan, padahal sejak bertemu Kyuhyun, aku sudah berusaha menahan emosiku yang meledak-ledak.

“Aku sih juga ingin begitu, tapi tanyakan saja pada Eomma…”

“Kau masih SMU, Sulli. Jangan banyak bertingkah dan membuat Eomma marah.” Kata Eomma.

“Sudah, sudah. Sulli, tunggu sebentar kakakmu itu.” Appa menengahi sambil tersenyum padaku.

Ah, Appa-ku yang penyabar…

“Aku sudah selesai. Ayo, Sulli, kita berangkat,” kata Seohyun sambil tersenyum lemah. Awalnya Eomma melarangnya berangkat Les Musiknya itu, tapi Seohyun memaksa berangkat. Dan, yaaah, apa sih yang tidak dilakukan Eomma untuk Nona PKE?

______________

Sampai di Rumah sakit, aku memutuskan untuk berdiam diri dahulu di ruang KD. setidaknya aku punya waktu untuk bernafas dan berhenti memikirkan Seohyun dan Kyuhyun. Hei! Aku ini Choi Sooyoung!! Tidak boleh menangis, atau terlihat tidak bersemangat di depan semua orang. Yang boleh melihatku menangis, hanyalah empat tembok di kamarku.

Tapi tak urung rasa sesak memenuhi dadaku. Aku tahu, seharusnya aku menangis sekarang. Tapi tidak boleh…

“Soo?” kata seseorang mengagetkanku.

“Eh?” aku berbalik, sedikit melap mataku. Memang sih aku tidak menangis. Tapi dapat kupastikan mataku memerah sekarang. Ternyata Kyuhyun.

“Kukira kau ikut pingsan seperti Seohyun,” katanya sambil tertawa. Aku sedikit tidak percaya dengan penglihatanku. Tapi… astaga, sepertinya Kyuhyun mencemaskanku…

Hei! Kenapa beberapa orang mengira aku akan pingsan dan sakit-sakitan seperti Seohyun?! Aku baik-baik saja!

“Haha, tentu saja tidak.” Aku tertawa hambar. Melihat Kyuhyun bersamaku disini membuatku makin sakit saja. Kenyataan bahwa Kyuhyun dan Seohyun sepertinya saling mencintai membuatku tertekan.

“Kau sakit, Soo?”

Tolong jangan perhatian padaku… atau aku semakin tidak bisa melepaskanmu…

“Anio, gwenchanayo.” aku berusaha menampilkan senyum terbaikku.

“Soo—aku ingin mengatakan sesuatu.” gumam Kyuhyun tiba-tiba, kentara sekali kalau dia memelankan suaranya..

Tuhan, aku mohon… biarkan Kyuhyun mengatakan hal itu…

“Aku—aku—Saranghae—”

          Aku tidak salah dengar kan?!

KATAKAN AKU TIDAK SALAH DENGAR!!!

______________

          Author POV

            Hari ini Sooyoung pulang terlambat. Itu dikarenakan makan siang-nya yang tiba-tiba bersama Kyuhyun. Yippii, dia memang sudah menjadi yeojachingu Kyuhyun.

Sampai di ruang tengah, Sooyoung melihat Seohyun sedang menulis sesuatu di buku yang diduga Sooyoung adalah diari-nya.

“Haai! Kau kenapa, Seo?!” Panggil Sooyoung dengan keras sambil tersenyum lebar.

Serta merta Seohyun segera menutupi tulisan tangannya.

“Hei?! Itu apa? Boleh kulihat?!” seru Sooyoung sambil berusaha merebut buku tadi.

“An-aniyoo…” Seohyun menjawab terbata-bata, sambil ikut memegangi buku tadi.

Sooyoung terpana melihat sederet kalimat yang terlihat…

Diary…, Hari ini aku akhirnya menemukan cintaku… J

“Mwo? Jatuh cinta?! Nuguya?!” Sooyoung segera berteriak-teriak seperti orang gila.

“Sooyoung!” teriak Seohyun sambil merebut buku tadi.

Namja itu bernama… Cho Kyuhyun.

          Dia Dokter yang menyelamatkan nyawaku…

Seketika pandangan Sooyoung mengabur. Adiknya sendiri menyukai seseorang yang sekarang telah berstatus ‘namjachingunya’ .

“KyuHyun?” Sooyoung bergumam tanpa suara saat mengucapkan ‘Hyun’.

Seohyun langsung menutup kedua matanya sendiri dan mulai menangis.

Melihat itu, buru-buru Sooyoung menenangkan Seohyun, tapi tidak bisa. Tangis Seohyun malah terdengar makin keras. Buru-buru Sooyoung memencet sembarangan tombol piano tanpa memerhatikan. Hanya supaya Eomma mereka tidak mendengar tangisan Seohyun dan memarahinya.

Malamnya, Sooyoung memutuskan mengurung dirinya di Kamar. Dia mendengar ribut-ribut di lantai bawah. Tapi dia tidak perduli.

Sooyoung merasa benci kepada dirinya sendiri. Kenapa setiap dia menyukai seorang namja, Seohyun juga menyukainya? Kenapa Tuhan tidak mengizinkan Kyuhyun menjadi miliknya saja?! Sekaliiiiii saja.

“Eonni!” teriak Sulli tiba-tiba, sambil membuka pintu kamar Sooyoung.

“Mwoya?”

“Dokter yang eonnie maksud datang!” teriak Sulli sambil tersenyum riang.

Tapi itu justru membuat Sooyoung sedih. Dia benci jika harus melihat wajah seseorang yang notabene adalah kekasihnya. Sooyoung tidak berhak bahagia, pasti itu yang Eomma-nya katakan jika tahu tentang hubungannya dengan Kyuhyun. Yang pantas bahagia adalah Seohyun.

“Eonnie—waeyo? Eonnie sedang ada masalah? Bukannya tadi Eonnie bilang Eonnie jadian dengan—”

“Jangan keras-keras!” hardik Sooyoung sambil menutup bibir Sulli.

“Wae?”

“Ak-ku ma-lu.” kata Sooyoung terbata-bata. Meski hatinya justru merasa marah dengan kebohongan yang dibuatnya sendiri.

“Aissh, dasar! Kajja kita kebawah!” Seru Sulli sambil menarik Sooyoung.

“Hai,” panggil Kyuhyun sambil tersenyum riang pada Sooyoung.

Sooyoung membalas dengan kaku. Dan Kyuhyun tahu itu.

“Lihat!” kata Nyonya Choi sambil menunjuk Seohyun, “ayo, Seo. Tunjukkan kemampuanmu.”

Seohyun hanya tersenyum malu sambil duduk di bangku kursi piano. Sedetik kemudian, musik beraliran ballad mengalun dengan sendu. Mengiringi kepedihan hati seseorang disana.

“Lihat, kan?! Kyuhyun-ah, kau harus melihatnya! Anakku sangat pandai memainkan alat musik! Seperti kau! Kau sangat cocok dengannya.”

“Annyeong, tapi sepertinya aku harus pergi tidur.” sela Sooyoung langsung. Buru-buru bangkit dan masuk ke kamar.

“Berhenti memamerkan kepintaran Seohyun.” kata Tuan Choi sambil menatap kepergian Sooyoung.

_______________

“Soo? Waeyo?” Tanya Kyuhyun.

Mereka sedang makan malam di restoran Seoul, sambil menikmati pemandangan sungai Han.

“Mwo? gwenchana.” Sahut SOoyoung sambil menyibak rambutnya.

“Aku tahu ada yang tidak beres. Ayo jujurlah, aku namjachingumu sekarang.”

“Gwenchana. Aku hanya tidak yakin dengan hubungan kita.”

“Haha!” seru Kyuhyun sambil tertawa. “Hei! Choi Sooyoung! Pasti kau masih tidak percaya kan kalau kau punya hubungan spesial denganku?! Apa aku terlalu tampan?!”

Sooyoung melempar buku nota berisi pesanan mereka ke arah Kyuhyun dengan kesal.

“Ya! Dasar PD!”

“Haha!”

Malam itu, Sooyoung berikrar, dia akan memperjuangkan hubungannya dengan Kyuhyun. Satu kali saja, dia ingin Seohyun yang mengalah dengannya.

______________

Hari ini, keadaan Seohyun kembali drop. Beruntung Seohyun pingsan saat di depan rumah, jadi Eomma dan Sulli melihat. Sedangkan Sooyoung sedang berada di Rumah Sakit. Hari ini jadwal jaga-nya. Setelah diperjalanan, bersama Kyuhyun di Ambulan, akhirnya mereka sampai. Tapi Nyonya Choi, Sulli, dan Tuan Choi naik mobil pribadi mereka.

“Jebal, Dok! Tolong anak saya!” seperti biasa, Nyonya Choi berteriak-teriak sambil beruraian air mata.

“Ne, tapi sebaiknya anda jangan menghalangi langkah kami.” kata Dokter yang bernama Lee HyukJae sambil tersenyum bingung.

“Ah, ne. Mianhae.”

Brangkar dari besi berat itu berderap diiringi tangisan yang menyayat hati.

Nyonya Choi masih tersedu-sedu.

“Tenang, Eomma. Aku yakin Seo Eon bisa disembuhkan.” kata Sulli berusaha menenangkan.

“Aniyo! Jangan mencoba menenangkanku! Anakku sedang kritis di dalam!”

Memangnya aku bukan anakmu?” gumam Sulli sambil menahan sakit di dadanya. Sekian lama hidup seperti ini membuatnya lelah.

Beberapa jam kemudian, Dokter Hyukjae keluar.

“Bagaimana keadaan anak saya?!” Tanya Nyonya Choi memaksa.

“Nyonya tenang dahulu, Saudara Seohyun baik-baik saja. Hanya merasa kelelahan.” sahut Dokter Hyukjae santai. “Sooyoung-ssi!” lanjutnya, memanggil Sooyoung yang berjalan sambil menyeret-nyeret kaki kanannya.

“Ne. Hosh, bagaimana keadaan adik saya, Dok?” Tanya Sooyoung ngos-ngosan.

“Gwenchana. Baiklah, aku permisi.” kata Dokter muda tadi sambil membungkuk.

“Kajja kita masuk. Aku yakin Seohyun sudah sadar sekarang.” Kata Sooyoung sambil kembali menyeret kaki kanannya.

Nyonya Choi, Sulli masuk. Awalnya Sooyoung akan mengikutinya, tapi Tuan Choi buru-buru menarik lengannya.

“Kakimu kenapa, Soo?” tanyanya, sambil menatap cemas.

“Tenang, mungkin terkilir sedikit. Biar nanti kusuruh Ahjumma memijatnya.” jelas Sooyoung sambil tersenyum.

“Nde. Kajja masuk.”

Kyuhyun sendiri sedari tadi sibuk mengurus data-data yang diserahkan suster penjaga. Ada banyak sekali pasien yang masuk hari ini.

“Soo!” panggil Kyuhyun sambil melambaikan tangan. “Aku tahu kau pasti sedang sibuk, tapi ada satu pasien yang sedang menunggu kita.”

“Ah, ne. Kamar nomor berapa?” Tanya Sooyoung, langsung menghambur keluar.

“Nomor 117. Kajja ikuti aku.”

Mereka berdua berjalan seperti biasa. Sooyoung memutuskan berpura-pura tidak menyadari hubungan mereka.

Sesampainya di ruangan 117 itu, Sooyoung terpana melihat siapa pasien yang menderita kanker tulang itu.

“Sun Kyu!” pekik Sooyoung sambil menghambur ke kasur perawatan. “Kau—be-na-r-bbenar sakiit…?”

Sunkyu, yeoja yang dipanggil itu hanya mengangguk sedih.

“Bberaapa stadium?”

“IV.”

Serta-merta Sooyoung memeluk tubuh sahabatnya ketika SMU itu. Sunkyu masih terlalu muda untuk menderita penyakit kanker, stadium empat pula…

T B C

Haha! Gimana readers?

Menguras perasaan nggak? ._.
Semoga iya ;p

Pokoknya tetap RCL oke ^^

83 thoughts on “Dark Love [Chapter 2]

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s