The Red Wedding Dress [Chapter 3]


Annyeonghaseyoo yeoreobun ^^

Nih, Akhirnya Author lanjutin nih FF yang makin hari makin aneh plus jelek ._.

Author lagi baik nih, Author nggak nge-protect nih FF, seperti yang awalnya Author rencanakan… hehe.

Mian ya, mungkin part ini ngebosenin plus aneh, jelek, kurang greget, dll… Author buatnya aja setengah hari wkwk…

Tolong dong comment, dan hargai kerja keras Author… Emang sih, hasil kerja keras Author gak sempurna sama sekali. Tapi, pokoknya tetap RCL okeh? Hehe…

SIDERS! GET OUT!!!

Happy Reading ^^

Title: The Red Wedding Dress

Author: Lee Hyera or MeydaaWK

Cast:

-Choi Sooyoung

-Cho Kyuhyun

-Victoria Song

Length: Series

Genre: Romance.

Rating: 15+

_______________

Sooyoung menatap kanan dan kiri. Berharap bisa menemukan jalan keluar atau lampu penyorot. Sedikit saja. Tapi kosong. Dia sendirian di tengah-tengah tangga.

“Annyeong?!”

Tidak ada siapa-siapa. Sooyoung mulai merasa ketakutan. Tapi dia tahu, misteri semua ini sebentar lagi akan tersibak. Dia harus mencari tahu kenapa gaun putih itu bisa berubah merah dan kenapa kisah Victoria berakhir sedih.

Sooyoung seperti mendengar derap kaki yang menyuruhnya untuk berjalan semakin ke bawah. Dia mengikutinya. Sooyoung seperti merasa terjepit diantara dua tembok yang teramat sempit. Berulang kali dia menarik nafas dan menghembuskannya.

Sampai di ujung tangga berukir yang bewarna emas—yang langsung disambung dengan tangga buruk berukir dari kayu—Sooyoung melihat setumpukan balok-balok seperti peti, lonceng, dan puluhan rak-rak kayu yang sangat tinggi, juga sebuah lampu seperti petromaks dan dua buah senter berukir LL. Sooyoung bergegas menyalakannya dan mengikuti rak-rak tadi. Dia terpana melihat sebuah, eh, seperti papan, tapi dari emas murni yang bertuliskan:

Untuk mengenang Lady tercinta kita yang sekarang telah berpulang di sisi-Nya. Semoga diberi anugerah dan kebahagiaan.

            Lady Victoria Song, atau Song Qian, yang meninggal di hari pernikahannya bersama seorang Lord yang tampan.

            Semoga mereka dipertemukan kembali disana.

            Jadi, Victoria dan Nickhun meninggal di hari pernikahan mereka? Dan disini adalah tempat semua mayat-mayat para Lady atau Lord dikumpulkan?

Kepala Sooyoung dipenuhi oleh pertanyaan yang tak mungkin dijawabnya. Tiba-tiba dia merasa seakan ada energy yang menyedotnya hingga terbang sangat jauh.

Dan sekarang, Sooyoung berada di depan sebuah ruangan yang sangat dikenalnya. Ballroom tempat pernikahan Victoria. Sooyoung melihat keramaian yang sangat memuakkan mengingat dia sudah tahu bagaimana akhir dari kisah percintaan itu.

Vodca, Chardonnay, makanan-makanan, semuanya dihamparkan dengan gelas-gelas yang mungkin sekarang sudah dimuseumkan. Seorang pembawa Acara namja, bangkit berdiri di atas podium penuh ukiran dan mengatakan sesuatu yang tidak dapat didengar Sooyoung dengan jelas. Intinya, Pembawa Acara itu mempersilakan para tamu untuk menikmati hidangan yang sudah tersedia. Sekali lagi, Pembawa Acara itu bangkit dan mengatakan bahwa Sang Pengantin Perempuan akan segera turun dalam beberapa detik.

Sekejap, ruangan yang diduga Sooyoung seluas lima puluh meter menjadi senyap. Lonceng-lonceng dibunyikan, dan musik-musik yang terdengar menyeramkan dinyanyikan.

Semua memandang ke arah tangga yang sangaaat lebar dan dilapisi oleh emas, serta karpet merah di lantainya yang keras.

Seorang yeoja yang memakai gaun putih bersih mulai berjalan turun. Cara berjalannya sangat anggun dan pelan. Tudung kepala yang dikenakan yeoja itu menutupi wajahnya. Tapi Sooyoung tahu siapa dia. Musik klasik dilagukan lebih keras.

Kita sambut puteri kita tercinta dan calon Raja kita, Victoria Song dan Nickhun (Sori nih, Author nggak tahu nama marganya Nickhun.)”

Sooyoung sedikit memejamkan matanya karena lampu sorot sangat terang yang menerangi penampilan Victoria dan Nickhun.

Beberapa jam kemudian, ketika Victoria dan Nickhun turun dari altar yang dihiasi oleh bunga-bunga warna warni yang sangat cerah. Pesta Dansa dimulai. Musik yang awalnya sedikit seram dan berbau sakral diganti musik yang lebih ceria.

Tiba saatnya…

Jam dinding yang sangat besar yang digantung di tengah-tengah tembok berhias menunjukkan waktu 14.30, Sooyoung menarik nafas dalam dan menyaksikan Victoria yang berbisik kepada Nickhun lalu berjalan menuju tangga di pojok ruangan. Tangga tembusan tempat Sooyoung terjebak. Sooyoung bergegas mengikutinya.

Sooyoung berada di belakang Victoria persis. Dia merasa sedikit takut jika harus menyaksikan pembunuhan itu sekarang. Bukannya trauma bisa membuat orang seperti dikejar-kejar hantu? Haha. Bahkan sekarang Sooyoung sedang berada di dunia hantu.

“Victoria-ssi.” Panggil Sooyoung berharap Victoria bisa mendengarnya.

Langkah kesepuluh…

Langkah ke lima belas…

Langkah ke dua puluh satu… DUAK! DUAR!

Dalam satu kedipan mata, Sooyoung mungkin melewatkan kejadian pembunuhan itu. Sooyoung langsung terpana melihat tak seorang tamu-pun yang menyadari suara pistol.

Victoria sukse ambruk. Bercak-bercak darah membasahi gaunnya. Namja yang menembaknya, menggendong tubuh Victoria yang jatuh terkulai dan membawanya ke dalam suatu lorong yang sangat gelap. Sooyoung berusaha membiasakan matanya dengan kegelapan, supaya bisa melihat kejadian masa lalu itu dengan jelas.

“Kita apakan dia?” Sooyoung mendengar suara seorang—yeoja?

“Kita sebar tubuhnya.” kata namja tadi tanpa belas kasihan. Mungkin saja dia sudah gila.

“Baiklah, nyalakan lampunya.” perintah yeoja itu sambil menyangga kepada Victoria yang samar-samar terlihat.

Sooyoung memandang dengan kengerian yang luar biasa. Yeoja tadi memakai gaun—artinya, dia menjadi salah seorang tamu dalam pesta ini, dan namja itu juga sama.

Yeoja tadi mengikat rambut pirang Victoria dengan tudung pengantinnya. Lalu mengeluarkan sebuah… belati?

“Aku akan melukis wajahnya.” kata yeoja itu santai.

“Aku akan memotong-motong. Haha!”

Yeoja tadi memulai pekerjaannya, dia menggores-goreskan ujung pisau itu ke mata, hidung, pipi, mulut, dahi, dan kepala. Dicongkelnya keluar mata Victoria dengan kejam tanpa belas kasihan sedikitpun. Setelahnya, dia mulai menggores-goreskan pisaunya ke tubuh Victoria. Begitu pula namja itu, dia memotong kaki, tangan, bahkan jari-jari Victoria dengan senyum sinis yang selalu tersungging.

            _______________

            “Mungkin saja dia mati.” kata Eomma Kyuhyun sambil menatap tubuh Sooyoung yang terbaring lemas di kasur. “Dokter bilang koma. Tapi apa penyebabnya?!”

“Eomma!” Kyuhyun langsung membentak Eomma-nya. “Mana boleh Eomma berkata seperti itu!”

Sooyoung sudah koma sejak dua hari yang lalu. Pernikahan mereka tiga hari lagi. Tidak lucu kalau semuanya dibatalkan karena calon Pengantin wanita koma dan tidak akan sadar dalam waktu dekat. Kyuhyun selalu berdoa. Meminta apa saja, pokoknya yang bisa membuat Sooyoung bangun, lalu berkata, “Oppa… Kita akan menikah!” seperti tidak pernah ada apa-apa.

Tapi impian itu membuat Kyuhyun lebih sakit lagi. Menurut dokter, Sooyoung mungkin terkena penyakit. Atau mungkin juga… hampir mati.

Anio.

“Sudahlah, Kajja kita jalan-jalan. Mungkin udara segar bisa membuatmu sedikit tenang.” ajak Cho Ahra, Noona Kyuhyun.

“Andweyo! Sooyoung sedang sakit, dan Noona bilang aku harus jalan-jalan?!” Kyuhyun langsung membentak Noona-nya. Pikirannya kacau. Dia harus bangkit dari semua keterpurukan ini.

“Ne, Noona tahu itu. Tapi setidaknya kau makan makanan yang Noona bawakan untukmu.”

Kyuhyun mengempaskan tubuhnya ke sofa kamar rawat Sooyoung. Dia lelah dengan semua ini. Lagipula dia tidak mengerti. Apa penyebab Sooyoung koma? Selama ini yeoja-nya itu tidak pernah sakit parah yang bisa menjurus ke koma. Yeojanya itu yeoja yang sangat kuat. Meski manja, dan perawakannya kurus, Sooyoung tidak pernah masuk ke rumah sakit. Hanya sekali ini.

Kyuhyun menoleh begitu mendengar derap langkah kaki. Keluarga Sooyoung.

Eomma Sooyoung menghampirinya sambil memeluk Kyuhyun.

“Makanlah, Kyu. Eommonim tahu kau pasti sangat sedih. Tapi, jangan ikut-ikutan sakit seperti Sooyoung. Masalahnya akan semakin sulit…” bisik Nyonya Choi sambil tersenyum sendu.

Kyuhyun hanya bisa mengangguk dan keluar dari ruangan. Berniat makan bekal yang dibawakan Noona-nya.

_______________

Setelah memasukkan potongan-potongan tubuh Victoria ke dalam wadah seperti kantung yang sangat besar, Yeoja dan namja itu menggantung tubuh Victoria di atas dan berniat menjatuhkannya ke bawah. Supaya para tamu ketakutan.

Mereka berjalan kembali ke tengah lantai dua dan mulai melakukan aksinya. Tidak ada pembantu yang lewat karena semuanya sedak sibuk dengan urusan makanan, minuman, dan lain-lain.

“Kita turunkan sekarang?” Tanya Yeoja itu.

Sooyoung tersenyum ngeri melihat gaun yang awalnya putih itu sudah berubah menjadi merah darah. Persis warna gaunnya. Tentunya tanpa bau darahnya.

“Nde. Kajja!”

Tali yang digunakan untuk menggantung Victoria diturunkan pelan-pelan. Tapi saat dua meter diatas lantai satu, mereka mengentakkannya langsung hingga tubuh Victoria langsung jatuh ke bawah.

Sooyoung mendengar teriakan-teriakan ngeri dan kaget dari bawah. Yeoja dan namja yang telah membunuh Victoria tertawa terbahak-bahak. Sooyoung masih dapat melihat sebercak darah Victoria di tangan Yeoja tadi. Mereka lalu berjalan ke pojok ruangan, disana terdapat kamar mandi. Mereka mencuci tangan mereka lalu masuk ke dalam tangga tempat Sooyoung terjebak… kemarin?

Astaga!! Berapa lama dia tertidur?! Berapa lama dia di dunia hantu ini? Pernikahannya tinggal beberapa hari?!

Sooyoung menatap panic sambil berdoa dalam hati, berharap dia bisa kembali ke dunianya tanpa mimpi-mimpi kehadiran Victoria lagi. Tapi, saat Sooyoung membuka matanya, Victoria sudah berdiri di depannya dengan senyum tersungging.

Mereka berada di sebuah ruangan yang sangat gelap. Tapi insting Sooyoung mengatakan bahwa yeoja di depannya adalah Victoria.

“Kau sudah tahu kisahku?” Tanya Victoria sambil menatap Sooyoung dingin. Meski senyum tetap tersungging di bibirnya yang pucat.

“Nde. Siapa yeoja dan namja yang membunuhmu?”

“Kau masih ingin mengenakan gaunku?” Tanya Victoria, jelas tidak peduli dengan pertanyaan Sooyoung.

“Ne, jika kau memperbolehkan.”

“Baiklah, setelah itu, tolong kubur gaun itu bersama kotaknya di makamku.”

“Tapi—dimana makam-mu?! Bukannya makam-mu ada di ruangan bawah tanah di kerajaan?”

“Aniyo. Disana hanya ada mayat Nickhun.” Victoria lalu menyebutkan nama pemakaman di daerah pelosok Korea Selatan. “Kembalilah.”

Sooyoung langsung terpana melihat ribuan mayat-mayat yang memakai gaun putih menyerangnya dengan kejam. Wajah mereka penuh amarah…

Sampai angin yang sangat besar menerbangkan Sooyoung, seolah Sooyoung adalah sebuah daun kering….

T B C

Haha! Gimana, readers?

Menyerap emosikah? Atau gak sama sekali ._.

Pokoknya tetap RCL yaaah🙂

Ghamsahamnida ^^

103 thoughts on “The Red Wedding Dress [Chapter 3]

  1. sumpah itu orang ga punya hati. tapi kenapa cuma victoria yang di potong” kenapa nickhun engga ? alasan mereka ngebunuh apa ? ga sabar mau baca next chapter

    Like

  2. astajimm..
    siapa tuh yg mutilasi vict..
    tega bener.. apa msalah mreka?? ckck

    soo cpt bgun kyu menanti..
    hehe🙂

    daebakk chingu

    Like

  3. wiih keren sumpah

    itu yg bunuh vict sadis bgt, sampe di potong” begitu
    dia pikir itu sapi potong ? ish

    Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s