Dark Love [Chapter 3]


Huaaah! Annyeong!😀
Lama gak ngelanjut FF yah😀 Hehe mian –” Habis Author-nya sibuk sih *Sok!

Sebelumnya, gomawo buat yang udah jadi readers setia disini ^^ Mian ya, mungkin chapter ini jelek, aneh, sedikit. Author aja udah gasempet buat ngelanjut😦

Nah, ini nih udah mulai konfliknya😀 Jadi, tolong kalian siapin tisu plus lagu-lagu galau yang sedih oke?! Hehe…

Author gamau ngasih saran ah, takutnya kalau readers gapunya ntu lagu, kan ribet harus download dulu😀 Jadi, terserah aja mau dengerin lagu apa, pokoknya yang galau yaaaa ^^

Langsung aja deh, cekodit eh cekidot😀 Tolong comment ya, jangan jadi Silent Readers! Eh ya, tolong dong, kalo ada yang mau kirim fanfic: kirim ke schoi83@ymail.com yaaah ^^

Ghamsahamnida🙂

Happy Reading^^

Title: Dark Love

Author: MeydaaWK or Lee Hyera

Cast:

-Choi Sooyoung

-Cho Kyuhyun

-Seo Johyun

Rating: PG 15

Genre: Sad, romance.

Length: Series

_______________

“Maksud Oppa apa?” Tanya Sooyoung dengan bingung.

“Aku—aku…” Kyuhyun membiarkan ucapannya itu menggantung dengan sedih. Kyuhyun semakin bingung menjelaskannya. Dia sudah kesulitan mengajak Sooyoung bertemu, dan sekarang, menjelaskannya membuat Kyuhyun bingung.

“Aku apa? Oppa bilang apa?” Sooyoung kembali mengulang ucapannya.

“Sepertinya kita harus mengakhiri komitmen kita,”

Sooyoung langsung menatap Kyuhyun dengan bingung, matanya yang biasanya terlihat ceria dipenuhi kemuraman dan tanda Tanya yang besar. “Wae?” Sebisa mungkin Sooyoung menahan mulutnya untuk menunggu Kyuhyun menjelaskan.

“Kau dengar, aku harus mengakhiri hubungan kita. Tampaknya saudara kembarmu lebih membutuhkanku. Ketimbang kau, Soo.”

“Tapi aku jelas juga membutuhkan Oppa!” Sooyoung langsung menjerit, “Oppa pikir untuk apa aku menerima Oppa kalau aku tidak membutuhkan Oppa?”

Kyuhyun langsung terdiam. Ucapan Sooyoung langsung memojokkannya.

“Karena Seohyun?! Apa Oppa pikir dia kekurangan perhatian?! Eomma setia menunggunya! Semua namja yang menyukainya juga begitu!! Oppa pikir dia yeoja yang tidak laku?! Hah!?”

“…”

“Astaga, seharusnya aku lebih menahan diri. Jebal, Oppa. Beri sebuah penjelasan agar aku bisa menerima keputusan Oppa itu.”

“Dengar, Soo. Tolong dengarkan.” Kyuhyun memulai penjelasannya sambil menarik nafas. Ini juga sulit baginya. “Aku jelas tahu kalau kita saling mencintai. Tapi, aku harus mengakhiri hubungan kita. Aku punya banyak alasan. Satu, karena kau jelas tidak membutuhkanku. Dan kedua, Eomma-mu memaksaku untuk menikahi Seohyun. Kau jelas tahu itu. Ketiga, aku merasa Seohyun membutuhkanku,” Kyuhyun ingat saat dia bersama Seohyun di dalam ambulan yang melaju kencang, Seohyun terus menerus memeluk lengannya dan berkata bahwa dia benar-benar takut dan membutuhkan Kyuhyun. Itu yang membuat Kyuhyun lemah. Instingnya berbisik bahwa dia harus memilih di antara Seohyun atau Sooyoung. Dan dia tahu jelas kalau Sooyoung akan kuat tanpa dirinya. Tapi, Seohyun tidak.

“Jadi… hanya karena Seohyun membutuhkanmu, sedangkan aku tidak?!” cicit Sooyoung tak percaya. Menahan hatinya. Membiarkan ucapan Kyuhyun menggerus hatinya, remuk, remuk, lalu tinggal serpihan.

“…”

“Oppa bilang Oppa mencintaiku!!”

“Tapi… Seohyun!”

“Tiba-tiba saja aku berpikir, mungkin saja Oppa memanfaatkanku untuk mendapatkan Seohyun. Selamat tinggal.” Kata Sooyoung, langsung berlari keluar dari kafe dan berharap air matanya tidak turun saat itu juga. Yang ia butuhkan hanya kasur empuk, selimut, bantal, dan sesuatu yang bisa dimaki-makinya. Hanya itu.

_______________

Setelah Sooyoung menghilang dari hadapannya, Kyuhyun langsung bangkit pergi, setelah sebelumnya membayar tagihan makan malamnya. Emosi yang menyedihkan membuatnya ingin mati saja. Dia masih sangat mencintai Sooyoung.

Tapi Seohyun membutuhkannya.

Tidak. Semenit yang lalu, dia telah menghancurkan harapan dan hati seseorang yang dicintainya. Kyuhyun meremas kunci mobilnya dan memencet alarmnya dengan kesal. Dia benci harus dihadapkan dengan kenyataan yang sangat sulit seperti ini. Dia butuh bernafas, tanpa adanya bayangan Seohyun, Sooyoung yang menangis, serta paksaan Nyonya Choi yang semakin menyiksanya. Ia harus pergi dari keramaian kota Seoul.

Segera saja Kyuhyun mengegas mobilnya menjauh dari tengah Kota Seoul yang sangat padat dan melarikannya ke kedalaman Korea Selatan.

“Ppabo!!” Kyuhyun memukul setir-nya dengan perasaan mendidih yang semakin lama semakin menyakitinya. Hatinya jelas berbohong, dan ia benci mendengar tuduhan Sooyoung tadi. Tapi ia justru lebih senang jika Sooyoung marah, daripada yeoja yang masih dicintainya dengan sangat dalam itu menangis. Kyuhyun jelas tahu perlakuan tidak sepadan Eomma Sooyoung kepada yeoja itu. Ini semua pasti terasa tidak adil bagi Sooyoung. Dia seharusnya bahagia. Tapi Kyuhyun justru menorehkan luka yang lebih dalam lagi di ulu hati yeoja itu.

“Bagus! Memikirkan Sooyoung malah semakin membuatku jijik!” Kata Kyuhyun emosi. Dia membelokkan mobilnya ke arah Bar yang terkenal di Seoul. Dia ingin menenggak beberapa botol soju yang panas. Kyuhyun melihat lengannya yang terlihat memar, dia sadar itu karena dia menabrak pintu dan meja di kafe tempatnya bertemu dengan Sooyoung.

Sesampainya di depan Bar tersebut, Kyuhyun langsung turun dari mobil dan menghidupkan alarm mobilnya lagi.

“Selamat malam, Tuan. Selamat bersenang-senang.” Sapa seorang Bartender sambil mengedipkan sebelah matanya nakal. “Apa anda membutuhkan… hmm, seorang… hmmm, yeoja?

“Tidak. Yang kubutuhkan sekarang adalah enam botol soju. Dan, tentu saja, kau diam.” Bentak Kyuhyun langsung.

“Ya, ya. Aku mengerti.” Bartender itu langsung mengambil pesanan Kyuhyun dan memberikannya. “Kuharap, tuan tidak meminumnya langsung.”

“DIAM!”

Bartender itu tersenyum, segera melayani pelanggan lainnya yang menunggu.

***

Sooyoung POV

 

          “Soo? Kau baik-baik saja?” Tanya Appa, saat aku memasuki rumah.

“Tentu saja. Appa pikir aku kenapa?” tanyaku, berusaha bercanda, meski semua itu mulai terdengar klise. Semuanya terlihat muram setelah makan malamku yang menyesalkan bersama Kyuhyun.

“Aniyo. Jujur kepada Appa, Soo.”

“Baiklah, aku jujur. Sepertinya aku butuh mandi, lalu tidur.” Kataku, cepat-cepat berlari ke tangga dan menaikinya dengan kecepatan ekstra. “Appa tenang saja! Aku baik-baik saja kok!” teriakku, meski kebohongan tadi terasa menikam hatiku. Aku harus kuat.

“Ne, ne. pastikan mandi dengan air yang hangat. Jangan sampai membuat kau masuk angin.”

“Tenang saja!” aku berteriak lagi, bergegas masuk ke kamar dan menutup pintunya keras. Yang kubutuhkan sekarang jelas tidur di kamar dan menanyakan apa sebenarnya maksud Kyuhyun.

Di kamar mandi, aku mulai menanyakan apa kesalahanku. Jangan-jangan Eomma mengutukku. Jangan-jangan hidupku hanya berisi kesedihan melulu. Seseorang… tolong jawab aku…

Setelah selesai mandi, aku menghempaskan diriku sendiri di kasur. Rasanya seperti ada besi seberat dua puluh ton sehingga membuat aku tidak bisa bernafas.

Sekarang, apa salahku?! Kenapa kehidupanku tidak bewarna seperti Seohyun?! Dia memang penyakitan, tapi hidupnya bahagia. Berkebalikan denganku. Tuhan, apa aku harus sakit dulu untuk mendapatkan kasih sayang? Dulu Eomma, sekarang Kyuhyun. Lalu besok siapa?! SIAPA LAGI YANG AKAN MEMILIH SEOHYUN DARIPADA AKU?!

Author POV

 

          Tenang, Soo. Tenang…’  batin Sooyoung sambil meredam sakit hatinya. Matanya terasa panas, seperti akan mengeluarkan air mata. Tapi dia harus kuat.

Tidak, kau sekarang sendirian. Jadi, tanpa bisa ditahan lagi, air mata yang ditahannya sejak tadi meluncur, disertai teman-temannya.

Sooyoung sukses terisak. Bertanya apa kesalahannya hingga dunia begitu jahat kepadanya. Begitu kejam kepadanya. Dia ingin tahu jawabannya. Apa ketidakadilan Eomma kepadanya masih belum cukup? Kenapa Seohyun selalu merampas miliknya? Kenapa Seohyun tidak menyisakan namja itu untuknya?! Kenapa?!

Pikiran itu membuat Sooyoung terisak lebih dalam lagi. Ia harus berhenti, atau keluarganya akan tahu kalau hatinya patah…

Setelah tengah malam, Kyuhyun memutuskan untuk pulang. Tapi ingatannya kembali dipenuhi oleh Sooyoung. Dalam keadaan mabuk, Kyuhyun menstarter mobilnya menuju kediaman Choi, sekarang.

Sesampainya di kediaman Choi, Kyuhyun langsung turun. Dia menatap kegelapan yang menyelubungi daerah Kompleks rumah Sooyoung. Kyuhyun mengeluarkan ponselnya, dan menelepon ke ponsel Sooyoung.

Sooyoung membuka matanya dengan kesal karena ponselnya sekarang menjerit-jerit seperti orang kesakitan, ditambah lagi matanya yang baru bisa terpejam dua jam yang lalu. Dengan geram Sooyoung menatap ponselnya. Nomor Kyuhyun. Mata Sooyoung langsung membuka dengan lebar, dia menatap dengan heran ponselnya.

“Halo?!” Sooyoung berusaha menormalkan suaranya yang serak dan kelihatan parau.

“Choi Sooyoung. Bisa kau keluar? Aku ada di depan rumahmu.”

“Mwo?  Kau jangan bercanda!” Sooyoung langsung memekik. “Kau pasti dalam keadaan mabuk!”

“Aniyo. Sudahlah, cepat turun.”

Sooyoung menatap bayangannya sejenak di cermin, lalu menyiram wajahnya dengan air segar, dan memakai jaket tipis warna putih. Setelah merasa penampilannya rapi, Sooyoung berjalan ke jendela, melihat ke luar. Samar-samar dia melihat bayangan seorang namja tinggi sedang duduk di kap mobilnya. Tanpa sadar, Sooyoung tersenyum. Bergegas di menyelinap keluar, berusaha tidak membuat kegaduhan agar tidak ada orang yang tahu.

Segera saja, udara malam yang dingin menyambut Sooyoung yang berjalan bahagia—seperti orang yang tidak pernah keluar. Dia segera menghampiri Kyuhyun.

“Wae?” Tanyanya sambil menyembunyikan perasaannya yang membuncah. Dia bahagia, tidak mungkin Kyuhyun tidak mencintainya—buktinya, namja itu menghampirinya bukan menghampiri Seohyun. Meski diam-diam Sooyoung tambah merasa sakit.

“Aku mencintaimu, Soo!” Seru Kyuhyun sambil berjalan terhuyung-huyung.

“Ya! Sudah kubilang kau pasti mabuk! Cepat masuk mobilmu dan pergi!” Sooyoung meringis, merasa heran kenapa dia merasa seperti hidup kembali setelah air mata yang mengalir di pipinya.

Kyuhyun menatap Sooyoung sebentar, lalu mencium bibirnya pelan. Ciuman pertama, sekaligus ciuman terakhir. Ciuman yang sangat manis dan indah, namun mengandung banyak kepahitan dan kepedihan.

_______________

Pagi itu, Sooyoung terbangun dengan perasaan ceria. Sooyoung bergegas mandi, lalu turun untuk sarapan. Dia langsung berhenti berlari melihat siapa yang duduk di kursi-nya. Cho Kyuhyun. Ingatannya terbang ke kejadian semalam.

Mungkinkah namja itu datang untuk melamar Sooyoung? Diam-diam Sooyoung berharap itu menjadi nyata.

“Jangan berdiri di sana,” perintah Nyonya Choi tanpa melihat Sooyoung.

Sooyoung berjalan ke arah meja makan, setelah mengambil kursi tambahan. Lalu duduk di atasnya. Kyuhyun tidak sedikitpun menolehnya, bahkan meliriknya pun tidak. Sooyoung mulai tahu, ada yang tidak beres diantara mereka.

“Soo, kau sudah tahu tentang Dokter Cho Kyuhyun?” Tanya Nyonya Choi, menatap Seohyun penuh arti.

“Tentu saja,” Sooyoung mengakui. “Dia Dokter di Rumah Sakit tempat aku magang.” Dan juga namjachinguku. Eh, mantan sebenarnya.

“Hari ini, Dokter Kyuhyun yang tampan ini memutuskan untuk melamar…”

Yess! Sooyoung berteriak dalam hati.

“….Seohyun.”

DUARR! Seperti ada yang salah meletakkan bom yang seharusnya di Nagasaki, tapi malah meledakkannya di hati Sooyoung. Seketika, kaki dan tubuh Sooyoung terasa lemas. dia berusaha meminta penjelasan lewat pandangannya kepada Kyuhyun. Tapi secuil harapan pun tidak dipunyainya untuk membuat Kyuhyun menoleh.

Secepat itukah, Kyuhyun melupakanku?! Teriak Sooyoung dalam hati, dia menatap ke sekelilingnya—Seohyun dan Eomma-nya yang bahagia dan berbinar, Adiknya: Choi Jinri atau Sulli, dan Appa-nya yang menatap Sooyoung seolah menguatkannya.

Tapi bahkan dia tidak menemukan kehangatan. Dia merasa marah dan sedih. Dari dulu, dia tidak ingin dikasihani. Tapi hatinya—hatinya…

“Baiklah, kapan kita merencanakan Pertunangan, nak?” Tanya Nyonya Choi, jelas pertanyaannya itu ditujukan kepada Kyuhyun yang masih menunduk.

“Permisi, sepertinya aku harus keluar.” Kata Sooyoung langsung sambil berdiri. Memutuskan untuk tidak melihat ataupun mendengarkan percakapan tentang Pernikahan Seohyun dengan Kyuhyun. Dia mulai merasa muak dengan semua ini.

“Mau kemana?” Tanya Sulli, ikut bangkit dari kursinya. “Aku ikut…”

“Aniyo. Aku ada urusan penting.” Tolak Sooyoung langsung, lalu melangkah keluar dari ruang makan terkutuk itu. Sekarang, dia harus menyelamatkan separuh hatinya yang masih ada dan harga dirinya yang hancur lebur.

Biasanya, dia adalah pemilih.

Tapi sekarang, Sooyoung bukan lagi pemilih. Melainkan, seseorang yang akan dipilih. Sayangnya, Kyuhyun tidak memilihnya. Melainkan Seohyun.

Sooyoung merasa dirinya seperti Cinderella ketika semua sihirnya lenyap. Tapi dia tahu, tidak aka nada penyihir baik hati. Yang ada hanya rol film tentang kebahagiaan Seohyun dan Kyuhyun.

Sooyoung langsung masuk ke mobilnya dan mengegasnya dengan cepat. Berlari dari kenyataan pahit yang harus diterimanya. Nyatanya, meski senang bisa menghindari sarapan bersama calon adik ipar dan keluarganya, Sooyoung merasa sakit. Luar-dalam.

Menurut orang Yunani, kau tidak boleh mengira keadaan saat ini adalah keadaan yang paling buruk diantara yang terburuk. Dan Dewa-Dewa akan memberikan bukti untuk itu. Tapi entah kenapa, Sooyoung merasa dia berada di palung laut. Gelap, sendirian, lalu terlupakan.

Cih, dia ingat perkataan Appa-nya yang memaksanya untuk pergi memeriksakan kaki-nya. Memangnya Appa pikir dia kenapa?

Sooyoung segera membelokkan mobilnya ke jalan menuju Rumah Sakit.

T B C

Gimana readers? Menyerap emosi-kah? Hehe…

Mengingat Author yang gak nangis baca ini, Author nggak yakin kalian dapat feel-nya ._. Tapi pokoknya tetap RCL yaaa😀

Sebelumnya, vote dulu yaaa🙂

59 thoughts on “Dark Love [Chapter 3]

  1. feelny itu :
    Nyesek tapi Emosi di luar batas maximal..

    soo pasti sakit parah deh..😥

    daebakk ff nya chingu

    Like

  2. haaaaa,knapa ceritanya jdi gini
    mudh2an akhirnya kyuyoung bahagia
    skali lg,aku izin lanjut ya thor

    Like

  3. Oke greatttt..
    Chapter 3 ini sukses buat aku nangis dr awal sampe akhir. Good job thor..
    Dengan alunan ballad music bener2 sukses bikin ngerenes hati reader luar dalem. :”(
    Kata2nya enak banget dibaca bener2 dpt feelnya kereeeennnnnnnn bangetttttt thoorrrr..

    Like

  4. ya ampun… sumpah hatiku sbgai reader jg ikutan sakit pas baca TT__TT. kirain mereka berdua bs sm2 kuat mempertahankan hubungan mereka. tp kyu jd terlihat lemah skrg X-( TT__TT

    Like

  5. ya ampun… sumpah hatiku sbgai reader jg ikutan sakit pas baca TT__TT. kirain mereka berdua bs sm2 kuat mempertahankan hubungan mereka. tp kyu jd terlihat lemah skrg X-(

    Like

  6. makin jengkel aku ma kyu dan seo aplg eomma’a…kaki soo sbnar’a knp kalo bs munculin cast namja yg tampan misal kris suka ma soo biar kyu nyesel dah ninggalin soo trus cemburu berat ma soo…end’a tp harus kyuyoung

    Like

  7. Jeballl happy ending donk, ksian soo eon,, kasih kbhagian soo eon brsma kyu oppa,, ne jeballl, biarpun soo eon skt, tp ad lh dksih ad pnylmat’na/keajaiban biar so eon smbuh.. Jeballl thor bkin kyuyoung bersatu..🙂

    Like

  8. Brsa ko saeng feel.a… Tpi aku jg gk ngis seh.. Tpi, ttp aj ko dpt feel.a!! Aku aj ampe ksian bgt ma Soo eon.. N ksel ma Seo n eomma.a psti.a..
    Cba d pnjangin lgi, psti aer mtaku tmph.., krna pas tbc, udh ad yg mw kuar..🙂
    lnjut..

    Like

  9. aku mewek chingu..sumpah.. soo kasian bangett😦
    kyuuu, jangan muna donk, yg gentle donk..huhhh
    lanjut chingu, happy ending yah

    Like

  10. Aisshh..seo penyakitan trs kyu dipaksa buat nikahin dgn alasan seo sakit –” pnh baca kyk gini jg tapi di mana gitu slh satu blog hahaha please happy ending ..

    Like

  11. Aku suka banget ff ini thor. Sampe2 aku nyari2 novel jangan pergi lara nya. Hehe:)
    Thor, kalo bisa update ff ini lebih sering ya. Penasaran soalnya

    Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s