Sunday Couple?! [Oneshoot]


Annyeong! ^^

            Haha… Nih Author ngeselin banget yah, udah FF nggak pernah dilanjut, malah bikin baru😀

            Mian deh, sebenarnya, FF ini tuh udah lama. Dulu kepingin nge-post, eh malah ilang, terus ketemu lagi, jadi deh, di-post. Wkwk

            Kalian bingung gak ngeliat judul FF ini? Kalo iya, nih aku beri penjelasan :P 

Judul ini (plus tema serta ceritanya) aku dapetin pas ibu aku nyanyi tentang Sunday sunday gitu. Terus pas itu, aku lagi baca FF yang ada ponsel couplenya. Jadilah SUNDAY COUPLE. Wkwkw

Langsung aja deh. Cekidot. Don’t forget RCL!

Title: Sunday Couple?!

Author: Lee Hyera Or MeydaaWK

Cast: Find it.

Length: Oneshoot

Rating: PG13

GenrE: Romance

HAPPY READING🙂

SIAL, di minggu pertamaku kerja, aku malah mendapat hadiah. Aku pasti akan senaaang sekali kalau saja hadiah-nya sesuatu yang kuinginkan.

Tapi ini….

Astaga, hadiah ini menyedihkan. Aku ingat sekali apa kata Direktur Kim saat memberitahuku tentang hadiah itu.

“Sooyoung-ah, kau pasti akan sangat senang mendapat hadiah ini.” Kata Direktur Kim bangga.

Dan sekarang, aku duduk di restoran Seoul dengan hati kesal dan jengkel. sunday couple. Bahkan menyebut namanya saja aku kesal. Maksudnya adalah, di hari Minggu, kita akan bertemu dengan seorang namja yang juga menjadi korban Sunday Couple dan janjian bertemu di Restoran yang ditentukan.

Aku berhenti merutuki nasib dan mulai memikirkan hal-hal baik. Bagaimana kalau ternyata namja itu sangat tampan dan menyukaiku? Lalu kami menikah dan punya dua anak? Aisssh, Sooyoung-ah, kenapa pikiranmu bisa sejauh itu? Punya satu pacarpun tidak.

Aku melihat seorang namja dengan rambut awut-awutan masuk dan matanya yang seperti elang tampak mencari-cari sesuatu. Mungkinkah itu namja yang dimaksud Yuri? Temanku itu juga pernah mengikuti Sunday Couple dan mendapatkan namja yang sangat baik, yang sekarang menjadi nampyeonnya.

Aku kembali menatap namja itu, sekarang dia berjalan menghampiriku dengan langkah-langkah seperti orang mabuk.

“Ini benar meja nomor dua belas kan?” tanyanya dengan ragu.

Aku terpana, wajah namja itu benar-benar tampan, meski rambutnya berantakan dan pakaiannya sangat jauh dengan selera berpakaian nampyeon Yuri yang sopan.

“Ne.”

“Kalau begitu benar. Kau pasti korban Sunday Couple itu kan?”

Aku menatapnya kaget. Ini… pasangan Sunday Couple-ku? Benarkah?

“Ne. kau-kah yang jadi pasanganku?” aku bertanya ragu.

Dia tersenyum dingin, duduk di depanku dan menatapku tajam. “Pasangan? Cih, aku tak sudi menyebutnya begitu.”

“Kau pikir aku juga sudi? Kau pikir aku senang duduk disini dan menunggu siapa pasanganku dan melewatkan Pulau kapuk milikku? Hah?” tiba-tiba emosiku muncul.

“Baiklah, yang perlu kita lakukan adalah kembali ke rumah dan tidur.”

“Mana boleh begitu? Hei, sekarang, serial kartun sudah tidak ada!”

“Oke. Aku Cho Kyuhyun. Kau siapa?” Kyuhyun kembali duduk dan menyodorkan tangan.

“Choi Sooyoung. Bangapseumnida.”

“Nado.” Katanya malas. “Sekarang kita harus apa? Makan? Berjalan-jalan? Atau mabuk?”

Aku mendesah pelan. Meski tampan, namja ini tidak pantas diberi cap ‘Namja baik-baik’. Lihat saja, dia sangat tidak menghargaiku dan malah menguap beberapa kali.

“Anio. Kau pikir aku tidak bingung sepertimu?”

Kyuhyun akhirnya mendongak dan menatap mataku. “Ne, aku tahu tempat yang bagus.” Ajaknya sambil menyeret tanganku.

“YA! Aku bisa berjalan!”

“Kau tidak bawa mobil kan?” Tanya Kyuhyun, jelas-jelas mengacuhkan seruan protesku dan tetap menyeretku.

Aku menggeleng.

“Bagus, kau ikut mobil-ku saja.”

Lima menit kemudian, aku dan Kyuhyun sudah duduk di dalam mobil yang hangat. Kyuhyun sendiri sudah sedari tadi asyik mengemudi dan mengacuhkanku. Gwenchana, kalau namja itu memutuskan bersikap cuek, aku juga bisa.

Aku mengeluarkan headset dan memasangkannya ke telinga. Memutuskan mendengarkan lagu-lagu biasa ketimbang mendengarkan lagu-lagu sejenis klasik dari Radio Tape di mobil Kyuhyun.

“Kau kerja dimana?” Tanya Kyuhyun sambil tetap fokus di jalanan.

“Penerbitan buku. Aku kerja sebagai penulis sekaligus sekretaris disana. tepat seminggu ini.”

“Dan kau mendapat undangan Sunday Couple?”

Aku mengangguk. Melepas headset.

“Kau pasti sangat hebat. Setelah bekerja selama tiga tahun, aku baru mendapatkannya.”

“Memangnya kau kerja dimana?”

“Perusahaan mobil.”

“Kau jadi apa disana?”

“Wakil direktur. Direktur itu sendiri adalah ayahku.”

“Jadi kau langsung menjadi wakil saat baru bekerja?” tanyaku, mulai membayangkan bahwa Kyuhyun adalah tipe namja manja yang suka uang dan tidak tahu apa nama bekerja.

“Enak saja.” Kyuhyun tertawa untuk pertama kalinya. Suaranya terdengar merdu. “Aku memulai dari menjadi Pegawai biasa, lalu naik pangkat, naik pangkat… dan sekarang menjadi wakil. Lihat, mobil ini, aku membelinya setelah mengumpulkan uang bertahun-tahun.”

“Murni uangmu?”

Dia mengangguk.

“Hebat. Awalnya aku mengira kau tipe namja yang manja.”

“Kaupikir aku seperti itu?”

“Tenang, sekarang tidak kok. Kita mau kemana? Rasanya kita sudah jauh meninggalkan Seoul.”

“Kita berhenti disini.” Kata Kyuhyun tiba-tiba. Mobilnya terhenti di depan sebuah pohon-pohon yang sangat besar dan gelap. “Mulai sekarang, kita harus berjalan kaki,”

“Berjalan kaki? Aigoo, kau pasti gila! Tempat ini begitu dingin!”

“Jangan manja. Atau kau mau tetap disini dan dimakan hewan buas?”

Aku berpikir kalau sekarang pasti wajahku sangat pucat. Aku paling benci dengan hewan buas dan kegelapan.

“Kau membuatku semakin takut untuk turun.” Kataku, aku mendengar suaraku bergetar.

“Anio. Kajja! Kita harus bergegas!” Kyuhyun masih memaksa.

Ini musim dingin. Dan sekarang aku harus keluar dan memasuki Hutan yang kelihatan tidak meyakinkan? Apa dia berteman dengan hewan-hewan buas seperti Tarzan? Wajahnya mirip sih, hehe. Aku terpaksa turun dan merapatkan mantel.

“Ikuti aku. Jangan sampai kakimu masuk ke kubangan.” Pesannya ketika melihat sepatu high heels yang kupakai. “Hei, sepatu hak tinggi tujuh senti? Kau pikir kita akan berjalan-jalan ke mal?”

Aku berdecak kesal. Yuri yang memaksaku membeli sepatu hak tinggi ini dan menyuruhku mengenakannya di hari minggu ini. Aku harus berkorban banyak uang untuk membeli ini. Dan sekarang, namja disampingku ini, seenaknya menghinaku. Dia pikir aku rela memakai sepatu pembuat keseleo seperti ini?

“Baiklah. Aku punya sepatu karet.” Ujarku, bersyukur aku memasukkan sepatu tanpa hak ke dalam tas waktu akan pergi. Tentunya tanpa sepengetahuan Yuri.

“Cepat pakai itu.” Kyuhyun menatapku tajam.

Kami berjalan masuk ke Hutan, Kyuhyun berjalan di depanku. Aku menatap heran ke bawah melihat jalan kecil seperti buatan manusia. Pasti Kyuhyun sering kesini. Dia sendiri beberapa kali menyeretku untuk berjalan lebih cepat.

“Hosh… hoshh… bisa kita istirahat sebentar?!” seruku lelah sambil menyandar ke sebuah pohon yang besar. “Kau bawa minum?”

Tanpa banyak kata, Kyuhyun menyodorkan sebuah botol air putih ke arahku.

Salju yang turun semakin banyak. Menyebalkan. Butir-butir putih itu menutupi jalan kecil yang sedari tadi kami lalui.

“Kajja! Sebelum salju semakin banyak.”

Aku bangkit dan kembali mengikuti langkah-langkah Kyuhyun yang panjang.

_______________

SETELAH berjalan sekitar satu kilometer, Kyuhyun akhirnya berhenti dan menyibak beberapa dahan pohon yang ditutupi oleh salju dingin.

“Kita sudah sampai. Ikuti langkahku. Hati-hati, biasanya disini banyak kubangan yang tertutup salju.” Pesan Kyuhyun sambil menatapku.

Aku mengangguk sambil menatap ngeri tanah yang kupijak. Kyuhyun mulai berjalan lagi.

“Disini ada kubangan.” Katanya, menunjuk salju yang tampak longsor. “Disini juga.”

Aku hanya mencibir dan terus mengikuti langkah Kyuhyun. Sampai akhirnya, kami tiba di sebuah, eh, seperti danau yang sangat luas. Warna hijau muda tampak mendominasi danau yang indah itu.

“Kenapa danau itu tidak menjadi es?” aku bertanya pada Kyuhyun yang sudah duduk di sebuah kursi kayu berukir di pojokan. “Dan dimana kau mendapatkan kursi ini?”

“Itulah indahnya danau ini, aku tidak pernah melihat danau ini menjadi es. Ataupun membatu. Dan, kursi ini? aku menggotongnya lima bulan yang lalu bersama Ayahku. Appaku yang menemukan tempat ini.”

“Hebat!” aku memandang kagum Danau tadi. “Apa namanya? Danau ini—ada yang tahukah?”

“Anio. Sepertinya tidak.”

Kami berbincang begitu lama sehingga tidak memedulikan waktu. Sampai saat melihat ponsel, waktu sudah menunjukkan pukul 14.34.

“Kyuhyun-ah, apa tidak sebaiknya kita pulang? Aku takut kalau kita kemalaman. Lagipula, salju yang turun semakin banyak.” Jelasku.

“Nde.” Kyuhyun mengambil ranselnya yang sedari tadi tergeletak dan berjalan mendahuluiku.

Aku ikut di belakangnya, dan tiba-tiba aku merasakan kakiku masuk ke dalam sebuah kubangan yang sangat dalam. Seketika aku kehilangan kendali dan terjatuh. Dan aku menyadari kalau seluruh tubuhku masuk ke dalam gundukan salju yang sangat lebar dan dalam.

“T..bbwrh..ioloughnggg!” aku berusaha berteriak dan menggerakkan kedua kakiku. Tapi tidak, tentu saja. Aku seperti terjepit di dalam tanah dan merasakan udara dingin merembes ke dalam kulit tubuhku. Aku seperti melihat kematian di hadapanku.

_______________

Cho Kyuhyun POV

AKU terkesiap melihat tubuh Sooyoung yang hilang ditelan tanah. Hanya tangannya yang semakin putih dan pucat yang kelihatan. Rasanya seperti dipukul palu keras-keras. apalagi melihat tangannya yang semakin melemah.

Aku segera menggali salju itu cepat-cepat. Percuma. Salju itu terlalu dalam untuk aku gali. Aku meraih sebuah dahan kayu yang tebal dan berat dan mulai menggali cepat-cepat.

“Soo!! Kau dengar aku?! Bertahanlah!!” teriakku.

Tangan Sooyoung sempurna jatuh. Melemas dan jatuh.

Tuhan? Dia tidak apa-apa kan? Tolong aku!

Salju yang kugali sudah sangat dalam, tubuh lemah Sooyoung sudah kelihatan. Kupeluk erar-erat tubuhnya dan  menariknya. Aku bergegas menggendongnya menjauh dan berlari sekuat tenaga.

“Soo? Dengar, aku akan berusaha secepat mungkin di mobil. Tapi kumohon, jangan pergi dahulu.” seruku sambil menahan sakit karena kakiku berkali-kali terjerembap ke dalam kubangan.

Sooyoung menggeliat sebentar. Tapi wajahnya benar-benar pucat dan kelihatan menyedihkan. Tuhan, tolong aku…

_______________

Author POV                     

KYUHYUN berhasil menyelamatkan Sooyoung tepat waktu. Setelah berlari sekian lama, Kyuhyun segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke rumah sakit terdekat. Dalam hati Kyuhyun bersyukur Sooyoung mendapat ruangan Unit Gawat Darurat yang kosong. Mantel dan sepatu Sooyoung berada di samping tempat duduk Kyuhyun.

Beep beep.

Kyuhyun mendengar ponsel Sooyoung berbunyi. Segera diambilnya dan menelepon nomor pengirim pesan tadi.

“Yeoboseyo?” kata Kyuhyun.

“Ne, ini Sooyoung?” sahut Yuri dari ujung sana.

“…”

“Soo? Bagaimana Couple Sunday-mu dengan namja itu? dia ganteng tidak?”

“Mianhae, tapi Sooyoung sedang dirawat di Unit Gawat Darurat. Aku pasangan Couple Sunday-nya itu.” Kata Kyuhyun berat. Bingung ingin menjelaskan darimana.

“Mwo? Sekarang bagaimana keadaan Sooyoung?”

“Anio. Aku tidak tahu.”

“Baiklah, kau dimana? Biar aku kesana.” putus Yuri sambil menghela nafas bingung.

“Di Seoul Hospital. Cepat kesini.”

“Nde.”

Kyuhyun menutup flip ponsel Sooyoung dan memasukkannya kembali ke dalam saku mantel Sooyoung, tepat saat dokter yang menangani Sooyoung keluar.

“Eotthe? Bagaimana keadaan—eh, teman saya?” Tanya Kyuhyun buru-buru.

“Gwenchana. Nona Choi hanya kehabisan nafas dan merasa sedikit kedinginan. Kami sudah memberinya nafas bantuan dan penghangat. Mungkin beberapa saat lagi Nona Choi akan sadar.” jelas Dokter tadi sambil tersenyum.

“Gomawo! Jeongmal ghamsahamnida!” Seru Kyuhyun sambil membungkuk.

“Ne, itu sudah menjadi tugas kami. Permisi.” kata Dokter sambil berlalu.

Kyuhyun bergegas masuk ke Kamar rawat Sooyoung. Dan melihat yeoja itu tergeletak seperti mayat yang sangat pucat. Kyuhyun mulai ketakutan lagi. Tenang, Kyuhyun-ah, Dokter bilang Sooyoung baik-baik saja. dia hanya kehabisan nafas dan kedinginan.

DUAKK!

Kyuhyun membalik dan melihat seorang yeoja sepantaran Sooyoung menghambur ke arah kasur dengan terengah-engah.

“Soo?! Kau baik-baik saja kan?!” teriak yeoja—yaitu Yuri—sambil memeluk Sooyoung. lalu pandangannya teralih kepada Kyuhyun, “Kau apakan dia?!”

“Sooyoung masuk ke kubangan—” Kyuhyun menarik nafas dalam-dalam. “Maafkan aku, aku tidak bisa menjaganya dengan baik,”

“Gwenchana. Terima kasih sudah membawanya kesini. Yuri imnida.” Kata Yuri sambil menyodorkan tangannya.

“Cho Kyuhyun imnida.”

Kyuhyun dan Yuri lalu duduk di sofa disamping kasur tempat Sooyoung tertidur.

“Dia adalah satu-satunya sahabat yang paling dekat denganku.” Gumam Yuri. Setengah menangis mengira Sooyoung meninggal. “Selama ini, Sooyoung tidak pernah mengenal yang namanya cinta. Hidupnya hanya penuh dengan ambisi.”

“Aku tahu.” Kata Kyuhyun canggung.

“Dia bilang, Sunday Couple itu kegiatan yang sangat bodoh dan menggelikan.”

“Aku juga mengira begitu.”

Mereka berdua terdiam cukup lama. Hanya detak jarum jam yang terdengar.

_______________

SOOYOUNG terbangun. Awalnya sedikit menyipitkan mata karena sekian lamanya tidak melihat cahaya. Lalu dia terdiam saat melihat siapa yang menungguinya…

Cho Kyuhyun.

“Kyu-ah….” panggil Sooyoung sambil sedikit menggerakkan kasur dan menimbulkan bunyi berkeriutan.

“Soo?! Kau sudah sadar?!” teriak Kyuhyun refleks.

“Memangnya kau kira aku akan mati? Tidak secepat itu,” Kata Sooyoung sambil bercanda meski masih terdengar lemah.

Kyuhyun sedikit tertawa. Merasa lega Sooyoung tidak kenapa-kenapa. Dia pasti akan merasa sangat marah kalau yeoja yang baru dikenalnya tadi pagi sakit, atau bahkan lebih parah…, meninggal…

“Yuri tidak kesini?” Tanya Sooyoung lagi. Menatap sekeliling ruangan bercat putih dan berbau obat-obatan.

“Nde. Tapi sekarang sudah pulang, dia bilang ingin mengambilkanmu pakaian.”

“Ooh… Ngomong-ngomong, bagaimana bisa kau membawaku kesini?”

“Aku menggendongmu sambil berlari, dan langsung membawamu kesini. Kau membuatku khawatir! Sudah kubilang berhati-hatilah!”

“Teganya kau! Aku kan sedang dalam keadaan sakit! dan kau membentakku seperti itu!”

“Oke oke. Mianhae.”

Obrolan mereka berjalan dengan mulus tanpa hambatan dan tanpa rasa kagok dan canggung. Sooyoung merasa nyaman bisa berbicara dengan Kyuhyun. Biasanya, namja yang dekat dengannya langsung menjauh begitu mengerti Sooyoung yang bertingkah laku seperti seorang namja.

Berbeda dengan Kyuhyun. Dari dulu dia tidak menyukai yeoja yang manja dan terlalu berlebihan. Dan dia mendapatkan tipe kriterianya di diri Sooyoung.

_______________

“HAI, Soo! Bagaimana Sunday Couple-mu dengan namja itu?” Tanya rekan Sooyoung, Sunny, sambil mengerling.

“Biasa saja.” Kata Sooyoung balik mengerling sambil tertawa.

Di Tempat kerjanya, hanya Sooyoung yang belum menikah. Sunny sudah menikah, Yuri juga sudah, Hyoyeon sudah, dll. Kadang Sooyoung benci harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang sama setiap harinya.

“Hari ini kau kencan dengan Kyuhyun Soo?” Tanya Yuri sambil tersenyum genit. “Aku sudah membawakanmu barang-barang ini!” lanjutnya sambil menunjuk kantong Paper bag warna hitam dan menggiring Sooyoung ke toilet. “Kau pasti ingin tampil cantik, kan?”

“Jangan bilang kau membawakanku sepatu ber-hak tujuh senti.” Tandas Sooyoung dingin.

“Yaah—tidak kok. Tidak tujuh senti—”

Sooyoung tersenyum riang.

“Tapi delapan senti…”

“YA! Kwon Yuri!”

Mereka tertawa sambil berlarian di toilet. Tapi tak urung Sooyoung terpaksa memakai sepatu ber-hak delapan senti dan gaun yang telah dibawakan Yuri. Gaun itu berbentuk terusan bewarna putih. Ada semacam renda di lengan, leher, bagian pinggang, dan bagian bawah. Gaun itu lima senti diatas lutut. Tidak terlalu pendek.

Setelah Sooyoung berganti, Yuri segera memberi polesan natural dan sedikit blush-on di pipi Sooyoung yang tampak pucat.

“Kau tidak sakit, kan, Soo?” Tanya Yuri sambil menatap Sooyoung bingung.

“Gwenchana.”

“Syukurlah. Kajja, aku sudah selesai mendandanimu!”

_______________

SEMENTARA di lain tempat, seorang namja sedang duduk di salah satu kursi di kafe di daerah Seoul dengan kesal. Sudah dua puluh menit berlalu sejak dia datang disini. Beberapa kali, Kyuhyun—nama namja itu—melihat ponselnya. Berharap ada satu SMS yang mengatakan permintaan maaf Sooyoung karena datang terlambat. Tapi Kyuhyun sama sekali tidak berharap kencannya kali ini batal.

Beberapa menit kemudian, terdengar suara Ting! dari arah pintu ketika ada seseorang yang masuk atau keluar. Kyuhyun berharap orang yang masuk itu adalah Sooyoung. Dan memang benar.

Sooyoung melenggang masuk dengan anggun dan sedikit canggung melihat tatapan namja-namja di kafe itu. Apalagi gaunnya yang sedikit panas (bayangin Soo eon di MV Day By Day) membuatnya berkeringat.

“Mianhae, aku terlambat. Jalanan Seoul jam seperti ini sangat ramai.” Jelas Sooyoung melihat wajah gusar Kyuhyun. Tapi hatinya sendiri gusar, jahatnya Kyuhyun! Sooyoung rela memakai gaun barunya yang sangat mahal dan memakai polesan. Tapi, Kyuhyun sendiri hanya memakai kaus oblong dan celana jins belel.

“Nde. Aku sudah memesankanmu makanan. Jjajangmyun porsi besar kan?”

“A-ani… aku pesan porsi kecil saja. Mulai sekarang aku harus sedikit berdiet.” kata Sooyoung terbata-bata sambil sesekali melirik kaca kecil di dalam tas mungilnya.

“Kau kenapa? Sakit?” Tanya Kyuhyun sambil menatap Sooyoung heran.

“Anio. gwenchanayo.”

“Baiklah, biar aku saja yang makan dua jjajangmyun porsi besar itu.”

Sooyoung merasa keringat muncul di hidungnya, dia kembali membuka tas mungilnya dan menatap bayangan wajahnya. Dilihatnya hidungnya berkeringat dan rambutnya mencuat ke atas.

“Mianhae, aku harus ke kamar mandi.” katanya sambil menatap panik. Dia harus sempurna malam ini. Ini kencan pertamanya.

Kyuhyun hanya menatap bingung, tapi tak urung mengangguk. Sooyoung bergegas ke kamar mandi.

Sesampainya di kamar mandi, Sooyoung menatap bayangannya cemas, dandanan yang Yuri buat sudah separuhnya luntur. Bedaknya bahkan terlihat mengumpul di sudut. Sooyoung segera mencuci muka dan kembali memberi polesan di wajah putihnya itu. Setelahnya, Sooyoung menyisir rambutnya lalu menatap jam. Kira-kira sudah setengah jam dia memperbaiki penampilan.

“Mianhaeyo, Kyuhyun-ah.” Kata Sooyoung begitu sampai di depan Kyuhyun.

“Makananmu sudah dingin dari tadi.” Sahut Kyuhyun tanpa berusaha menutupi rasa kesalnya.

“Oh, ne, mianhae.”

Lima menit kemudian, Sooyoung kembali mengaca. Dilihatnya lotion di lehernya basah oleh keringat. Dia kembali ke kamar mandi.

______________

MAKANAN dua porsi Kyuhyun sudah habis. Tapi punya Sooyoung belum. Sooyoung sendiri malah sibuk memperhatikan dandanannya. Kyuhyun tahu ada yang tidak beres dengan temannya sekaligus ‘target’nya kali ini.

“Kau kenapa sih?” Tanya Kyuhyun mulai gusar.

“Anio…” kata Sooyoung tapi tetap mengaca. Dia melihat karet kuncirnya jatuh. Bergegas dia bangkit dan menuju kamar mandi.

“Kau mau ke kamar mandi kan? Tidak usah. Kajja kita pulang.” Kata Kyuhyun marah dan bangkit akan membayar bon.

Sooyoung terpaku. Sekarang kenapa Kyuhyun marah?

Ketika mereka di mobil, Kyuhyun tidak mengatakan apapun. Sooyoung juga tidak. Dia memutuskan untuk kembali mengaca diam-diam.

“Soo?! Kau kenapa sih?”

“Mwoya?”

“Kau sakit?”

“Anio.”

“Lalu kenapa kau bolak-balik ke kamar mandi dan mengaca ratusan kali di kaca kecilmu itu?! Kau salah kostum nona Choi! kita bukan akan pergi ke resepsi pernikahan atau sesuatu yang resmi! Kita hanya akan makan!”

Deg! Jantung Sooyoung serasa mencelos mendengar itu.

Sooyoung POV

 

APA Kyuhyun bilang? Untuk apa aku memakai dandanan seperti badut ini? Untuk siapa aku rela memakai sepatu hak tinggi ini? Untuk siapa? Yaitu untuk kencan pertama kami…

Dan sekarang, dia seenaknya mengatakan kalau aku begini, aku begitu, blah blah blah.

Apa dia tidak berpikir  bagaimana perasaanku? Hatiku?

“Aku turun disini.” Kataku langsung tanpa menengoknya lagi. Ini sudah malam, tapi aku tidak peduli. Aku bisa menelepon Yuri untuk menjemputku disini. Aku bisa!

“Wae? Tapi kita belum sampai.”

“Turun disini.”

Kyuhyun menepikan mobilnya. Sedikit heran mengapa Sooyoung turun disini.

“Kau membuatku muak, Cho Kyuhyun.” kataku, lalu bergegas pergi. Aku tidak ingin dia melihat airmataku. Aku tidak ingin dia tahu apapun tentangku… Dia bukan siapa-siapaku. Dia hanya orang yang lewat saja.

Dia tidak penting, Sooyoung-ah…

Lalu kenapa kau rela berdandan seperti ini? Kenapa?

Tenang Sooyoung-ah. Berhenti berpikir tentang masalah ini. Yang perlu kaulakukan adalah memakai mantel, lalu menelepon Yuri dan menyuruhnya menjemputmu.

Aku segera memakai mantel warna cokelat ke-krem-an dan mengeluarkan ponsel.

“Yeoboseyo… Kwon Yul-ah, tolong jemput aku segera. Gomawo.” kataku, langsung menutup telepon. Susah payah kutahan air mataku. Tuhan, aku harus kuat. Aku harus kuat. Jebaal. Jangan menangis disini…

Tapi aku tahu itu tidak terjadi. Sedetik kemudian, aku sudah terisak…

______________

Kyuhyun POV

 

            Memangnya aku bicara apa? Kenapa Sooyoung sampai menangis seperti itu? Apa bicaraku terlalu kasar?

Aku mengamatinya dari jauh. Sejak Sooyoung keluar dari mobilku, aku mengikutinya diam-diam. Aku takut dia kenapa-kenapa seperti pada minggu pertama kami bertemu. Tidak boleh.

Sedetik kemudian, aku melihat mobil sedan menepi dan seseorang yang kukenal, yaitu Yuri, menghambur sambil memeluk Sooyoung. Sooyoung sepertinya membisikkan kata-kata yang tidak kuketahui dan lalu mereka masuk.

Sedan itu sudah menghilang dari hadapanku…

Beep beep.

Aku membuka ponsel dan melihat Caller ID.

Yadong Lover’s

            Sudah dipastikan itu Lee Hyuk Jae, alias Eunhyuk. Senior-ku ketika masih kuliah. kami masih saling bertemu.

“Yeoboseyo? Wae?” tanyaku, menempelkan headset ke telinga dan masuk ke mobil. Sendirian ketika malam di Seoul itu tidak baik.

“Kyu, kau cepat pulang.”

“Nde.” Aku bergegas mengegas dan pulang.

______________

            Author POV

 

            “Kyuhyun tidak meneleponmu, eoh?” Tanya Yuri sambil masuk ke kubikel (itu lho, kotak-kotak buat para pegawai kerja!) milik Sooyoung yang dihias sedemikian rupa.

“Anio. Jangan membicarakannya lagi.” Sahut Soooyoung, masih sibuk mengetik di laptop-nya.

“Ayolaah, malam itu kau kenapa? Kau melakukan apa dengan Kyuhyun?” sergah Yuri masih memaksa.

“Sudah kubilang tidak ada apa-apa!”

“Jangan-jangan… kalian sudah melakukan ‘itu’ ya?!” Terka Yuri kaget.

“Kau pikir aku sebodoh itu?! Tentu saja tidak!” Sooyoung akhirnya emosi. Deadline-nya dua minggu lagi, dan sekarang, yeoja menyebalkan disampingnya terus bergumam menjengkelkan. “Sudah sana! Kembali ke kubikelmu!”

“Tunggu, apa tema naskah yang kaubuat itu?” Tanya Yuri ingin tahu.

“Mau tahu saja, sudah sana!”

Yuri akhirnya pergi. Sementara senyum Sooyoung melebar.

Karena Sunday Couple, aku akhirnya mengerti apa arti sakit, cintak, cemburu, marah sebenarnya. Suatu perpaduan yang harus kulalui, jika aku ingin menyelam masuk ke dalam kubangan yang dinamakan Cinta.

Jelas, Sooyoung menulis naskah bertemakan Sunday Couple.

_______________

“Kerjamu belakangan ini sangat tidak professional, semua modifikasi mobil yang kau sarankan sangat kuno dan jelek. Ada apa?” Tanya Sang Direktur, alias Appa Kyuhyun.

“Mianhae, jeongmal mianhae. Sepertinya aku terlalu banyak pikiran.” Kata Kyuhyun berusaha mencari alasan yang kira-kira dapat dimengerti oleh ayahnya.

“Ya, ya. Aku tahu,pasti masalah cinta kan? Baiklah, kuberi liburan selama seminggu.” Putus Appa Kyuhyun, lalu mulai melangkah keluar dari ruang kerjanya yang luas. “Hanya seminggu. Dan aku tidak mau tahu kalau kerjamu minggu depan masih seperti ini.”

“Ghamsahamnida, Appa.” Kyuhyun membungkuk seratus delapan puluh derajat, menghormati namja paruh baya itu.

“Keluarlah, cari udara segar.”

Kyuhyun bergegas keluar, dikeluarkannya ponselnya dari saku jins dan mengirim SMS untuk seseorang yang belakangan ini terasa berharga.

Send To : Choi Sooyoung

            From      : Cho Kyuhyun

 

            Soo, aku dapat liburan satu minggu. Bagaimana kalau kita berjalan-jalan?

 

            Sampai lelah Kyuhyun menunggu, tidak pernah ada balasan untuknya.

_______________

“Soo! Sebenarnya kau kenapa?!” Tanya Kyuhyun sambil menarik lengan Sooyoung erat.

“Kenapa? Memangnya aku kenapa?”

“Kau tidak pernah membalas SMS dariku! Dan kau juga tidak mengangkat telepon dariku!”

“Memangnya, menurutmu, semua itu masih penting bagiku setelah apa yang kaukatakan kemarin?” Sooyoung menatap tajam. Sebenarnya, dia merasa sifatnya sangat menyedihkan dan melankolis. Dia hampir tertawa mendengar nada suaranya sendiri, dan tidak percaya kalau ucapan tadi keluar dari mulutnya. Karena, sekalipun, dia tidak pernah menggunakan nada itu. Lalu, kenapa dia bisa? Itu karena pekerjaannya sebagai penulis novel roman. Sehingga membuatnya memahami semua sikap yang harus ditunjukkan yeoja kepada seorang namja yang membuatnya marah.

Dan ucapan itu, jelaslah langit cerah yang membuka kabut tebal yang selama ini menutupi ‘hal-yang-membuat-Sooyoung-marah’. “Jadi, kau marah karena ucapanku waktu itu?”

Sooyoung menatap kesal. “Jadi kau tidak paham maksud kekesalanku?!”

“Baiklah, kajja. Ikut aku jalan-jalan. Aku akan menjelaskan kenapa waktu itu aku marah padamu.”

Well, yang seharusnya marah sekarang adalah aku. Dan tidak seharusnya kau menyeretku seperti ini!”

“Harus jika keadaannya seperti ini!”

Sooyoung memutuskan diam, ucapan Kyuhyun tadi sukses membuatnya bungkam.

_______________

Well, kau tahu kenapa aku marah?” Tanya Kyuhyun setelah mereka duduk di Restoran Cepat Saji di daerah Seoul yang ramail. Seorang waiter datang dan memberikan dua cangkir kecil berisi cokelat panas gratis.

“Tidak.” Sooyoung menjawab pelan, menyesap cokelat panasnya dalam-dalam.

“Aku tidak tahu, kenapa kau selalu mengaca di kaca kecil itu, tiap detik lima kali. Dan aku juga tidak tahu, kenapa kau memakai gaun panas seperti itu, kita kan hanya ingin makan.”

“Kau sukses membuatku kesal lagi, Cho Kyuhyun.”

“Dan kau sukses membuatku terheran-heran melihat wajah pucatmu yang diberi bertumpuk-tumpuk polesan krim yang mengganggu. Dan aku juga heran kenapa kau memakai lotion di wajah dan di leher.”

“Itu pelembap!” Sooyoung berseru kesal. “Pertama, aku kira kau akan mengajakku berkencan. Kedua, aku kelihatan pucat karena Yuri bilang, tidak ada namja yang menyukai yeoja gendut. Dan jelas aku khawatir kalau kau tidak suka padaku.”

“Jadi kau mengharap aku suka padamu ya?” Kyuhyun tersenyum evil.

“Eh, separuhnya sih iya.” jawab Sooyoung malu-malu.

“Kalau begitu, aku tidak terlalu mempermasalahkan kegendutan yeoja, terutama jika yeoja itu adalah kau.”

“Mwo?!”

“Dan karena aku juga sangat menyukaimu. Jangan menertawakanku.”

Well, itu adalah lamaran yang sangat tidak kreatif dan romantis. Aku bisa seratus persen lebih baik daripada itu.”

“Dasar penulis roman!”

“Wueek!”

“Kalau begitu, kau menerimaku tidak?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak terlalu, Tuan Cho!”

“Ya! Choi Sooyoung!”

Well, Sunday Couple make me happy and fallin’ love! Wait Sunday Couple in your town! Haha!

E N D
Haha, gimana readers? Baguskah? Anehkah? Atau jelek beut? Hehe…

Mian ya kalo jelek. Ini panjang banget lho hehe. jadi RCL lohh!

Kalo gak, AWAS!😛

71 thoughts on “Sunday Couple?! [Oneshoot]

  1. khkhkh, eonni lucu cwe cuek tiba2 jadi rempong haha
    tapi aku suka ceritanya apa lgi pas lagi makan jjajamyeon

    Like

  2. Huwaaaaaaa daebakk !!!
    AS nya dong chinguuu ..
    Jd pgen punya sunday couple jg deh xD

    Next dtggu ..
    Hwaiting ( •̀⌣•́)ง

    Like

  3. Bgus2 ko!
    Aku ska ma crta.a!!
    Soo sbar yah udh msuk kubangan gtu..
    Hya, Yul idemu + sranmu ntu gatot tw.. Mlah Kyuyoung mrahan.. Ckckck!
    Next ff!!

    Like

      1. Bkan Yul si yg slah, yg slah author.a krna udh bkin Yul jdi ngsih sran ntu ke Soo #plak!
        Next ff ya!

        Like

  4. Kekeke ~~~~ keren Sunday Couple
    kalau itu ada di dunia nyata kayak apa ya
    ngeri eh Soo eonni sampai bolak balik kamar mandi baru ngaca 5 detik lima kali berarti sama aja 1 detik satu kali hahaha……
    gara gara soo eonni kinerja kyu oppa jadi turun tuh berarti soo eonni berharga banget buat kyu oppa

    o, iya eonni itu End kan bukan TBC ?

    eonni jangan lupa lanjutkan yang “Can I Love You ?” ok ?

    Like

    1. hehe, ntar author ciptain deh, kan nanti jd kenyataan wkwk
      iya dong, KYUYOUNg JJANG! *capslock jebol!
      yg bener END😀
      Iya, tp gak ada ide bgt nih😦

      Like

  5. Bagus chingu ceritanya,tapi aku bingung emangnya kalo kita kerja bisa dapet suday couple hubungannya apa? Oh iya itu tbc kan? Berarti ada lanjutannya yeey \(´▽`)/

    Like

  6. Seandai’a aku yg mengalami sunday couple😀

    Request AS’a ya🙂

    .·::·. :* †♓ÅήK •̃•̃ Ɣ☺ΰ :* .·::·.

    Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s