Tears… [Oneshoot]


Annyeong! *senyumlimajari:D

Author kapiran comeback lagi nih😀 Yook kita panggil bintang tamu pertama kita *tererettt

Haha, kayak reality show aja ^^

Nih, Author bawa Onsehoot ancur-ancuran lagi, tolong hargain yaaa🙂

Oh ya, karena ini termasuk Sad Fanfiction, jadi Author mau nyaranin lagu nih: Kyuhyun-The Way to Break Up atau kalo nggak Jiyeon ost God Of Study yang ddereoreo itu looh😛

Udah ah langsung aja ^^ Cekidot:

Happy Reading ^^

Title: Tears..

Author: MeydaaWK

Cast: Find it.

Length: Oneshoot

Rating: PG13

Genre: Sad, Romance.

_______________

    “Berhenti berpura-pura mencintaiku,” ujar Sooyoung sambil menatap lurus-lurus. Padahal rasanya hatinya hampir hancur. Tinggal menunggu hitungan detik.
    “Mwo?” Tanya Kyuhyun sambil mendekati Sooyoung yang berada dua langkah di depannya. “Aku tidak mendengar begitu jelas,”
    “Berhenti berpura-pura mencintaiku.” Ulang Sooyoung, kali ini penuh penekanan. “Mulai sekarang, buka topengmu. Jangan pernah bilang padaku jika kau mencintaiku.”
    “Apa maksudmu?” Tanya Kyuhyun bingung, ketakutan tepatnya, ucapan Sooyoung memang benar.
    Tapi, Sooyoung sudah berbalik pergi meninggalkannya.

______________

Sooyoung POV

Hari itu, adalah hari dimana sebulan hubunganku dengan Kyuhyun. Kami berencana berbelanja di Departmen Store pusat. Sebenarnya, aku yang merencanakannya. Saat aku mengutarakan niatku itu, Kyuhyun hanya mengangguk mengerti. Tapi matanya tetap menatap ponselnya.
Seperti biasanya, aku selalu datang sepuluh menit lebih awal. Sedangkan Kyuhyun kebalikannya, sepuluh menit setelahnya. Aku menunggunya di kursi dekat eskalator yang bergerak ke atas-ke bawah tanpa lelah.
“Soo!” Panggil Kyuhyun, melambai kepadaku.
Aku balas melambai. Dia sangat terlihat menarik, tapi aku melihat dia seperti gugup. “Oppa kenapa?” Tanyaku sambil berjalan mendekatinya. Lalu aku melihat bungkusan putih yang sedang dia sembunyikan ke dalam tas-nya. Well, Kyuhyun memang selalu membawa tas kemana-mana.
“Gwenchana.”
Aku menarik bungkusan itu, dan terlihatlah rupanya. Kantong itu berisi kemeja dari jins bewarna biru pudar dan dua buah jepit senada. “Waaah, untukku ya, Oppa? Gomawo!”
Kyuhyun hanya tersenyum. “Kajja kita jalan-jalan, ada seseorang yang ingin kutemui.” Katanya, tetap tersenyum meski aku merasa ada yang tidak beres dengan senyumnya.
Kami berjalan menaiki escalator menuju lantai empat, tepatnya sebuah kafe biasa yang memiliki ciri khas makanan yang enak. Kyuhyun terus-menerus tersenyum lebar, lalu melambai pada seorang yeoja yang kukira seorang senior di SMU kami.
“Annyeong! Sudah menunggu lama?” Tanya Kyuhyun dengan perhatian sambil menduduki kursi dan menarikkan satu kursi untukku.
“Belum, aku juga baru sampai.” Jawab yeoja itu sambil tersenyum manis. “Victoria Song imnida,”
“Ne, Choi Sooyoung imnida.”
Aku tidak ingin berburuk sangka, tapi semua ini membuatku curiga. Apa mereka punya hubungan khusus yang mereka rahasiakan? Tidak mungkin. Kyuhyun-ku kan setia.
Pembicaraan kami terus berlanjut. Tepatnya, pembicaraan Kyuhyun dengan Victoria, mereka sama sekali tidak melirikku untuk mengajakku bergabung, mungkin. Awalnya, mereka membicarakan tentang Distrik tempat mereka dilahirkan, lalu sekolah-sekolah mereka dulu. Berlanjut hingga masalah yang lebih pribadi. Aku melihat rona pink di pipi Victoria. Aku butuh bernafas.

***

Sejak itu, rasa curigaku menghilang tanpa bekas karena hampir-hampir aku tidak pernah melihat Victoria bersama Kyuhyun. Aku selalu lega jika bisa bernafas tanpa himpitan.
“Soo, sini bantu Eomma memasak!” panggil Eomma sambil melambaikan serbetnya kepadaku.
Aku mengangguk dan menyusul Eomma di dapur. Ikut bergabung bersama Eomma. “Memangnya Eomma mau memasak apa?”
“Brownies dan chocochips mungkin,”
“Bagaimana kalau aku membuatkan Kyuhyun Oppa juga? Kemarin dia bilang Eommanya sakit. Mungkin kue bisa menyembuhkannya.”
Eomma mengangguk. Selanjutnya, aku sibuk berkutat dengan bahan-bahan membuat roti dan beberapa kali menumpahkan tepung, telur. Syukurlah, tidak terlalu fatal. Aku mengirim SMS kepada Kyuhyun, menanyakan dimana dia sekarang. Beberapa menit kemudian, ponselku bergetar.

From: Kyuhyun Oppa :*
    Di dekat Taman Sakura. Wae?

    Aku memutuskan tidak membalas. Tampaknya, surprise akan menyenangkan untuknya. Aku memilih toples di lemari, lalu memutuskan untuk mengambil toples plastik yang dililit dengan hiasan bewarna emas. Eomma membantuku menatanya, dia terus-menerus memukul tanganku ketika aku salah menentukan tempat chocochips itu.
“Sudah sana!” Perintah Eomma sambil mendorongku.
Aku masuk ke dalam kamar untuk berganti baju. Lebih baik aku memakai kemeja dan jepit yang diberi Kyuhyun saja. Pasti menyenangkan. Setelahnya, aku mengambil sepatu flatshoes. Astaga, aku baru ingat! Aku lalu masuk kamar dan mengambil selembar kertas diary. Lalu menulisinya. Oppa, ini chocochips dari-ku sekaligus Eomma. Berikan pada Eomma Oppa ya? Kudoakan semoga cepat sembuh! Fighting! Choi Sooyoung :*
“Aku pergi dulu, Eomma! Byeee!” Teriakku sambil membuka pintu lalu mendorongnya.
Panas meniupkan anginnya padaku. Memang panas, tapi aku menyukai sensasinya. Seolah tidak akan terjadi apa-apa. Seolah semuanya akan baik-baik saja. Seolah aku berhasil menantang maut. Memang bodoh persepsiku itu, tapi melakukan itu membuatku merasa lega. Pasti Kyuhyun Oppa akan terkejut melihat kedatanganku. Senangnya!
Aku sampai di Taman Sakura. Mencari Kyuhyun. Taman Sakura lumayan sepi. Oh iya, aku ingat, Kyuhyun selalu duduk di bagian paling pojok taman. Karena dia bilang, disana sepi dan anginnya bagus. Aku beranjak kesana. Aku heran melihat angin berhenti bertiup.
“Wae?” Bisikku, kepada angin tentunya. Mereka tidak menjawab tapi berhenti memberiku angin dan membuat pikiranku sedikit kacau. Aku tidak bisa hidup tanpa angin. Jendela kamarku saja, ketika siang, sore, pagi, selalu terbuka lebar.
Aku mengendap-endap ke pohon tempat biasanya Kyuhyun duduk, mengintip sedikit, tidak kelihatan apa-apa. Jadi, aku berjalan mendekatinya. Aku melihat Kyuhyun Oppa-ku, tidak sendiri… Toples plastik yang telah kuhias sedemikian rupa jatuh berdebam.
Dia bersama yeoja lain. Yeoja itu Victoria Song. Mereka berciuman. Mereka tidak menyadari aku ada. Mereka tidak peduli pada keadaan. Mereka tidak peduli kue yang kubuat susah-susah. Mereka tidak peduli kemeja dari Kyuhyun yang kupakai. Atau Kyuhyun sebenarnya memang akan memberikan kemeja ini pada Victoria? Ya? Mereka tetap bergeming selama menit-menit selanjutnya.
Aku tidak ingin terlihat.
Aku ingin cepat pergi.
Aku muak melihat mereka.
Maka, jadilah aku pergi meninggalkan serpihan kue dan ciuman mereka. Tanpa perlu seseorang memberitahuku, aku sudah paham. Kyuhyun berpura-pura mencintaiku. Dia mencintai Victoria.
Aku berlari, angin datang padaku, mengiringi kesedihanku yang lama-lama makin terasa, panas seolah menghilang. Awan gelap datang. Aku tidak sanggup lagi. Aku menepi, terduduk di bawah pohon ek yang sangat besar. Bersembunyi di balik pohonnya yang kokoh. Kubiarkan air mata ini mengalir, membasahi kemeja baru-ku. Menetes, semakin lama semakin deras. Aku tidak ingin terisak, tapi aku terisak. Aku tidak ingin berteriak. Tapi aku berteriak. Aku tidak ingin diam, aku ingin berlari, tapi aku diam. Aku tidak ingin melihat mereka, tapi aku melihat mereka. Aku ingin tertawa, tapi aku menangis. Pohon ek itu melindungiku. Seolah dia adalah Eomma, memelukku dengan erat, menguatkanku. Menarik diriku dalam dekapannya.
Aku berusaha mengerti, tapi aku tidak mengerti. Dalam otakku, aku selalu menanyakan Wae? Wae? Wae? Tapi kata itu tak pernah lepas dari mulutku, kata itu bersemayam dalam air mataku.
See, my tears flow.
The more profusely.
Then be sobbing.
It’s all because of you …
The bitterest lie I know …
Air hujan datang, menyentuh bumi dengan pelan. Aku melihat Kyuhyun berjalan melewatiku, pohon ek menyembunyikanku. Kyuhyun mengeluarkan ponselnya dan menempelkannya ke telinganya. Dia membawa selembar kertas diary itu. Ponselku bergetar.
Aku berusaha menguatkan hatiku. Tidak, Kyuhyun tidak boleh melihatku menangisinya. Jadi, aku mengendap-endap pergi, meninggalkan separuh hatiku yang terluka disana.

***

Aneh, tumben aku bisa bangun pagi hari ini. Mengingat perasaanku yang hancur lebur, tidak seharusnya aku bangun pagi-pagi. Semalam, Eomma terus-menerus menanyakan kenapa aku pulang dengan mata sembap. Aku tidak peduli. Hari itu, kemarin, aku mengunci diriku sendiri di kamar. Menghabiskan air mataku disana. Sekaligus menguatkan hatiku dan menutupnya rapat-rapat dari Kyuhyun.
Hari ini, aku memutuskan untuk mengakhiri semua hubungan palsu kami. Memulai hidup baru. Menghentikan siksaan yang makin lama makin dalam jika aku terus-menerus memaksakan hubungan kami.
Selesai berpakaian, aku membungkus kemeja dan dua buah jepit yang telah kucuci itu. Bersiap memberikannya kepada Kyuhyun, tepatnya, mengembalikan.
“Eomma! Aku pergi duluuu, annyeong!” Seruku, tergesa-gesa berangkat. Keterlambatanku ini dikarenakan aku harus merubah cara berpakaianku, yang biasanya tidak menggunakan make-up. Sekarang, aku mengoleskan krim banyak-banyak. Terutama di bagian kantung mata untuk mengurangi besar kantung itu. Tidak menolong, tapi lumayanlah.
Eomma mengangguk sambil melambai padaku. Ritual pagi-ku. Sayangnya, ada satu yang kurang. Tidak ada salam lagi dari Kyuhyun. Aku memotong-motong kartu GSM-ku dan menggelontornya ke dalam kloset sampai tak berbentuk lagi. Aku berjalan, dengan perasaan melankolis yang tidak biasa dan menepis jauh-jauh air mataku yang menggantung. Dia tidak boleh keluar kecuali jika aku berada di kamar mandi sendirian.
Sesampainya di sekolah, bel berdentang sekali dengan volume yang sangat keras hingga memekakkan telingaku. Hari ini adalah, free day. Songsaenim-songsaenim beristirahat di kantor. Mungkin menggosip bagi Songsaenim yeoja.
“Soo! Kenapa kau datang terlambat?” Cecar Seohyun, ketika aku sampai di kelas dan meletakkan ransel. “Dari tadi, Kyuhyun mencari-carimu! Sampai aku tidak sempat bertemu dengan Yonghwa!”
“Mianhae, dia pasti sangat merepotkan.” Kataku, tersenyum sedikit pada Seohyun dan berjalan menuruni tangga. Aku butuh menghirup udara segar tanpa ada nama itu. Aku baru saja sampai dan Seohyun sudah memberitahuku tentang Kyuhyun.
Sampai di ujung tangga, aku melihat Kyuhyun sedang bersandar di tembok samping tangga. Rasanya, aku ingin berlari berbalik dan meninggalkan Kyuhyun. Tapi aku ingin menyelesaikan ini.

_______________

Author POV

“Berhenti berpura-pura mencintaiku,” ujar Sooyoung sambil menatap lurus-lurus. Padahal rasanya hatinya hampir hancur. Tinggal menunggu hitungan detik.
“Mwo?” Tanya Kyuhyun sambil mendekati Sooyoung yang berada dua langkah di depannya. “Aku tidak mendengar begitu jelas,”
“Berhenti berpura-pura mencintaiku.” Ulang Sooyoung, kali ini penuh penekanan. “Mulai sekarang, buka topengmu. Jangan pernah bilang padaku jika kau mencintaiku.”
“Apa maksudmu?” Tanya Kyuhyun bingung, ketakutan tepatnya, ucapan Sooyoung memang benar.
Tapi, Sooyoung sudah berbalik pergi meninggalkannya.
Sooyoung berhenti di taman. Dia mencari tempat yang sepi. Memutuskan bahwa pojok kanan taman cukup aman untuk dibuat tempat menangis. Segera saja, dia menyandarkan tubuhnya kesana. Sebuah pertanyaan terus-menerus terngiang.
 I Don’t Know Why…
    I Don’t Know Why…
Lalu Sooyoung teringat kemeja itu masih ada padanya. Bergegas dihapus airmatanya, berlari ke kelas melewati jalan memutar agar tak bertemu Kyuhyun. Setelah mengambil kantong itu, Sooyoung menuruni tangga. Dan tepat, ada Kyuhyun disana. Tentu saja dia tidak sendiri…
Ada yeoja yang akan selalu setia bersamanya. ‘Uljima, Sooyoung-ah…’ seru Sooyoung kepada dirinya sendiri.
“Untukmu,” kata Sooyoung memberikan kantong itu pada Victoria. “Aku pernah memakainya sekali, mianhae.”
“Itu untukmu!” Seru Kyuhyun sambil menunduk, tidak sanggup, bahkan untuk menatap mata Sooyoung.
“Iya, tapi dalam kenyataannya, ini bukan untukku.” Ujar Sooyoung perlahan. “Mianhae, Kyuhyun-ssi dan Victoria-ssi, aku mengganggu hubungan kalian…” lanjut Sooyoung dengan nada mencicit menahan tangis. “Annyeong…”
Dan berakhirlah semuanya. Berakhir. Sooyoung bergegas berlari, pergi kemana saja. Pergi ke tempat apapun yang bisa dia gunakan untuk menangis sepuasnya…
“Ini semua salahku…” bisik Kyuhyun dari kejauhan sambil memandangi Sooyoung yang menangis terisak. “Kumohon, jangan menangis…”
Tapi semuanya tidak berguna lagi…

 

E N D  

55 thoughts on “Tears… [Oneshoot]

  1. kokk bkin nangis sihh ending.x… huaaaaaa hiks hiks…
    author hrus tnggung jwab krna udah bwt aku nangis… wajib SEQUEL!!!!!!!

    Like

  2. nyesek sumpah,,,,,jadi keinget jiyeonnie di god of study,,,
    kyu,,,beneran cma pura2 cintaa ma soo???kebangetan bgt sih???
    awas aja ntar nyesel,,,,ada sequel gak thor??

    Like

  3. AS nya donk ,, plisssss *sambil berlutut di dpn kaki author* ,, aku pensasarn reaksi nya kyu oppa ,, masa cuman gt aja ~ .. neyebelin kyu oppa ~ kasian soo unnie nya ~ huff

    Like

  4. aku ga nangis sih tapi God ini ff sad feelnya dapet banget
    aku bingung kyuppa gimana sebenernya sama soo onnie
    ciuman sama halmeoni nenek sihir itu tapi kok pacaran sama soo onnie
    ckck daebak thor!

    Like

  5. sumpah thor ni FF hmpir buat ak nngiss..
    tpii.. knp cba kyu ppa pcrn ma Soo eonn klo ternyatta Uda pcran ma Vic Ahjmma*sorry
    .aku Reader bruu di sinii annyeong

    Like

  6. Annyeong ! KyuYoung ! aku reader baru ^^ kasian soo eon, kyuppa sudah pnyak soo eon, knapa malah sma vict😦 sad ending😦

    Like

  7. knp hrs gini… kasian soo yg udh tulus cinta sm kyu. pas baca jd terbawa suasana, jd netesin sedikit air mata TT_TT
    aku selalu mau kyuyoung jd bahagi, jd bikin sequel dong…😦

    Like

  8. Sedihh.. Kyu oppa kok tga yaa, ngelakuin itu sama Soo eonni, pdahal Soo eonni udh baik2 sm dia.. ><

    After storynya dong thor! *.* #melas

    Like

  9. HUWAA~~~~ *nangisambilgulingguling #plakk
    Kyu oppa kok jahat banget sm soo eonni ku😦
    Eonni aku mewek bacanya kasian soo eonni menderita gara gara Kyu oppa

    Bikin AS nya dong eonni *puppyeyes
    Buat kyu oppa nyesel sudah kayak gitu sm Soo eonni

    Ditunggu karya selajutnya

    Like

  10. Hue!!!!
    Kyu knp mw pcran ama Soo klau trnyta ska.a ma Vic si? Bkin esmosi aj..
    Lha? Lgi ujan Kyu bsa tlp Soo. Hbat bner hp.a, anti aer ya? Kkk..
    Huaa! Ad sequel gk ni?
    Next ff!!

    Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s