Can I Love You? [Chapter 7]


Hiii😀 Annyeong^^

Lama banget gak lanjut FF ini ya🙂 Ini akhirnya Author lanjut🙂

Mian ya, kalo part ini banyak typo, pendek, terus aneh bla blah😀

Tapi tetap RCL ya, soalnya Author buatnya juga capek –“

Langsung aja deh, CEKIDOT🙂

Happy Reading ^^

Title: Can I Love You

Author: MeydaaWK

Cast: Find it.

Length: Series

Genre: Romance

Rating: PG13

_______________

Author POV

 

“Menyebalkan sekali, kita kan baru ke Jeju selama dua hari,” cetus Sooyoung kesal, sekarang dia baru saja turun dari pesawat bersama yang lainnya, “jauh dari planning yang direncanakan.”

“Hmm… Sepertinya kau harus mengecilkan volume suaramu, Seohyun bakal mendengarnya.” Tegur Kyuhyun, dia membawa setumpuk koper milik Yuri, bersama dengan Minho yang tampak kepayahan.

“Yap, dia harus tahu kalau dia mengacaukan semuanya.” Yuri berpendapat, “cepat, Eomma mengirim SMS kalau dia sudah menunggu kita di depan Bandara.”

“Ya ya.”

Mereka kembali berjalan tergesa-gesa. Jelas, yang paling kesusahan adalah Minho dan Kyuhyun.

“Hyung, bisa tidak kau bilang kepada salah satu yeoja  di depan kita untuk berjalan sedikit lebih lambat?”tandas Minho kesal. DIa hampir lima kali tersandung karena tali koper milik Sooyoung.

“Sepertinya tidak.” Kyuhyun mengerutkan bibirnya. “Kita sudah hampir sampai, itu mobil ibuku. Biarkan saja Yonghwa dan Seohyun naik taksi. Toh, ibuku tidak pernah menyukai mereka berdua.”

“Haha. Beruntung sekali Eomma Hyung memakai mobil berukuran besar,”

“Halo…” sapa Nyonya Cho sambil melambaikan tangannya dengan riang. “Bagaimana liburan kalian?”

“Hancur.” tandas Kyuhyun.

“Tinggalkan sifat sinismu,” kata Nyonya Cho sambil melirik sekilas. “Aku sangat senang mengetahui hubungan kalian membaik.”

“Aniyo. Tentu saja tidak,” bantah Sooyoung langsung dengan gugup. Tangannya berkali-kali meremas bagian bawah kemeja kremnya.

“Yaah, yang penting kalian sudah saling mengenal. Oh ya, siapa anak muda ini?” tanya Nyonya Cho sambil melirik Minho.

“Jeoneun Choi Minho. Saya saudara sepupu Sooyoung noona.” Jelas Minho sopan.

“Ah ya, kajja semua masuk!” perintah Nyonya Cho ramah.

Mereka berhenti di dekat Restoran Korea biasa yang berada di pinggir Seoul.

“Kita makan dulu, ya?” Tanya Nyonya Cho sambil menatap Sooyoung yang cengengesan.

Kyuhyun yang pertama keluar, lalu segera memilih tempat duduk di dalam Restoran. Sedangkan Nyonya Cho sibuk menulis pesanan.

“Menyenangkan ya, kalau kita semua menjadi keluarga,” kata Nyonya Cho setelah semuanya tenang. “Aku sangat berharap kalau kau menikah dengan Sooyoung, Kyu.”

“Andweyo! Kami kan baru berkenalan,” sahut Kyuhyun dingin.

“Ya! Bagaimana kau bisa mendapatkan anae kalau kau sedingin itu!”

“Tenang saja,” Kyuhyun menyahut.

“Memangnya siapa yang mau menikah bersamamu?!” Nyonya Cho sedikit emosi.

“Aku yakin sekali, Seo Johyun mau menikah dengannya.” Tandas Sooyoung sambil meminum sedikit jus yang dipesannya.

“Tenang saja, Soo. Aku akan langsung memecatnya menjadi anak kalau dia berencana menikah dengan yeoja itu,”

“Eomma!” Kyuhyun berteriak dengan kesal. “Jangan ungkit itu lagi!” Meski Kyuhyun sendiri merasa bahagia karena ibunya menyetujui jika hubungannya dengan Sooyoung meningkat ke jenjang yang lebih tinggi.

“Sudah sudah,” lerai Yuri melihat uap panas mengepul di kepala ibunya dan Kyuhyun. “Kajja kita makan,”

 

________________

 

“Kyu, cepat kesini!” Seru Donghae yang menjabat menjadi bos di kantor khusus fotografer sepertinya dengan kesal. “Ada seorang yeoja yang memaksa bertemu denganmu!”

“Pasti dia orang gila,” cerca Kyuhyun dengan jenuh. “Usir saja dia,”

“Kalaupun bisa, aku pasti sudah mengusirnya dari tadi dan bukannya meneleponmu!”

“Baiklah, tanyakan siapa namanya.”

“Gadis itu tidak mau mengaku!”

Kyuhyun mendengus kesal. “Baiklah, aku kesana.” Setelah itu, Kyuhyun melihat ada beberapa pesan dari Seohyun untuknya. Sudah dipastikan, yeoja yang berada di kantornya itu adalah Seohyun.

Sesampainya di kantor, Kyuhyun bergegas keluar dari mobil dan menunggu lift datang dan memasukinya dengan penuh kesal. Apa-apaan yeoja satu itu. Merusak suasana saja!

“Oppa!” Panggil Seohyun ketika Kyuhyun sampai di depan ruangannya.

Well, kau sudah bertemu dengan kekasihmu itu, jadi silakan pergi.” Ujar Donghae, mengusir secara halus.

“Aku bukan kekasihnya, Hyung.” Kata Kyuhyun, “dan kau, aku muak melihatmu, jadi silakan pergi dari sini.”

“Oppa! Kajja kita jalan-jalan!” Ajak Seohyun, tidak memedulikan usiran kasar Kyuhyun tadi. Dia menyenderkan kepalanya ke bahu Kyuhyun. “Kajja oppa!”

“Andwae, Seohyun-ssi!” Tutur Kyuhyun dengan nada yang sangat kasar sampai Donghae melotot. Tapi Seohyun tetap kukuh, “kau sudah mengacaukan pagiku, jadi sekarang, silakan pergi dari sini! Aku sudah tidak membutuhkanmu lagi sekarang,”

Seohyun mematung, lalu pandangan matanya yang awalnya berseri-seri menjadi sekaku es yang ditaruh di dalam freezer. “Kita lihat saja, apa Oppa masih berani mengatakan itu setelah ini.” Ujarnya, membalik badannya dan pergi menjauh.

“Kukira, dia tidak sedang bercanda, Kyu.”

Well, aku tidak peduli.” Cerca Kyuhyun dengan kesal. “Sekarang, Hyung mau apa? Apa ada pekerjaan untukku?”

Donghae menggeleng. “Sementara ini, belum ada. Tapi kupastikan, besok pasti ada. Kemarin banyak sekali model yang memaksa agar kau yang memotret mereka dan bukannya fotografer lainnya.”

“Mereka pasti yeoja genit,” sindir Kyuhyun dengan kejam. “Hyung, kaubilang, akan diadakan rubric untuk natural girl? Kau bilang, yeoja itu akan kita potret diam-diam kan? Aku punya banyak sekali foto-foto itu.”

“Nuguya? Kalau tidak menarik, lebih baik jangan kau tunjukkan itu padaku.”

Kyuhyun tersenyum misterius, “tenang saja, Hyung pasti kaget melihat yeoja ini.” Ujarnya, mengeluarkan kamera digitalnya dari kantong dan mengklik beberapa tombol.

“Mana? Mana?” Tanya Donghae penasaran.

“Sebentar,” gerutu Kyuhyun, meneruskan pekerjaannya meng-klik tombol-tombol itu. “Naah, ini dia.” Lanjutnya sambil memberikan digitalnya itu pada Donghae.

Donghae langsung merebut kamera itu, dan mulutnya langsung menganga. “Kelihatan natural sekali! Good job, Cho Kyuhyun!”

Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan.

“…Tunggu, tapi siapa yeoja ini? Kelihatannya kau tidak mengenalnya? Dia bukan mantanmu itu kan? Atau jangan-jangan, dia adikmu?”

“Andwaeyo!” Pekik Kyuhyun sambil merengut. “Ini adalah chingu Yuri, cantik kan? Diam-diam aku naksir padanya.”

Donghae cemberut. “Kukira dia masih single.”

“Sebentar lagi tidak,”

“Jadi kau merencanakan akan menembaknya?”

“Ya,” kata Kyuhyun penuh percaya diri. “Tepat di jantungnya!”

“Cih,” ejek Donghae. “Siapa namanya? Mungkin aku bisa merekrutnya di Agensi Model baruku,”

“Aku yakin dia akan langsung menolak.” Ucap Kyuhyun spontan. “Dia benar-benar bukan tipikal yeoja yang suka memakai pakaian seksi, lalu bergaya di depan kamera.”

Well, itu bisa diatur.” Seru Donghae semangat. “Yang terpenting, dia tidak ikut agensi manapun kan?”

Kyuhyun menggeleng.

Good, siapa namanya?”

“Choi Sooyoung.”

“Kau bisa mengajaknya besok kesini? Aku ingin melihat aslinya.”

Kyuhyun mengangkat bahu. “Kalau begitu, aku pulang dulu.” Ujarnya sambil melambai. Rasanya pulang lebih baik. Tapi Kyuhyun teringat, pasti sekarang Sooyoung sedang bekerja di Perpustakaan itu. Jadi, Kyuhyun membelokkan mobilnya kea rah Perpustakaan itu.

 

______________

 

“Soo… Ayolah, boleh kuminta nomor ponsel Minho?” Seru Yuri sambil memasang tampang melas yang membuat Sooyoung ingin muntah.

“Kenapa kau tidak minta kemarin saja? Ya sudah sana! Ambil sendiri di ponselku, aku sibuk!” Cerca Sooyoung sambil mengambil tumpukan buku-buku besar yang super-duper-tebal di atas meja dan meletakkannya sesuai abjad.

“Hehe, kemarin saking asyiknya mengobrol, aku sampai lupa..” Yuri berhenti bicara sesaat, mengklik tombol send di ponsel Sooyoung. “Oh ya, Soo. Eomma bilang, kalau kau sudah siap, Eomma akan segera menyebarkan undangan—”

“Undangan apa?”

“Pernikahan!”

“MWO?”

“Jangan hiperbola,” Yuri menyahut dengan santai. “Aku tau kalian saling-cinta, lagipula—”

“Sooyoung-ssi, kita perlu bicara,” ujar Seohyun yang sedang berdiri di pintu perpustakaan dengan sikap garang.

“Eeh, ada apa?”

“Tinggalkan Kyuhyun,”

“Mwo? Bukannya yang disuruh meninggalkan Kyuhyun adalah kau? Kenapa balik menyuruhku?”

“Karena Kyuhyun cinta padaku.”

“Sekarang tidak lagi,”

Seohyun melotot.

“Memang kenyataan kan?”

“Tidak.” Seohyun menjawab dengan ringan sambil menatap Yuri di kejauhan. “Dia hanya berpura-pura, tepatnya, memanfaatkanmu.”

“Memanfaatkan? Apa yang bisa dimanfaatkan?”

“Tubuhmu mungkin,” Seohyun memetik jarinya. “Sebelum itu semua terjadi, tinggalkan dia.”

Well, Seohyun-ssi, ini untukmu.” Serobot Yuri tiba-tiba. “Baca itu, dengan pelan-pelan, aku takut kau tidak bisa memahaminya karena, mungkin saja, kau tidak bisa membaca.”

Sooyoung menatap kertas bewarna marun itu dengan heran?

“Mwo?!” Seru Seohyun tiba-tiba, “kau dan Kyuhyun akan menikah?!!!

Yuri mengangguk yakin, sementara Sooyoung saking kagetnya sehingga hanya bisa mematung.

“Kau tunggu saja, undangan itu belum diberi tanggal mereka menikah. Tapi itu pasti terjadi,”

Seohyun menatap bergantian antar Sooyoung-Yuri lalu kembali ke Yuri-Sooyoung. Lalu menghentakkan kakinya kesal, dan akhirnya pergi. Sedetik kemudian, Yuri dan Sooyoung tertawa dengan sangat keras.

“Kalian ini menertawakan apa?” Kata Kyuhyun tiba-tiba, sambil merebut kertas undangan itu dari tangan Sooyoung. “Mwo? Choi Sooyoung dan Cho Kyuhyun?!!”

Sooyoung tersenyum penuh arti kepada Yuri. “Kakakmu itu lebih hiperbola daripada aku.”

“Kalian pasti bercanda!”

“Eomma tidak,” Yuri menyangkal. “Pasti sebentar lagi, tanggal akan ditetapkan.”

“Aigoo…” Kyuhyun berkata sambil mematung, saking syoknya mungkin. “Ini tidak bisa dibiarkan!”

Yuri mencibir dengan muka jelek. “Memangnya Oppa bisa apa? Eomma bisa dengan mudahnya mengadukan Oppa kepada Appa. Dan aku yakin Appa akan langsung bertindak jika Oppa berani saja membentak Eomma.”

“Jangan remehkan aku,”

“Cish, oh ya, kenapa kau kesini?” Tanya Sooyoung, mengetukkan jarinya ke dahi. “Aku belum pernah melihatmu kemari,”

Kyuhyun hanya tersenyum kecut. “Perpustakaan ini untuk umum, jadi siapa saja boleh kesini.”

“Aku tahu itu,” Sooyoung langsung menyangkal. “Hanya heran saja.”

“Omona!” Kyuhyun langsung teringat dengan tujuan awalnya kemari. “Aku perlu bicara padamu,” lanjutnya sambil menarik lengan Sooyoung.

“Ya! Apa-apaan ini!”

Sementara Yuri hanya terkikik sambil memikirkan ide mana yang bisa membuat Eommanya mempercepat pernikahan Kyuhyun-Sooyoung. Hmm, mungkin dia bisa mengadu kalau Kyuhyun menghamili Sooyoung. Tidak tidak, terlalu ekstrem.

“Ya! Apa-apaan kau ini!” Bentak Sooyoung dengan bingung campur kesal.

“Besok kujemput,”

“Mwo? Memangnya kita mau kemana?”

“Ada yang ingin kutunjukkan padamu. Pokoknya besok, jam delapan, kau kujemput.” Tandas Kyuhyun sambil meninggalkan Sooyoung disamping rak besar yang terpencil di sudut perpustakaan.

“Cih, dasar orang aneh,” maki Sooyoung dengan pelan. Dia kembali ke tempat Yuri yang masih cekikikan. Ternyata, ada Minho disana.

“Loh, kenapa kau sampai disini?” Tanya Sooyoung dengan bingung. Kemarin Appa Minho menyuruh Minho pulang.

“Aku kan punya kaki,” Minho menjawab enteng. “Lagipula, Appa bilang dia ingin studiku di lanjut disini.”

“Maksudmu, di Korea?”

Minho mengangguk dengan bangga.

“Dasar ppabo! Seharusnya kau bersyukur disekolahkan jauh-jauh sampai ke Inggris, sekarang malah memutuskan di Korea!”

Minho meringis. Memang yang mendasari Minho dikirim ke luar negeri adalah keinginan Sooyoung yang sampai menangis-nangis di kaki Eomma Minho. Tapi dasar, Minho yang tidak menghargai usaha Sooyoung, malah bergembira ketika Appa-nya menyuruhnya kembali ke Korea.

“Ih, kau ini, Soo. Kan bagus, jadi Minho tinggal disini.” Gerutu Yuri.

“Bilang saja kalian bersekongkol!” Cetus Sooyoung dengan kesal. “Lagipula, ini Perpustakaan! PERPUSTAKAAN! Bukan tempat untuk ketemuan, apalagi kencan!”

“Dasar sirik!” Komentar Yuri. “Makanya, cepat sana, nikah dengan Oppa-ku! Jadi tidak sirik lagi!”

Minho melirik Sooyoung dengan mata membesar, “Mwo?! Noona, menikah dengan Kyuhyun Hyung…?”

“Aniyo! Dasar kau mulut besar! Minho-ah, adikku tersayang, jangan percaya omongan orang seperti Yuri.”

“Memang kok,” sahut Yuri. “Mereka memang akan menikah.”

 

T B C

Mian, ini pendeeek bgt😀

Tapi tetep RCL yaaah😀

Ghamsahamnida🙂

 

 

 

 

 

 

32 thoughts on “Can I Love You? [Chapter 7]

  1. wah.. eomma kyu bener2 nekat ya.. dan bergerak cepat…😀
    haha

    daebakk chingu..
    d lanjut dong.. penasaran ma nasib kyuyoung… :3
    😉

    Like

  2. Wkwkw rasain seo mati kutu pas liat undangan oh iya ngomong2 itu undangan beneran? Wah asik asik kyuyoung akhirnya mau nikah . Mereka berdua massih sama sama gengsi nih,emang harus disongkrak sama eomma kyu dan yuri keke~

    Like

  3. kyu jaim deh .. lucu bgt klo kyu dan soo nikah secepatnya..kkyayyayaya
    next lebih pnjng yah dan jg moment kyuyoungnya tambahin…🙂

    Like

  4. Thor, pndek.. *ni org kluhan.a sllu pndek*
    haha! Eomma Kyu ng-bles.a bner2 evil kya ank.a.. Wakakaka!
    Aih, Seo! Nybelin bget si!
    Yes! Kyuyoung cpetan kek nkah.a.. Eomma Kyu pnter deh, Yuri good!
    Lha? Rstu dri kuarga Choi udh?
    Next part!

    Like

    1. hehe, mian abis keburu ngepot –”
      iyadong, Kyu dpt evil kan dr eommanya *justfiktiflooh
      kpn seo gak nyebelin *ditabok!
      Liat di chapter slnjutnya aja ya:)

      Like

      1. Iy aku tggu..
        Tpi jgn lma2 next part.a.. Ff mu yg laen next part.a jg jgn lma2..
        Wakakaka!
        Trus jgn pndek2.. Hahah!

        Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s