[Chapter 3] Blind


blind

Title: Blind

Author: @MeydaaWK

Cast:

-Choi Sooyoung

-Cho Kyuhyun

-Support Cast

Genre: Sad, Romance, Little Action

Rating: Teenager and Parent’s guidance

Length: Chaptered

Credit Poster: Ayueio

Disclaimer: The Story and plot is mine. But the casts is God’s Mine and they Entertaiment. You can read, but you must leave a comment. Don’t be copycat/plagiator and don’t be a sider who make me angry.

Check It Out!

Happy Reading~

~*~*~

Kyuhyun memandang sekeliling rumahnya. Sooyoung kembali tidak ada. Kemana gadis itu? Ia berkeliling berkali-kali dan akhirnya menyadari ada sebuah gantungan kunci di lantai dekat jendela dimana Sooyoung biasanya duduk.

Ia meraih gantungan kunci itu dan menelitinya. Sepertinya ia pernah melihat itu..

Dengan gugup Kyuhyun segera menarik keluar ponselnya dari saku dan menghubungi Donghae. Segera setelah sambungan sampai, Kyuhyun segera berbicara.

“Donghae-ssi, apakah Heechul berhasil menculik Sooyoung?!”

“Aku tidak tahu, Kyuhyun-ah. Tapi hari ini Heechul Hyung pergi menemui Mr. Rudolph. Kalau tidak salah, ia pergi bersama Sungmin Hyung.”

“Apa menurutmu ia datang ke rumahku?”

“Bisa jadi. Sudah dulu ya, Kyu-ah, Heechul Hyung sedang berjalan kemari.”

Klik.

Kyuhyun memaki pelan. Bagaimana bisa mereka kembali membobol pertahanan rumahnya yang bisa diacungi jempol?! Kyuhyun memandang bungkusan makanan yang tadi ia beli.

Beep beep.

Kyuhyun memandang ponsel di tangannya, telepon dari nomor yang tidak ia kenal. Segera ia meng-klik tombol OK.

“Halo, Cho Kyuhyun. Sudah kubilang bukan, jika kau tidak bisa membuatnya bicara, aku yang akan membuatnya bicara.”

“Sialan kau, Kim Heechul!”

“Oh, ya. Aku memang sialan.”

“Apa maumu?!”

“Aku hanya ingin memastikan bahwa kau tidak akan ikut campur dalam urusan ini,”

“Haha. Tentu saja aku akan ikut campur. Apa kau lupa Heechul-ssi, bahwa aku lebih pintar dan cerdik daripada kau? Tentu saja aku akan melakukan sesuatu.”

“KAU!”

“Wae? Kau takut denganku? Aku punya kartumu, Heechul-ssi. Jika kau tidak melepaskannya, lihat saja, sebentar lagi kau akan hancur di tangan Mr. Rudolph.”

“Jika kau berani mengucapkan itu, kupastikan gadis ini hancur!”

“Oh.. tindakan yang sangat pintar. Jika kau menghancurkannya, maka kau juga akan dihabisi oleh Mr. Rudolph. Jika gadis itu hancur, kita tidak akan pernah tahu dimana gadis itu menyimpan hartanya. Benar kan?!”

“Kita lihat saja, Cho Kyuhyun!”

Klik.

Dengan kesal Kyuhyun melemparkan ponselnya ke kasur dan mengepalkan tinjunya. Kemana pula Heechul membawa Sooyoung!? Apakah gadis itu baik-baik saja sampai sekarang? Atau..

Tidak. Tidak. Kyuhyun menggelengkan kepalanya kuat. Gadis itu pasti akan berusaha melepaskan dirinya. Ia bukan tipe gadis lemah. Tapi ia sedang trauma.. dan tentu saja itu membuat kekuatannya hilang di hadapan ‘mereka’.

Sooyoung-ah, berusahalah untuk baik-baik saja. Berusahalah untuk tetap ada. Kupastikan bahwa mereka akan hancur setelah ini. Tapi, kumohon, tetaplah ada..

Untukku.

_____________

“Kau masih tidak ingin menyebutkannya?! Atau.. kau ingin mati sekarang juga?”

Gadis itu hanya diam dengan sikap acuh tak acuh.

“Oh, baiklah, bawa ia kemari.” Kata namja itu lagi kepada seorang namja lain. Sooyoung tidak tahu bagaimana rupanya.

“Nah, apakah kau mengenali suara ini?” tanya namja itu dan membuka bekapan sapu tangan pada mulut yeoja yang ada dalam dekapannya. Sementara yeoja itu meronta-ronta dengan keras.

Sooyoung mengenali itu. Namun ia berpura-pura tidak mengenalinya. Ia masih punya otak, jika ia bilang bahwa ia mengenal gadis itu—Cho Ahra, kakak Kyuhyun—maka mereka akan berusaha menyiksa Ahra dan membiarkan yeoja itu menjerit-jerit, lalu Sooyoung akan merasa tidak tega dan akhirnya mengatakan semuanya. Tidak. Meskipun buta, ia tidak sebodoh itu. Mereka saja yang bodoh yang mengira ia bodoh.

“Kau tidak mengenalnya, ya?” tanya namja itu.

Sooyoung menggeleng masih dengan tidak peduli. Walau sesungguhnya ia sangat ketakutan.

“Ia tidak mengenalnya, singkirkan ini!”

Sooyoung mendengar Ahra meronta-ronta lagi, kemudian akhirnya senyap.

“Baiklah, jika kau tidak ingin bicara, maka aku akan menculik Kyuhyun dan menyiksanya di depanmu.”

Itu hanya ancaman, Sooyoung tahu itu. Kyuhyun pernah memberitahunya bahwa laki-laki yang saat itu mendatanginya adalah temannya, dan teman tidak akan mencelakakan temannya sendiri. Sooyoung yakin itu. Meskipun laki-laki itu tetap akan menyiksanya, ia tidak apa-apa. Karena toh, ia memang tidak punya harapan untuk hidup lagi.

“Bisakah kau bicara, Nona?”

Sooyoung hanya diam dan mengepalkan tangannya sendiri. Benar, tangan dan kakinya di tali. Dan itu membuatnya tidak bisa melakukan apapun.

“Baiklah, kuanggap tidak.”

Dasar bodoh! Maki Sooyoung dalam hati. Ia sama sekali tidak tahu bagaimana wajah namja di depannya itu, dan bagaimana postur tubuhnya. Dan karena itu, ia tidak akan bisa melaporkannya pada polisi, jika ia memang masih dapat keluar dalam keadaan selamat dan utuh.

Brak!

Tiba-tiba terdengar suara gebrakan pintu yang membuat Sooyoung hampir terloncat kaget. Meskipun begitu, ia berdoa semoga saja orang yang baru saja menggebrak pintu adalah…

“LEPASKAN DIA!”

…Kyuhyun.

“Hoho, kau datang rupanya, Cho Kyuhyun.” Ujar namja itu.

“Heechul-ssi, kuperingatkan kau, jika kau membuatnya terluka, maka kupastikan kau akan mati sekarang juga!”

Dan entah darimana, tiba-tiba gadis itu merasakan sebuah benda tajam yang dingin menempel di lehernya. Ia tahu apa itu. Dan itu membuatnya takut setengah mati.

“Kau berani apa lagi, Kyuhyun-ah? Jika kau melangkah satu saja… maka kupastikan pisau ini akan mengenai lehernya, dan kepalanya akan… putus.” Tutur Heechul membuat gadis itu merinding.

“Oh, ya? Apa kau berani melakukan itu Heechul-ssi? Jika kau melukainya, Mr. Rudolph akan membunuhmu sekarang juga.”

“Tidak apa-apa. Yang penting dendamku terbalaskan. Kau ingat itu, Cho Kyuhyun?!”

“Sialan, kau!”

Heechul tertawa terbahak-bahak sehingga pisau yang didempetkannya di leher Sooyoung terjatuh. Detik itu juga, Sooyoung merasa bahwa ia akan selamat. Ia berusaha melepaskan tali di kedua tangannya dan memuntirnya beberapa kali. Tass. Akhirnya tali itu terlepas. Namun Sooyoung tidak buru-buru mengangkat tangannya, ia bergaya masih ditali dan diam di tempat.

“Heechul Hyung, yeoja itu kita buang atau tetap di seperti itukan saja?” tanya seorang namja lagi. Namun Sooyoung tidak dapat melihat paras namja itu.

“Siapa yang kau maksud?!” sergah Kyuhyun gusar.

“Tenang saja, Cho Kyuhyun. Bukan gadis ini kok,” jawab Heechul sambil tersenyum miring dengan sadis. “Tapi mungkin, orang yang lebih penting lagi bagimu.”

____________

“Sekarang, kau harus memilih, Cho Kyuhyun.” Ujar Heechul sambil menatap Kyuhyun dingin dan sinis. Benar, ia sekarang memegang kartu As. Dan ia yakin bahwa ia akan segera menang. Diam-diam Heechul tertawa penuh kemenangan dalam hati.

“Kim Heechul, jika kau tidak melepaskan mereka, aku berjanji akan segera menghancurkanmu!”

“Apa peduliku? Toh ketika kau menghancurkan aku, mereka sudah pergi.”

Kyuhyun menggigit bibirnya penuh emosi. Ia tidak dapat menggerakkan tangannya karena genggaman para tersangka peliharaan Heechul itu. Sekarang, di hadapannya berdiri dua ‘pilihan’. Cho Ahra, kakaknya, atau Choi Sooyoung, seseorang yang membawa hatinya.

“Ayo, cepat pilih.” Ujar Heechul lagi dengan nada mengundang yang membuat Kyuhyun emosi.

Namja itu hanya diam di tempat dan memandangi pilihan itu dengan bimbang. Jika ia memilih Sooyoung, ia terpaksa membiarkan sebuah peluru bersarang dalam kepala kakaknya itu. Namun jika ia memilih Ahra, ia tentu tidak akan bisa membiarkan gadis itu lebih terluka dan bertemu dengan keluarganya yang lain.

“Kumohon, Kyuhyun-ah, aku kakakmu~” ujar Ahra pelan sambil memohon.

Tidak. Tuhan, aku tidak tahu harus melakukan apa.

Kyuhyun mendengar suara tawa Heechul bersama suruhannya yang lain. Ia mendecih pelan. Tidak tahu harus memutuskan apa.

Dengan perlahan, Kyuhyun melemparkan pandangannya pada Sooyoung. Gadis itu hanya menggeleng, seolah tahu bahwa pandangan mata Kyuhyun terarah padanya.

“Jangan pilih aku, Kyuhyun-ah. Ini mungkin jalan terbaik,” ujar  gadis itu perlahan sambil mengangguk-angguk yakin.

Dan itu menyakitkan untuk Kyuhyun. Seolah-olah gadis itu tahu bahwa Kyuhyun tidak dapat menyelamatkan dirinya.

“Tutup mulut mereka,” perintah Heechul kepada salah satu suruhannya yang langsung bergerak menggunting lakban hitam dan menempelkan masing-masing satu di mulut Ahra dan Sooyoung. Membuat ‘pilihan’-nya itu tidak dapat membuka mulut ataupun mengeluarkan suara.

“Sekarang, dalam waktu lima menit, jika kau belum berhasil memilih salah satu dari mereka, aku terpaksa membunuh mereka berdua secara langsung.” Tutur Heechul dengan ekspresi mengejek.

Salah satu suruhan Heechul—yang kalau tidak salah bernama Eunhyuk—memepetkan tubuhnya di kursi milik Sooyoung sambil tetap mengarahkan pistolnya di kepala Sooyoung. Namun kali ini, pistol tersebut mengarah ke lengan gadis itu. Dan itu membuat gadis itu cukup mempunya sebuah ‘jalan’.

Dukk.

Berhasil.

Sooyoung segera merampas pistol itu dengan tangannya yang sudah terlepas dan kembali menendang kaki Eunhyuk dengan kasar. Alhasil, namja itu terjatuh dengan mulut terus mengeluarkan rintihan.

“Sialan, kau!” bentak Heechul sambil menodongkan pistolnya kepada Sooyoung yang sudah berdiri sambil ikut menodongkan pistol. Namun, namja itu lupa bawa Kyuhyun jauh lebih cepat—dan yang terpenting, membawa pistol dengan peluru penuh. Kyuhyun segera menendang suruhan Heechul yang menganggapnya remeh, membuat suruhan itu terjatuh dengan posisi yang tidak mengenakkan.

“Haha, kau terkepung Kim Heechul!” seru Kyuhyun sambil ikut menodongkan pistolnya pada Heechul. Beberapa suruhan Heechul lainnya mulai mengepung, namun Kyuhyun dengan sigap mengarahkan pistolnya kepada mereka, membuat suara ledakan dan aroma mesiu tercium.

“Sekarang, cepat turunkan pistolmu itu, Heechul-ssi.”

Heechul mendesis penuh emosi kemudian berjalan mendekat ke Ahra yang tidak bisa melakukan apa-apa kecuali melihat seluruh kejadian secara live. Namun sebelum namja jahat itu berhasil mencapai Ahra, Sooyoung dengan cepat menembakkan pelurunya ke arah Heechul.

Dor, peluru itu bersarang dalam kaki si penjahat dengan sempurna.

Meski tidak dapat melihat seluruh kejadi, gadis itu punya pendengaran yang tajam. Ia dapat merasakan ketika sebuah suara langkah kaki terdengar dan ketika  langkah itu mendekat.

“Sialan, kau!”

Dor. Dor. Dor.

“SIALAN KAU, KIM HEECHUL!”

Ia hanya merasakan gelap. Meskipun dari awal, hidupnya memang berisi kegelapan saja.

___________

“Gwenchanayo, Soo?!” seru namja itu ketika sang gadis yang tengah terbaring lemah di rumah sakit membuka kedua matanya yang besar namun mati.

Gadis itu hanya melenguh sebentar.

“Gwenchana.” Sahutnya ringan. Kemudian menoleh kepada namja itu. “Bagaimana kabarmu dan Eonnie? Gwenchana?”

“Nde. Sekarang, jangan banyak bicara dan istirahatlah saja. Aku akan mengambilkanmu sesuatu untuk kau makan. Sudah sehari penuh kau pingsan.”

“Selama itukah?”

“Ya.”

“Kenapa aku masih hidup? Bukannya mereka menembakku kemarin? Kenapa aku tidak segera  bertemu keluargaku saja?”

“Ya Choi Sooyoung! Kau nyaris membuatku mati ketakutan, dan sekarang kau malah ingin pergi dari dunia ini? Apa kau gila?”

“Kau bukan siapa-siapaku, Cho Kyuhyun. Berhenti bicara seolah-olah kau adalah seseorang yang terpenting dalam hidupku. Kenapa kau tidak pergi mengambil segala hartaku, kemudian meninggalkanku sendiri? Itu kan yang kau inginkan?”

Diam. Namja itu memandang gadis itu dengan tajam dan sedikit sedih.

“Baiklah, jika itu yang kauinginkan. Aku akan membayar semuanya dan kau tidak akan menemuiku lagi.” Ujar namja itu akhirnya sambil bangkit meninggalkan gadis itu sendirian.

Mendengar suara berderak tanda pintu tertutup membuat gadis itu mengeluh sedih. Ia sebenarnya tidak ingin mengatakan sesuatu yang jelas-jelas menyakitinya itu. Namun, ia juga tidak bisa membiarkan namja itu membuatnya lebih sakit lagi dengan bersikap baik kepadanya.

“Nona, anda sudah sadar? Apakah anda merasa sakit pada bagian-bagian tertentu?” tanya seorang perawat yang tiba-tiba hadir di depan Sooyoung.

“Aniya. Naneun gwenchanayo.”

“Oh, saya juga berharap begitu. Apakah anda tidak memiliki saudara?”

“Nde? Saudara?”

“Ya.”

“Apakah tidak ada seseorang yang menengokku?”

“Mmm, tadi ada seorang namja yang masuk kesini. Aku mendengar kalian berbicara, tapi orang itu bilang bahwa ia bukan siapa-siapa anda.”

Sooyoung memandangi kegelapan yang begitu pekat dalam matanya dan menghela napas. Tampaknya Kyuhyun benar-benar marah kepadanya.

“Apa anda berpikir tentang sesuatu?”

“Tidak.”

______________

“Sialan kau, Cho Kyuhyun! Kau menghancurkan semuanya! Sekarang, kutanya kau, dimana kau menyembunyikannya?!” seru Mr. Rudolph dengan ekspresi dingin yang kejam.

“Oh, ya? Aku senang mendengar itu.” Sahut Kyuhyun acuh. “Menyembunyikannya? Maaf saja! Ia bukan siapa-siapaku.”

“Jangan main-main denganku Cho Kyuhyun.” Ujar Mr. Rudolph sambil bersedekap. “Kau kira, aku tidak bisa menyiksanya sendirian? Jika pengawalku sepertimu saja tidak bisa melakukannya, aku yang akan turun tangan!”

“Anda yakin?”

Mr. Rudolph hanya menyeringai dan mengeluarkan ponselnya sambil menyambungkannya ke ponsel milik siapa disana.

Beberapa menit kemudian, laki-laki tua itu sudah mengembalikan ponselnya ke meja dan kembali menatap Kyuhyun tajam.

“Aku sedang tidak ingin bercanda. Cepat katakan dimana kau menyembunyikan anak keluarga Choi itu!”

“Aku sedang tidak bercanda, Mr. asal kau tahu. Aku sama sekali tidak menyembunyikannya. Aku tidak peduli apakah ia kelaparan, sekarang, sakit, atau bahkan mati.”

“Tapi ia aset berhargaku! Cepat katakan dimana kau meninggalkannya,”

“Susah sekali meyakinkan anda.”

“Tuan Heechul sudah datang, Mr.” kata seorang pelayan sambil membuka pintu ruang kerja Mr. Rudolph yang anti-peluru.

“Senang melihatmu, Heechul-ssi.” Ujar Mr. Rudolph sambil menjabat tangan Heechul. “Tapi aku miris melihat keadaanmu.”

“Cho Kyuhyun sialan itu menembakku.”

“Sudah kubilang, bukan? Aku lebih pintar darimu.”

“Kita lihat saja, Cho Kyuhyun.”

“Hentikan. Sekarang, aku ingin membicarakan gadis Choi itu kepada kalian berdua.” Kata Mr. Rudolph sambil mengetukkan jarinya ke meja dari kayu mahoni. “Aku sudah bilang kepadamu, Cho Kyuhyun, untuk segera membereskan gadis itu. Tapi ternyata, kau terlalu lambat, Kyuhyun-ah. Sebenarnya, apa kau jatuh cinta kepada gadis itu?”

Kyuhyun memalingkan mukanya dan mengepalkan tinjunya.

“Oh, ya. Tapi tentu saja kalian tidak akan pernah bisa bersatu. Jika gadis itu masih ada, kupastikan bahwa aku tentu tidak bisa memiliki perusahaannya. Jadi, cepat saja bunuh dia.”

“Aku menolak.” Ujar Kyuhyun dingin. “Bukannya aku sudah bilang bahwa aku tidak membunuh? Itu tugas orang kotor,”

“Oh ya, benar. Membunuh adalah tugas dari Kim Heechul dan Lee Sungmin. Jadi, bagaimana kalau tugas ini kuserahkan kepada  mereka saja?”

Heechul tersenyum sinis dan menatap Kyuhyun.

“Dengar, Kim Heechul, jika kau berani mengambil tugas ini, kupastikan rahasiamu itu akan kubeberkan sekarang.”

“Maaf, apa kalian mengatakan rahasia?! Rahasia apa?”

“Ini tidak penting, Mr.”

“Aku tidak bertanya padamu, Heechul-ssi. Sekarang, Kyuhyun-ah, cepat katakan.”

“Ia memintaku, Kim Heechul.” Ujar Kyuhyun sambil tersenyum sinis. “Begini, Mr. apakah anda berhasil menarik benang kusut dari kasus pembunuhan puteri anda?”

“Apa maksudmu mengungkit-ungkit kasus itu lagi?”

“Aku tahu pembunuhnya. Tapi, aku punya syarat untuk memberitahunya.”

“Apa?”

“Jika anda ingin mengetahuinya, anda harus melepaskan Keluarga Choi—karena pada kenyataannya, bukan keluarga itu yang membunuh Park Sung Rin.”

____________

Kembali ia pandangi gadis yang tertidur di hadapannya kini. Terlihat sempurna dan childish. Meski pada kenyataannya, gadis itu bukanlah gadis kekanakan yang manja. Langkah kakinya maju dan semakin menatap wajah teduh gadis itu.

Sangat manis.

Cantik.

Sempurna.

Kyuhyun tersenyum getir dan mengelus dahi gadis itu perlahan. Membiarkan kehalusan dan kehangatan pipi gadis itu meresap masuk ke dalam kulitnya yang terasa kebas.

“Oh, maaf,” kata seorang suster tiba-tiba sambil menenteng hasil periksa. “Saya mengganggu.”

“Aniya, saya hanya mampir sebentar.”

Suster itu tersenyum kikuk, lalu mengecek tensi darah Sooyoung dan keadaannya saat ini. Semuanya masih baik.

“Sepertinya kondisi nona Choi Sooyoung membaik. Ada baiknya jika anda segera membawanya pulang. Seharusnya sekarang pasien sudah keluar dari Rumah Sakit ini.” Jelas suster itu sambil memeriksa denyut nadi Sooyoung.

“Oh, ne. saya akan segera membawanya pulang.”

“Algeusseumnida. Saya permisi.”

Setelah suster itu pergi, Kyuhyun hanya diam dan memandangi gadis itu kembali. Masih tertidur. Apakah gadis ini baik-baik saja?

Kyuhyun memang meninggalkannya selama dua hari ini, sekadar untuk membuat Sooyoung mengerti bahwa ia sama sekali tidak berbohong mengenai perasaannya.

 ______

“Aku, akan menikahimu.”

Dingin, santai, dan tidak romantis. Namun Sooyoung tahu bahwa ia tidak mungkin menerima ucapan itu dengan mudah.

“Kau pikir, aku sebodoh dan sebuta itu?” sergah gadis itu cepat dan sinis.

“Apa maksudmu?”

“Kau, akan menikahiku, secara langsung kau berhak untuk menguasai perusahaan ayahku itu, kemudian setelah kau mendapatkan apa yang kaumau, kau akan membuangku. Benar begitu?”

“Apa kau masih tidak percaya padaku? Kau masih mengira bahwa aku seburuk itu?”

“Ya.”

“Kau salah Choi Sooyoung. Aku benar-benar mencintaimu. Bukan karena hartamu, atau karena apapun. Aku marah jika kau mengatakan bahwa aku tidak benar-benar tulus mencintaimu. Dengar aku, Choi Sooyoung, awalnya aku memang mempunyai niat seperti itu, namun setelah aku mengetahui dirimu lebih dalam, aku melupakan niat awalku.

“Kau tahu, aku bahkan terkena amarah dari bosku yang selama ini menjadi atasanku. Ia sudah berapa kali menegurku, menyuruhku untuk segera mengetahui dimana keluargamu menyimpan semua aset keluarganya, dan memintaku untuk segera menyingkirkanmu.”

“…”

“Kau lihat sekarang? Pernahkah aku mencoba melukaimu?”

Gadis itu hanya terpekur beberapa saat, kemudian menggeleng. Air matanya mengalir sedikit-demi-sedikit, membuat pipi gadis itu basah.

“Mianhae, Soo. Jeongmal mianhae.” Bisik Kyuhyun sambil mempererat dekapannya di tubuh Sooyoung yang terlihat begitu lemas.

“Tolong, percaya padaku. Sekali ini saja…”

_____________

“Kalau kau bisa melihat, kau pasti senang sekali melihat-lihat tumpukan gaun-gaun di toko Madame Quin.” Ujar Kyuhyun sambil menggandeng tangan Sooyoung mengelilingi taman. “Disana banyak gaun dan sangat cerah. Kau pasti menyukainya.”

“Benarkah?” tanya gadis itu sambil mendongak.

“Uh-mm, aku yakin sekali.”

“Aku juga ingin,” gumam gadis itu pelan dan meringis. “Tapi rasanya tidak mungkin.”

Kyuhyun tersenyum getir melihat wajah gadis itu yang terlihat menyesal karena tidak bisa menyenangkan Kyuhyun sedikit saja. Tangannya bergerak menggenggam tangan Sooyoung erat dan menarik gadis itu berjalan lagi.

“Kau suka gaun berwarna apa? Di pernikahan, kita harus mengenakan pakaian yang kita sukai. Tapi pakaian itu harus cukup mewah untuk dikenakan dalam acara yang hanya kita lewati satu kali sepanjang hidup kita.”

Sooyoung berpikir sebentar, berusaha menciptakan bentuk gaun yang ia sukai dalam pikirannya. Warna, bentuk, panjang, model, bla-bla.

“Bisakah kau membelikanku pakaian yang biasa dipakai oleh pengantin biasanya? Aku ingin warna putih saja. Kata Eommaku, aku bagus mengenakan warna itu.”

“Kau bagus dalam segala warna. Ayo kita berjalan lagi.”

Kyuhyun menatap wajah gadis itu. Terlihat sedih. Mungkin gadis itu mengingat keluarganya lagi. Dengan pelan Kyuhyun merapatkan tubuhnya ke tubuh gadis itu sendiri dan mengelus rambut gadis itu pelan.

“Aku mencintaimu, aku janji, aku akan berusaha membuatmu bahagia,” bisiknya.

“Terima… kasih.”

Kyuhyun bisa melihat air mata menggenangi kedua belah mata Sooyoung—gadis yang ia cintai. Ia semakin erat memeluk tubuh ringkih itu dan mendekapnya dengan erat.

Kumohon berjanjilah untuk tetap berusaha melihat. Agar kau bisa melihatku, dan melihat… kita.

___________

“Jadi ia yang bernama Sooyoung?” tanya Ny.Cho sambil menatap satu-satunya anak laki-laki yang ia punyai. “Apa ia buta?”

“Ye, Eomma.”

“Kenapa kau memilih gadis sepertinya? Ada banyak gadis sehat lainnya yang menyukaimu, Kyuhyun-ah.”

“Eomma, kenapa kau mengatakan itu? Seolah-olah kau tidak bisa menerimanya apa adanya.”

“Tapi dengar, Kyuhyun-ah, memangnya kau sanggup terus-menerus membimbingnya? Jelas saja gadis itu hanya akan merepotkanmu saja.”

“Eomma~ aku tidak peduli ia akan merepotkan aku atau bagaimana, pokoknya aku akan tetap menikahinya.”

“Memangnya kau sudah meminta ijin orang tua gadis itu?”

Kyuhyun diam. Teringat ketika Sooyoung memintanya untuk merahasiakan kematian orang tuanya. Dan ia menyetujuinya saat itu.

“Orang tuanya sudah meninggal. Sejak ia kecil,”

“Apa kau yakin itu benar? Bisa saja orang tuanya menelantarkannya atau membuangnya karena ia bukan gadis baik-baik.”

“Eomma-ya!” Kyuhyun tercekat suaranya sendiri. Ia menatap ibunya tidak percaya, bagaimana seorang wanita paruh baya—orang yang begitu ia cintai—meremehkan orang yang ia cintai? Kyuhyun diam sejenak, kemudian kembali berkata. “Jika Eomma tidak menyetujuinya, tidak datang ke pernikahanku juga tidak apa-apa. Aku bisa mengurusnya sendiri.”

“Ya, ya~ terserah kau saja.”

______________

“Bagaimana? Apa Eommamu dan Appamu mau menerimaku? Atau mereka menolakku?” tanya Sooyoung ketika mendengar panggilan Kyuhyun kepadanya.

“Tidak apa-apa, kalaupun mereka menolaknya, aku tetap akan menikahimu.” Ujar Kyuhyun acuh.

“Tidak bisa begitu, Oppa. Semuanya akan hancur jika mereka tidak menyetujui ini.”

“Kau terlalu banyak berpikir. Apa kau sudah makan?” tanya Kyuhyun sambil mengusap rambut gadis itu perlahan. Lalu menariknya sehingga posisi mereka sekarang adalah duduk di kursi dengan Sooyoung di atas Kyuhyun.

“Ya Oppa~ jangan seperti ini,” ujar Sooyoung sambil berusaha bangkit dari posisi mereka yang ‘strategis’.

“Wae? Lagipula sebentar lagi kita akan menikah, bukan? Jadi tidak apa-apa kan jika aku melakukan ini sedikit lebih cepat?”

“YA!~”

______________

“Kau sudah datang rupanya.”

“Kau bilang kau akan melepaskannya jika aku memberitahumu siapa pembunuh putrimu yang sebenarnya.”

“Jangan terlalu serius, Kyuhyun-ah. Santai saja.”

Kyuhyun mendekap kedua tangannya dan menatap laki-laki tua yang terlihat seperti monster itu. Namun ia memutuskan tidak akan menjawab ucapan laki-laki itu.

“Kau tahu anakku dibunuh sendiri oleh orang yang dicintainya?”

“Ya, aku tahu itu.”

“Lalu kenapa kau tidak membuatnya lepas?”

Kyuhyun diam. Bukan berarti ia tidak tahu jawabannya, namun ia memang ingin menutupi itu semua. Pada kenyataan bahwa Heechul memintanya untuk merahasiakan segalanya—termasuk bahwa laki-laki itu menyetubuhi putri Mr. Rudolph—sebelum membunuhnya.

“Kenapa kau tidak membuatnya selamat? Kenapa kau tidak memberitahukanku tentang itu?”

“Anda ingat berapa umurku waktu itu?” tanya Kyuhyun akhirnya, memutuskan bahwa sedikit bermain-main terlihat lumayan juga. “Lima belas tahun. Apakah kau kira aku mengerti apa yang dilakukan oleh Heechul Hyung?”

“Jangan berpura-pura bodoh. Kau sudah melihat pembunuhan sejak umur tujuh tahun.”

“Aku tidak melihatnya,” ujar Kyuhyun dan menatap laki-laki itu selama beberapa detik.  “Apa kau lupa pada kenyataan bahwa Appa-ku membuatku tidak melihat semua itu?”

Mr. rudolph—yang belakangan Kyuhyun tahu bernama asli Park Seung Ri itu—tertawa sedikit lalu membuang ludah.

“Ah, ayah yang baik.” Ujarnya pelan. “Tapi mengapa ia tidak berhasil melepaskanmu dari duniaku?”

“Itu karena ia mengira bahwa kau adalah orang dengan jalan yang benar.”

“Oh, ya? Kenapa kau tidak mencoba menjelaskan semuanya?” pancing Mr. Rudolph sambil bersedekap. “Aku yakin kau akan senang sekali menjelaskan segala tingkah jahatku kepada orang tuamu.”

“Tentu saja aku senang,” kata Kyuhyun, memutuskan bahwa bersikap serius malah membuat Mr. Rudolph senang. “Namun kenyataannya, aku terlalu baik ketimbang sampah busuk ber-ulat sepertimu. Kau itu terlihat seperti belatung di tumpukan sampah-sampah.”

“Benar, dan salah satu sampahnya adalah kau.” Mr. Rudolph tertawa dengan sinis yang membuat Kyuhyun ingin sekali melempar vas bunga di meja ke wajah lelaki tua itu.

“Ani. Aku sama sekali tidak pernah menjadi sampahmu.” Ujarnya dengan dingin dan mengangkat sebelah alisnya. “Aku.. tidak pernah membunuh orang, seperti kau yang dengan teganya membunuh Keluarga Choi.”

“Haha, kau benar. Tapi sepertinya sebentar lagi kau akan menjadi sampah sepertiku. Sekarang, aku ingin kau menghabisi nyawa Choi Sooyoung.”

“Sialan!” pekik Kyuhyun dan benar-benar melemparkan vas itu ke kepala Mr. Rudolph. “Aku punya koneksi luas dengan agen luar yang sampai sekarang masih mengejarmu, jadi jika kau berani memintaku melakukan itu—atau menggangguku atau Sooyoung—aku benar-benar akan melaporkanmu.”

T B C

Author Note:

Beneran, ini comeback terlama deh ._. Mian ya karena aku lama gak ngepost, padahal part ini udah jadi, dan bahkan end-nya udah hampir kelar😄

Alasannya adalah..

1. Virus zzz yang menyerang keyboard komputerku yang menyebabkan gak bisa ngetik sampai-sampai aku kasih timah di atas huruf z-nya ._.

2. Speedy yang dicabut gara-gara penggusuran rumahku. Tahu kenapa?! karena mau dibikin rel kereta api. Huaa >< sekarang aja aku tinggal di luar, sementara rumah aku udah rata sama tanah, hiks >,<

Dan akhirnya aku bisa comeback lagi ^^ Say chukkae to me😄

Kemarin-kemarin ultahku lho *gak nanya* adakah disini yang ngucapin? *gaaak*

oke deh, say good bye aja ya ^^

COMING SOON!

disturbance-by-meydaawk-re-do

147 thoughts on “[Chapter 3] Blind

  1. Thor . Met ultah yak, sorRy lambAT, .AKU new ridEr di sini. . . Kyuyoung jjang . . Gak bisa ngebyangIn sungminppa jadi jahat. .

    Like

  2. Kyuhyun pinter banget deh🙂
    kenapa Kyu nya ga ngasih tau semuanya aja, padahal kan bagus.
    Chingu jadi sekarang kamu tinggal dimana ?kalo rumah kamu di gusur ? Turut sedih😦
    saengil chukae, walaupun aku telat, semoga bahagia selalu🙂

    Like

  3. Weleeh.. Udah mau nikah toh?? Ciee..
    Tapi kenapa Soo Eonni ga sembuh”? Bukannya dia buta karna sugestinya sendiri?
    Wadaah.. Apa”an lagi Mr. Rudoplh ini?
    Mengganggu kebahagian aja!
    Eommanya Kyuppa kok gitu? –”
    Saengil Chukkahamnida eon *mian klo telatnya luama banget* #plak
    Daebak ffnya!

    Like

  4. Kyuyoung nikah (O,O)
    Wow, daebak!!
    Akh, aku hrap nnti soo eonnie bisa ngelihat lg, terus eomma kyuppa ngerestuin mreka, plus gak ada lg yg ngegangguin kehidupan kyuyoung lagi🙂

    Like

  5. uwahhh…:D,soo unnie sma kyuppa udh mau nikah aja..:D
    yeyeyee lalalaa..:)
    ahaiii daebak thor …!!

    Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s