[Oneshoot] I Don’t Like Her


2

Title: I Don’t Like Her

Author: @MeydaaWK

Casts:

-Choi Sooyoung

-Cho Kyuhyun

Genre: Sad, Romance

Rating: Teenager

Length: Oneshot

Backsound:

.

.

.

let me love you

.

.

Ketika aku menatapnya, aku sadar bahwa pikirannya memang tidak disini, bersamaku. Aku tidak tahu mengapa ia terus melakukan itu. Tapi kupikir mungkin aku tahu. Aku tahu hanya diriku tidak sadar, begitukah? Aku tidak tahu.

Aku mencoba memikirkan hal-hal yang akan mencairkan suasana kaku seperti ini. Tapi tidak, aku tahu aku tidak bisa berpikir jika otakku sendiri masih dipenuhi oleh pikiran mengapa tentangnya. Selama ini aku sudah memaksa diriku untuk selalu ceria di hadapannya. Tapi kadang-kadang menampilkan kesedihanku bukan apa-apa, kan?

“Ada apa?” tanyaku dengan nada rendah, menatapnya dengan ingin tahu, berharap ia jujur dengan perasaannya.

“Tidak apa-apa.”

Bagaimana hubungan kami bisa berjalan jika pada kenyataannya, ia tidak mau membuka hatinya untukku?

“Kupikir kau harus mengatakan kejujuran padaku,” ujarku dengan pelan, “bukannya terus berbohong seperti ini.”

“…”

“Kutunggu kau hingga mau mengatakan yang sebenarnya.” Ujarku dengan nada dingin dan segera bangkit. Kemudian pergi tanpa menoleh lagi.

Agak sesak sebenarnya, apalagi dengan kenyataan bahwa ia tidak mengejarku. Bukannya aku mengharapkan ia mengejarku, aku hanya ingin sekali-kali ia menampakkan sikap romantisnya padaku. Bukan hanya diam dan mengepalkan tangannya seperti biasa. Jujur saja, itu menyakitiku. Aku sudah terlalu lama memendamnya.

Mungkin ini suatu kebohongan. Mungkin selama ini—enam bulan berjalannya hubungan kami—ia memang tidak pernah bisa menatap ke arahku.

Aku mempercepat jalanku, dan berusaha menghentikan otakku untuk mengira-ngira hal terburuk dalam hubungan kami.

Dan tiba-tiba aku menyadari suatu hal. Hal yang mungkin saja menjadi penyebab utama mengapa hubungannya dengan diriku tidak pernah menjadi seperti yang kuinginkan.

-oOo-

Harus kuakui bahwa cara menyatakan cintanya terhadapku benar-benar tidak romantis, bahkan bagus pun tidak. Ia tidak sengaja bertemu denganku ketika aku sedang berbelanja di mal, dan ia mengajakku ke taman dekat mal tersebut.

Kemudian ia membeli bunga mawar, hanya setangkai, kemudian mengatakan bahwa ia menyukaiku. Dan karena aku si Bodoh Choi Sooyoung yang begitu menyukainya, maka aku menerimanya, tanpa berpikir dua kali ataupun meminta waktu berpikir.

Hubungan kami tidak rusak, atau apapun tergantung penyebutannya. Jujur saja, hubungan kami berjalan sedatar meja. Ia bersikap seperti teman kepada temannya, dan aku bersikap terlalu mengikuti, tidak menuntut, meski diam-diam aku berusaha bermanja dengannya, yang tentu hanya dibalas dengan senyum datar, dan begitu saja.

Aku tidak tahu mengapa semuanya berjalan seperti ini. Seolah-olah ia terpaksa menjalin hubungan seperti ini. Kami tidak putus, tapi kami juga tidak berpacaran. Aku tidak tahu apa-apa, sungguh tak tahu apapun.

-oOo-

Aneh ketika aku mendapat pesan darinya, mengajakku bertemu di kafe seperti biasanya. Lebih aneh lagi ketika aku menanggapinya dengan bahwa ia sudah mampu berpikir tentang kami berdua.

Ketika aku sampai, ia sudah duduk di meja nomor dua, dekat jendela, seperti biasanya. Jujur saja, aku penasaran mengapa ia selalu memilih tempat itu. Lagipula aku yakin kami tidak pernah membuat kenangan indah disana, tak satupun, tak dimanapun.

“Selamat datang,” katanya, dengan nada datar yang terasa dingin dan diam-diam hatiku kembali meragukan ini. “Mau pesan apa?”

Lemon tea,” aku duduk, menyisipkan kakiku di bawah meja yang lembap dan menunggu ia berkata, apapun.

“Aku hanya memintamu menemaniku makan siang,”

Aku tahu diriku terlalu banyak berharap.

“Ya, tidak apa-apa.” Sayang sekali, nafsu makanku sudah menguap entah kemana sejak ia mengatakan itu.

“Kau tidak ingin memesan makanan?”

Aku menggeleng, tersenyum sekilas.

Pesanannya datang, ia tersenyum sekilas kepadaku kemudian menunduk dan mulai makan. Beberapa saat ia hanya diam dan mengunyah, sedangkan aku sibuk minum dan mencuri pandang padanya.

Dering ponselnya mengagetkan kami, dan ia menangkap ketika mataku menatap ke arahnya. Ia tidak mengatakan apa-apa, hanya mengambil ponselnya dan kemudian kukira mataku salah lihat.

Matanya terlihat berbinar.

Ia kelihatan bahagia, dan jarinya mengklik langsung ponselnya kemudian meminta ijin ke belakang padaku lewat pandangan matanya.

Diam-diam aku merasa terluka.

Ya, terluka karena banyak hal tentangnya.

-oOo-

“Apa, Sooyoung-ah? Kau berpacaran dengan Kyuhyun?” tanya Yujin, menatapku dengan pandangan penuh tanya. “Kemarin aku melihatnya berjalan bersama Hyorin, mantan kekasihnya itu.”

Dan semua tanda tanya itu terjawab sudah.

Aku tidak mengerti mengapa ia mengatakan suka kepadaku jika kenyataannya ia masih tidak bisa menghapus bayang-bayang Hyorin, orang yang sebenarnya masih ia cintai, bahkan sampai detik ini. Aku yakin sekali kemarin itu adalah panggilan dari gadis itu, gadis yang membuat matanya berbinar. Bahkan tak sekalipun mata itu menatapku dengan penuh cinta, mata itu terus menatapku dengan datar yang diselipi oleh kedinginan yang tak kutahu sebabnya.

Pada kenyataannya, tak sekalipun ia berusaha mengerti. Ia hanya menomor satukan perasaannya kepada Hyorin, ia hanya terus menerus menatap ke belakang, bukan ke depan.

Kukira semua hal tentangnya, maka itu bersangkut dengan Hyorin. Dan kurasa itulah sebab mengapa hatiku begitu banyak terluka.

“Jadi begitu..” gumamku dengan miris, dan setengah mati kututupi air mataku. “Terima kasih.” Dan aku langsung berbalik.

-oOo-

Mungkin aku memang tak pantas dibandingan dengan Lee Hyorin. Gadis itu begitu sempurna. Meskipun tidak begitu tinggi, ia memiliki paras yang menarik, dan terlebih suaranya sangat bagus, sangat jauh dari suaraku.

Mungkin itu sebabnya mengapa Kyuhyun tidak pernah bisa lepas padanya. Aku tahu ia memang begitu menyukai seorang gadis yang memiliki suara emas, sedangkan aku tidak.

Tapi kupikir semuanya bodoh.

Bagaimana bisa Lee Hyorin memerlakukan seperti itu dengan Kyuhyun-ku? Ia memberhentikan cintanya, meminta berakhir, membiarkan Kyuhyun terluka sendirian. Da kemudian sekarang? Kupikir tak seharusnya gadis cantik yang baik menyakiti hati seseorang yang mencintainya dengan tulus. Dan diam-diam (lagi) aku merasa terlukai.

Lalu mengapa Kyuhyun masih mengharapkan seseorang yang mencampakkan, meninggalkan, mengakhiri semuanya dengan dingin? Mengapa ia mengatakan kepadaku dirinya telah melupakan bayang-bayang gadis itu dalam pikiran jika sebenarnya ia sendiri masih memeluk gadis itu dalam hatinya.

Jadi sebenarnya aku hanyalah pelarian Kyuhyun dari Hyorin?

Pertanyaannya, mengapa Hyorin menelepon Kyuhyun dan mengajaknya bertemu apabila kenyataannya ia sudah tidak menyukai namja itu? Apa ia ingin menggoreskan luka yang lebih dalam lagi?

Aku tidak mengerti.

Kupikir ini semua salah. Seharusnya begitu hubungan itu berakhir, Kyuhyun harusnya mengakhiri perasaannya juga, namun ternyata ia malah memendamnya. Kelihatannya ia memang tidak benar-benar ingin melupakan perasaan itu.

Mereka tidak pernah tahu bahwa mereka telah melukaiku banyak.

Aku memang tidak pernah mengenal atau bahkan bertemu dengan Lee Hyorin, tapi aku benar-benar tidak menyukainya.

-oOo-

“Seberapa hebatnya dia?” tanyaku dengan dingin, sambil menatapnya sedatar mungkin. “Seberapa banyak kau mencintainya? Seberapa banyak kau menyukainya?”

Aku tidak tahu mengapa aku mengatakannya. Aku hanya ingin mengungkapkannya. Aku hanya ingin ia tahu seberapa sakitnya diriku.

“Mengapa kau seperti ini? Kau bilang akan menghapus semua tentangnya, tapi kenyataannya? Kalau itu semua adalah masa lalumu, kenapa kau tetap mempertahankannya?”

“…”

“Karena kau egois. Karena kau selalu berusaha menjadikan dirimu objek korban, tanpa kau sadari sikapmu itu menyakitiku. Kau pikir aku tidak tahu? Kau selalu tidak mendengarku ketika aku bicara, kau selalu menatap ke arah lain tiap kali aku berusaha menatapmu, kau tidak peduli padaku, begitu tepatnya.

“Apa kau bodoh?! Kau tahu Hyorin memutuskanmu! Lalu mengapa sampai sekarang kau masih memupuk perasaanmu?! Neo jinjja ppaboya!”

“Lalu mengapa kau mengatakan ‘suka’ padaku? Kau pikir perasaan itu permainan? Kau senang sekarang? Kau senang ketika Lee Hyorinmu itu kembali menghubungimu?! Tidak pernahkah kau berpikir, Kyuhyun-ah?”

“Tidak, tentu saja. Aku tidak pernah bertemu atau bahkan mengenal Hyorin, tapi aku benar-benar tidak menyukainya.”

“…”

“Sekarang, katakan saja, kau ingin apa? jika kau ingin mengakhiri semua ini, aku akan menerimanya. Itu lebih baik daripada kau mengatakan menyukaiku, namun pada kenyataannya kau masih mencinta—”

Aku hanya merasakan kedua lengannya mendekapku, dan rasanya sakit.

“Tolong… buat aku melupakannya…

“Buat aku mencintaimu melebihi cintaku padanya…”

Dan air mata itu berjatuhan begitu saja.

Ya, Kyuhyun-ah, kuharap aku bisa menggantikannya dari hatimu.

-f i n-

mwk’s note:

Annyeong~~

Tengah malem gini saya ngepost hihi ._.v Nih KyuYoung couple lagi, setelah tiga kali post Soo-EXO ._.v

Sebenernya ide ffnya dari IU – I Don’t Like Her yang saya jadiin backsound. Tapi kayaknya nih ff gak bisa disebut songfic karena saya ga cantumin lirik lagu atau apapun, lagian saya juga nganggepnya ini oneshot hehe.

Kenapa saya jadiin Hyorin orang ketiga? Buehehe, dulu pernah kan ada gosip Kyuhyun sama Hyorin? Inget gak? Kalo lupa yaudah, nasibmu aja-_-“

End-nya gaje ya? Kayak ffnya dong, random begete u.u

Udahlah, capek cuap-cuap mendingan tidur, sekarang udah jam 00.02 lho. Gara gara rp kan saya jadi ngalongers gini-_-

Udehlah, godd night semuanya!

Tinggalkan komentarmu dan TERIMA KASIH ^^

114 thoughts on “[Oneshoot] I Don’t Like Her

  1. chingu kayanya suka banget ya sama sad ending, haha. tapi aku ngga suka itu. yaa, walaupun ini bisa dibilang happy ending, tapi gantung dan ya begitulah. gomawo ffnya chingu ^^

    Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s