[Oneshot] I Think..


alone-girl-hair-lonely-sad

Title: I Think..

Author: @meydaawk

Casts:

-Choi Sooyoung

-Cho Kyuhyun

Genre: Sad, Romance

Length: Oneshot

Rating: Teenager

Backsound:

.

.

.

I think, all of it should be forgotten now

.

.

.

Sudah banyak waktu yang kita lalui bersama.

Seperti saat kau kehilangan ponselmu, yang ternyata tanpa sengaja terselip di tas sampingku ketika ritsletingnya terbuka dan kita berdempetan di bus; seperti saat kau kecelakaan lalu lintas, dan akulah yang melihatmu dan menjadi seseorang yang menemanimu sampai tiga belas jam selanjutnya; seperti saat kau patah hati dan bertemu denganku di danau; seperti saat-saat yang telah terlewat.

Kupikir hubungan kita sangat-sangat menyenangkan. Aku begitu bahagia bisa bersamamu, dan kuharap kau pun merasakan hal yang sama.

Tiga bulan berkenalan karena insiden-insiden menggelikan di atas, akhirnya kau mengakui bahwa kau menyukaiku. Dan aku begitu sadar bahwa diriku pun juga merasakan hal yang sama. Maka, jadilah hubungan kita seperti ini.

Aku senang ketika aku melihat senyummu, dan jantungku bisa langsung mencelos ketika tak sengaja aku melihat kau dengan perempuan lain. Oke, kuakui aku berlebihan. Aku sangat-sangat bersikap posesif (yang untungnya belum pernah kutunjukkan padamu), dan terkadang aku benci kelemahanku itu. Aku ingat ketika kita pergi makan malam bersama, dan kau tidak sengaja bertemu dengan salah satu mantan pacarmu. Kalian berbincang akrab, dan jujur saja aku merasa seakan-akan kau mengabaikanku.

Tidak hanya itu, aku juga tidak begitu suka ketika kau begitu sibuk, sehingga tidak punya waktu untuk sekedar bertemu denganku di tempat biasa. Atau sekedar menemaniku di rumah.

Aku tahu kelemahanku terlalu banyak, namun beruntung aku masih sanggup menutupinya darimu. Aku selalu menyimpannya, dan tetap menunjukkan senyum terbaikku untukmu, meskipun di dalam hatiku, berkata lain.

Benar, kau bisa menyebutku munafik. Aku sadar diri bahwa diriku memang seperti itu. Tapi setidaknya aku telah menahannya, aku telah memendamnya dalam-dalam darimu. Kau tahu untuk apa aku melakukannya?

Karena aku tidak ingin kehilangan kau.

Dulu kau pernah bilang bahwa kau tidak menyukai perempuan yang terlalu mengekangmu, dan aku sadar diri bahwa—jika aku menunjukkan keposesifanku—kau akan mengategorikan diriku masuk dalam seseorang yang mengekangmu. Dan aku tidak mau kehilanganmu.

Terlalu banyak waktu yang telah kita lewati, sadar tidak sadar, hubungan kita sudah berjalan selama dua tahun lebih empat bulan lima hari. Sudah cukup lama, bukan? Tapi kupikir tidak lama juga.

Karena kau telah mengakhirinya.

Ya, karena semuanya telah berakhir dengan tragisnya. Kupikir segalanya akan berjalan baik-baik saja. kupikir hubungan kita akan bertahan sampai nanti, sampai kita sama-sama dewasa dan aku membayangkan kau akan menikahiku. Tapi bukannya harapan itu terlalu tinggi?

Aku merasa begitu.

Tanpa sadar, menghitung hari sudah menjadi kebiasaanku. Aku menanti-nantikan tanggal-tanggal yang penting dalam hubungan kita. Tidak hanya hari jadi saja. aku mengingat dengan jelas kapan kita bertengkar, kapan kita kembali baikan, kapan kau bersikap sangat-sangat romantis sehingga hal itu menempel ketat dalam otakku. Aku mencatatnya dan melingkari kalender di kamarku.

Kalender sejak dua tahun yang lalu, masih ada sekarang, kau tahu. Aku menyimpannya untuk sekedar kubaca ketika perasaan terluka itu kembali menyerang. Asal kau tahu, semuanya cukup untuk meringankan bebanku.

Akal sehatku mengatakan ini konyol, bahwa kau bisa lepas dariku dan aku tidak. Bahwa kau bisa menempuh hidupmu yang baru—yang mungkin saja lebih menyenangkan—sedangkan aku masih terus terbayang dirimu. Aku tahu semuanya bodoh. Aku menyadari itu, namun hatiku tidak mau.

Hatiku masih tertuju padamu.

Kupikir aku masih tidak bisa melupakanmu, sehingga otakku mulai membayangkan hal-hal yang tidak masuk akal.

Aku.. membayangkan kita kembali. Dan karena kuatnya keinginan untuk kembali, aku berusaha menghubungimu. Aku mengirim pesan untukmu, dengan nomor ponselku yang baru. Ya, kau benar. Aku mengganti nomor ponselku hanya karena aku berusaha melupakannya. Lalu? Kenyataannya, aku sama sekali tidak bisa.

Saat itu kau membalas pesanku, bertanya siapa, dan maksudku mengiriminya pesan kosong.

Kau tahu, aku merasa sangat bahagia. Aku merasa dadaku terangkat dan cahaya terang menari-nari di dalam kepalaku.

Aku memutuskan untuk tidak mengaku.

Aku hanya bilang bahwa aku fans beratmu. Dan begitulah. Kita saling mengirim pesan, dan disitulah perasaan itu semakin menggilai diriku. Aku tidak tahan lagi.

Hingga suatu saat, akhirnya aku mengaku bahwa aku adalah mantan kekasihmu. Aku adalah Sooyoung yang kau putuskan saat itu. Kukira kau akan marah dan berhenti membalas pesanku. Tapi tidak. Kau bilang ‘oh, itu’ kemudian kita kembali seperti biasa.

Lambat laun, harapan itu sungguh besar. Aku tidak kuasa menahan keinginan untuk menanyakan bagaimana perasaanmu padaku. Dan kau bilang, ya.

Hanya dengan satu kata itu, kita kembali menjadi pasangan yang berbahagia. Tak terbayang kebahagiaanku, aku nyaris gila karena terlalu sering tersenyum dan harap-harap cemas menunggu pesanmu.

Dan kita bertemu lagi.

Dua bulan tidak pernah bertemu, semuanya terasa berbeda sekali. Kau telah jadi mahasiswa dan aku pun begitu. Bedanya, kampus kita tidak sama lagi. semuanya berjalan dengan menyenangkan. Kita kembali menjadi seseorang yang dekat dan keinginan agar waktu dihentikan sangat kuat.

Kita bahagia. Aku sungguh-sungguh senang. Kembali aku mengulang hal yang kulakukan selama dua tahun lebih berpacaran denganmu. Melingkari kalender, menuliskan hal-hal penting ketika bersamamu, dan lain-lain.

Aku semakin giat belajar, aku semakin sering tersenyum dan bekerja keras. Aku semakin sering merasa bahagia. Dan begitulah, kehidupanku terasa begitu sempurna. Tak henti kupanjatkan syukur kepada Tuhan, berterima kasih telah menciptakan kau sebagai kekasihku.

Setahun berlalu dengan sangat cepat, kuliahmu berjalan cepat juga karena kau memang jenius, Kyuhyun-ah. Sedangkan aku agak tertinggal di belakangmu. Kau mengambil Bisnis sedangkan aku mengambil Sastra, berlawanan sekali, bukan? Tapi nyatanya kita tetap cocok.

Keposesifanku perlahan kembali muncul setelah setahun kupendam erat-erat. Aku mulai mudah kesal kepadamu. Curiga kepadamu, dan lain-lain. Aku mulai merasa bahwa semuanya tidak baik-baik saja. kuharap itu hanya perasaanku, namun semuanya terjawab pada suatu siang yang cerah, ketika aku iseng pergi ke kampusmu.

Demi Tuhan, Cho Kyuhyun, berapa lama kau melakukan ini terhadapku?

Aku memang baru pertama kali masuk ke dalam kampusmu, mencarimu, berusaha bertemu denganmu. Namun tak pernah kusangka semuanya akan se-menyakitkan ini.

Kau punya yang lain, Kyuhyun-ah. Kau punya gadis itu, gadis yang jauh lebih dewasa dariku. Dan kau menduakanku.

Setahun hubungan ini berjalan, dan empat tahun lebih jika digabung dengan hubungan kita yang terdahulu, kau tega melakukan ini semua? Berduaan dengan gadis lain di belakangku?

Kupikir segalanya telah membaik. Kupikir anganku untuk memilikimu esok ketika dewasa akan tercapai. Namun setelah melihat itu semua, Tuhan, tak sanggup lidahku mengatakannya.

Sejak kapan gadis lain itu datang, Kyuhyun-ah? Apakah sejak dulu? Apakah akulah yang datang terlambat? Atau justru kau yang memang berniat menduakanku?

Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan selanjutnya. Aku hanya berbalik, berlari menuju gerbang keluar kampusmu dan mencari taksi. Aku hanya ingin pergi, kemana saja…

Malamnya, kau bersikap seperti biasa,seperti tidak ada masalah sama sekali. Mengirim pesan dan mengajakku makan malam. Tak kuasa aku menolaknya.

Kita duduk berhadapan. Kau dengan wajah menawanmu yang normal, memakai pakaian kasual yang sangat cocok dengan dirimu sendiri.

Kau menanyakan mengapa mataku sembap. Memangnya apa yang bisa kujawab, Kyuhyun-ah? Apakah aku dengan sebegitu gamblangnya akan mengatakan bahwa mataku telah melihatmu dengannya, dan hatiku tetap ingin memilikimu? Tidak, Kyuhyun-ah. Aku masih memiliki cukup harga diri untuk mempertahan martabatku.

Pembicaraan berjalan seperti biasanya, normal. Aku berusaha mengimbangimu, mengatakan sesuatu yang terdengar menyenangkan dan cocok.

Kau hanya tidak pernah menyadari itu, Kyuhyun-ah. Kau hanya tidak pernah berusaha menatapku, aku yang berusaha mati-matian terdengar dan terlihat pintar di hadapanmu, aku yang berusaha belajar mati-matian agar jenius sepertimu tidak malu memiliki kekasih yang tidak terlalu pintar sepertiku.

Nyatanya, matamu memang tak menatapku. Begitulah. Itulah inti dari segalanya.

Aku tidak tahu apakah aku akan segera menanyakan perihal gadis lain itu sekarang, di tengah pembicaraan seru kita. Tapi kupikir, aku memang harus segera mengatakannya, menemukan jalan terangnya kemudian pergi.

Kupikir, kau pasti akan lebih memilih gadis lain itu. Kau pasti tega merelakanku, demi gadis yang terlihat sangat dewasa itu. Ya, aku yakin itu.

Pahit mulutku ketika kata demi kata itu akhirnya keluar.

Kenapa kau melakukannya?”

Melakukan apa?”

Berdua, dengan gadis itu.”

Kemudian hening.

Aku tidak bisa memaksakan diriku untuk mengatakan sesuatu, karena kuyakin yang akan keluar dari mulutku justru pertanyaan-pertanyaan yang akan memojokkanmu. Aku masih ingat kau benci dipojokkan.

Tertawa getir. Hanya itulah yang dapat kulakukan meskipun air mata sudah mengembun begitu saja.

Kukira memang begitulah, kau memang sudah tidak bahagia bersamaku. Jadi… mungkin sekaranglah waktunya yang tepat untuk mengakhir—”

Aku tersenyum di dalam tangis. Tak sanggup lagi mulut ini melanjutkan.

-oOo-

Semuanya kembali berakhir.

Aku dan kau, kini benar-benar menempuh jalan masing-masing.

Kali ini, aku berpikir semuanya memang harus seperti ini. Kyuhyun tidak bahagia denganku, lalu, apalah yang bisa kulakukan untuk membuatnya bahagia?

Kali ini, aku benar-benar serius pergi. Aku akan mengusahakan diriku tetap di jalanku, tidak masuk ke jalanmu lagi dan mengganggumu. Aku akan berusaha bahagia dengan kemampuan membahagiakan diriku sendiri.

Kupikir Tuhan begitu baik telah menunjukkan semuanya. Sebelum terlalu terlambat sehingga aku tidak bisa lagi berpaling darimu.

Dan esoknya, aku melihat kau sedang bersama gadis yang lain lagi, gadis yang tampak lebih muda dariku. Gadis yang berbeda dari gadis lain yang kemarin.

Kupikir, semuanya memang harus ditimbun erat-erat sekarang.

 

-f i n-

MWK’s Note:

Annyeong~

Aku balik lagi nih, bareng Kyuhyun pula😄

Gimana sadnya? Aku bikin ini juga dua jam, baru aja jadi langsung edit poster gak karuan terus post deh hihi.

Komennya ya chingu, jangan lupa nanti aku ga semangat lagi bikin ff/?😄

Duh, padahal pengen bikin ff yang series, tapi idenya selalu mentok di oneshot, atau malah ficlet, atau lebih parah, drabble u.u

Kenapa malah curhat –“

Tinggalkan komentarmu dan Terima Kasih! ^^

-MEYDAAWK

 

 

 

 

89 thoughts on “[Oneshot] I Think..

    1. Haloo!
      Telat ya aku balesnya huhu… Tapi iyap Kyuhyun memang tipe tipe seperti itu huhu keuntungan punya wajah ganteng (apa)
      Makasih banyak udah baca dan komen!^^

      Like

  1. haduh, sad ending mulu. chingu ffnya kaya paling banyak sad ending ya, yang oneshoot –”
    chingu kalau mau cari yang beda jangan sad end jebal~
    sad ending itu rasanyaaa, aahhh ya begitulah. ada yang ganjel, haha. tapi gomawo ffnya!:)

    Like

  2. hiks😥
    kasian sooeon harus jatuh d lubang yg sama
    kyuppa jahat banget kenapa jadi cowo harus plin plan gtu..!!!

    #TerbawaEmosi

    chingu harus d bikin seq. ni,biar sooeon bahagia ^^

    Like

  3. Hwaaaaa (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) Bacanya bikin hati nyesek chingu. Kisah cinta Sooyoung bener2 mengharukan😦 Kasian Soo diduain sama Kyuppa. Oia, tapi sebenernya Kyu sengaja ato enggak sengaja sih jalan sama perempuan lain? Disini belum diceritain, ya soalnya bisa aja Kyu tuh sengaja, cuma mau nge-tes Sooyoung gitu *eeeh*
    Hebat ya, bisa bikin oneshoot dlm 2 jam. Ditunggu karya2 lainnya ya. Gomawo (•ˆ⌣ˆ•)

    Like

  4. okeoke lagi lagi sad. kyuhyun nya bisa dibilang playboy mungkin
    diakhir aku kira kyuhyun bakalan nyesel dan minta balik lagi ke sooyoung tp nyatanya enggak…………
    okee bagus bagus. seperti biasa cara penulisannya rapi dan muda dimengerti^^
    ditunggu ff yang baru ya meyda

    Like

  5. bingung mau komen apa
    yg jelas, siapapun yg ada di posisi soo eon sekarang pasti nyesek bgt
    daebak chingu🙂

    Like

  6. ku kira happy end nantinya krn udh balik ,, ternyata
    kyu oppa menduakan — kasian soo unnie ,, kyu oppa gk tau diri suka gt in soo unnie sm cwe’ lainnya

    Like

  7. aiiiissshhhh kyu nya koq gitu sih???kasian soo,,
    buatin sequel atau yg kyu pov dong saeng,,,penasaran ma perasaan kyu ke soo sih,,,,

    Like

  8. Yah.. Sad end.. Kyu oppa trnyta playboy.. Buat sequel donk. Buat kyu oppa menyesal krna sperti itu ke soo eon..

    Like

  9. Min, bisa ga ddilanjutin TT.TT
    Jangan suka di Oneshoot soalnya FF mimin bikin penasaran (?)
    Oh iya, FF Reflectionnya lanjutin dong! Penasaran sama jalab ceritanya ^w^)/

    Like

  10. Daebak !
    Kyuppa playboy -_- nyesek😦
    Pov soo eon aja, pngn tau dong kyuppanya kyk gmana prasaannya, adakah sequel chingu ?

    Like

  11. Kyu bener-bener tega bgt sama soo!
    Soo udah sabar-sabarin hatinya, masih aja di dua’in..
    Astaga kyu~
    ga punya perasaan iih😐

    Like

  12. Mwoya Ige!? Dasar kyu
    nappeun namja, playboy cap ikan asin.
    Tega2nya duain soo, ini soo jg trllu cnta ama kyu. .
    Hadehc. .
    Btuh sequel nie thor. .

    Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s