[Drabble] Broken


test

Broken

Written by bepimee (@meydawk)

Casts

CNBlue

Length Drabble || Genre Romance, Angst, Hurt-Comfort || Rating General

A/N:

This is CNBlue’s Drabble fiction. Short, with sad genre.

.

.

Now Playing: Changmin – I Have To Forget You

[Lee Jonghyun POV]

Terkadang aku berpikir, tidak adil rasanya mencintai seseorang yang tidak mencintaimu. Kau hanya bisa memandangnya saja, dan jiwamu berkata itu cukup untukmu, namun pada hakikatnya; kau tak pernah mau menerima itu saja.

Begitu pula aku. Ada suatu alasan mengapa aku terus menerus berharap ia akan menatapku kembali, tatkala aku tengah menatapnya. Selalu ada saja ada sesuatu yang tidak pada tempatnya ketika aku membiarkan sosoknya pergi menjauh, bahkan sebelum aku mengucapkan sesuatu kepadanya. Menarik kesimpulan, aku tengah jatuh cinta kepadanya.
Meski, setengah mustahil membuatnya balik menatapku.

Ini cinta, benarkah? Selalu ada saja tanya dalam hatiku kala sosok itu berkelibat di dalam pikirku, dan aku berpikir bahwa aku jatuh hati. Aku tak hanya menyukainya, aku mencintainya. Sesuatu yang konyol karena kau bahkan tiada tahu, dan aku tahu perasaan ini tak dapat lagi disebut hanya dengan ‘menyukai’.

Tak pernah ada keberanian tumbuh dalam diriku, diam-diam aku hanya menumpuknya dalam hati dan berharap suatu saat aku dapat menyatakannya kepadanya. Hanya memandanginya dari jauh, merasa iri ketika ia tengah tersenyum pada orang lain. Aku sakit. Dan tak kunjung menemukan penawarnya. Memantapkan hati, aku tetap tak berani. Ada sesuatu dalam sosoknya yang membuatku enggan. Dorongan rasa malu yang terlalu besar, aku tetap tak mau membuka mulut.

Hanya… sanggup mengetikkan pesanku untuknya. Dan tak mengirimkannya.

Akan ada suatu saat, dimana aku harus melangkah dan pergi melupakannya. Dimana aku dapat melambaikan tangan padanya dan menghilang.

****

Now Playing: CN Blue – Tearsdrop in The Rain

[Jung Yonghwa POV]

Tidak ada orang yang tahu. Bahkan kupikir tak ada yang bisa merasakan sesuatu itu. Memutuskan keinginanmu yang kau sendiri tahu sangat berat kau putuskan. Meninggalkan kenangan-kenangan yang mengusang. Sementara, kau sendiri enggan pergi.

Bersama musim dingin yang melaju tahun demi tahun, aku berusaha. Aku melihatmu, kita berpisah dan aku tak berusaha menggapaimu kembali. Aku tak tahu jalan apa yang akan gunakan untuk mencapai apa yang kuinginkan. Aku tak tahu akan jadi apa diriku ketika punggungmulah yang hanya bisa kulihat. Aku tak tahu mengapa ini terjadi dan mengapa kau mengatakan ini. Sungguh tak mengerti. Yang kutahu, di manapun diriku, aku ingin kau. Tapi aku tahu kau. Bersama bulir hujan yang menusuk, perasaanmu telah hilang. Dan aku berpikir rasanya tidak benar tetap memaksamu berada di sisiku. Dalam hujan, kuusap air mata. Kehilanganmu dan senyummu terasa begitu buruk. Entah mengapa, aku tak pernah merasakan ada sesuatu yang salah di antara kita. Tetapi kau ya. Kau bilang ada rasa terganggu ketika kita melangkah bersama. Kutanya mengapa dan kau bilang, “itu tanda agar semuanya berakhir.” Tersentak, hanya sanggup memandangmu dan perlahan air mata mengalir, tapi kau tak pernah tahu betapa sakitnya. Karena kau telah pergi dan menjemput hidup barumu yang lebih dalam segala bidang.

Karena aku mencintaimu, dan aku tahu bahwa kau tidak merasakan hal yang sama.

****

Now Playing: B.A.P – It’s All Lies

[Lee Jungshin POV]

Rasanya menyedihkan melihatmu terluka di depanku sementara yang kulakukan hanya berlalu. Kukatakan, aku tak cinta. Aku tak menemukan sesuatu menyenangkan dalam dirimu. Justru, aku menyesal telah mengenalmu. Tapi pada kenyataannya, aku menyesal telah melepaskanmu.

Kebohongan-kebohongan mengalir dari ucapanku dengan begitu cepatnya, tanpa sanggup kutahan dengan lebih dan aku tak kuasa. Mengapa tak kau hentikan aku? Mengapa kau tak menyadari bahwa sesungguhnya semuanya adalah ucapan dari mulutku, dengan keyakinan bahwa mulut dapat berkata tidak benar?

Jika kau menoleh untuk terakhir kalinya, aku akan berlari ke arahmu dan menangis. Karena aku terluka. Kita sama-sama terluka.

Ini salahku. Kebodohanku mengapa tak bisa mempertahankan dirimu. Kesalahanku mengapa ada seseorang yang lebih baik dariku, yang juga mencintaimu. Kau tidak akan menjadi apa-apa apabila bersamaku. Kau hanya akan memburuk karena kehadiranku. Tetapi seseorang itu lebih baik dariku dan mau tak mau, kupaksa hatiku mengatakannya. Tak kunjung menemukan kelegaan ketika kau pergi, aku hanya merasa bahwa aku terluka dan bahwa semua kebahagiaanku tertarik pergi oleh gravitasi entah apa. Ukiran senyummu dalam otakku serasa melemah begitu saja, terganti oleh kenyataan bahwa tangismulah yang tercipta untukku dan aku merasa kecewa akan itu.

Karena semuanya hanya ucapanku saja dan aku tahu, itu bukanlah kenyataannya.

Karena pada kenyataannya, bayangmu telah hilang dari genggaman.

***

Now Playing: Kang Minhyuk – Star

[Kang Minhyuk POV]

Malam bergulir dan aku menatapmu di sana. Kau bersinar dan tampak anggun dalam senyummu. Kau tidak sendirian. Kau punya banyak teman dan aku senang melihatmu bahagia. Seperti tabuhan dadaku yang mengencang kala kau menatapku, tetap ketika aku juga melakukan hal yang sama. Kau tidak mengatakan sesuatu dan hanya tersenyum dengan kaku. Aku ingin membalasmu, tetapi seseorang di sampingmu telah menarik lenganmu dan mengajakmu pergi. Mengapa itu bukan aku? Paling tidak, aku tak akan mengekangmu dengan kenyataan bahwa kau bukanlah orang yang senang ditahan. Terlalu banyak hal tentangmu yang kuketahui, tapi sejatinya; kau bahkan tak tahu siapa diriku.

Tinggalah aku sendirian menatap kosong. Tetapi, hatiku beribu kali lebih kosong ketika aku tahu kau tidak dapat kudapatkan. Anganku berusaha mencapaimu namun kau terasa tak tersentuh dan aku terluka. Senyummu terasa menusukku dan aku berpikir ini tak adil. Aku masih berdiri di sini, tetapi kau telah menghilang. Kenyataan menghujamku dan aku memejamkan mata. Pada akhirnya, hatiku hancur dan terbebani. Bahwa aku mencintai sang Bintang sementara diriku bagai batu di bumi. Di mataku, kau mungkin Bintang. Tetapi di matamu, aku kasat. Aku seolah tak ada dan aku tak tahu mengapa ini terasa begitu tak adil.

Bintang di langit boleh saja jatuh, tapi aku tahu; bintang dalam dirimu takkan pernah jatuh dalam pelukku.

Menekan dada, aku beranjak pergi. Good bye, Star.

THE END

.

.

.

A/N:

Halo! Aku gak tahu kenapa post kek
ginian. Aku gak pernah niat bikin ini sebenernya. Dan ini keluar dari otakku begitu aja😄
Sebenernya udah selesai sejak lama tapi baru sempet post sekarang karena ini bikinnya di HP-ku dan app wordpress buat hp tentu gak selengkap wordpress di pc, dan kalo aku post dari HP hasilnya pasti gak rapi karna baris-barisnya jadi gak beraturan dan serius, aku sebagai yang bikin aja pusing bacanya apalagi kamu HAHA

Dan iya aku tahu ini pendek pake banget, apalagi dengan ceritanya yang kadang gak sesuai dengan lagu yang jadi Now Playing-nya karena aku sendiri gak begitu jelas sama artinya (kecuali untuk It’s All Lies dan Teardrops in The Rain) tapi karena aku bikinnya sambil dengerin lagu itu dan menurut feelingku, judul sama cerita yang aku bikin itu cocok dikit, maka jadilah😄
Aku bakal seneng banget kalo ada yang baca dan terlebih ngasih komentar buat ini ehehehe😄

Thanks and see u next time ><

2 thoughts on “[Drabble] Broken

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s