[Ficlet] EMPTY


duj

Untuk apa pula aku berdiri di sini dan menyaksikan pasangan tua itu berseteru.

.

.

E M P T Y

Written by Bepimee

Feat. [Beast] Yoon Doojoon

Genre Mystery | Rating Teenager | Duration 372 words.

©2014.


Kesan pertama yang kudapatkan selepas pengamatan habis-habisan ruang kamar yang baru saja kutemukan ini adalah, bahwa ruangan ini baru saja ditinggalkan. Tahu, ‘kan, ruangan yang masih bagus tapi tidak terpakai lagi karena sebab-sebab yang tidak ada habisnya; lagi pula, tidak penting juga aku menyertakan alasan-alasannya di sini.

Seharusnya aku mengenali ruang ini, di setiap inci sentuhan minimalisnya, atau gurat cat yang tanpa sengaja tertumpah atau kelebihan. Tapi mau bagaimana pun, itu bukan urusanku lagi. Maksudku, itu tidak lagi penting bagiku, atau bahkan khalayak ramai.

Sekarang aku duduk nangkring di salah satu kursi tuanya, menumpukan berat tubuhku di atasnya dan bertingkah seperti seorang bos besar, sebelum seorang wanita yang agaknya mengalami kegilaan menyeruak masuk ke dalam dan meneriakkan sesuatu seperti tengah mengusir setan.

“Pergi! Kau sudah ditimbun!” teriaknya ke segala arah sembari mengacung-acungkan segebung lidi.

Aku tidak mengerti apa yang tengah diteriakkan wanita itu, tapi tetap saja aku bangkit dan memandanginya dalam jarak dua meter saja.

Kemudian pintu kembali terbuka dan pria paruh baya lainnya berlari masuk, mimiknya seakan frustasi akan keadaan. Aku tak ragu kalau-kalau pria itu bakal berakhir bunuh diri dalam waktu dekat. Pria itu menarik wanita gila tadi dan memeluknya—romansa di hari tua. Aku menyengir, menahan diri untuk tidak merusak momen.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya pria tadi setelah kondisi sudah dalam jangkauan. “Ayo kita keluar.”

Sebaliknya, wanita itu makin membabi buta dan menunjuk ke segala penjuru ruangan sempit ini, sebelum akhirnya berbisik lemah di dada pria tadi.

“Dia di sini, anak kita berada di sini..”

Pria tadi tersenyum maklum, “Doojoon? Doojoon? Kau di sini?” panggilnya sebelum menoleh kembali dan menggeleng. “Tidak ada apa-apa di sini. Kau yang bilang sendiri Doojoon sudah ditimbun.”

Apa maksudnya? Aku tidak memahami jalan pikiran mereka. Aku berdiri di sini dan mereka tidak menganggapku ada? Benar-benar…

“Tapi aku merasakan kehadirannya, aku tahu dia di sini dan mendengar semuanya!” sergah wanita itu garang. “Sekarang pasti dia sedang lapar. Tidak seharusnya aku berdiri di sini, aku akan segera kembali, Doojoon-a, aku akan membawakanmu banyak makanan.”

“Mina, sudahlah. Doojoon sudah pergi. Baru dua hari yang lalu kita pergi ke pemakamannya..”

Tunggu sebentar, sepertinya aku kenal nama itu.

Kemudian aku sadar.

Oh, tentu saja. Doojoon itu namaku.

Padahal aku masih muda, bagaimana aku bisa melupakannya, ya? Dan juga, mengapa pula nama anak pasangan tua ini sama denganku?

..End.

Hellaw!

Bikin pas kena WB dan ini niatnya pengen dibikin horor-misteri tapi kayaknya gak ada misteri sama horornya sama sekali ya? Hehehehehehehehehehehehe (ngakak udah). Jadi udah tahu kan kalo Dujun itu udah mati ehehehet gak tahu kok aku bisa dapet ide ini waktu ngetik di depan laptop dan meneguhkan hati pengen pake Dujun😄

(btw lagi kesengsem sama Dujun nih.)

Okeeee cuman segitu aja deh.

Thanks for reading, review, maybe?😉

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s