[Ficlet] But She Remained


https://ffevilcouple.files.wordpress.com/2014/12/c8a5c-teen_top_missing_teaser_chunji_1.jpg?w=661&h=377

Ia bilang realita adalah tempat di mana aku berpijak saat tidak dalam pengaruh obat. Kutebak, ia telah salah.

.

But She Remained

Written by Stxllar

[Teen Top] Lee Chanhee feat. [OC] Eileen

Surrealism, Angst; Teenager; Ficlet.


“Buang itu!” terdengar membahana seperti petir yang mengiringi turunnya hujan, untuk, well, ketiga kalinya.

Usaha yang bagus. Dan kali ini, Eileen cukup sabar menanggapiku—meskipun sama seperti tahun-tahun yang lalu, percuma. Dia tahu aku pun tahu, bahwa aku tidak akan pernah menghentikan diriku sendiri melahap pil-pil yang dikategorikan Eileen sebagai penanda dosa dan yang kuanggap sebagai jalan untuk kenyataan.

Siapa tahu membuat seseorang mengerti itu sangat sulit? Maksudku, Eileen bisa saja meninggalkanku sendiri. Pergi sejauh-jauhnya ketika aku berada di tengah perjalananku menuju kenyataan, dan berusaha tidak memikirkanku. Apa sulitnya? Toh kami berdua tahu dengan jelas bahwa akan sangat sulit untukku berhenti. Karena, well, aku tidak ingin terus berada di tempat fiksional itu—yang kubutuhkan adalah realita. Dan maksudku, realita yang benar-benar nyata.

Tapi ternyata, like a good girlfriend, she is—dia tidak mengacuhkanku.

Aku pernah menyarankannya untuk ikut meneguk obat itu bersamaku, tapi Eileen menolaknya. Dia bilang, dia tidak ingin lepas dari kontrol karena, aku mengutipnya, “dia ingin menjagaku”.

Meskipun harusnya akulah yang menjaganya.

Screw it up, Eileen! Aku tetap akan memakannya.” Tukasku.

Eileen menggumamkan kalimat yang kedengaran seperti, tolong, kumohon, hentikan—yang sayup-sayup kudengar saat aku tiba di tujuan.

Aku tak lagi melihat Eileen seperti Eileen. Dan aku tidak melihat diriku seperti diriku, Lee Chan Hee yang dungu. Mendadak, duniaku berjumpalitan. Lantas posisi kamarku berubah—catnya, perabotannya, lantainya yang dipenuhi pakaian kotor, dan aku tersenyum senang.

Terhuyung aku menyibak tirai, angin segar menampar lembut pipiku beriringan dengan ayunan gorden akibat sepoi udara musim gugur. Langit sore yang gemerlap diselimuti jingga matahari yang hendak tenggelam, dan aku tahu aku telah tiba.

Harusnya kuyakinkan Eileen untuk menyantap apa yang kusantap, sehingga ia pun bisa ikut menjadi saksi kelamnya hidupnya, kelamnya hidupku sebelum aku menyadari tipu daya yang diterapkan dunia. Kali pertama aku menyadarinya, hidupku berada dalam ambang keruntuhan; saham yang anjlok, Ayah gila harta yang menemui ajal; Ibu yang terkubur enam meter di bawah kakiku; dan Eileen—Eileen yang terlalu bebal.

Eileen mencintaiku, aku pun. Namun ia bersikeras bahwa menikmati indahnya kehidupan adalah hal yang salah—dengan cara melarangku menikmati pil-pil itu. Ia bilang realita adalah tempat di mana aku berpijak saat tidak dalam pengaruh obat, namun tentu saja kutolak opininya itu. Eileen telah lupa berapa kali ia berputar. Tepatnya, Eileen tidak tahu berapa kali ia muncul dengan kegelapan menyelubunginya di realitaku.

Aku tahu ada yang salah ketika Eileen versi dua—dirinya yang ada dalam realitaku—menghampiri, mengatakan bahwa ia senang aku di sini, namun bukan berarti aku mempercayainya. Eileen punya sesuatu yang kukenal baik, sesuatu yang menguar dari sisi tubuhnya yang tak lain adalah penderitaan. Itu takdirnya. Namun Eileen versi gelap tidak, ia memancarkan kebahagiaan namun rautnya sayu, tak punya semangat hidup.

Ada dua Eileen yang kukenal. Dan yang kucinta hanya ada dalam hidup fiksiku, hidupku tanpa obat itu. Maka kuputuskan, aku takkan meninggalkan dunia fiksi itu untuk menjemput realita sebelum Eileen ada bersamaku. Dan oleh karena itu, Eileen versi dua yang gelap akan tetap ada, menungguku untuk ia goda.

Sayangnya, semakin hari, pancaran kegelapan itu semakin redup dan Eileen versi dua nyaris mirip dengan Eileen versi satu, Eileen yang kucinta.

Aku khawatir suatu saat nanti aku tak lagi mampu membedakan keduanya.

Oleh karena itu, selagi cahaya matahari yang semakin lama semakin redup menerangi, aku mengambil tindakan. Kuraih sebuah bilah besi tipis yang memantulkan sinar, dan melemparkannya tepat ke arah Eileen.

Tanpa sempat mengelak, pisau dapur itu menancap indah di dadanya.

Dengan begini, Eileen versi gelap tidak akan sempat merayuku lagi, dan dengan begini pula, aku bisa dengan lega kembali ke realita. Kutenggak arsenik yang telah kusiapkan sembari tersenyum lebar, menggandeng lengan Eileen yang sedingin salju, membawanya menemui kenyataan.

“Selamat datang di realita, Eileen.”

 end.

281214: 22.49

Hai-hai!

Oke, ini pertama kalinya bawa sureal sebagai tema dan aku tahu ini absurd sangat (ngaku deh ini juga keluar dari plot cerita.)😦 Ini juga buatnya setengah-setengah, jadi malam ini karena aku lagi gabut parah akhirnya mutusin untuk lanjut deh! Ehe ehe. Karena dibuat berdasarkan waktu yang berbeda itulah makanya bahasa aku aneh sangat jadi agak njengklang separuh (lol i dont even know what njengklang means but I just feel like that njengklang thing is perfect to describe about my condition right now). -_-

Intinya ya seperti itu, dan soal aku sok bawa-bawa cast baru adalah karena:

1. Chunji itu ganteng, ya, 2. Duh selain ganteng imut lagi, 3. Tema outfit dia di Missing kayaknya cocok nih sama psycho thing-y, 4. Eksperimen sekali-kali gitu, Mey! Kreatif dikit nyari tokoh, 5. Because waktu aku bikin ini, aku lagi madly in love with Teen Top and head over heels with Chan Hee😦

Hihihihi abaikan ocehanku tadi dan makasih banyak buat kamu yang baca! Boleh minta komentarnya?🙂

p.s. ada beberapa komentar masuk dan belom aku bales dan baca.😦 I feel really bad but it just because I don’t feel okay right now, I can’t even doing basa-basi thing and sure, I don’t want to reply your comment with this mood and hurt yout feeling because my reply would be really short or doesn’t nyambung. Okay I’m sorry I will do my best other time please don’t get mad and think that I’m bitchy Author who always wants a comment but never reply that.😦

p.p.s. I changed my username again, from MeydaaWk > Bepimee > Authumnder > Stxllar (Btw, it reads stellar, it means stars hehe). Sorry for spamming, xoxo!

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s