[iKon] Chasing You = Fairytale


ikon

Naksir pada Kim Hanbin mungkin patut dimasukkan dalam daftar kebahagiaan yang tidak mungkin.

.

.

[iKon] Kim Hanbin & [OC] Clover

Genre: Fluff-AU | Rating: Teenager, General | Length: 600 words.

Presented by Stxllar.


Kamu tahu tidak bagaimana campur-aduknya perasaanmu ketika kau ingin menyelesaikan sesuatu, tapi tak bisa?

Benar. Rasanya menyebalkan dan mengesalkan, seperti saat kau makan daging dan setiris daging itu terselip di sela gigimu–sampai kau begitu benci untuk sekedar melirik masalah itu.

Hanya saja, dalam hal ini, masalah-tak-terselesaikan Clover adalah sesuatu yang hidup, bernapas, bergerak, dan sewaktu-waktu bisa menghampiri Clover, mengatakan hal-hal nonsense yang membuat harapannya naik, lantas terhenti di tengah jalan; kehilangan udara dan membuat harapan itu tergantung tanggung, ke langit tidak, ke bumi juga tidak.

Jatuh cinta pada orang yang tidak tepat memang menyebalkan. Apalagi karena Kim Hanbin terlalu benar untuk dijatuhi cinta. Sampai Clover tak mampu mengelompokkan Hanbin ke dalam cinta-yang-salah (alasan mengapa Clover menyebutnya ‘jatuh cinta pada orang yang tidak tepat’ bukannya ‘jatuh cinta pada orang yang salah’).

Tapi hentikan saja pikiran-pikiran ini! Clover menangis dalam hati sewaktu ekor matanya menangkap langkah-langkah cowok yang sedari tadi berenang dalam pikirannya mendekat.

Bunuh saja aku!

“Hai, Clo.”

Uhm. Oke. Hanbin jelas menyapa semua orang dengan keceriaan dan nada yang sama. Tidak ada satu pun hal yang mampu mengindikasikan rasa suka/ketertarikan.

“Oh, hai, Hanbin.”

Selesai menyahut, Clover buru-buru menenggelamkan diri ke dalam novel yang tengah ditekuninya. Ia enggan berurusan dengan Hanbin lagi, tentu saja.

“Novelnya bagus sekali, ya?” Tragisnya, Hanbin justru duduk di depan bangku Clover dan memandangi cewek itu, serta berusaha merajut konversasi.

Ah, yang benar saja, buru-buru Clover menyanggah. Kim Hanbin ‘kan suka penasaran terhadap banyak hal; mungkin kali ini ia tengah penasaran dengan novel Clover.

“Yap.” Bisakah kau menyingkir sekarang?

“Apa temanya?”

Waduh, Kim Hanbin! Kau ini bodoh atau apa?! Clover melolong penuh kepedihan–diam-diam memasang raut hampir-menangis.

“Eh, temanya, temanya itu… Kancil tidak tahu diri yang tidak mau pergi walau sudah diusir lewat kode!”

Clover sukses terjerembap ke dalam lembah kebodohan. Dan juga, rasa malu. Ia lagi-lagi menuduk, menyumpah dalam hati dan bertanya-tanya mengapa Hanbin tak kunjung pergi.

Namun, Hanbin di seberang justru terbahak-bahak. Matanya hilang, rambut hitamnya bergerak sedikit terkena sapuan angin dan goncangan tubuh. Kok Clover bisa sedetail itu menjelaskannya?!

Tuh, ‘kan! Karena Hanbin, proses lupakan-saja-dia Clover jadi putar haluan, kembali ke 0%.

“Dari judulnya dan halaman sampulnya tidak ada tanda-tanda kancil, tuh.” Hanbin menyahuti, selepas puas tertawa. Lantas ia mengubah mimiknya menjadi lebih serius. “Atau kau ingin mengusirku.”

Ya, iyalah! “Eh, tidak. Untuk apa aku melakukannya. He he.” Clover tertawa kering.

“Sungguhan nih, Clo, kau tidak suka aku duduk di sini dan mengajakmu mengobrol?”

Duh. Kalau mengikuti kata hati, Clover jelas akan menggeleng cepat-cepat, sambil meneriakkan ‘kau gila ya?!‘. Namun, bukannya ini kesempatan bagus? Hanbin tidak akan mengganggunya lagi dan otomatis, proses lupakan-apa-yang-tak-bisa-kau-raih itu akan berjalan sukses.

Mungkin.

Tetap saja, kalau kau naksir cowok dan cowok itu bertanya apa kau suka ngobrol dengannya, apa kau akan menjawab ‘tidak’ dan biarkan dia tinggalkan kau? Big no no, bagi Clover. Jadi dia mengatakan, “Tidak, kok. Aku oke-oke saja. Memangnya kenapa sih kok kau tanya itu?” dengan lengkungan bibir yang boleh dikata terlalu lebar.

“Baguslah.” Hanbin tampak lega. (Ah, paling hanya pandangan Clover saja, kok). Sedetik kemudian, Hanbin merogoh saku celananya, meninggalkan Clover dengan kerutan di kening dan mata yang menyipit. Lantas, Hanbin mengeluarkan dan meletakkan sesuatu di hadapan Clover.

“Ini tiket konser iKon, kau tahu, ‘kan, grupku? Aku harap kau datang lalu sehabis itu kita bisa pergi ke kafe dan aku bisa jadi teman mengobrolmu. Aku tidak akan mungkin mengatakan ini kalau kau tidak menganggapku teman mengobrol yang menyenangkan.”

Ini… benar-benar keluar dari mulut Hanbin, ‘kan…? Dan tiket konser itu juga, ‘kan….?

“Jadi, Clover, pastikan kau datang, oke? Aku akan marah kalau kau tidak ada di bangku penonton!”

Well, mungkin menyukai Hanbin bukan sepenuhnya khayalan…

-e n d-

Finished: February, 22, 21:25.

2 thoughts on “[iKon] Chasing You = Fairytale

  1. KUCINTA HANBIN DAN KUCINTA TULISANMU. APALAGI INI KEALAMAAN SENDIRI. ATULAH BAGUS MEY, DIKSINYA OKE. Kayaknya marathon baca fiksi kamu oke deh, nabil lagi wb sih

    Like

    1. AKU JUGA CINTA HANBIN BIL! Padahal bukan bias😦 tapi minta dilirik sangat😦 harus😦 gimana😦
      HAH diksinya oke apaan WKWKWK fic ini tuh, delu banget gak sih???? hahaha tapi makasih banyak huhu aku masih hebring sendiri dapet notif banyak xD moga cepet sembuh wb-nya ya bil!

      Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s