Thrown Hearts


https://indofanfictionsarts.files.wordpress.com/2015/09/thrown-hearts-authumnder.jpg?w=924

First, he threw her letter. Second, he took it again. Third, she took the wrong decision. Fourth, well… a long explanation and a bunch of flowers are what they need.

xxx

a ficlet-mix by Authumnder.

featuring CLC’s Yujin x 17’s Wonwoo

rrating teenager | length ficlet | genre fluff-au, school-life!

this cute poster made by Kryzelnut at IFA


 Ficlet #1: Thrown Letter.

“Wonwoo, surat itu mau kamu buang?”

Pertanyaan Choi Yujin yang bangkunya terletak tepat di samping tong sampah menghentikan pergerakanku. Kutoleh dia, yang sekarang tengah mengerutkan keningnya padaku. “Memang kenapa?”

Dia menelan ludahnya gugup, entah karena apa. “Kelihatannya seperti surat cinta, benar?” tanyanya.

Aku mengangguk. Sebenarnya tak tega membuang surat cinta ini begitu saja, tapi lama kelamaan jengkel juga diteror surat anonim beginian. Makanya, hari ini kuputuskan membuang surat kelima belas itu.

“Terus.. mau kamu buang begitu saja?” Kali ini, alis Yujin ikut-ikutan naik.

“Iyalah.” Aku melempar amplop itu ke tong bersamaan dengan Yujin yang bangkit berdiri.

Dia memelototiku, meraih kembali surat itu dari dasar tong, mengacungkannya di depan mataku sembari berseru. “Hei, Jeon Wonwoo, berbuatlah baik, biar berkurang satu bajingan di dunia ini!”

Selepas itu, dia berbalik pergi keluar kelas, meninggalkanku dengan seribu tanya.

***

Ficlet #2: Thrown Rejection.

Kenapa aku mengatakannya keras-keras?!

Sedetik setelah kalimat itu meluncur keluar dari mulutku, aku segera tahu aku akan segera menyesalinya. Aduh, Choi Yujin, kenapa sih kamu nekat menjeritkannya pada Wonwoo?! Terus kenapa kalau dia tidak mengira surat cinta kirimanmu yang tak bernama itu bermakna? Toh, salahmu sendiri terlalu takut mengatakannya langsung!

Aku makin menyesali keputusanku itu. Terus sekarang aku harus ke mana? Tidak mungkin ‘kan kalau aku kembali lagi ke kelas dengan Wonwoo di dalamnya? Mau ditaruh di mana mukaku!

Oi, Yujin!”

Jangan menoleh. Kamu tahu benar siapa yang barusan menjeritkannya.

Dasar kepala edan, sekarang mataku justru sudah menangkap gerak-gerik Jeon Wonwoo yang tengah berlari menyeberangi lapangan.

Terus sekarang gimana?! Diam saja atau lari lagi?!

Sebelum aku berhasil mengambil keputusan, Wonwoo sudah sampai di hadapanku, ngos-ngosan, sambil menunduk memegangi tempurung lututnya. Kayaknya jarak lapangan sama kelas nggak sejauh itu, deh!

“Surat itu—jadi kamu yang kirim?” tanya Wonwoo. Rambutnya yang hitam cemerlang jadi berantakan setelah aktivitas lari-lari tidak jelas akibat mengejarku. (Jangan bilang siapapun, tapi menyadari kalau Wonwoo rela membuang-buang waktunya untuk mengejarku membuat kakiku berubah jadi jeli.)

“Siapa bilang itu aku yang kirim?” Aku mengelak. Enggak banget kalau harus mengakui ini ke Wonwoo. Apalagi dengan kenyataan kalau dia akan segera menolakku. “Aku ‘kan bilang begitu gara-gara aku sebal masa kamu tega buang begitu saja surat yang aku buat—” BARUSAN AKU BILANG APA? “—eh, ENGGAK! Maksudnya yang cewek lain buat—”

Dia memotong ucapanku dengan kalimat pendek yang super-duper mengerikan efeknya.

“Aku mau, kok, jadi pacarmu.”

***

Ficlet #3: Thrown Feelings.

“Wonwoo, sebenarnya kamu memang suka sama aku enggak, sih?”

Sosok di depanku justru mengedipkan matanya ke arahku. Sekali, dua kali. Tetap saja, tidak ada jawaban keluar dari mulutnya. Mungkin dia bingung harus menjawab apa. Mungkin keinginannya terbelah antara mengatakan yang sejujurnya atau berbohong lagi mengenai perasaannya.

Kesenyapannya itu membuatku tersadar. Ternyata omongan teman-temanku benar.

Aku menarik napas, memandang cowok di depanku ini sekilas. Celaka sekali, karena begitu mataku menimpa matanya, aku tidak bisa memikirkan hal lain kecuali menyentakkannya, memintanya untuk berbohong sekali lagi supaya dia bisa tetap jadi milikku.

Saat-saat seperti ini membuatku tidak heran kalau ada orang yang memakai ilmu sihir untuk menarik perhatian lawan jenis. Soalnya, kalau boleh dan tahu caranya, aku pasti sudah merapalkan mantra ‘cinta’ ke Wonwoo sedari dulu. Sayang sekali mantra begituan biasanya tidak tahan lama. (Kubaca dari novel Bras & Broomstick, mana kutahu kenyataannya yang bagaimana).

“Kamu enggak suka aku, ‘kan?” aku bertanya sekali lagi.

Akhirnya, dia membuka mulutnya. “Choi Yujin—”

Sialnya, bukan itu yang kepingin telingaku dengar.

“Ya sudahlah, Woo, kalau kamu memang enggak suka sama aku, buat apa coba diterusin?” Aku mengedikkan bahu, berlagak seolah-olah mengakhiri hubungan kami yang sudah berjalan tiga minggu ini bukan apa-apa bagiku.

Kukira mendengar apa yang barusan kukatakan bisa membuat Wonwoo bicara, atau paling tidak mengubah ekspresinya. Ternyata, dia masih tetap setia dengan ekspresi datar serta bibir terkatup rapatnya. Ini, mendorongku untuk bersikap lebih berani—dan lebih adil padanya pula—maka kukatakan,

“Jeon Wonwoo, ayo putus.”

***

Ficlet #4: Accepted Flowers.

“Aku enggak mau,” ucapanku ini sepertinya berhasil menyedot seluruh perhatian dari wajah cewek di depanku, yang barusan bilang kalau dia menginginkan ‘putus’ karena—katanya—aku tak suka padanya.

Gelagapan, Choi Yujin ini membuka matanya lebar-lebar. “Pardon?”

“Aku. Tidak. Mau. Putus. Titik.”

Lho.. kenapa?” tanyanya balik. Kerutan di keningnya bertambah, membuatku tergoda untuk memberitahunya fakta mengenai keriput yang tercipta karena terlalu sering mengernyitkan dahi. “’Kan.., kamu enggak suka aku?”

Aku kepingin ketawa keras-keras saat itu juga. Karena Choi Yujin si ketua kelas yang biasanya selalu terlihat menguasai dirinya, kali ini terlihat seperti manusia yang dicekoki berkeping-keping beling.

“Siapa bilang sih, aku enggak suka kamu?”

Oke, bohong kalau kubilang aku naksir padanya semenjak dulu, sebelum dia berteriak di mukaku mengenai ke-bajingan-ku yang tampaknya tidak bisa ia tolerir lebih jauh. Tapi, kalau kubilang aku suka pada seseorang, aku tidak main-main. Jeon Wonwoo ini bukan playboy kelas kakap yang mengendari motor besar untuk gaya-gayaan, atau berganti pacar seminggu minimal dua kali. Kalau kubilang suka, maka aku suka. Entah rasa sukanya sekecil apapun, kalau namanya suka ya tetap suka. Sesimpel itu.

Tapi, para cewek memang berbeda.

Buktinya, sekarang Choi Yujin justru terdiam dengan raut tertekuk.

Aku menghela napas. Tampaknya, penjelasan panjang yang super-duper jelas dibutuhkan saat ini dan, oh!—kusodorkan setangkai mawar yang kupotong secara paksa dari kebun sekolah dengan gunting pinjaman ke arah Yujin.

“Aku suka padamu. Mau jadi pacarku?”

end.

Finished: 19:04/23/09/2015

(a/n): Another crackpair! Oke maaafff banget bikin cerita beginian, cuman aku lagi kepingin bikin ficlet-mix atau drabble-mix (aslinya aku pengen pake cast yang berbeda tiap-tiap ficletnya tapi berhubung dari dulu aku juga pengen bikin cerita lengkap dari jatuh cinta-patah hati-move on gitu-gitu maka jadilah pake satu couple utama hehehehehehe). Terus-terus, aku masangin couple ini juga bukan karena momen-momen dari video fancam di YouTube gitu HEHE cuman karena srek aja lihat foto mereka berdua. (IYA CUMAN FOTO) (AKU TAHU AKU SOTOY) (TAPI BIARIN LAH ORANG MEREKA SE-LINE) (LAH TERUS HUBUNGANNYA APAAN). X’D

Terus maaf juga buat cerita terakhirnya yang maksaaaaaaaaaaaaaa banget. Aslinya pengen dimandekin di ficlet ketiga tapi kasian ya Allah masa mau di sad-ending-in :’) biarlah kisahku sama choi seung cheol aja yang sad ending. ANYWAY, itu kata-kata berbuatlah baik, biar bajingan berkurang satu itu dari guruku PKN yang katanya pernah ditulisin kalimat begituan di bukunya sama cewek :’)

Thank you for reading this sh!t, please kindly leave your comment.❤

bonus: piktur receh mereka.

150607 코엑스 Signing ( cr : 19960812.com ) 150607 코엑스 Signing ( cr : 19960812.com )

h

3 thoughts on “Thrown Hearts

  1. Buat pict terakhir aku fokus ke Dino yang ke blur *Dino kan itu/?*

    Wonwoo oppaaa *kenapa coba aku*. Bang Wonwoo yang akhirnya dapet pacar setelah gebetannya di ambil sama Seung cheol -terinspirasi dari MV Manse-
    Alhamdulillah *loh*
    Boleh dong yang dikasih bunganya aku aja, nggak papa kok bunga dari hasil colongan *tuing tuing ke Wonwoo*

    Udah ah ngerusuhnya..
    Ppyong🙂

    Like

    1. Halohalo!! iya itu di depan dino, lah aku ngecek malah salah fokus ke bapak-bapak yg pake topi :’D OH JADI GEBETANNYA wonwoo tuh aku ya kan aku pacarnya seungcheol (lah ngarep) :’D
      aihaih makasih banyak loh udah nyempetin mampir ke sini ehehehe😄

      Like

  2. haghaghag ~ btw mey, ciri khas kamu tuh emang suka pakai bahasa gaul ala cerpen tabloid gitu ya hehehe…, tapi bagus jadi kesan teenager-nya ngefeel😀
    aku gk seberapa fokus sih sama CLC, kurang sreg sama konsep MVnya meskipun lagunya bagus /gapenting/ lebih suka April sama The Ark /makingapenting/
    well FF ini ringan sekali, kisahnya sederhana tapi kamu bisa bikin (aku) nyaman buat baca wkwkwkwk /soktua/
    maaf aku spam komen bgt ugh di blog kamuuu

    Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s