Peeping Mate


(cr: pastels17)

Peeping Mate

by Authumnder

[CLC’s Yujin & 17’s Wonwoo]

rating teenager | genre comedy, friendship-AU! | length ficlet.

“Kami berdua menghela napas, menyerah akan takdir yang dengan teganya membiarkan cinta suci kami tak terbalas.”


“Diam dulu, deh,” tegur cowok di sebelahku. “Aku nggak bisa dengar apa yang mereka bicarakan.”

Aku manggut-manggut, menelan kembali komentarku tentang betapa manisnya sosok di depan sana (sekaligus objek intipan kami) terlihat. Benar juga, setelah aku menutup mulut, obrolan kedua makhluk yang sepertinya tengah dilanda asmara (ew) itu kini terdengar.

“Vivette, aku punya sesuatu untukmu. Mau dengar?”

Sosok lain yang diajak bicara mengangguk, terlalu cepat menurutku—ah, tapi apa pedulinya orang-orang tentang pendapatku?

Viv, aku… menyukaimu. Sangat. Aku senang melihatmu tersenyum, aku senang mendengarmu bersenandung bahkan meski saat itu hidungmu sedang tersumbat karena pilek, hanya dengan melihat wajahmu saja bisa membuat mood-ku kembali. Jadi… mau jadi pacarku?

Dia mengatakannya. Aku sampai harus menarik napas dalam-dalam untuk meredakan gemuruh yang tiba-tiba mampir—atau, mungkin seharusnya sudah kutinggalkan tempat persembunyian sialan ini, supaya mataku tak perlu jadi saksi nyata; supaya aku tak perlu melihat tampang bahagianya.

“Viv mungkin akan menolaknya,” bisikku begitu kutemukan kembali suaraku. Namun, bahkan diriku tahu kemungkinannya sangat kecil. Mungkin 10%. Mungkin separuhnya.

“Kau tahu itu tidak benar.” Sergah Wonwoo, cowok di sampingku.

Vivette, gadis yang barusan menerima pernyataan cinta dari si Ganteng dan KW-annya Kao Jirayu alias Kim Mingyu itu, tersenyum dengan terlalu lebar, lantas mengangguk. Keadaannya benar-benar kontras dengan kondisiku dan Wonwoo, yang tengah berjongkok di belakang semak-semak, dengan hati yang patah dan sekujur tubuh gatal-gatal.

Sialan.

Kutepuk lutut Wonwoo, yang tampangnya masih kelihatan seperti akan muntah empat porsi makan siang, “Ayo pergi.”

Alih-alih ikut bangkit bersamaku dan merayakan patah hati kami yang sakitnya mencabik-cabik sampai ke tulang, Wonwoo justru melamun, memandang ke kejauhan. “Aku juga menciptakan puisi untuk Viv.” Katanya, ekspresinya membuatku ingin menyambar sebongkah batu dan melemparkannya ke ‘pasangan baru‘ dua meter di depan kami. “Puisi yang jauh lebih bagus, kalau aku boleh bilang.”

Aku batal berdiri. Yeah, mungkin tidak ada salahnya duduk-duduk sebentar dikerubungi semut sembari bertanya-tanya apa yang Viv punyai dan tidak kupunyai.

“Aku juga bisa jadi suporter yang lebih baik kalau Mingyu sedang bermain di turnamen basket. Viv kan lemah dan tidak bisa berteriak.” Cetusku. “Kalau aku pacar Mingyu, aku pasti akan selalu datang ke pertandingannya dan mengecat wajahku dengan tulisan ‘Mingyu’ lantas meneriakkan namanya sedetik lima kali.”

“Hei, jangan menghina Viv, dong!” Wonwoo mengerutkan keningnya ke arahku. Tapi mungkin dia ingat betapa kejamnya Viv menghancurkan hatinya, karena selanjutnya Wonwoo menambahkan, “Hina sajalah dia sesukamu! Aku rasa-rasanya tidak punya hak membelanya.”

Kami berdua menghela napas, menyerah akan takdir yang dengan teganya membiarkan cinta suci kami tak terbalas.

“Tapi, Yujin, Mingyu itu tidak keren-keren amat, lho.” Kata Wonwoo tiba-tiba, menelentangkan tubuhnya di atas hamparan rumput kering keemasan. Kuintip sekali lagi, kali ini Mingyu dan Viv sudah tidak kelihatan lagi. Baguslah. “Dulu waktu SMP dia pernah mengompol di celana.”

Tawaku menyeruak keluar. “Masa, sih?!”

Sembari menatap langit biru di atas sana—heran juga, kok Wonwoo ahli sekali membuat tampang sok anggun begitu—dia membentuk huruf V dengan jemarinya. “Serius!”

Aku tergelak lagi. “Viv sebenarnya juga tidak semanis itu, lho,” kataku begitu teringat kenangan masa lalu tentang Vivette. “Dulu kami suka pergi ke toko kue bersama, dan dia suka dengan iseng menjilat donat-donat yang dipajang.”

Saat Wonwoo tertawa, aku tiba-tiba merasa senang. Yeah, kami memang barusan kena serangan patah hati yang sebenarnya sudah diprediksikan—karena kami berdua sudah menjadi partner mengintip sejak sebulan lalu, ketika Mingyu gebetanku mulai menunjukkan ketertarikan pada gebetan Wonwoo, si Vivette—tapi paling tidak kami punya seseorang yang senasib dan sepenanggungan. Juga, seseorang yang bisa membantu menjelek-jelekkan objek cinta-tak-terbalas kami.

Aku ikut telentang di samping Wonwoo. Cowok itu masih setia dengan ekspresi sok berpikirnya, tapi kerutan di kening akibat patah hati sudah hilang tak bersisa di wajahnya.

“Terus sekarang, kita harus bagaimana? Mau ngikutin mereka berdua lagi?” tanya Wonwoo, mengubah posisi telentang yang awalnya menghadap langit, ganti meneleng menatap wajahku.

Aku menggeleng, membayangkannya saja bikin gigiku linu. “Enggak, ah. Biarin saja mereka.” Balasku, tidak bisa mengalihkan mataku dari wajah Wonwoo yang berjarak lima belas senti.

Omong-omong, aku baru menyadari ini, tapi wajah Jeon Wonwoo ketika dilihat dari dekat begini.. atraktif juga, ya…

Aku mendelik, buru-buru mendorong Wonwoo keras-keras agar menghadap arah lain.

“Aduh, apaan sih!” protesnya.

Peduli amat dengan omelan panjang-pendeknya, jangan sampai aku naksir padanya!

end.

finished: 20:55  | October 16, 2015.

(a/n): fanfiksi perdana setelah laptopku nyala lagi, HAHA. :’D Anyway, maafkan daku menistakan mas wonu dan mba yujin untuk kali kedua. Terus maafin juga bahasa yang kugunakan bener-bener ga ngenakin (mungkin akibat dari gak pernah ngetik lagi????) tapi udah ngebet pengen nulis…. ah, sudahlah. terima kasih banyak udah baca!! ^_^

3 thoughts on “Peeping Mate

  1. sek bentar,… kalau dipikir2, iya sih, Mingyu mirip ya sama Jirayu, kalo lagu ketawa lebar. Geez, kenapa aku baru sadar??
    Terus, nama ceweknya aneh ugh “Vivette” ?? serius aku baru tau ada orang namanya kaya kue /itu velvet/
    ough, iya ini komentar emang ngga penting openingnya x_x
    overall seru kok ini😀

    Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s