‘Til Its Due


art, clock, and time image

‘Til Its Due

by Authumnder

featuring [17] The8 & Girl

genre not-sure if it’s surrealism or not | length 330 words, ficlet | rating teen.

“He was slowly falling in love,
and I couldn’t save him.”

***

“Halo? Kamu di sana?”

Dibalas atau tidak dibalas, semuanya akan berujung sama: kami mengobrol, dia tertawa, lantas berakhir di posisi jatuh cinta. Meski dikenal jahat dan tidak punya hati, mana bisa kuambil keuntungan dari kedunguannya? Aku licik, tapi tidak serakah. Lagi pula, sudah kuputuskan sejak dulu untuk tidak menggasak segala yang tersisa, sedikit-sedikit saja.

Akhirnya toh tetap sama. Aku menggemborkan ‘aku di sini!yang berlanjut dengan pintu yang terbuka dan lampu yang dimatikan. Minghao sudah hafal kebiasaanku, lambat laun mengikuti tempoku.

Dia menyelip masuk, menyematkan senyum manis yang polos di bibir. Ah. “Kamu sudah lama di sini?” ia bertanya pada kegelapan. Hebatnya, meski tidak bisa melihat apapun, matanya berhasil menyadari keberadaanku yang abstrak. “Maaf, ya, aku tertahan.”

“Tidak masalah.” Aku menurunkan kaki dari nakas, melangkah ke arah Minghao. “Jadi, apa yang tadi ingin kamu bicarakan?”

Malu-malu, Minghao mengangguk. Jiwaku melenting melihat kobarannya. Seperti benci dan cinta. Sembiluan, tapi menegangkan.

“Aku—kupikir, uhm, aku… menyukaimu.”

Terlontar sudah. Aku tersenyum, antara bahagia dan puas. Ternyata tidak butuh waktu lama.

“Xu Minghao,” kusebut namanya dalam nyanyian mantra yang setiap beberapa menit didentingkan di telinga, bangga karena akhirnya, setelah sekian minggu, berhasil kuraih impianku.

Mimiknya sontak beralih. Dari yang awalnya memerah malu menjadi pucat tak mengerti. Ekspresinya membuatku enggan mengambil yang tersisa darinya—hanya sejenak, sih. Selanjutnya, takdir yang telah tertulis di bawah namanya lenyap seketika. Terampas paksa bersamaan dengan habis waktunya.

“Aku juga suka padamu, Minghao.” Bisikku pada ketidakutuhannya yang membuat ngilu. “Selamat tinggal.”

Karena detik begitu kalimat ‘aku menyukaimu‘ tercetus dari bibir Minghao, ia refleks merelakan sisa hidupnya untukku, si pemangsa waktu.

 end.

finished: 19:43 | November 07, 2015.

(a/n): pengen bikin sureal tapi gak bisa ya sudahlah aku berpasrah. maaf bahasanya gak banget soalnya pengen bikin persembahan buat ultahnya Minghao tapi gak ada ide yaudah dipaksa jadi begini huhuhu. #HappyThe8Day (stage name-nya ya Allah masih gak paham).

2 thoughts on “‘Til Its Due

  1. Hai. Readers baru ni, sebut saja Ay, garis 00.

    Bagus ya… Bahasanya nggak terlalu berat tapi asik, ceritanya tuh… Kadang suka bingung sendiri, writer senpai nemu alur kayak gini dari mana😢. Bagus banget lha ini, kusuka💓 Keep writing yaa 👌

    -Ay

    Like

    1. Halo Ay! Aku Meyda, 99line huhu kamu muda banget :’)
      Aiiih enggak sebenernya tapi tetep makasih lohh. Iya kadang aku juga suka kepo author-author bagus itu nemu ide darimana sampai sebagus itu :’)
      Hihihi salam kenal ya Ay! Makasih banyak udah bacaa😀

      Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s