Jog The Sadness


wonho, kpop, and monsta x image

Jog The Sadness

by Authumnder

featuring [Monsta X] Wonho & [OC] Ayoung

genre Slice of Life, slight!Fluff length 490 words, ficlet rating teen.

“I don’t like the sad you, so…
wanna go for a jog?”

***

Ia marah dan kecewa, Ayoung sadar sepenuhnya. Tidak perlu penjelasan lebih jauh, apalagi monolog penuh dengan keputusasaan. Mungkin mereka telanjur sehati, atau mungkin Ayoung telah menangkap gerak-gerik patah hati dari si anak laki-laki—terserah yang mana pun, tidak penting.

“Mau pergi jogging?”

Si anak laki-laki, Shin Wonho, mungkin kaget mendengar tawaran aneh itu, namun terlampau lelah untuk sekedar memprotes lebih jauh, orang menanyakan alasan di balik ajakan itu saja ia tidak sanggup.

Mendapat tanda positif, Ayoung tergesa masuk ke dalam rumah; menyambar dua botol mineral dan roti sobek dalam kemasan. Tak repot-repot mengacar kamar untuk mencari jaket, gadis itu mendugas keluar.

“Ayo!”

Kalau pun Wonho masih belum menangkap maksud Ayoung, ia tidak menunjukkannya. Alih-alih, ia menerima genggaman yang disodorkan, mengikuti derap langkah Ayoung yang berat melawan beton.

Angin malam yang menyerbu seluruh bagian tubuhnya tampaknya berbuah baik. Wonho tak lagi merasakan kepenatan yang menggantungi permukaan kulitnya, pun sakit kepalanya yang berangsur-angsur hilang. Ia merasa normal, seperti dirinya sendiri, dan itu cukup. Lebih dari cukup.

“Terima kasih.” Teriakannya menarik perhatian Ayoung, kawan sekelas Wonho yang sejujurnya tak ia kenal dengan baik. Gadis itu ringan melemparkan senyum simpul.

Keduanya berlari mengikuti jalan setapak, destinasinya buram namun baik Wonho maupun Ayoung tidak mempermasalahkannya. Lepas sebelas menit berlari, Ayoung berhenti duluan, menunjuk bangku panjang di pinggir jalan.

“Duduk sini,” ujarnya, menarik napas dalam-dalam untuk mengurangi ketegangan dari suaranya. Dari mana pula ide jogging malam-malam begini? Ayoung nyaris tidak pernah berolahraga—orang 7 Minutes Workout-nya saja menganggur begitu saja, tak tersentuh. Hanya saja, ide itu tiba-tiba saja terbersit di kepalanya sewaktu melihat raut tak nafsu Wonho. Jadilah ia menceploskannya begitu saja. “Minum. Terus makan.” Katanya, menjulurkan botol mineral dan roti tadi.

Hm, makasih.” Wonho ragu menerimanya.

Mereka diam beberapa saat, sibuk menelan dan menguyah sementara angin malam menyemburkan zat dinginnya.

“Aku nggak tahu apa alasan sebenarnya mengapa kamu pergi ke rumahku dengan mood hancur seperti itu.. padahal kita bukan teman dekat atau bagaimana. Tapi, hanya agar kamu tahu, Wonho, aku peduli padamu dan jujur, aku khawatir setengah mati waktu kamu tiba-tiba membunyikan bel rumahku. Jadi.. jangan sedih lagi, atau aku bakal sekurus lidi karena jogging melulu setiap hari.”

Wonho tak mampu menyembunyikan cengiran yang menelusup ke bibirnya.

Yeah, mereka mungkin bukan teman sebelumnya, tapi setelah ini? Wonho tidak yakin.

end. 

finished: 19:36 | November 20, 2015.

(a/n): aku lagi stres berat karena minggu ini bener-bener argh! gila ya padahal udah kelas tiga tapi tugas masih aja numpuk, mana semesteran mulai mendekat… sedihsedihsedih! :’ baru juga ini pulang terus besok yang supposed to be my sleeping day juga harus kerja kelompok bikin tugas prakarya, minggu juga ada acara argh. blog ini bakal sepi lagi kan kan :(((

anyway wonho emang koplak setengah mati tapi kalo dia udah muka mrimbik-mrimbik begitu beugh aku juga jadi sedih. dan ide kampungan banget, aslinya pengen kupanjangin sampe wonho ngejelasin masalahnya tapi ah aku pusing yaudah :’) makasih kalo baca ini…

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s