Perfumed and Influenzed


Ikon, team b, and song yunhyeong image

Perfumed and Influenzed

by Authumnder

featuring [YG K+] Lee Haeun & [iKON] Yunhyeong

genre slight!Comedy, fluff-AU length 747 words, ficlet rating teen.

“I’m not sweet, the perfume I sprayed
on myself makes me dizzy.”

***

Kalau kamu kebetulan sedang dalam persiapan untuk kencan pertama, aku punya satu tips esensial untukmu: jadilah dirimu sepenuhnya. Aku tahu kedengarannya begitu klise, murahan, dan sekunder—tapi kamu harus memercayai seseorang yang sudah mengalaminya sendiri. Iya, karena kencan pertamaku resmi gagal total setelah upayaku mengubah diriku menjadi orang lain; seseorang yang kukira bakal memikat hati pasangan kencanku yang, sedihnya, adalah sahabatku sejak SD.

Aku kena pilek. Flu parah gatal yang sangat mengganggu, memaksaku untuk batuk sedetik lima puluh kali. Bukan melebih-lebihkan, itulah faktanya. Bukti: aku baru duduk di kafe tempat kami berkencan selama kurang dari setengah jam, dan Yunhyeong sudah awas terhadap virus yang menyerangku yang kemungkinan besar akan merembet padanya juga.

“Kamu flu, ya?” tanyanya. “Kayaknya tadi pagi kamu masih sehat-sehat saja, deh,”

Aku berkontemplasi antara menjawabnya atau mengacuhkannya. (Tapi memangnya ada ya seseorang yang mengabaikan pertanyaan pasangan kencannya? Biarpun kami bersahabat dan apapun itu, jelas sekali kalau sekarang kami berada di tingkat yang berbeda, level baru di mana aku tidak bisa berkomentar seenak jidatku sendiri, atau curhat padanya tentang hal-hal memalukan seperti “hei Yunhyeong, tahu nggak kemarin aku menghabiskan nyaris satu jam di toilet karena masalah pencernaan! Aku memecahkan rekor!”)

Masalahnya, alasan kenapa aku terserang flu-mendadak sangat konyol dan mengaibkan. Mana bisa kuceritakan itu padanya tanpa mencoreng habis mukaku?!

“Haeun Haeun Haeun! Bumi kepada Lee Haeun!”

Tahu-tahu tangan Yunhyeong sudah melambai-lambai empat senti dari mataku. Wah, bagus sekali, sekarang tidak hanya menyebarkan virus, aku juga sudah mengacangi pasangan kencanku. Empat jempol untuk Lee Haeun.

“O-eh, iya. Barusan kamu bilang apa?”

Dia memasang mimik menyelidiknya, memangku dagu dengan kedua belah tangan seperti seorang dokter yang sedang mengingat-ingat resep obat sakit kepala. “Kamu sakit. Tidak hanya pilek, kamu juga demam. Ayo pulang.”

Aku mendelik. “Hah? Nggak kok, aku enggak apa-apa.” Tambahkan satu cengiran feminin di sini untuk meyakinkannya. Maksudku, halo?! Pesanan kami belum datang dan sekarang aku harus pulang?! 

“Tapi kamu ingusan dan tidak fokus. Itu bikin ngeri, tahu.”

Aku tertawa lagi (bukan tawa manis yang menyegarkan, karena begitu mulutku terbuka, batuk-batuk menjijikkan itu menerjang lagi). “Nggak, kok! I’m perfectly fine.” Batuk lagi.

Yunhyeong mengangguk, akhirnya. Tapi dia membuka mulutnya lagi dan alam bawah sadarku mulai was-was akan segala kemungkinan yang bakal dilontarkannya. Stok kebohonganku untuk menutupi penyebab pilek mendadak ini sudah menipis. Nyaris habis, malah.

“Jadi.. gangguan pernapasan, huh?”

Aku mengernyit, “Maksudnya?”

“Parfummu. Tercium sampai radius dua puluh meter.” Dia melemparkan kedua tangannya ke atas. “Nggak bermaksud menyinggungmu, lho. Hanya saja itu tuh… nggak biasa. Aku maklum kok kalau kamu kebanyakan menyemprotnya, ‘kan penciumanmu agak terganggu.”

Tangisku siap pecah saking malunya. Sekarang Yunhyeong ikut-ikutan menyadari parfum baruku! Dan bukan menyadari dalam konteks yang bagus, dia mengira itu berlebihan! Aku mau semaput saja! Tidak hanya menyebabkan pilek, parfum sialan itu juga menghancurkan kencanku!

“Haeun? Kamu nggak marah, ‘kan? Sorry deh kalau aku bukan pasangan kencan yang paling—”

Aku menggeleng keras-keras, memotongnya dengan penjelasan tanpa arah (yang akan menghancurkan sekeping harga diriku yang tersisa). “Hidungku tadinya normal-normal saja, tapi berhubung aku ingin tampil beda, aku pergi ke mal dan menggunakannya dengan eksesif. Mau tahu berapa jam yang kuperlukan untuk menemukan parfum ini?!”

Yunhyeong ragu-ragu mengangguk.

“Dua jam!” Aku mengeluarkan dua jari. “Dua jam aku mengendusi setiap botol parfum, berusaha mencari yang sesuai. Tahu-tahu saat keluar aku keliyengan sementara aroma-aroma itu beterbangan di kepalaku. Jeng jeng jeng! Mendadak aku kena flu.”

Yunhyeong terbahak keras sekali, sampai meja kami terguncang.

Well, kami segera pulang setelah menghabiskan makanannya, dengan kepalaku yang nyut-nyutan dan Yunhyeong yang menggandengku sepanjang jalan karena takut kalau aku tiba-tiba pingsan (aku tidak bilang padanya kalau sakit kepalaku sudah lumayan, karena aku tidak ingin sensasi tanganku dalam genggamannya berhenti begitu saja). Bagusnya, Yunhyeong bilang padaku sewaktu kami berdiri di depan rumahku, kalau dia ingin mengajakku ke kencan yang lain lagi, untuk mengganti kencan pertama yang (agak) gagal ini.

(Dia tidak ingin aku menyebutnya gagal. Bagaimana pun kencan pertama itulah yang membuatnya sadar bahwa sebenarnya dia menyukaiku: baik sebagai kawan maupun sebagai pasangan).

Jadi… well, kencan itu tidak begitu gagal, ‘kan? (Kecuali pileknya yang baru sembuh selama seminggu, sialan!).

end.

finished: 15:41 | November 28, 2015.

(a/n): jadi kemarin lihat di Instagram Haeun ada yang komen tentang Yunhyeong gitu terus aku mikir WAH COCOK JUGA YA yaudahlah jadi ini. :’) ide berasal dari liriknya DIA yang My Friend’s Boyfriend. maaf kalo melenceng jauh dari itu dan ceritanya gak nyambung, aku agak stres menjelang UAS wkwkwkwkwkwkwkw. (oh dan judul sumpah aku udah mabok ya udah diisi sembarangan WKWKWK. kata influenzed itu gak ada loh wkwkwkw).

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s