Pick-Pocket


tumblr_nxsms9XtI11uashjdo3_540

Pick-Pocket

by Authumnder

featuring [17] Minghao xJunhui or Junhao 

genre slight!Comedy, Fluff-AU length 816 words, ficlet rating teen.

“Apa saking mengantuknya, Minghao mulai kehilangan kesadaran diri dan mencuri?!”

***

Siapa tahu jadi mahasiswa artinya begadang semalaman dengan mata pedas karena penggunaan yang eksesif dengan segunung diktat dalam jangkauan? Oh, well, mungkin kau sudah mengiranya, tapi jelas Xu Minghao tidak—karena ya ampun, ini baru semester pertama dan dosen-dosen sudah menembakinya dengan serentetan tugas menggila yang harus dikumpulkan dalam waktu kurang dari 72 jam?

Depresi pasti sudah mengambil alih otaknya karena sekarang, pukul dua lebih lima belas menit dini hari, Minghao mendapati dirinya berjalan sendirian di trotoar sepi yang bengkok (pencahayaan yang kurang membuat matanya agak bermasalah) menuju supermarket terdekat. Terdekat di sini artinya adalah lima belas menit perjalanan, belum dikalikan pulang dan pergi. Menyusahkan.

Minghao menghela napas gembira yang berlebihan begitu lampu pengenal supermarket menyapa matanya yang merah dengan lingkaran gelap di bawahnya. Akhirnya.

Yang ia butuhkan sebenarnya tidak banyak, cuma beberapa kantong camilan dan empat kaleng kopi instan (kafein tampaknya berperan besar dalam kehidupan kelopak matanya yang, omong-omong, terus-terusan menutup). Oh! Minghao baru ingat stok bolpoinnya yang telah lenyap (beberapa sih kehabisan tinta, tapi yang lain hilang begitu saja, mungkin menggelinding sewaktu ia sedang mencatat di ruang kelas atau terselip).

Selesai  dengan kebutuhannya, Minghao menyeret tungkai ke kasir sembari bersyukur tidak ada antrean sama sekali, karena kalau tidak ia akan bersimpuh di lantai; menangisi tragisnya hidup seorang mahasiswa yang merangkap seorang procrastinator. 

“Mungkin kau mau mencoba salep untuk menghilangkan itu,” ujar si kasir di antara suara tit yang terdengar ketika ia berhasil memindai barang.

Minghao mendongak, sama sekali tidak punya ide apa yang tengah si kasir, yang ternyata seorang anak laki-laki yang kelihatannya seumuran dengan Minghao sendiri, bicarakan.

“Kantung mata.” Ia menjelaskan dengan senyuman manis di bibir, sementara Minghao mengangguk. “Cuma saran, sih.”

“Yeah, mungkin lain kali.” Minghao berdeham, mengeluarkan dompet ketika si petugas selesai menghitung. Ia tergesa menerima kantong berisi belanjaan, menguap dalam perjalanannya.

“Oke, terima kasih. Datang kembali besok!” Kata petugas tadi dengan penuh tekanan. Minghao ingin tahu bagaimana laki-laki itu masih bisa tersenyum sebegitu lebarnya meski harus bekerja di balik kasir tengah malam begini. Tapi tentu saja ia tidak melakukannya, alih-alih Minghao berbalik dan nyaris mendorong pintu ketika teriakan si penunggu kasir terdengar.

“Berhenti!”

Minghao mematuhinya, melemparkan sorot penuh tanya ke si laki-laki yang kini berdiri di depannya. “Uh.. ada masalah?”

Si kasir mengerutkan kening, bergumam, “Kembalikan.”

“Kembalikan? Apanya?” Minghao mulai panik. Bahasa Korea-nya belum bagus-bagus amat, dan ia khawatir ketidakfasihannya itu akan memerangkapnya nanti.

Bersedekap, ia menjulurkan tangan kanannya ke arah Minghao, seakan-akan tengah menagih sesuatu. “Ponselku. Tadi ada di situ.” Ia menunjuk meja kasir yang kosong melompong. Minghao tidak bisa membela diri, karena ia bahkan tidak ingat melihat seonggok ponsel di sana.

“Tapi aku tidak mencuri,” tandas Minghao, menguap lagi (khasiat kopinya pasti sudah mulai berakhir). “Kau punya bukti kalau aku mencuri?”

“Oke, sebelumnya, aku Junhui.” Si kasir memperkenalkan diri dengan raut yang tidak terlalu bersahabat. “Dan aku punya bukti. Coba cek saku mantelmu.”

Gelagapan, Minghao buru-buru menelusupkan tangan kanannya ke sana, mendelik begitu jemarinya tanpa sengaja menyapu sebuah benda yang harusnya tidak ada. Ia mengeluarkannya.

Kemudian mengeluarkan pekikan ngeri melihatnya.

Ponsel tak dikenal, yang sepertinya adalah milik Junhui.

Apa saking mengantuknya, Minghao mulai kehilangan kesadaran diri dan mencuri?!

Apa yang akan ia katakan pada polisi nanti? Maafkan aku, Pak, tapi aku tidak ingat sama sekali soal pencurian itu. Tahu-tahu ponselnya ada dalam mantelku. Minghao menjerit lagi menyadari penjelasannya itu tidak akan membantu sama sekali.

Woop woop! Tenang.” Junhui mengangkat kedua tangan seakan-akan ia-lah tersangkanya. “Aku tidak suka mengatakan ini, tapi pencurian bisa menjatuhimu hukuman yang mengerikan. Oh, dan jangan lupakan dendanya. Kecuali…”

“Kecuali apa?!” Minghao menyiapkan diri. Man, ia tidak peduli lagi, apapun mungkin akan dilakukannya untuk menghindari hukuman ini.

“Kecuali.. kalau kau mengisi ini untukku,” Junhui menyodorkan ponselnya kembali, kali ini layarnya menyala dan menunjukkan.. uh… kolom-kolom yang perlu diisi untuk menambahkan kontak baru?! Nama, nomor, e-mail..?

Minghao tidak peduli, mungkin Junhui sama mabuknya dengan dirinya saking mengantuknya sampai-sampai tidak menyadari apa yang sedang ia tawarkan.

Junhui menerima kembali ponsel tadi, melihatnya sekilas sebelum menawarkan sebuah senyum. “Jadi, Xu Minghao, maafkan aku ya, tapi aku sedang mempraktikkan sulap episode memindahkan barang-ku padamu. Tapi terima kasih telah mengisi ini!” Ia mengayunkan ponselnya ke atas kepala dengan gembira.

“Apa-apaan..” Minghao ingin berteriak dan berjongkok, kesal sekaligus lega.

Malam itu, ketika Minghao mengistirahatkan matanya sejenak dari tetek bengek komponen protoplasma, ponselnya bergetar menampilkan sebuah pesan yang baru diterima.

Halo, Minghao. Maafkan aku soal tadi, ya? Well, aku nggak bisa menahan diri untuk nggak melakukannya… Anw, apa ada yang pernah memberitahumu kalau kau imut? Karena kalau nggak, aku yang akan melakukannya! 

x, Junhui. 

end.

finished: November 30, 2015 | 16:12

(a/n): bisa jadi ini adalah tulisan terakhir untuk minggu ini dan besok (UAS bo!). DAN INI PERTAMA KALINYA AKU NULIS JUNHAO HUHUHUHUHUHU MAAF IDENYA MAINSTREAM AMAT TAPI AKU SELALU GAK KUASA KALO UDAH KETEMU cocky!Junhui x clueless!Minghao YAUDALAH JADI INI. anw kenapa ini malah capslock semua :’) doakan keberhasilanku untuk UAS besok ya teman-teman!😀

2 thoughts on “Pick-Pocket

  1. MEYDA APA INI KOK UNYU MAKSIMAL ;_____; cara minta nomor HPnya juga gitu banget aduh Junhui kamu kreatif sekali nggak sekalian minta nomer HP aku? /nda. Bahasanya enak banget, santai dan langsung gampang nangkep, terus deskripsinya bener2 ala MaBa yang lagi stress2nya ;____; top lah pokoknya, keep writing dear 😍😍😍

    Like

    1. HEHEHE HALO GAB!
      kamu siapa emang pengen dimintain nomornya (heh) (digaplok) iyain aja deh sekali-kali sama yang abis ultah :’D
      walah gak gitu juga kok Gab tapi makasih banyak loh udah baca ini huhuhu😀

      Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s