White Lie


white-lie

White Lie

by Authumnder

artist  [OC] Jules & [WINNER] Mino

genre slight!Comedy, Fluff-AU | duration 448 words, ficlet rating teen.

“Hai, namaku Mino dan um, aku baru bertemu mantan pacarku di sana, jadi….
bisa genggam tanganku?”

***

“Tolong gandeng tanganku,”

Kalau kalimat barusan meluncur keluar dari mulut temanku (kalau-kalau dia tanpa sengaja melihat kecengannya yang OMG-ganteng-banget dan perlu sokongan supaya tetap berdiri tegak) atau adikku, maka aku akan maklum dan melakukan apa yang mereka perintahkan. Tapi yang ini beda, cowok asing dengan rambut cepak yang dicat cokelat inilah yang barusan berkata begitu.

Halo?

Memangnya dia pikir dia siapa menyuruhku menggandengnya?

Iya sih tampangnya oke. Penampilannya lebih-lebih. Dia jelas jenis cowok yang nggak perlu menghabiskan banyak waktu memakai pomade atau memilah-milah lemari untuk mencari jaket yang senada dengan kausnya, mengingat dia (mungkin) sudah kelihatan oke apa adanya.

Sayang sekali kalau figur seperti itu tidak dilengkapi otak yang bekerja dengan normal (ringkasnya: waras).

Ummsorry, tapi mantanku baru saja berjalan masuk dengan pacarnya. Aku tidak ingin… kau tahu, kelihatan patetis belanja keperluan bulanan sendirian… sementara dia sudah punya gandengan…” cowok itu buru-buru menjelaskan, ekspresinya panik dan lucu, sementara bola matanya tak henti memindai seisi supermarket.

Oh. Kasihan. Tanganku segera menyambar miliknya, menautkan jemari kami. Sensasinya ajaib: eksentrik tapi abnormal, luar biasa tapi ganjil.

Dia mengayunkan gandengan kami sekali, lalu dua kali, seakan-akan tengah memosisikan dirinya, mengecek apakah kaitan telapak kami kelihatan normal. (Aku tidak bisa menepis pikiran kalau, diam-diam, genggamannya nyaman dan menyenangkan. Hangat tapi tidak dalam cara yang membuatmu berkeringat. Nyaris sempurna. Bakal sempurna kalau dia bukan cowok asing yang belum bisa melangkah maju dari kenangan. Pasti sempurna kalau dia memang pacarku.)

“Namaku Mino, omong-omong. Song Mino.” Cetusnya mendadak. “Dan kau bisa lihat sendiri kalau aku sedang berbelanja waktu mantan pacarku tiba-tiba muncul.” Ia menunjuk troli mungil berisi deterjen, camilan, dan sekarton kopi instan.

“Jules.”Balasku. “Apa kita akan berdiri di sini sampai mantanmu keluar atau…?”

Mino mengerjap, sedang jiwaku berteriak, iiih imut banget! “Nggaklah. Ada sesuatu yang belum kaubeli?”

Barulah setelah berputar-putar selama lima belas menit mengambili perlengkapan dapur, juga setelah menghabiskan lima menit lainnya mengantre di kasir (dan membiarkan Mino meminjam ponselku untuk mengirim SMS, karena dia bilang ponselnya tertinggal di dasbor mobil); aku baru menyadari sesuatu.

Supermarket ini sepi, tidak ada satu pun pasangan di sekitar kami. Yang berarti: a) Mino bohong soal mantan pacarnya, dan b) dia memintaku menggandengnya dengan sengaja, serta c) DIA BARU SAJA MERAYUKU?!

Aku tidak tahu harus marah atau tertawa karena trik kreatifnya.

Oh, dan saat aku mengecek ponselku, aku menyadari ada satu kontak baru dalam buku teleponku: Song Mino.

end.

finished: 14:58 | Desember 3, 2015.

(a/n): AAAAK apa ini ;w; maafkeun aku udah bikin ini ;w; murni karena aku lagi pengen bikin fluff ;w; terus ide berasal dari satu textpost di tumblr, tapi lupa kusimpen di mana capture-annya ._.v anyway makasih banyak kalo kamu baca ini!😀

6 thoughts on “White Lie

  1. Baca ini tuh aku ikutan yang heboh sendiri gitu lho. Serius deh. Kamu ngebawainnya asik banget! Kebayang bgt gimana Mino yang… errr…. bohong tapi minta digandeng ke pelaminan juga ❤

    Like

    1. Halooo!! Kita udah kenalan belom sih??? anggap saja belum halo aku meyda kelahiran 99 >__< aiih ayok sama-sama kita tarik mino ke KUA aja yuk capcus! xD
      hihihi makasih banyak ya sudah mampir dan baca ini ^____^

      Like

  2. Ini maniiis banget, aku benci dengan Song Mino sok polos sok gak mau keliatan jomblo, gak taunya malah modus. Dan gimana cara kamu nulis asik banget X)

    Tapi kalo in real life ada orang kayak gini sekalipun ganteng abis, mungkin aku bakal merasa creepy LOL.

    Like

    1. Halo Sher! ya aku juga kesel sama dia soalnya sedetik bisa keliatan banget tapi sedetik kemudian berubah amburadul banget (??) hah ngomong apaan ini :’)
      setuju banget Sher kalo kupikir-pikir juga ini kalo di kenyataan bakal ngeri wkwkwk. anyway makasih banyak ya udah baca! ^^

      Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s