Reversal


classroom, japan, and school image

Reversal

by Authumnder

featuring [Red Velvet] Yeri & [SR15B] Mark

genre slight!Fluff, Comedy | length 888 words rating teen.

Man, aku tahu aku bukan makhluk biasa, tapi rasa-rasanya aku bakal pusing tujuh keliling juga kalau dihadapkan dengan kondisi milik Yeri ini!”

| Fallout Love Reversal

***

Ruang kelas?

Kalau aku tidak ingat telah mengaktifkan radar otomatis, aku pasti mengira telah tersesat atau terbawa ke tempat yang salah—yeah, seberapa hebat pun dunia sihir, kadang-kadang mereka menangkap sinyal yang keliru dan mengirimkannya ke tempat yang salah.

Barulah setelah mengabsen isi kelas satu per satu, mataku menangkap pendar cemerlang dari panahku.

Aku tidak mengerti. Apa urusanku di tengah-tengah kelas yang lengang karena ujian? Maksudku, halo, sekarang eksamen sedang dilangsungkan! Siswa macam apa yang justru melamunkan cinta dalam keadaan seperti ini?

Adalah Kim Yeri, yang panahnya berkilauan ditempa takdir baru berupa asmara.

Baiklah, mari kita lihat apa yang kita punya di sini.

Kim Yeri tengah sibuk berkutat di bangkunya, mencoret-coret lembar soal dengan doodle tokoh kartun Dooly. Jelas sekali dia bukan manusia dengan otak paling cerah, menilik lembar jawabnya yang masih kosong separuh, lebih bahkan. Atau mungkin dia cuma sedang sial saja.

Peri Asmara tidak ditakdirkan mampu membaca pikiran, tapi kami bisa menyelami insiden yang baru saja berlangsung. Maka kugunakan kapabilitasku itu untuk mengintip kisah di balik kemurungan Yeri.

Uh-oh, anak malang. Ternyata ia bangun terlambat tadi pagi, efek obat demam dan pilek yang disantapnya semalam. Sialnya, kemarin sakit kepalanya begitu parah hingga Yeri tidak mampu mengangkat bokongnya untuk belajar dan Matematika, mata pelajaran di mana Yeri adalah salah satu panitia remedialnya, adalah pelajaran yang menjadi topik utama ulangan hari ini.

Tak berhenti sampai di situ, Kepala SMA Cheon rupanya sedang ingin bereksperimen mencampur-adukkan siswa kelas A dengan kelas B dalam satu ruangan ujian, di mana tempat duduk para siswanya telah ditentukan dan diurutkan tidak sesuai dengan abjad, dan, mengingat keberuntungan Kim Yeri yang sangat-sangat memesona, bangkunya terletak tepat di depan bangku mantan pacar, sekaligus sosok yang menduduki daftar paling atas Orang yang Ingin Kugorok-nya, Mark Lee.

Mengesankan.

Aku mengalihkan perhatian ke sosok lain di belakang Yeri. Huh, pantas saja Yeri keki begini, orang ternyata mantan pacarnya itu ahli Matematika! Lihat saja lembar jawabnya yang dipenuhi lingkaran hitam!

Bisa kulihat gerak-gerik berkontemplasi Yeri, terbelah antara keinginan mendepak jauh-jauh gengsinya dan menoleh ke belakang, meminta bantuan, atau stay cool dengan resiko tugas tambahan atau nilai merah di rapor. Man, aku tahu aku bukan makhluk biasa, tapi rasa-rasanya aku bakal pusing tujuh keliling juga kalau dihadapkan dengan kondisi milik Yeri ini!

Ssst, Mark,” bagus, sekarang klien patah hatiku telah mengambil keputusan, berarti aku hanya perlu menunggu sedikit lagi untuk menetapkan keputusan yang terbaik bagi (mantan) pasangan kekasih ini. Yeri dengan ragu memuntir lehernya ke belakang (taruhan, dia bakal kena serangan pegal leher setelah ini). “Boleh tanya?”

Mark Lee, sepertinya, masih menyimpan dendam. Karena berikutnya ia berseru pada guru pengawas di depan, “Bu Miyoung, Yeri punya sesuatu untuk ditanyakan!”

Jadilah Yeri kelabakan menghadap ke depan kembali, pipi bergradasi merah padam—antara malu dan berang. “T-tidak, kok, Bu! Eh, tidak jadi. Aku sudah tahu jawabannya.”

Kelas yang tadinya ramai berangsur-angsur tenang kembali.

Sementara aku berjuang meredakan tawa, Yeri menggeser posisi duduknya lagi, kali ini mendekat ke meja Mark, menutup beberapa senti jarak per bangku.

“Kau sengaja melakukannya, ya!” Semburnya judes.

Sok inosen, Mark mengangkat tangan. “Loh? Kau memang punya pertanyaan, ‘kan? Jadi daripada bertanya padaku yang dungu dan kampungan, mendingan kau bertanya pada guru.”

Melihat ekspresi Yeri yang kacau-balau selepas mendengarnya, aku tahu jawaban Mark barusan merupakan sindiran. (Setelah menggali dan menggali, akhirnya aku tahu kalau dungu dan kampungan adalah makian yang dilemparkan Yeri pada Mark saat mereka putus.)

Aduh, kalau begini melulu, aku yakin tidak banyak perubahan yang akan terjadi, mereka akan tetap bertahan menjadi musuh dan Yeri akan berakhir dengan nilai merah di rapor. Kuputuskan untuk menembakkan panah tambahan ke arah Mark, melihat panahnya yang lama nyaris redup (itu artinya dia berada di ambang nyaris melupakan), berbeda dengan milik Yeri yang pendarnya masih menyilaukan (itu artinya dia masih punya segunung rasa dan asa untuk Mark).

Pendarnya segera bereaksi. Aku menyandarkan punggung, saatnya menonton drama.

Mark tiba-tiba tersenyum pada punggung Yeri, menjulurkan kakinya di bawah dan menendang kursi di depannya pelan. Hasilnya manjur, selanjutnya Yeri berbalik, mencetuskan, “Apa lagi?! Kau ingin mempermalukanku lagi?!”

“Yah, kalau memberimu beberapa jawaban bisa disebut mempermalukan, maka ya.” Balas Mark, masih belum kehilangan senyumnya. Kalimatnya, bagaimanapun, berhasil menarik perhatian Kim Yeri.

Cewek itu mengubah posisi duduk, menyoroti Mark dengan kedua bola mata membulat. “Serius?” tanyanya memastikan.

Yup. Nomor berapa yang nggak bisa kau kerjakan?”

Yeri, masih dengan kening berkerut jelek, menyahut, “Nomor satu, tujuh, sembilan—kau janji nggak akan memberitahuku jawaban yang salah, ‘kan?” Namun sebelum Mark dapat menjawab, ia lebih dulu menambahkan, “Ah, peduli amat salah benarnya! Enam belas, dua puluh, Mark!”

Mark terkikik, menyebutkan jawaban. Begitu terus sampai lembar jawab Yeri penuh dengan lingkaran hitam.

Puas menatap hasil kerjanya (yang tidak semurni itu, omong-omong), Yeri tersenyum lantas membalikkan badan lagi. “Makasih, ya, Mark.” Katanya tulus, sementara panahnya berkerlap-kerlip heboh. Aku jadi penasaran mengapa mereka memutuskan mengakhiri hubungan, kalau sebenarnya masih suka. Hhh, tapi manusia ‘kan memang ribet.

“Jadi aku nggak dungu dan kampungan lagi, nih?” tanya Mark, jelas melucu. “Cuma bercanda,” tambahnya dengan senyuman imut terpampang di bibir, sewaktu Yeri tak kunjung membalas.

“Nggak,” sahut Yeri akhirnya. “Kau nggak pernah jadi dungu atau kampungan. Atau apapun itu yang kubilang padamu. Dan, Mark? Soal waktu itu, maafkan aku, ya.”

Menilik dari mimik terkejut Mark yang lantas berganti seringai, aku tahu tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Paling cuma butuh seminggu sampai mereka berdua balikan—

Sehari setelahnya, radar otomatisku memanggil lagi.

—atau mungkin sehari.

end.

finished: 16:30 | December 08, 2015.

(a/n): lah malah kebablasan nulis sampe 888 words. x’) anyway Yeri-Mark adalah pairing baru yang kupikir cute HAHA. dan adegan contek-menconteknya boong banget, lah orang aku noleh ke belakang mau pinjem tip-x langsung di-sst-in sama pengawas. x’) terima kasih banyak sudah baca! ^^

 

19 thoughts on “Reversal

  1. OALA AKU NGERTI.
    Ini lucu banget, cute. Cute abisssssssss. Kayak yupi, kenyel-kenyel. Manisnya juga. Kayaknya aku diabetes mendadak, tanggung jawab deh kakmeyyy ;-; Btw btw, aku suka banget cupidnya. Rasanya pengen aku cubit cubit kayak yupi. Dia lucu banget sih LOL aku nggak tahan untuk nggak ketawa. Komedinya dapet banget lah ((APALAGI FLUFF-NYA)) Dan entah kenapa yha, aslinya aku nggak terlalu suka mark-yeri BUT it was a long time ago anyway because i think I’ve been their hardshipper since I read this freakin wellwritten fic. Mereka lucu kuadrat fix aku nggak kuat /menggelepar di pojokan/ aku nggak pernah bayangin Mark dalam situasi fluff kayak gitu, pertamanya aku pikir bakal nggak cocok, tapi lama-lama aku baca sampe ending eala mz Mark tolong aku yang tenggelam dalam pesonamu ;-;

    DAN OHYA, salahku sih soalnya reader baru di sini. Tapi, tadi di fic-nya myungstal juga dari cupid’s pov ya? LOL aku apa banget waktu sadar itu.

    keep writing lovely fics ya kakmey aku mendukungmu selalu. ((maaf main rusuh aja))

    Like

    1. KUSUKA KOMENTAR PANJANG BEGINIII!!! BENTAR BENTAR MAU NAMATIN BACANYA DULU.
      tahu nggak aku nulis ini pas lagi uas juga TERUS PAS MATEMATIKA TUH JEBAKAN BATMAN BANGET SOALNYA SUSAH BANGET SEDIH boleh kali di belakangku duduk jenius matematika bertampang mark begindang huhu.
      hooh aku juga sebenernya baru tahu yeri-mark ini, tapi setelah kubrowsing wajah mark dan baca-baca fic fluff dengan cast mereka jadi ikutan seneng juga???
      iyaa bener banget itu pov-nya cupid xD aku baru aja balesin itu loh wkwk.
      MAKASIH YA SHIA KOMENTAR PANJANGMU SUDAH ADUHAI!!❤

      Like

    1. AKU BALIIIK
      tanggung jawab meyda aku hancur berantakan akibat hiperglikemia. ini fluff macam apa sih kok gak nyante manisnya walaupun bahasanya sendiri ga semanis itu >< nih cupid ucul amat kesasar di ruang ujian *dan sempat2nya ni yeri nyontek sama mantannya, padahal barusan aku baca fic ttg bapaknya (aka Suho) yg melarang diri sendiri mencontek, suatu kebetulan bukan?*
      jgn nyontek lagi ya yeri-ah, kalo belajar brg mark si boleh aja😄
      keep writing!

      Like

      1. Kak Li, dikau harus tahu aku harus google dulu ‘hiperglikemia’ itu apaan x’D dimaklumin ya kak ini aja aku bikin pas lagi uas jadi yaudah ficnya ngikut ujian-themed xD OH IYA AKU JUGA SERING BACA YERI PUNYA BAPAK SUHO HUHUHUHU MEREKA PANTES BANGET JADI ORTU-ANAK😄
        huehue makasih banyak kak Lia udah mampir dan baca ini x3

        Like

  2. Hai hai kak Mey😀

    Mark ih pelit ngasih jawaban /aku juga sih LOL/
    Btw enak banget gitu ya, bisa contek-contekan kalau aku langsung ditegur sama pengawasnya -_-

    Nice fic, kak Mey. Keep writing ^^

    Ps. Maaf nyampah kak😄

    Like

    1. Halo Ren xD
      Lah bener banget kan, orang kita gerak sedikit gurunya langsung melototin gitu, kesel nggak huhu x(
      Terima kasih banyak loh Ren udah mampir dan baca ini :3 dan ini nggak nyampah kok, malah nyenengin aku (???)

      Like

    1. Halohalo xD
      kapal lama maksudnya gimana yah wkwk aku kudet .-.v dan enggak, nggak ada aku cuma bisa nulis sampe sini, dan gak ahli sama sekali kalo disuruh bikin sekuel x’D
      makasih banyak yaaa udah mampir dan baca ini❤

      Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s