Binoculars Me


bINOCULARS ME

Binoculars Me

by Authumnder

featuring [SMRookies] Mark Lee & [Red Velvet] Yeri

genre slight!Fluff, Comedy, AU length 795 words, Ficlet rating Teen.

challenged by Shiana‘s word: Close-up.

“Holy shit she looks so damn better, twice prettier and thrice cuter, close-up like this!”

***

Man, tingkatkan permainanmu, dong! Ini sudah dua minggu, dan kau masih melihatnya lewat teropong? Teropong?!”

Mark menahan diri untuk tidak menggertak dua kawannya yang tengah nangkring di atas ranjang, mengoceh tanpa henti dua belas menit terakhir—alih-alih, ia justru berdeham sembari mengembalikan fokus.

“Maksudku adalah, hello, dia memang cantik. Um, sekitar delapan dari sepuluh. Tapi masa hanya karena itu kau tidak mampu menggeser sedikit saja bokongmu dan bertanya siapa namanya?” Kali ini giliran Jaehyun yang berkomentar.

Shut the fuck upMan.”

Jaehyun dan Johnny saling lirik, berbarengan mengangkat bahu dengan bibir mencebik. Keduanya kembali asyik dengan konsol masing-masing, mengacuhkan Mark dengan teropongnya.

Oh, ya, benar, kau tidak salah dengar—teropong. Sekuno itulah seorang Mark Lee dalam kegiatannya menyelia anak gadis si tetangga baru. Dan seberapa seringnya pun Mark mengelak dari kenyataan, hari ini memang tepat dua minggu setelah truk pindahan terakhir lepas landas dari pelataran rumah baru si gadis tak bernama—benar, separah itulah kondisinya, bahkan nama si korban pengawasan saja belum Mark ketahui!

Malas menghadapi kenyataan pahit, ia mengalihkan fokusnya kembali ke rumah di seberang. Sekarang gadis pujaannya itu tengah menulis sesuatu di mejanya, tampak tenang dan manis—sayangnya wajahnya tak sepenuhnya visibel karena tersekat kerai kamar.

Tenang saja, Mark tidak sering mengintipnya, kok. Paling di sore hari begini, ketika si anak tetangga tengah menata kamar atau belajar. Eh, kadang-kadang malam hari juga, sewaktu ia selesai menata kamarnya dan tidak bisa tidur. Um, kadang-kadang siang hari juga, sih

Oke, fine, ia memang kelihatan seperti pengintip gila, tapi serius, Mark tidak pernah mengintip sewaktu gadis itu tengah berganti baju. Belum, sih. Bukan berarti ia ingin, lho!

Pikiran tak karuannya remuk berantakan ketika terdengar suara kenop berputar disusul presensi ibunya dengan dua piring berisi kue-kue di tangan.

“Mark? Kau lagi ngapain?” tanya ibunya langsung ketika matanya mendarat di teropong milik Mark.

Mark tahu hidupnya bakal berakhir kalau ia mengaku tengah memata-matai anak gadis tetangga, makanya ia mulai memusing otak mencari alasan yang kedengaran masuk akal.

“Oh, itu Tante, Mark sedang berusaha menunjukkan pada kami kalau kita bisa meneropong langit dengan benda itu, bukannya dengan teleskop.” Jaehyun lebih dulu beralasan. Kalau tidak sedang dalam situasi terhimpit, Mark bakal langsung menjitak kawannya itu, sayang sekali ia tidak bisa melakukannya sekarang.

“Dasar anak jenius,” ibunya menanggapi dengan putaran bola mata. Ia lantas meletakkan satu piring yang berukuran lebih kecil ke hadapan Jaehyun dan Johnny. “Baru matang, nih, dimakan ya!”

Johnny segera menyambutnya dengan meriah.

“Oh, dan Mark, antarkan ini ke rumah seberang, dong. Duh, sudah terlalu telat belum, ya?”

Perintah Ibu Mark menerima kehebohan yang lebih ketimbang kue tadi. Sekarang Johnny dan Jaehyun sibuk bertepuk tangan seperti pinguin tolol.

“Belum kok, Tante! Sama sekali belum!” ini sahutan Johnny.

“Mark, patuhi perintah ibumu! Pergi ke rumah seberang!” yang ini, tentu saja, berasal dari mulut Jaehyun. Kedua kawannya itu dengan riang mengunyah kuenya sambil tertawa.

Mark, mengetahui tidak ada jalan keluar, mencoba kesempatan terakhirnya. “Harus sekarang ya, Ma? ‘Kan tidak enak harus meninggalkan mereka.”

Johnny, menyadari temannya berusaha melepaskan diri dari jebakan, segera menjawab, “O, nggak masalah sama sekali kok, Mark! Jangan sok tidak enak begitu lah, memangnya kita baru berteman kemarin?”

“Nah, kau dengar sendiri, Mark. Sekarang sana pergi antarkan ini!”

Dengan berat hati Mark menerimanya. Memelototi dua kawannya yang masih tergelak, Mark akhirnya melangkah keluar dari kamarnya. Bah, ia tahu akan begini jadinya kalau ada dua cecunguk itu di rumahnya!

Sekarang bagaimana? Mark menggigit bibir sembari melirik piring di tangannya. Kuenya kelihatan lezat meski ia tidak yakin bisa mencernanya sekarang.

Tenang saja, Mark menyemangati dirinya sendiri, belum tentu cewek itu yang bakal membuka pintunya. Ya, benar, mungkin ia akan berhadapan dengan ibu si gadis nanti. Tetap saja, gumpalan entah apa di dadanya tak mau hilang.

Sampai di depan rumah tetangga barunya, jantung Mark makin tak karuan. Kalau jemarinya tidak mencengkeram piringnya erat-erat, mungkin tangannya bakal gemetar mengerikan. Ia memutuskan untuk menarik napas dalam-dalam, berjalan mendekat ke pintu masuk.

Oke, hm, kau hanya perlu mengetuk. Sekali saja. Supaya tidak kelihatan terlalu bersemangat. Mark mengetuk. Tampilkan senyum manis dan biarkan charm-mu terbang ke mana-mana. Buat dia terpikat, Mark! Bah, sangat mudah, bukan?

Pintu terbuka.

Mata Mark tertuju pada sandal yang dikenakan sosok di depannya. Bisa jadi ini ibunya. Feminin, kakinya indah dan jenjang. Memakai rok selutut yang trendi. Tidak mungkin ibunya.

Mark mendongak.

Sosok si gadis memenuhi mata. Ia tersenyum, berkata, “Ada yang bisa kubantu?”

Holy shit she looks so damn better, twice prettier and thrice cuter, close-up like this! 

“Tetangga?” si gadis melambaikan tangan di depan matanya.

Mark tersedak menjawab, “N-namaku Mark dan a-ak—ibuku ingin kau menerima ini.” Ia menjulurkan piringnya.

Tampaknya kegagapan Mark tidak meruntuhkan senyum si anak tetangga, justru memperlebar. Menerima piring tadi, ia menyahut, “Oh, halo Mark, aku Yeri dan terima kasih atas kuenya! Kelihatannya lezat.” Yeri menyengir.

Mark mau pingsan saja.

end.

finished: 18:10 | December 28, 2015.

(a/n): took me long enough to finish this!

  1. maaf ya Shia aku gak masukin banyak scene Yeri abis ide ini yang mampir di kepalaku x’)
  2. aslinya aku pengen pake Jaemin & Jeno since jarak umur mereka cuma setahun namun dikarenakan foreign swagger terdiri dari Mark Jaehyun dan Johnny maka
  3. maafkan juga plotnya yang so mainstream TAPI MARK IMUT BANGET COBA BAYANGIN DIA BAWA PIRING NGETUK PINTU RUMAH BAH brb jadiin suami (ga woy)
  4. fyi aja rumah mereka seberangan tapi gak yang jauh banget gitu cuman terpotong jalan raya kecil antargang huehue jadi masih bisa gitu diliat pake teropong *pembelaan diri*
  5. (btw seharusnya ini kubikin kemarin-kemarinnya lagi tapi since im the best procrastinator then jeng jeng jeng! ini baru jadi sekarang wkwkw).
  6. judul tida masuk akal
  7. Maaf yha kalo ini tida memuaskan sama sekali dan terimakasih banyak sudah request! ^_^ terima kasih juga sudah baca. x3

8 thoughts on “Binoculars Me

  1. meyda maap telaaaaat
    jadi ya kenapa kamu selalu membuat markyeri seimut ini wae waeeeeee
    baca rantmu yg di bawah soal mark aku menyetujuinya sekali coba pintuku diketuk anak SMA seganteng dia ya pasti kujadiin–stop2, aku nanti kebanyakan berkhayal -.-
    suka storylinenya (yg somehow mengingatkanku pada exo next door), suka dialognya jaehyun-johnny yg minta dibunuh bgt (mereka berdua ngeselin bgt di sini dan tipikal sahabat yg rese banget) dan suka bagian terakhir yg seolah2 marknya mau kena serangan jantung waktu ketemu yeri hahahaha adikkuuuuuu *dari mananya coba
    keep writing ya meyda!

    Like

    1. hoh gapapa kak kusudah senang ini dibaca!! iya banget kak udah, apa lagi mark mukanya ga cuma imut tapi ada kerennya juga huhuhu kapan bertemu cowok begini di dunia nyata TT HAH IYA exo next door! aku cuma nonton beberapa episode sebelum cinta segitiganya mulai keliatan xD
      makasih banyak ya kak udah mampir dan baca ini! x3

      Like

    1. huahahahaha apanya juga yang pantes di-iri-in (???) kamu kudu beliin tiket ke korsel buat aku lel biar aku bisa ketemu mark HEHEHE /ngomong paan/
      makasih banyak yha lel udah mampir dan baca ini! ^___________^ (mulutnya lebar banget ya gusti)

      Liked by 1 person

  2. Aaa kyaa pairing favorit nih >0< keren keren, keren banget malah/? :" duh, ngefly sendiri bayangin tingkah lakunya si Mark pas nganterin tuh kue xD

    Like

    1. Haloo! Wuaduh enggak kok tapi makasih banyak yha! x3 huhuhuhu bikoz wajahnya mark pantes banget dijadiin boy next door gini ahpengen punya tetangga kayak doi :((( lah malah curhat
      anyway makasih banyak ya sudah mampir dan baca ini! ^^

      Liked by 1 person

  3. KAKMEY😄

    HAHAHAHAHA

    1. Nggak papa kok, kayak gini aja udah memuaskan banget. Aku ngekek2 sendiri nggak jelas minta ditampar. Marknya juga lucu banget AHAHAHAH
    2. Yang bikin aku pengin teriak itu waktu baca nama Johnny x) Nggak salah kok kakmey kalo masukin Johnny. Aduh, gimana ya, aku emang suka Mark-Johnny atau Mark-Taeyong huhuhhhuh i kennot ;;u;; Trs trs 2J ini kok kayak seneng banget ngegoda Mark muahaha, apalagi waktu Mark disuruh ibunya nganter kue. Ugh, aku pengin liat wajah diaaaa ;a;
    3. SUAMI AHHAHA AMIN DA AMIN YA ALLAH. Suami aku tapi ((digepok)) Apa sih ini anak kecil ngomong suami2, pacar aja nggak punya, bah. /curhat terselubung/
    4. Untuk poin ini aku udah ngerti kok eheheehew

    Overall ini lucu sangat. Imut, menggemaskan. Kapan-kapan boleh la request lagi ehehew :’D keep writing kakmeey

    Liked by 2 people

    1. HAHAHA, hamdalah yah kalo ini udah memuaskan buat kamu ;’) IYA aku juga sengaja pake Johnny Jaehyun yang notabene lebih tua biar lebih enak pas ngebully-nya wkwkwkw xD
      HEH ENGGAK SORI ya maksudnya suami itu ya suamiku :’)) /mengharap dengan sepenuh hati/
      makasih yha udah baca ini!!! dan maaf ya kalo ceritanya very very edan aku sudah mentok di sini wkwkwkw

      Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s