Spontaneity and Its Perks


credit: mochiwon

Spontaneity and Its Perks

by Authumnder

featuring [iKON] Donghyuk & [OMG] Binnie

genre slight!Fluff, Friendship, AU | length 612 words, Ficlet | rating Teen.

“Tidak ada kue tar di sini, dan bakal membutuhkan banyak waktu kalau aku harus pergi membelinya—jadi, cupcake untukmu! Selamat ulang tahun, Kim Donghyuk!”

***

Ke mana larinya dirimu sewaktu dunia mulai menghimpitmu dan kau tertinggal sendirian, tak punya tempat untuk berteduh atau mengurai tali yang mencekikmu?

Sekiranya itulah yang menjadi dasar transenden mengapa Kim Donghyuk kini berada di depan rumah seorang gadis yang hanya pernah diajaknya bicara dua kali—dan, kuingatkan kau, obrolan mereka tak lebih dari salam sopan dan pertanyaan formal seperti menanyakan jadwal kelas masing-masing. Donghyuk juga tidak mengerti dari mana asalnya kenekatan itu, tahu-tahu saja kakinya melangkah sesukanya menuju jalan yang tak setiap hari ia lalui.

Dan tiba-tiba sesosok gadis muncul di depan matanya; raut penuh tanya, ekspresi menduga-duga. Tenggorokannya mendadak kering.

“Kim Donghyuk? Kim Donghyuk, ‘kan?” Bae Yoobin akhirnya mengalah, memutuskan untuk jadi yang pertama menjalin percakapan.

Bagus. Sesuatu mengaram dalam diri Donghyuk menyadari bahwa, mungkin saja, Yoobin tidak ingat sama sekali padanya.

“Hei, ayo masuk. Jangan berdiri di depan pintu begitu.” Baiknya, gadis itu menyadari kegelisahan Donghyuk. Ia mundur selangkah, memberi jalan masuk untuk teman sekampusnya itu. “Oh, well, tidak ada siapa-siapa di sini. Ibuku sibuk pergi berbelanja dan ayahku, seperti kepala keluarga normal lainnya, sedang membanting tulang menafkahi kami. Kau mau duduk di mana? Kau kelihatan seperti akan pingsan kapan saja—mau tiduran?”

Tiduran. Ya, itulah yang sangat dibutuhkan Donghyuk sekarang. Tanpa ragu ia mengangguk, diam-diam sangat berterima kasih atas kepekaan kawannya itu.

Awalnya, Donghyuk kira ia bakal dibawa menuju kamar tamu atau sofa, namun prakiranya jelas salah ketika Yoobin justru melangkahkan kakinya menuju sebuah pintu dengan plang ‘Binnie’ tercetak dalam huruf besar.

“Sori ya, kamarnya berantakan. Tiduran sana, aku mau ke dapur dulu. Kau mau minum apa?”

Donghyuk tersedak menyahut, “Apa saja.”

Lepas presensi Yoobin yang hilang dari ruangan, barulah Kim Donghyuk bisa bernapas lega. Bagaimana pula dirinya ini, seenaknya mampir ke rumah gadis yang nyaris asing, duduk berjuntai di alas tidur si gadis—itu semua dilakukannya karena sebuah refleks dungu, hah?

Yoobin berjalan masuk lagi, kali ini dengan sebuah baki di tangan. Esnya kelihatan menyegarkan, meski Donghyuk tidak yakin ia bisa mencerna apa pun sekarang.

“Oh? Kenapa kau masih duduk? Jangan ragu, tiduran saja kalau kau mau.” Yoobin menawarkan, yang segera dilakoni oleh Donghyuk.

Hmm. Kasurnya lunak dan terasa seperti kapas di punggungnya yang tegang. Kalau mau, ia bisa terlelap sekarang juga. Ia bakal melakukannya kalau Bae Yoobin tidak sedang melubangi wajahnya dengan tilikan penuh tanyanya. Benar, penjelasan jelas dibutuhkan di sini.

“Aku hanya sedang stres.” Donghyuk bertutur pelan dengan mata memejam. “Tidak apa-apa, semuanya baik-baik saja. Dan maafkan aku menerobos seenaknya ke rumahmu.”

“Yang itu juga tidak apa-apa.” Yoobin mengedikkan bahu. “Yah, semoga stresmu berangsur menghilang.”

Thanks.” Dan Donghyuk benar-benar memaknainya.

Kelengangan kemudian menyusup masuk, mengisi ruang-ruang di antara mereka, sampai terdengar keriut pintu terbuka yang mendesak Donghyuk untuk turut membuka kelopak mata. Kekosonganlah yang menyambut penglihatannya—ah, mungkin Yoobin tengah mengambil sesuatu atau pergi ke suatu tempat. Bukan urusannya, maka ia mengatupkan kedua matanya kembali.

“Hei, Donghyuk,”

Ia segera membuka mata mendengar suara lembut itu. Matanya refleks membulat, selepas menangkap kue mangkuk dengan lilin menyala tertanam di atasnya di tangan Yoobin.

Yoobin tersenyum malu, berkata perlahan, “Tidak ada kue tar di sini, dan bakal membutuhkan banyak waktu kalau aku harus pergi membelinya—jadi, cupcake untukmu! Selamat ulang tahun, Kim Donghyuk!”

Elokuensi Donghyuk lenyap entah ke mana, ia hanya sanggup mengerjap menatap sambil berusaha menyusun sesuatu dalam kepalanya. Gagal, hanya senyum simpul manis yang mampu ia suguhkan.

Yoobin balas tersenyum, mengangsurkan kue mangkuknya mendekat. “Nah, begitu lebih baik. Kau kelihatan murung sekali tadi. Sekarang tiup lilinnya, dong. Habis ini mungkin kita bisa makan siang, bagaimana menurutmu?”

Sembari mengembuskan napas melalui mulut, sekaligus memadamkan si lilin, Donghyuk tak sanggup menepis pikiran bahwa itulah yang ia butuhkan sekarang—dan bahwa Bae Yoobin manis sekali telah berhasil menebak isi kepalanya.

End.

Finished: 13:03 | January 03, 2016.

(a/n): ah, selamat ulang tahun Kim Donghyuk! Sebenernya baru tahu kalo dia ulang tahun sekarang haha terus yaudah kukebut bikin ini =) terus masalah pairing, like always, aku ngarang. Habis Donghyuk kelihatannya kayak cowok pendiem terus Binnie kayak cewek yang ceria yang setiap geng butuhkan (??) yaudahlah ketimbang aku pusing-pusing nyari nama OC jadilah Donghyuk-Binnie ini! xD dan maaf plotnya sangat tidak oke =,= terakhir, terima kasih banyak sudah meluangkan waktunya membaca sampah ini! x3

credit: kpopjamlamhk

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s