In Between


book, girl, and bed image

In Between

by Authumnder

featuring [Red Velvet] Wendy & [EXO] Chanyeol

genre slight!Angst, AU | length Ficlet | rating Teen.

“I know you’re tipsy whenever you call me.”

***

“Halooo, kawanku yang paling setia!”

Wendy buru-buru menjauhkan ponselnya dari telinga, mengaduh pelan. “Sekarang apa lagi, Park Chanyeol?” tanyanya ketus.

Sejenak hanya terdengar suara batuk-batuk dan gemerincing sesuatu yang Wendy asumsikan sebagai segepok kunci, sebelum suara parau si penelepon kembali. “Tidak ada apa-apa, Sayang.”

“Chanyeol, berhenti memanggilku ‘sayang’. Jelek, tahu.” Omel Wendy, sementara kedua kakinya lincah melompati setumpuk pakaian kotor yang tergeletak tak berdaya begitu saja di lantai kamarnya. “Keberatan memberitahuku posisimu sekarang?”

Nggak, nggak sama sekali.” Vokal Chanyeol kedengaran lebih hidup sedikitmungkin karena tertiup angin malam yang dinginnya membekukan tulang, Wendy menduga.

Lepas mengetahui dengan pasti lokasi Chanyeol, Wendy menghambur keluar dari kamarnya, membalas raut penuh tanya yang dilemparkan teman sekamarnya dengan lambaian singkat.

Sebelumnya, mobil, jalanan malam yang gelap, dan Son Wendy tidak pernah berkooperasi dengan baik, namun kali ini Wendy terpaksa membuat pengecualian—berdasar janji sepasang kawan—meski ada sesuatu yang mengganjal begitu konklusi itu mengambang di angan.

Park Chanyeol tengah menunduk di bangku untuk dua orangnya ketika ia tiba. Ponsel, segepok kunci, dan mantelnya berada di atas meja, tak dipedulikan apalagi diawasi. Mendadak Wendy merasakan sesuatu terbelit dalam dadanya, kencang dan erat, nyaris membuat air mata membuat jalannya sendiri ke pipinya.

“Chanyeol, bangun. Ayo pulang.” Katanya pelan, sebelah tangan terjulur untuk menggoyang pelan bahu si lawan bicara. “Park Chanyeol.”

Laki-laki itu akhirnya menunjukkan tanda-tanda kembali ke kehidupan. Menggeliat, Chanyeol membuka kelopak matanya yang tadi rapat tertutup sementara bibirnya refleks membuahkan kurva konyol begitu penglihatannya mendarat ke sosok di hadapannya.

“Haloooo, Wendy. Di mana Peter Pan-mu?”

Wendy tergoda untuk membalas, namun segera menelannya kembali dan memfokuskan diri. “Ayo, pulang. Kamu sudah bayar, ‘kan?”

Lima belas menit kemudian keduanya sudah duduk rapi dalam mobil—Chanyeol dengan mata memejam dan Wendy sekali-dua kali melempar tilikan. Tidak ada yang mau angkat suara, memecah kesunyian malam, sampai roda kendaraan mereka sampai di pelataran parkir bangunan apartemen si lelaki.

“Besok, jangan lakukan ini lagi.” Suara gadis itu lembut dan lirih, namun intonasinya tajam dan tegas, dan Chanyeol tidak punya pilihan selain membuka mata.

“Ada apa?”

Wendy menghela napas. “Besok, kalau kamu meneleponku lagi memintaku menjemputmu, aku akan menolak. Dan aku serius, Chanyeol, tidak ada lagi Son Wendy yang dungu masih saja tertipu. Aku benar-benar tidak akan datang, kamu bisa pegang janjiku.”

Chanyeol menegakkan posisi tubuhnya, menanggapi penuturan Wendy dengan jengitan alis.

Tidak rela membiarkan ini berlangsung terlalu lama, Wendy buru-buru menambahkan, “Kita sudah berakhir, Chanyeol. Kamu yang dulu memutuskan. Aku enggak mau lagi terjebak dalam satu hubungan yang tidak jelas juntrungannya. Bahkan meski hubungan itu melibatkan kamu.”

Park Chanyeol tidak menyahut, hanya menatapnya selama beberapa detik sebelum membuka pintu, beranjak keluar dari tempat sempit yang menyesakkan itu. Detik ketika dua kakinya berhasil menyokong tubuhnya, mobil Wendy melesat pergi.

Dan Wendy, ia meyakinkan dirinya sekali lagi, tidak akan pernah kembali lagi.

end.

finished: 21:04 | January 10, 2016.

(a/n): aku lagi gabut terus ngebet nulis tapi kaku banget rasanya jadi ya udah😦

 

7 thoughts on “In Between

  1. mey, ini bagus. chanyeol nyesel sama keputusannya, I guess. ini jatohnya jadi senyum senyum sendiri ngebayangin ada cowok yang belum bisa move on dari nabil ehe

    Like

    1. hehehe bil tak kira aku salah baca pas bagian “cowok yang belum bisa move on dari nabil kehe” tapi ternyata???? yha diiyain aja kali ya bil biar cepet ehehehe ^____^
      ((tapi kutetap berterima kasih banyak sudah baca ini!!!))

      Like

  2. mey, kayaknya kamu perlu peruntungan kamu di wattpad deh. diksi kamu udah oke bgt, yakin deh di wattpad bakalan banyak yang suka apalagi kalo kamu nulis teen-fiction, general-fiction🙂

    Like

      1. kamu coba mulai baca wattpad deh, sebenernya mereka gak bener2 fiksi kok. rata2 ada selebriti yang jadi khayalannya. misalnya ya Chanyeol jadi Brian. ya gitudeh hehehe, okedeh masama

        Like

    1. Kak Lia! huhuhu maafkeun baru bales sekarang =’) dan alhamdulilah ya kalo ga kelihatan terlalu kaku abis aku juga capek ganti-ganti kata-kata mulu, kayak ga cocok gitu huhu x( makasih banyak ya kak udah mampir dan baca ini❤

      Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s