Accidentally Encounter


Accidentally Encounter

Accidentally Encounter

by Authumnder

Cast: [OC] Minji & [17] Mingyu ♦ Genre: Friendship, School-Life, AU ♦ Length: 771 words, Ficlet  ♦ Rating: Teen.

Summary:

Maka ketika sefigur manusia lain berdiri di sampingku, aku bisa meyakinkanmu kalau aku nggak bakal menikmati ini.

***

Siang ini panasnya minta ampun dan aku seratus persen yakin rambut pendekku sudah lepek, menempel di bagian belakang leher dengan cara yang paling tidak menyenangkan apalagi nyaman. Seakan-akan belum cukup, tenggorokanku ikut-ikutan beraksi, meronta meminta dialiri air dinginpreferably es buah, atau es krim rasa buah, jus buah!—sementara bibirku mengering dan terasa pecah-pecah di lidah—oke, terlalu banyak informasi tidak penting di sini. Intinya, sekarang ini aku sedang berada di pinggir jalan raya, menunggu lampu merah menyala dan mobil-mobil berhenti sehingga pejalan kaki macam diriku bisa melenggang menyeberang.

Aku terbiasa sendirian dan tidak pernah mempermasalahkannya. Saking terbiasanya, aku jadi tidak menyukai keberadaan seorang kompanyon—dan sekarang ini juga bukan pengecualian. Maka ketika sefigur manusia lain berdiri di sampingku, aku bisa meyakinkanmu kalau aku nggak bakal menikmati ini.

Lebih-lebih karena sosok barusan bukanlah seseorang yang identitasnya tidak kuketahui sama sekali. Lebih-lebih lagi karena wujud itu mengenaliku juga dan sekarang memutuskan untuk menghadap ke arahku.

“Oh, Minji!” panggilnya.

Aku sudah siap mengubur diri, omong-omong.

“Oh, hai, uh, Mingyu.” Sapaku, seringaian pahit terpasang permanen di muka. Kualihkan pandangan lagi, sebisa mungkin meminimalkan komunikasi di antara kami. Tampaknya Dewi Fortuna tengah berpihak padaku, karena saat itu lampu pejalan kaki menyala dan aku buru-buru menyeberang, berharap berhasil meninggalkan sosok Kim Mingyu jauh di belakang. Harapanku sia-sia—lagi pula bagaimana mungkin seorang siswa SMA Cheon melupakan kaki super-duper panjang yang Mingyu miliki?—karena sedetik setelah aku mengempaskan pantat di kursi halte, ia ikut-ikutan melakukannya.

Please, jangan bicara apa pun. Aku merapalkan mantra berulang-ulang dengan mata setengah memejam karena silau. Diam saja dan tunggu busnya.

Oi, Minji, sendirian?”

Mungkin tidak kalau kursi halte ini punya per ajaib di dalamnya yang bisa melemparkanku kembali ke rumah, langsung, sekarang juga? Yeah, kursi seperti itu, tentu saja, hanya ada di film laga. Who am I kidding.

Di mana, sih, busnya?!

“Iya. Eh, temanku nggak ada yang searah. Kamu?”

Demi Tuhan, Minji, dia cuma tanya apa kamu sendirian, tidak perlu repot-repot memberi alasannya segala! As if he would care!

Syukurlah Mingyu tertawa, renyah dan ringan, yang mengingatkanku akan sesuatu yang lama dan mulai usang. “Sama. Lebih karena aku nggak naik motor, sih.” Balasnya.

“Oh, yah, eh, kenapa tidak? Naik motor maksudnya.” Aku berdeham-deham jelek, berusaha menetralkan suasana canggung yang sebegitu pekatnya di langit-langit.

Mingyu mengedikkan bahu, ranselnya ikut terguncang bersamaan dengan gerak punggungnya. “Rusak,” sahutnya, menyematkan senyum malu-malu. “Apa kabar, Jiji?”

Telingaku belum rusak, ‘kan? Maksudku, barusan aku benar-benar mendengarnya memanggilku ‘Ji’, ‘kan? Mustahil. Tapi aku nekat menyahut, “Baik-baik, Gyuyu. Kamu sendiri?”

Masalahnya, temanku, ‘Jiji’ dan ‘Gyuyu’ adalah nama beken dan trendi kami dahulu, sewaktu kami berdua masih tergabung dalam Duo Min di sekolah dasar. Oke, kedengarannya konyol dan aneh—karena, Ya Tuhan, masa sih Kim Mingyu punya fase remaja-super-konyolnya? Like, seriously? Kim Mingyu yang katanya deretan pacarnya melebihi daftar murid sekelas itu?—dan aku sangat mengerti kalau kamu bersikap skeptis akan kebenaran cerita masa kecilku. Tapi kuingatkan kamu, semuanya nyata dan dahulu kala, kalaaaa sekali, Kim Mingyu dan Go Minji pernah menjalin persahabatan di mana kami peduli satu sama lain dan berpikir bahwa dunia tidak akan lengkap kalau sehari tidak bertemu. Tapi, yang dulu tetaplah jadi bagian lalu, sekarang ya sekarang. Aku mencoba menanamkan ini dalam-dalam di dasar otakku—jaga-jaga supaya tidak sakit hati untuk kali kedua.

Mingyu tergelak, dan aku ikut-ikutan. Rasanya seperti sedang terjun ke kaset lama, tempat kami berdua masih sering bertukar sapa dan bermain ke rumah yang lain—dan hal itu membuatku mulai bertanya-tanya lagi, menghitung kemungkinan kalau tali persahabatan kami bakal kembali seperti sebelumnya.

“Aku baik juga. Sudah lama sekali, ya, sejak kita bicara lagi?”

Aku mengangguk. “Iya, lama banget. Omong-omong, di mana, sih, busnya? Biasanya nggak lama, tapi kok sekarang nggak muncul-muncul juga?”

“Tidak tahu juga, Ji. Atau jangan-jangan lagi pada mogok kerja?” Ia menawarkan seringaian taringnya yang belum juga berubah efeknya. Dan bukan, ini bukan kisah pasaran di mana aku naksir berat padanya dan berharap kalau Mingyu punya rasa yang sama—enggak, kok. Perasaanku lebih condong ke arah senang yang biasanya dialami seorang gadis kalau sedang dekat dengan anak cowok yang tampangnya jauh ke atas, a.k.a ganteng banget. Yang tidak terlalu tepat juga untuk mendeskripsikan apa yang bertumpuk di benakku: aku hanya senang karena sahabat masa kecilku bicara lagi padaku. Seringan itu.

“Itu busku!” aku refleks menjerit sewaktu melihat angkutan ke rumahku berada sepuluh meter dari halte. “Kamu nggak naik yang ini, ‘kan?”

Mingyu menggeleng.

“Ya sudah, aku duluan, ya!”

Ia mengangguk, dengan kaku melambaikan tangan kanannya ke arahku, sementara senyum simpul terpampang di wajahnya. “Bye, Minji! Ngobrol lagi kapan-kapan, ya!”

Aku balas tersenyum. “Bye juga, Mingyu.”

Dan entahlah—mungkin persahabatan kami belum serusak itu, dan bahwa kami mungkin, mungkin, bisa menatanya kembali.

end.

finished: 14:48 | January 15, 2015.

[a/n]: ini pertama kali aku bikin friendship antarlawan kelamin yang bener-bener friendship, kali ya? ;’)

 

4 thoughts on “Accidentally Encounter

      1. ini udah luluh lantah semua gara-gara mas mingyu kok bisa kayak gitu yaampun hayati meleleh ;u;

        btw semangat ya mey udah semester terakhir. ayo kita berjuang bersama!

        Like

      2. yaaa bener sekali rah :(( suka kesel sm mingyu kok ya bisa gitu seganteng itu :(( mana tinggi lagi :(( /edisi ngarep/
        ayok ayok rah!! semangat buat ujian-ujian yang bakal kita lewati!! x3

        Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s