As Sweet As Despair


As Sweet As Despair

As Sweet As Despair

by Authumnder

Cast: Kim Danee & [ROMEO] Hyunkyung ☀ Genre: Fluff, Comedy, AU ☀ Length: Ficlet, 708 words ☀ Rating: Teen.

Summary:

Belakangan, Hyunkyung menyadari bahwa dihampiri karma mungkin tak selamanya pahit.

***

“Kau banyak dosa, kali.”

Penolakan sudah berada di tenggorokan dan siap dilempar, namun sewaktu Hyunkyung berhenti untuk memikirkannya, rasa-rasanya jawaban menuduh Kyle ada benarnya. Banyak dosa? Dia?

“Benar, tuh. Kau banyak dosa kali, Kyung.” Tambah Seungkwan, jelas-jelas memanas-manasi sementara tangan kanannya tenggelam dalam kantong kertas berisi kentang goreng.

Hyunkyung melotot. “Banyak dosa sama siapa, coba?” tanyanya setengah hati.

Sahutan Kyle-lah yang mengantarkannya ke kafe ini, di sore hari yang remang-remang akibat hujan rintik-rintik, dengan kalimat tersusun rapi dalam otaknya. Hyunkyung mulai meragukan saran kedua karibnya itu begitu kedua matanya menangkap sosok di meja bernomor empat. Duh.

“Hyunkyung! Sini!”

Dobel duh. Telanjur sudah. Tidak ada jalan keluar untuk mundur teratur lagi sekarang. Maka Hyunkyung memasang senyum lebar di bibir, membuat jalannya menuju meja tempat cewek tadi duduk.

Kim Danee—harusnya mereka berdua tidak bicara lagi. Tidak setelah sebulan berlalu dan Hyunkyung menyadari bahwa segala di antara mereka tidak baik-baik saja. Paling tidak untuk dirinya, entah bagaimana menurut Danee.

Tetap saja, senyuman gadis itu tak luntur bahkan setelah Hyunkyung memosisikan diri, mencari pose paling nyaman di kursinya. “Halo,” katanya dengan riang.

Hyunkyung harus menahan diri untuk tidak mengernyit mendengar nada suara lawan bicaranya itu—diam-diam berharap bahwa Danee juga merasakan ketidaknyamanan yang bergerombol dalam dadanya. Kedengarannya jahat.

“Oh, hai. Aku hanya ingin.. uhm, mengatakan sesuatu padamu.”

Danee mengangguk, raut girang hatinya entah bagaimana berhasil menghilangkan beban Hyunkyung, sedikit. “Yup. Katakan saja, aku mendengarkan, kok.”

Inilah. Hyunkyung menarik napas dalam-dalam, mengulang hafalannya di dalam kepala. Danee, aku tahu kau mungkin tidak ingin mendengar ini setelah, uh, setelah aku memutuskanmu—apa lanjutannya?! Demi Tuhan, setelah ini apa?

Hyunkyung tanpa sadar mengangkat sebelah tangannya untuk mengusak rambut. Kegelisahan kentara jelas dari sikap tubuhnya, ia harap Danee tidak menyadari ini—please, jangan biarkan Danee tahu kepanikannya!

“Hyunkyung? Mungkin sementara kau mengingat-ingat apa yang ingin kau bicarakan, kita bisa memesan sesuatu? Kau pernah coba milkshake di sini? Oh, dan aku membawakanmu beberapa biskuit.” Danee kemudian merunduk, tangan kanannya mengaduk-aduk isi tas untuk kemudian mengeluarkan setoples biskuit buatan sendiri. Tertawa, ia menambahkan, “Aku ingat dulu kau suka biskuit.”

Dada Hyunkyung mencelus. Mengapa, oh mengapa, ia harus menghadapi ini? Baiklah, ini semua memang kesalahannya sedari awal. Dan sekarang karma datang menerjang dan menimpanya dengan rentetan kesialan tanpa henti yang membuatnya terpuruk, berlanjut dengan kefrustasiannya yang berakhir dengan keberadaannya di sini. Sangat, sangat, adil.

Thanks.” Hyunkyung meraih toples tadi, menimangnya dengan sebelah tangan. “Um, Danee? Bisa kembali ke topik?”

“Oh, silakan!” Lagi-lagi senyum itu.

Hyunkyung berdeham. “Danee, aku minta maaf soal—soal segalanya. Kau tahu, dari awal sampai akhir, dari waktu aku mempermalukanmu di depan seisi sekolah sampai kau jadi pacarku sampai aku memutuskanmu di sebelah tong sampah kelas kita, dengan dilihat seluruh siswa. Uhm, kau tahu aku tidak bermaksud melakukannya.” Ia berdeham lagi, tiba-tiba merasa jijik dengan dialognya. “M-maksudku, itu semua sudah terjadi dan aku—aku tidak akan menyalahkanmu kalau kau benci padaku dan menaruh racun di biskuitnya—” bola matanya membulat menyadari makna kalimatnya (tapi… bisa jadi, ‘kan?). “—b-bukan begitu. Aku hanya, kau tahu, ingin meminta maaf.”

“Hei, hei, santai saja. Tidak masalah, kok. Aku sudah melupakannya.” Danee tersenyum, mengedikkan bahunya.

Harusnya Hyunkyung senang, karena itu artinya dosanya pada Danee telat diampuni dan mungkin, mungkin, setelah ini kesialannya akan tertiup pergi—namun tidak, sesuatu dalam dadanya justru terasa berat mendengar kenyataan bahwa Kim Danee telah benar-benar melupakannya.

Dia ini kenapa, sih?!

“S-serius?”

Danee mengangguk mantap. “Serius.”

Tidak, Kim Hyunkyung, itu tidak kedengaran meringankan sama sekali.

“Berarti kau nggak benci padaku?” Hyunkyung masih mencoba-coba—apa pun itu untuk menghilangkan gumpal entah-apa dalam dirinya.

Gelengan menyambutnya. “Tidak sama sekali.”

Harusnya ia berhenti sampai sini. Kim Danee bukan gadis kebanyakan dan, ya, mantan pacarnya itu sekarang sudah lepas dari pikatannya dan itu adalah hal yang bagus. Tidak. Kedengarannya tidak bagus sama sekali.

“Kau tahu, Danee, aku masih menyukaimu.”

Danee terperanjat. Kedua matanya membulat dan Hyunkyung benar-benar menyesali perkatannya barusan.

“Lupakan saja—”

“Aku juga.”

Mereka mengatakannya berbarengan. Berakhir dengan melebarnya kedua mata Hyunkyung. Barusan telinganya benar-benar menangkap Kim Danee bilang ‘aku juga’, ‘kan?

“Aku juga, Hyunkyung.” Tambah Danee, seakan-akan ia bisa mendengar pertanyaan dalam kepala Hyunkyung.

Sesuatu membesar dalam diri Kim Hyunkyung, yang membuat kedua bibirnya melengkung dengan spontan dan tanpa bisa ditahan. Senyumannya segera memperoleh balasan dari Danee.

Belakangan, Hyunkyung menyadari bahwa dihampiri karma mungkin tak selamanya pahit.

end.

finished: 18:14 | January 24, 2016.

(a/n): HA, apaan ini, aku juga nggak tahu. cuman aku barusan liat produce 101 dan lihat danee terus dia keliatan ceria banget dan aku suka??? terus tiba-tiba keinget hyunkyung terus search-search picture mereka berdua terus mikir kayaknya cocok terus bikin ini??? (alasan apa ini). uh terus maaf kalo banyak kalimat yang tida efektif dan keseringan diulang soalnya aku miskin diksi terus kangen pengen nulis sesuatu yang panjang dan penuh detail gtgt HUHU ;_;

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s