Deadly


deadly

DEADLY

7:20. Tamat sudah riwayat gadis kita ini.

[SVT] Kim Mingyu & [GFriend] SinB

|| note: this hwang eunbi is sinb ok i hope this won’t cause any bewilderment. thankies. ||

***

7:20.

Tamat sudah riwayat gadis kita ini.

Berbekal ransel, rambut medium yang dikuncir tiga, dan kenekatan, Hwang Eunbi berlarian dari koridor satu ke koridor selanjutnya, tujuannya sederhana saja; lapangan universitas yang ada di samping bangunan sekolah. Melesat mengabaikan gerombolan manusia yang menghalangi jalan, sesekali ia masih degil melirik arloji. Waduh, kayaknya baru dua setengah menit sejak kakinya turun dari bus (dengan masih berlari), dan sekarang tiba-tiba saja keterlambatannya bertambah menjadi 25 menit. Nasib yang amat manis.

Benar saja, sewaktu ia tiba, tanah lapang itu sudah dipenuhi dengan manusia berwajah asing dengan papan nama di dada dan rambut berkuncir yang sejenis dengan miliknya sendiri. Sialnya lagi, seorang kakak tingkat sudah ambil ancang-ancang melangkah ke tempatnya berdiri, membuat napasnya tersedak dan keringat mulai timbul.

Baru juga sehari mau ngampus, sudah mampus duluan. Otaknya mengoceh sementara ekspresinya berusaha menunjukkan kepolosan. Langkah kakak tingkat tadi rasa-rasanya melambat, membuat Eunbi merasa seperti seekor tupai yang telanjur masuk dalam jebakan macan.

“Terlambat?”

Kesempatan untuk melengos dan menjawab, “Menurutmu?” sangat besar dan menggoda, sayang Eunbi harus merelakannya sekarang. Sebagai gantinya, ia menyahut, “Eh, iya. Maaf, Kak.”

Dengan senyum judes terpasang, kakak tingkat itu menimpali, “Oh, jadi dengan ‘maaf, Kak’ otomatis waktu mundur tiga puluh menit dan kamu jadi tiba di sini tepat waktu lalu bisa mengikuti apel pagi?”

Huh. Masalahnya, Kawan, Eunbi tidak bisa menyalahkan kakak ini seratus persen atas kegarangannya. Memang bukan rahasia publik lagi kalau di hari pertama orientasi mahasiswa baru begini kakak tingkat cenderung lebih galak–ya iyalah, secara otak mereka sedang dalam keadaan paling segar setelah liburan dua bulan penuh. Beuh.

Belum berhenti di situ, si kakak tingkat mengoceh lagi, “Terus ke mana pin almamatermu? Papan nama?”

“Papan nama ada di tas, Kak.” Eunbi buru-buru memiringkan bahunya agar ranselnya dapat meluncur turun dengan selamat dan mengaduknya buru-buru, lantas mengeluarkan papan yang persis sama dengan mahasiswa lainnya. “Kalau pinnya..”

“Kenapa? Ketinggalan? Hilang? Terbang waktu kamu lari ke sini?”

Nyolot amat, Kak. Tetap saja, Eunbi masih berusaha memasang senyum, “Eh, ketinggalan, Kak.”

“Rumahmu di mana?”

Pertanyaannya lari dari topik, tapi ia tak punya pilihan selain menjawab seadanya. Sial pangkat dua: lokasi rumahnya tidak jauh-jauh amat dari kampus, paling lama sepuluh menit naik bus. Berani taruhan, kakak bernama–sebelah mata Eunbi usil melirik tanda pengenal kecil di jasnya–Kim Mingyu ini bakal memanfaatkan informasi itu untuk melabraknya. Tak punya pilihan, Eunbi akhirnya menyebut alamat.

“Mahasiswa yang rumahnya pelosok saja sudah datang. Tuh, lihat, di situ,” jari telunjuk si kakak yang ramping dan panjang mengarah ke barisan. “Lihat? Dia bisa datang lebih cepat dari kamu, dengan perlengkapan LENGKAP. Dan kamu? Rumah dekat, angkutan ada, masih juga ketinggalan pin? Nggak malu?”

“Makanya, jemput dong, Kak!”

Lepas kalimat barusan meluncur keluar, kedua mata mereka sama-sama melotot. Shock berat. Eunbi apalagi–yakinlah dirinya, kalau sebentar lagi ia akan dipulangkan paksa.

Namun, alih-alih membalas dengan ucapan yang lebih nyelekit, Kim Mingyu justru berkata, “Sudah sana, baris kamu!”

Langkah Hwang Eunbi selanjutnya serasa kapas, ringan dan mengambang dari udara. Rasanya benar-benar seperti lepas dari sarang maut!

***

Well, jangan dipikir kalau perihal terlambat kemarin cukup sampai di situ. Nyatanya, pagi ini (untuk informasi saja, Eunbi tidak bangun terlambat hari ini, yeay!), sewaktu ia sibuk menalikan sepatu kedsnya, sebuah motor berhenti di depan pagar rumahnya.

Dan, coba tebak, siapa pengemudinya?

Lho, Kak, ngapain…?” dengan mulut terbuka seperti ikan mas koki, Eunbi bertanya.

Melepas helm (dan mengibaskan rambut), Kim Mingyu tersenyum dan menyahut pendek, “Kemarin kamu bilang minta dijemput biar nggak telat, iya, ‘kan?”

Mampus.

Super duper mampus!

end.

finished: 19:15 | March 1, 2016.

hehehehehe i’m back! cuman sehari ini doang sih huhu abis lagi ujian sekolah, wish me luck!! anyway bawa pairing baru, mingyu x sinb yeay!😀

7 thoughts on “Deadly

  1. KZL banget bacanya, Mey.
    Ini beneran lucu banget, apalagi aku termasuk penggemar Seventeen sama Gfriend jadinya yaaaaaaaaaaaaa ini fresh banget sih!
    Aku kebayang banget wajahnya Sinb pas lagi adu bacot sama Mingyu, tapi beneran nggak kuat pas bayangin Mingyu naik motor terus buka helm tuh–AH BYE BANGET BYEEEEEEEEEEEEEEE
    Kesan remajanya kerasa banget, mey!
    Keep writing ya😀 Maaf ngerusuh hehehehe

    Like

    1. Toss lagi kak toss lagi soalnya aku juga suka svtxgfriend ahihihihi x3
      yakan sinb tuh cocok banget buat jadi remaja rebel ngeselin yang banyak omong (tapi cantik) dan MINGYU BAWA MOTOR TUH UDAH KAYAK SURGAAAAA (apaan) xD
      Hoh daku malah senang dirusuhin nih kak gimana dongg? xD makasih lagi ya sudah mampir dan baca ini! ^^

      Like

  2. JESSICAAAAAA
    *gak nyante *padahal bukan.
    sorry aku dateng2 ricuh. habis gimana, awalnya ga kenal sama pairnya tapi trs liat covernya dan nemu anaknya mbak jess :p di sini jadilah meluncur dan YA AMPUN PARAH BANGET! KAMU COMEBACK IDENYA LANGSUNG SUEGER GINI HAHAI
    keren pokoknya aku sampe ga sempet ngoreksi, semoga sukses ujiannya dan keep writing!

    Like

    1. HA TAPI BENERAN EMANG MRIP BANGET WKWKW. hihihi maklumin aja kak aku lagi tergila-gila sama college life APALAGI SKRG LAGI SIBUK NYARI KULIAHAN hm malah curhat :((( hihi makasih banyak kak Lia!!! dan sekali lagi maafkan balesnya telat wkwkw

      Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s