Crisp


crisp

And when you fall in love, please let me know I don’t mean anything to you anymore.

[Singer] Jessica Jung & [Actor] Lee Dongwook

-ficlet-

***

Roti cokelat yang dibakar kering meloncat keluar dari toaster kecil yang duduk siaga di meja makan, melengkapi susu panas yang kepulan asapnya lenyap sebab terlalu lama menyapa udara pagi.

“Mau? Kebetulan aku buat banyak,” tawar si pemilik rumah, berusaha ramah meski sorot mata ogah-ogahan.

“Boleh.”

Pagi ini terasa amat lambat, dingin, dan membingungkan. Kalau dunia terasa menyenangkan tadi saat dia membuka mata, sekarang justru jungkir balik nyaris seluruhnya. Jessica Jung bukannya mau bersikap jahat dengan menyalahkan tamu karena merusak aktivitas hariannya, tapi rasa-rasanya tidak benar juga kalau dia bilang mood buruknya tidak disebabkan oleh itu.

Lee Dongwook, si tamu tak diundang, berdeham sekali dengan keras. Mungkin sengaja dikeraskan, atau memang segitu volumenya. “Aku punya sesuatu yang ingin kukatakan.” Ujarnya.

“Katakan saja,” Jessica mengedikkan bahu.

Uh, kau pernah memintaku memberitahumu kalau aku menemukan seseorang. Kalau aku jatuh cinta lagi.” Dengan terbata, Dongwook berkata. Sebelah tangannya terangkat menyentuh kerah kemejanya–suatu kebiasaan yang menandakan ketidaknyamanan dan kepanikan, Jessica ingat benar. “Jadi, di sinilah aku.”

Mendadak sesuatu menyekat lehernya. Sesuatu yang tebal, penuh, dan keras yang sulit dihilangkan. Jessica berusaha keras menyembunyikannya dengan mengangguk setuju, memilih untuk bersikap kooperatif ketimbang mencerca takdir yang, lagi-lagi, tak memihaknya.

Setelah menghabiskan semenit dengan menelan ludah, dia akhirnya menemukan suaranya lagi. “Apa dia cantik?”

Dongwook mengangguk mantap. “Sangat rupawan.” Sahutnya.

Tidak, Jess, jangan bilang apa-apa lagi. “Tinggi?”

“Enam senti lebih pendek daripada aku.”

Oh, yah, pacar barunya jelas lebih tinggi ketimbang dirinya, Jessica dengan sedih mengakui. Berani taruhan gadis itu bakal sangat cocok bersanding dengan Dongwook, mungkin bahkan lebih manis dibandingkan dengannya.

Lengan kanan Dongwook terangkat ke depan, mengambil sepotong roti tadi lantas menggigitnya. “Roti buatanmu enak.” Komentarnya pendek, membubuhkan senyuman maskulin yang membuat Jessica patah arang. “Dan maaf mengganggumu pagi-pagi begini. Sebenarnya, aku dilarang keluar rumah untuk tiga hari ini.”

Jessica langsung mendongak, “Huh? Dilarang? Memang kenapa?”

Dongwook tertawa ringan, sebelah tangan mengibas-ngibas untuk menghilangkan remah-remah roti. “Aku akan menikah, Jess. Besok hari utamanya. Entah apa tujuan larangan tidak boleh meninggalkan rumah itu.” Kedikan bahu.

“Mungkin calon istrimu tidak ingin kau jatuh cinta pada wanita lain.” Ada deklinasi dalam intonasinya. “Oh, maaf, aku jahat sekali mengatakannya.”

Dengan kedikan bahu Dongwook menggeleng. “Masuk akal juga.” Katanya tanpa beban, seakan-akan tidak pernah terbersit di kepalanya kalau mungkin, mungkin saja, pendiriannya untuk berhenti melajang bakal berubah sesaat setelah mereka bertemu.

“Habiskan rotimu, aku tidak suka membuang-buang makanan.” Kehilangan topik, Jessica memutuskan untuk bersikap lebih netral, normal, dan tak kentara. Semata-mata agar Lee Dongwook tempatnya mencantelkan harap selama ini tak awas akan perasaannya. “Dan selamat, aku ikut senang mendengarnya.”

Dengan patuh Dongwook menghabiskan makanannya, tak menyisakan sepotong kecil pun di piringnya. Setelah itu dia mendorong kursinya ke belakang, beranjak bangkit. “Aku harus pulang. Selene bakal mencak-mencak kalau tahu aku pergi ke luar.” Katanya. Atau mungkin yang ingin dikatakannya adalah, Selene bakal marah besar kalau tahu aku menemuimu lagi.

Jessica mengangguk, ikut memundurkan kursinya lantas berjalan mengikuti Dongwook yang berdiri selangkah di depannya. Sampai di pintu, Dongwook buru-buru berbalik, berkata dengan nada amat lirih,

“Dan maaf, aku tidak bisa memberi kartu undangannya padamu.” Senyuman sedih. “Aku masih terlalu patah hati untuk melakukannya, sori.”

Matanya amat cepat merespons, segera saja fluida-fluida berkumpul di pelupuk, minta dikeluarkan saat itu juga. Jessica menahannya.

“Selamat tinggal, Jess.”

Detik itu juga Dongwook berlalu, sementara satu kenangan memutar di kepalanya.

Aku tidak ingin salah satu dari kita berhenti. Kedengarannya memang egois tapi aku bersumpah padamu, Dongwook, hanya itu yang kuinginkan. Jangan biarkan aku mengirim cinta sendirian.”

Tapi sekarang? Sekarang Dongwook bilang ingin berhenti–lantas bagaimana dengan dirinya?

end.

finished: 20:41 | March 02, 2016. 

HAAA, apa ini x’)) cuma aku dulu suka banget sama pairing ini heheheh keterusan sampe sekarang. plus ibuku lagi nonton bubblegum, dramanya lee dongwook itu lho wkwk. makasih banyak sudah baca! ^^

excuse me while im crying on the floor bcs they look so good together huhuhuhu

6 thoughts on “Crisp

  1. Maaf baru comment disini setelah sebelumnya baca 2 fic yg nyantol di blog nya kak Li hihihi (jangan marah ya kekeke)

    Salam kenal ya Mey *bow*
    Suka banget sama cara nulis mu. Semoga hiatus nya ga lama” ya😀

    Like

    1. Halo halo!! Kenalan dulu yuk yuk aku meyda kelahiran 99 hehe salam kenal! aih gapapa makasih banyak loh ya udah baca ficku hehehet. yup ini rencananya udah mau balik dari hiatus (agak bohongan)-ku xD makasih banyak sudah mampir! ^____^

      Like

  2. Kupikir kamu bakal bikin akhir yang nge-twist. Misal si Dongwook cuma bercanda, atau gadis yang dia sukai lagi itu masih tetep Jess. Kupikir ciri2 yang dibilangin si Dongwook itu mengarah ke Jessica lagi dan berakhir fluff entar. Tapi yah, biarkan air mengalir. Nyesek juga mba Jess, kesangkut tuh rotinya di tenggorokan. As always, aku suka pengolahan diksimu. Mulus sekali.

    Keep writing Mey❤
    p.s . btw kiss scenenya mereka berdua di wild romance, itu salah satu favoritku dari sekian kiss scene di dramkor.😄

    Like

    1. huh pat waktu itu aku juga mikir begitu kan asik gitu ya happy ending tapi because kayaknya waktu itu aku lagi galau & alay (??) maka jadilah itu xD btw pat lama gak komen-komenan ya ya kangen hahahahaha.
      p.s. AKU GA NONTON ibuku yang nonton TERUS SEKARANG AKU JADI PENGIN LIAT BAGIAN KISS SCENENYA DOANG GIMANA HAHA
      anyway makasih banyak ya Pat udah mampir dan baca ini >__< maafkan balesannya yang telat sangat haha

      Like

  3. ya ampun mbak jess pendek banget *salah fokus *tapi kyknya dia sering dicouple sama yg tinggi2 sih ya haha
    so… entah kenapa endingnya aku nggak paham. dari awal sampai menjelang akhir bagus sih, dan aku yakin intinya dongwook adalah masih agak gagal move on *kalo aku ga salah lho ya* tapi sampe di akhir… aku baca ulang aku masih ga paham, maapkeun TT
    keep writing anyway, maaf komenku ga mutu TT

    Like

    1. BENER KAN KAK!! aku jjuga begitu liat pic itu langsung “lah ternyata sica sependek itu wkwkw”
      huh gapapa kak aku juga sering gagal paham lagian fic ini juga dibikin ekstra cepat dan plotless banget hahaha xD
      makasih banyak loh kak li udah mampir dan baca ini maafkan balesannya telat sangat >________<

      Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s