I Order You


 

i order you

I Order You

By Authumnder

SVT’s Soonyoung & Oh My Girl’s YooA | Comedy, Slice of Life!AU

“Hei, tidak bermaksud menghinamu, tapi aku punya beberapa saran untukmu.
Mau dengar?”

.

.

Selepas gadis itu berlalu, tepat dua langkah, aku baru berani mendekat.

Kafe tempatku bekerja ramai siang ini—kau tahu, para pekerja dan remaja hipster—dan aku tahu ini bukan saat yang tepat untuk mulai berdiskusi dengan orang asing mengenai apa yang seharusnya dia lakukan/tidak lakukan, tapi keinginanku makin besar dan menggebu setelah menangkap sekilas raut si anak laki-laki ini.

“Hei, tidak bermaksud menghinamu, tapi aku punya beberapa saran untukmu. Mau dengar?” aku berbasa-basi sembari berpura-pura mengangkati gelas dan piring ceper bekas di meja sebelah. Bosku, alias pemilik kafe, langsung memesan puluhan pasang kursi dan meja baru begitu mengetahui keberadaan antrean panjang di depan kafe kami tiap jam makan siang tiba, sehingga jarak antarmeja dalam kafe ini super sempit.

Butuh beberapa saat sampai si anak laki-laki dengan headband ini menyadari aku tengah berbicara padanya. Dia lantas mendongak dan menunjuk dirinya sendiri dengan tampang bego.

“Iya, aku punya beberapa saran untukmu. Kau, yang pakai bando.” Aku mengulang, dengan agak terburu-buru menyeka meja. Aku benci bagian mengelap ini, kau dipaksa menenteng-nenteng serbet buluk dan menyentuh tumpahan makanan dan minuman yang… bleurgh.

Dia mendelik, “Yang kupakai ini bukan bando. Namanya headband.”

Aku juga tahu, aku ingin menyergah, tapi batal melihat suasana kafe yang masih penuh—kalau aku ingin memberitahu bocah ini, lebih cepat lebih baik. Sekarang atau tidak sama sekali.

“Aku tidak punya waktu untuk bando nyentrik-mu itu. Tujuanku mengajakmu mengobrol adalah untuk memberitahumu satu hal: kau super membosankan untuk ukuran pasangan kencan. Kalau kau berusaha lebih keras sedikit saja, aku berani taruhan cewek tadi tidak akan mengeluyur pergi begitu saja dengan alasan konyol seperti ‘aku sakit perut’—tapi kurasa kau tidak tahu kalau alasannya itu bohong belaka, ya, ‘kan? Sangat membuktikan betapa tidak awasnya kau ini.” Semburku, lantas buru-buru mengangkat bakiku kembali dan melesat masuk ke dapur.

Aku bahkan tidak punya waktu untuk melihat ekspresi si makhluk berbando ini setelah ceramahku. Terserahlah.

+++

Yang aku tidak tahu adalah, anak laki-laki itu bakal muncul di kafe tepat keesokan harinya; masih setia memakai bandonya.

“Kau lagi?” aku bertanya dengan tidak begitu halus setelah menyodorkan daftar menu.

Ugh, kayaknya ‘kau lagi?’ bukan kalimat sapaan yang tepat untuk dikatakan pada pelanggan.” Dia menyahut dengan santai, tanpa menatap mukaku.

Well…. sepertinya seseorang ingin membalas dendam akan sikap kurang ajarku kemarin. Aku menepis keinginanku untuk tertawa ke arahnya, alih-alih berkata, “Ups, sori. Ada sesuatu yang bisa kulakukan untukmu?”

Dia mengangguk. “Ada.” Dia lantas menutup buku menunya, mendongak menatapku untuk selanjutnya berujar. “Bisa jadi pasangan kencanku sekali saja dan beritahu aku bagian-bagian di mana aku super membosankan? Kau tahu, untuk referensi nanti kalau aku dapat kenalan lagi?”

Aku nyaris menyemburkan permen karet yang tengah kukunyah. “What?” seakan-akan diajak bicara laki-laki berbando saja belum cukup aneh, sekarang anak itu justru memintaku jadi pasangan kencannya!

“Kau ‘kan yang mengkritikku kemarin, jadi sudah tugasmulah untuk menjelas—”

Nevermind. Panggil pelayan lain saja kalau kau sudah siap dengan pesananmu.” Aku tergesa menyela sebelum berbalik pergi. Aku mendengar dia menyerukan hei! nyaring yang, tentu saja, kuhiraukan.

+++

“Jadi, kudengar dari pelayan lain, namamu adalah Yeonji.”

Aku menghela napas, terlalu malas untuk mengoreksi. Sebelah tangan terangkat untuk menyodorkan buku menu—aku yakin benar bocah ini sudah hapal di luar kepala nama-nama makanan dan minuman yang disediakan kafe ini, ha.

“Oh? Bukan Yeonji, ya? Sebentar, hmm, Yeonje ya?” dia masih berusaha menebak-nebak.

Aku pusing setengah mati. “Yeonjoo. Apa perlu aku mendiktekannya? Y-E—”

“Yup, dapat.” Bocah berbando itu menyela. “Namaku Soonyoung omong-omong. Dan penawaranku masih berlaku, he, he.”

“Tidak tertarik, makasih. Sudah memutuskan apa yang akan kau pesan?”

Si bocah yang ternyata punya nama selain ‘Anak Laki-laki Berbando’ itu menggeleng. “Aku bakal memutuskan pesananku sekarang juga kalau kau mempertimbangkan tawaranku sekaliiii saja.”

Aku tertawa, “Apa memangnya yang harus dipertimbangkan? Kau eksentrik, boring, dan manja, apa untungnya bagiku mengencanimu?”

“Hei, that is mean.” Gerutunya. “Aku ‘kan hanya ingin tahu bagaimana seharusnya bersikap saat berkencan dengan anak perempuan, supaya pengalaman ditinggal di tengah kencan tidak terulang lagi.”

Mau tidak mau ucapannya membuatku berhenti sejenak dari kegiatan mengentakkan sepatu rodaku ke lantai—apa yang Soonyoung katakan benar juga. Kalau dipikir-pikir, memang akulah yang terlebih dahulu sok ikut campur dalam urusannya, dan sekarang waktu dia sendiri datang padaku dan meminta saran, bukannya aku seharusnya melakukan tepat seperti yang diinginkannya? Argh.

“Oke, oke, baiklah. Aku mau pergi kencan denganmu—untuk sekali. Tapi tidak di kafe ini, oke? Kau tentukan sendiri harinya, pokoknya jangan pagi atau sore. Sekarang bisa tolong sebutkan pesananmu?”

Soonyoung dengan riang menyebutkan permintaannya—yang ternyata tidak berbeda dari pesanannya kemarin, atau kemarinnya lagi. Dasar merepotkan.

Aku tidak sadar kalau tindakan super-gegabahku inilah yang bakal menyeretku ke putaran tak terkontrol bernama ‘kasmaran’. (Idih, menyebut namanya saja membuatku menggigil jijik). Dan siapa pula yang tahu kalau cowok aneh berbando (aku bisa mendengar Soonyoung menyela, “Namanya headband! Bukan bando!”) itu ternyata punya sejuta pesona di balik tingkah ‘super-membosankan’-nya? Bukan aku, tentu saja.

fin.

Finished: 23:30 | April 07, 2016.

Hahahahahaha. Gak nyangka bakal jadi sepanjang ini setelah lama gak nulis dan gak ada ide sama sekali, apa lagi karena ide awalnya hanya berupa prompt, “You should be funnier.” xD Jadi fic ini bisa dibilang adalah comeback formalku ke dunia fanfiksi lagi ahahahay setelah kepaksa hiatus gara-gara UN huft T_T anyway makasih banyak sudah meluangkan waktunya buat baca ini! maafkan bahasanya masih kaku-kaku gimana gitu ;_;

OMG, yooa, and oh my girl image

(siapapun yang bikin pic di atas, makasih banyak!)

22 thoughts on “I Order You

  1. Selamet ya yg udah kelar UN hehehe
    Aku kira bakal jd fluff yg over, ternyata masih simple tp ngena hehehe
    Cuma ko aku agak cengo bagian akhirnya ya? Apa karna otak akunya yg lg buffer kalo istilah youtube nya?
    Keep writing🙂

    Like

    1. UNKU BELUM KELAR KAK GIMANSE DONG TT
      Hahahahaha ini pasti ketipu judul yakan yakan (iyain aja biar cepet). huh, kenapa kak kok bisa cengo?? apa kecepetan alurnya?? (pengakuan dosa: aku males ngelanjutin kencan mereka haha). makasih banyak ya kak sudah mampir dan baca >___<

      Like

  2. SUKAAAAKK tapi pengennya ga ending di situ sih ya wkwk. btw aku juga 99 dan aku miris tau kamu uda UN duluan ;;-;; kamu menuakan diri apa begimana kak x”D

    btw aku suka gaya tulismu, lain kali aku baca-baca lagi yhaa. keep writing!!

    Like

    1. aku juga sebenernya ga pengin ngeakhirin di situ tapi males ngelanjutnya (dor) (dasar payah) xD aku dituakan bpak-ibuku huhuhu /cries alay/. anyway aku Meyda, salam kenal yha! makasih banyak sudah mampir dan baca!! ^__^

      Liked by 1 person

    1. huhu iya emang cantik banget huhu. APAAN UN-KU BARU KELAR BESOK HARI SELASA NIS T_T punyamu udah selesai???????? btw makasih banyak ya sudah mampir dan baca ini ehehey :3

      Like

  3. “Namanya headband, bukan bando!” HAHAHAHAHAA YAAMPUN CUBANGET SIH AH :” ya allah ini kayaknya aku lagi suka sama genre-genre teen ringan kayak gini deh hahaha xD si yeonjoo-nya lucu, terus soonyoung-nya nyebelin tapi juga koplak yaelah hahaha sok-sokan kencan entar suka beneran hayoloh! terus yang bagian nanyain namanya si yeonjoo HAHAHAHAHA itu bisa banget sih ngelesnya. “Yup, dapat.” OMG hahaha xD yosssssh. semangat un-nya yaah sampe selasaaa hihi dan keep writiiing x)

    Like

    1. Halo, Kak! btw kayaknya kita belum pernah kenalan ya??? kenalan dulu yukyuk, aku Meyda, kelahiran 99 hehe salam kenal! (sok akrab amat).
      SAMAAN dong!! aku juga lagi tergila-gila sama bacaan ringan yang khas remaja gitu xD
      aku gak tau mau ngomong apa selain MAKASIH BANYAK YA KAK UDAH MAMPIR DAN BACA INI❤ (capslock keinjek)

      Like

  4. lucu kok lucu! dibacanya juga enak! sempet ngira ini bakal jadi gombalan ‘aku pesen kamu’ yg sederhana tapi ternyata ya tdk sesederhana itu ^^ cieee iya deh yg UNnya barusan kelar😄 comebacknya manis kok, keep writing!

    Like

    1. hihihi kak li! uh itu sebenernya gara-gara bingung mau pake judul apa terus milih itu deh xD TAPI UNKU BELOM KELAR kak ottoke???? masih ada senin & selasa huft :(((
      tapi tetep makasih banyak ya kak udah mampir dabn baca ini ehehet ^___^

      Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s