Glasses Cutie


glasses cutie

Glasses Cutie

by Authumnder

Red Velvet’s Yeri & NCT U’s Mark | Slice of Life

‘Kan Mark naksir Yeri.

.

.

Semua ini berawal dari iritasi mata yang super parah—sampai bagian putih penglihatannya itu berubah merah, berlanjut dengan sakit tak tertahankan yang membuat Yeri bolos sehari dari sekolah, lantas berakhir dengan putusan dokter yang tidak bisa diganggu gugat:

“Mata kamu sudah bermasalah ini, bahaya kalau terus dipaksa memakai lensa kontak. Saran saya, lebih baik memakai kacamata—aman dan tidak membahayakan.”

Yeri siap membenamkan kepalanya ke dalam bak penuh air sedetik setelah dokter berpesan begitu. Kalau perlu tidak usah bangun lagi. Tapi nekatnya Mama, tanpa berdiskusi terlebih dulu dengan Yeri, langsung saja menyetujui usulan dokter dan berakhirlah mereka berdua di optik yang dikutuk Yeri.

“Ma, please deh, Mama ‘kan tahu sendiri bagaimana wajahku kelihatannya kalau pakai kacamata,” Yeri berusaha bernegosiasi begitu penjaga toko masuk ke dalam untuk mengambil sampel kacamata yang sedang tren bulan ini. “Jelek. Jelek banget. Kayak anak cupu.”

Mama dengan santai melambaikan tangan, “Loh, malah bagus itu. Papa jadi nggak perlu khawatir kamu dipacarin cowok.” Katanya.

“Mama!”

Penjaga toko sudah kembali sambil menyeimbangkan lengannya yang penuh dengan kotak-kotak tempat lensa mata, tersenyum lebar.

Bagi Yeri, senyuman pria paruh baya itu tak ubahnya seringaian pembunuh. Iya, pembunuh masa depan Kim Yeri di SMA.

+++

Aku tidak ada bedanya dengan nenek-nenek. Sama persis.

Pikiran itu telah menghantui kehidupan Yeri paling tidak 48 jam belakangan ini, semenjak Papa pulang dengan bungkusan di tangan—yang ternyata adalah benda bergagang jelek yang bakal membantunya melihat dunia. Iya, sih, Papa dan Mama telah berusaha sekeras mungkin untuk meyakinkan kalau dirinya kelihatan ‘oke-oke saja’ dengan pantat botol yang nangkring di wajahnya itu. Tapi aku ingin kelihatan cantik dan menawan, bukan oke-oke saja.

Krisis kepercayaan diri itu masih berlanjut sampai pagi ini. Telur orak-arik, nasi sekepal, dan tambahan bola-bola mi terasa seperti muntahan di lidah Yeri. Susu cokelatnya, lebih-lebih, dia bahkan tak sanggup menghabiskan cairan yang dulu sering disebutnya minuman dari surga itu.

“Aku selesai.” Dia buru-buru berkata sewaktu Mama dan Papa mulai bertukar pandangan, pertanda kalau salah satu dari mereka siap melontarkan nasehat. Lengan kanannya malas-malasan menyambar ransel dari kursi kosong di sebelahnya, “Berangkat dulu, Ma, Pa.”

“Jangan bolos!” Papa mengingatkan.

Nggak janji, Yeri mengomel dalam hati sembari menutup pintu. Sebentar saja, kepalanya sudah mulai pusing—tepat seperti yang dikatakan penjaga toko kemarin tentang memakai kacamata yang memerlukan adaptasi terlebih dahulu—benda jelek ini memang menyakitkan!

“Yeri!”

Jangan menoleh, tapi yang namanya alam bawah sadar manusia memang sulit diperintah, refleks saja kepalanya menengok ke arah suara.

Mark. Tunggu dulu—

“Berangkat bareng, yuk.” Sekarang setelah cowok itu mendekat, barulah Yeri bisa meyakinkan diri kalau yang barusan dia lihat adalah benar adanya.

—Mark…. memakai kacamata…. juga.

“Tunggu sebentar!” Dia memekik kegirangan. “Kamu pakai kacamata juga?!”

Mark terkekeh. “Kentara banget, ya?” tanyanya. “Minusku baru sedikit, sih, tapi daripada nanti nambah banyak, mendingan diantisipasi sekarang, ya ‘kan?” Lalu dia tersentak melihat Yeri. “Hei, kamu sendiri juga pakai?”

Sekarang ganti Yeri yang tertawa, seakan-akan beban hidupnya baru saja diangkat Tuhan (atau diangkat Mark). “Yup! Kelihatan aneh, nggak?” dia berusaha memastikan.

Tetangga cowoknya itu melambaikan sebelah tangan. “Kamu bercanda, ya? Kamu tuh kelihatan…. cantik yang dewasa. Cantik yang bukan kayak anak sekolah dasar. Cantik yang nggak kekanakan—eh, you know what I mean.” dia dengan kikuk menggaruk kening.

Yeri pikir, itulah yang dia butuhkan. Bukan pujian Mama-Papa tentang ‘oke-oke saja’, atau pembelaan penjaga toko yang bilang kalau Yeri kelihatan seperti Hermione yang dipadukan dengan Harry Potter (apaan, sih!), tapi ucapan Mark barusan: cantik yang dewasa.

Yup, aku cukup dewasa untuk menerima kenyataan kalau mataku bermasalah dan aku butuh kacamata. Yeri mengakui dengan kedua bibir terangkat ke atas. Thanks, Mark!

+++

Jangan bocorkan ini pada Yeri, tapi gadis kita itu tidak tahu kalau dua hari sebelumnya, malam setelah Yeri pergi memesan kacamata, Mama bercerita pada ibu Mark soal kebencian putrinya itu pada kacamata dan….., coba tebak!

“Huh? Mark juga harus pakai kacamata waktu SMP dulu—sekarang sih minusnya sudah mendingan, jadi kacamatanya dipakai kalau sedang main game saja, tapi biar kusuruh dia pakai kacamata besok, bagaimana? Hitung-hitung dukungan moral, he he.”

“Masa Mark mau?” Mama bertanya, skeptis akan ide tetangga sebelah itu.

“Maulah, kenapa enggak?” Ibu Mark terkekeh, lantas memperkecil volume suaranya saat menambahkan, “’Kan Mark naksir Yeri.”

fin.

Finished: 14:58 | April 16, 2016.

Ada yang inget Binoculars Me nggak? Hehehe, jadi di sini aku sedikit-banyak pake latar di fic itu,di sana kan Yeri itu tetangga barunya Mark =) tapi beneran loh, Mark + kacamata tuh IMUT BANGET, seimut itu sampai aku harus narik napas dulu ((apa hubungannya)). Btw ini bukan pengalaman ya, soalnya dulu aku pas harus pake kacamata malah seneng bcs ga keliatan apa-apa kalo ga pake TT ((tapi pusing-pusing & adaptasi pas awal itu aku banget!!! Huhu serius dulu pusiiinggg banget sampe aku tidur-tiduran mulu /modus sih padahal emang males bangun aja wkwk/)). Btw maaf ya fic ini tuh setelah kupikir-pikir DANGKAAAL banget hahaha beneran maaf sudah menuh-menuhin feed wp kalian dengan ini T_T Makasih banyak ya sudah mampir!! :>

9 thoughts on “Glasses Cutie

  1. MBA MEYYY. baru baca. oke. maafkan aku :’)))) INI CHU BETUL. Apalagi highlight-nya “‘Kan Mark naksir Yeri.” BTW AKU PIKIR ITU TEMEN-TEMENNYA YG NGERUMPI TERNYATA IBUNYA TOH.

    Eniwei aku bingung mau komentar apalagi karena ini cute overload …. Intinya keep writing Mb Mey!❤

    Like

    1. HALOOO GAB! Huhu myane aku baru bales T__T
      aku aslinya pengen mengikutsertakan temen-temen mereka loh gab aslinya cuman males ngelanjutinnya wkwkwk dasar😦
      hihi makasih banyak ya gab sudah mampir dan baca ini! ^___^

      Like

  2. KAKMEY LOL. Mark-Yeri agaiiiin aku senang sekali x’D SETUJU BANGET SAMA YANG DI NOTE, Mark kalo pake kacamata emang nggemesin, kelihatan kayak orang pinter yang ganteng. Aduh. Btw, sumpah, kakmey kalo nulis emang suka bikin gemes, entah humornya atau pembawaannya yang santai banget heu. Paling ngakak itu bagian ibu-ibu gosip LOL aduh enaknya sih pada ngedukung Yeri sama Mark Q JADI IRI LOL

    Btw nih, tanda elipsis yang begini ‘…’ cukup tiga aja kok kak, soalnya aku lihat di atas ada empat ((kalo empat biasanya buat mengakhiri kalimat), kalo mau sih titik terakhirnya diganti koma jadi ‘…,’ gitu. EHEHEHE kakmey bisa cek wiki deh siapa tau aku salah.

    ANYWAY, AKU MAU MARK-YERI YANG UNYU LAGI x’D

    Like

  3. wot
    gimana sih caranya kamu nulis sesuatu yg fluffy tapi ttp ada sempilan lucu2nya gini *hermione yg kyk harry potter itu crack parah* aaaaaaah terus aku kuduk piye
    aku udh lama gak kacamataaan lagi, tapi masih inget gimana rasanya dan gimana anehnya mukaku. kalo ada yg ngomong kyk mark ke aku itu adalah sebuah mental support sekaleee
    terus
    “kan mark naksir yeri”
    WOT BOCAH SANA MINUM SUSU GAK USAH NAKSIR2AN he’s to smol to naksir2an u know *berhubung diri ini noona so yeah haha rada2 ga rela tapi kalo yeri-mark mah lemah aku
    ah baguslah pokoknya, aku senyum2 sepanjang cerita gara2 penyajiannya yg ringan ^^ keep writing!

    Like

  4. NGAKAK. NGAKAK BANGET MASA PAS “Loh, malah bagus itu. Papa jadi nggak perlu khawatir kamu dipacarin cowok.” dan “Maulah, kan Mark naksir Yeri.” Ibu-ibu gossip dasar, kenapa malah pada begitu ((ini kok highlightnya ibu-ibu ya bukan mark yeri)), tapi Marknya juga gemesh terus Yeri sangat manusiawi, karena banyak temenku yang kayak males make kacamata soalnya jadi “nerd” (padahal we just need to find the right one (berasa cowok LOL))

    Aku juga seneng kok make kacamata, selain mukaku keliatan lebih baik HAHAHAHA ((gak)), tapi make kacamata apalagi yang baru dilap rasanya, ternyata dunia sebening dan sejernih ini, LOL.

    Anyway, terus semangat nulis mey🙂

    Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s