Foolish-like Awe


foll

Foolish-like Awe

by Authumnder

Red Velvet’s Seulgi & WINNER’s Seunghoon | Historical Romance, AU

Only fools fall for you, only fools do what I do.

+++

Bagian depan gaunnya tidak rendah, sama sekali tidak—mungkin justru terlalu tinggi untuk ukuran gadis belum menikah yang ingin mencari suami. Ikal rambutnya yang digulung ke atas juga tidak kelihatan berbeda dari milik gadis-gadis lainnya di ruangan ini. Rupa? Kang Seulgi tahu wajahnya tidak menampilkan kelembutan yang para bangsawan idolakan, matanya terlalu tajam dan hidungnya tidak sesuai dengan standar tren tahun ini; salah satu penyebab mengapa pelayannya menghabiskan satu jam penuh mengolesi bedak di bagian hidungnya—niatnya, sih, agar penampilannya terlihat lebih keibuan, tapi usaha keras itu sepertinya tak terlalu berhasil.

Lantas apa yang dilakukan bujangan paling diminati ini di depannya?

Lee Seunghoon tidak terkenal karena kedermawanannya, atau kebaikan hatinya, atau bahkan kebajikannya. Tidak, lelaki itu lebih tersohor dikarenakan keelokannya pula sifatnya yang acuh tak acuh terhadap kehidupan sempurna para bangsawan. Oh, jangan lupakan kekurangajarannya merusak nama baik gadis-gadis muda pemburu suami dengan cara mengajaknya ke ruangan-ruangan tersembunyi dan tidak menikahi mereka setelah ketahuan. Hanya Tuhan yang tahu apa yang laki-laki itu lakukan kepada mereka di ruangan gelap itu.

“Aku berpikir apa yang tengah kau lakukan di sini, Nona, mengingat kecantikanmu yang begitu menyilaukan. Aku ragu kau perlu mendatangi pesta-pesta macam ini untuk mencari pasangan hidup.” Seunghoon berkata dengan nada halus yang menyenangkan sembari membungkuk sedikit.

Seulgi tidak suka melihat senyuman lebar laki-laki itu. Begitu cerah dan bahagia—jelas jenis senyuman yang akan kau keluarkan untuk menjerat jiwa-jiwa naif. Oleh karena itu ia menjawab rayuan Seunghoon dengan sahutan pedas, “Tidak usah repot-repot memikirkan apa yang kulakukan, Tuan.”

Mendengar tekanan tidak bersahabat dari lawan bicaranya, Lee Seunghoon buru-buru menegakkan posisi tubuhnya dengn bibir masih menyunggingkan senyum.

Shoot, kau baru saja melabuhkan panah cinta ke dadaku.” Katanya culas.

Menjijikkan.

“Bisakah Anda pergi? Ibu saya tentu tidak akan senang jika melihat saya berdekatan dengan orang seperti Anda.” Seulgi menyingkirkan sopan santun lapis terakhirnya. Tidak ada ramah-tamah, atau senyum lebar yang hangat. Ketika Seunghoon tidak menunjukkan tanda akan menyisih, Seulgi mengangkat rok mengembangnya sedikit lantas berjalan menjauh.

Tepat seperti dugaannya, ibunya yang tengah berbincang dengan tuan rumah tengah menonton pergerakannya. Namun aneh, wajah wanita paruh baya itu tidak menampakkan penolakan atau ketidaksukaan. Seulgi kira ibunya itu akan memberinya tepukan ringan di punggung karena berhasil menghindari mmpi buruk berupa seorang pemain hati macam Lee Seunghoon, tapi….

Ada apa ini?

“Kau cantik sekali kalau kebingungan begitu.” Sebuah suara tahu-tahu menyambangi rungunya. “Jangan khawatir, aku sudah meluangkan waktuku untuk meminta izin berbicara denganmu pada orangtuamu.”

Seulgi tidak percaya ini. “Bahkan ayahku?” tanyanya, karena ia tahu sifat ayahnya yang seperti batu. Ha, mana mungkin Ayah mau berbicara dengan iblis ini.

Alih-alih memberi jawaban, Seunghoon hanya menarik lengan Seulgi sedikit, mengarahkannya ke meja bundar lainnya, di mana ayahnya tengah duduk sambil sesekali menyesap anggurnya. Merasa diperhatikan, pria yang rambutnya sudah dipenuhi uban itu mendongak, mengirim sekilas senyum ke arah mereka, lantas menunduk menekuni kartunya lagi.

Toh aku hanya bilang ingin mengobrol denganmu, bukannya mengajakmu ke kebun samping rumah ini.”

Seulgi mengalihkan perhatiannya kembali ke Seunghoon. Seperti yang seluruh London ketahui, laki-laki itu memang amat sangat tampan. Ekspresinya tegas dan tajam, alisnya yang berkelok memberi suguhan runcing, pula kedua bola matanya yang saat ini tengah menatapnya sambil memberi senyuman miring.

Ia buru-buru berdeham ketika semenit berlalu tanpa suara, hanya matanya yang tertuju pada sosok di hadapannya. “Saya rasa kita tidak memiliki kesamaan dalam hal apa pun. Jangan salahkan saya kalau Anda hanya akan kebingungan memilih topik untuk didiskusikan.” Jelas Seulgi.

“Oh, tidak masalah,” Seunghoon menyahut riang, mengangkat sebelah alisnya sedikit ke atas. “Aku bukan tipe pemilih yang mempermasalahkan obrolan. Bahkan,” kakinya maju selangkah mendekati Seulgi, “aku tidak begitu suka berbasa-basi—tindakan jelas lebih menyenangkan ketimbang omongan, bukan?”

Seulgi mengetamkan bibir, merasakan dadanya yang berpacu terlalu keras dan ekstra, benaknya terus-menerus berkeriau kesenangan. Sembari memejamkan mata sejenak, ia berpikir, ini tidak bisa dibiarkan.

Kang Seulgi tak boleh membiarkan hatinya dipermainkan. Tidak oleh lelaki bermulut terlampau manis ini. Tidak, tolong.

fin.

finished: 11:06 | April 26, 2016.

?????

apa ini???

mohon dimaafkan atas penggunaan kosakata yang eksesif dan itu-itu saja, juga plot yang tidak jelas junstrungannya huhu soalnya dibikin berdasarkan lirik lagunya Troye Sivan, Fools (tapi aku dengerin versinya Jungkook-Namjun sih haha). anyway makasih banyak kalo kamu baca sampe sini hahay.

bayangin seunghoon yang begini
bayangin seunghoon yang begini huhuhu

6 thoughts on “Foolish-like Awe

  1. Nabil suka semua cerita kamu loh, Mey. Senenglah bisa nemuin blog nya hehee. Lagi fokus nulis historical yaaa? Temanya kebanyakan emang cari suami kah? Pasti kamu udah banyak research da.

    Eiya, ada typo satu. Mmpi harusnya mimpi kan?

    Like

    1. aih aih nabil mah gt :3 (sok tersipu ceritanya) /ditampar/
      sebenernya aku ga lagi fokus apa-apa sih bil, cuman dapet idenya ke situ mulu (cries) dan hehehe ketauan banget ya hehehe soalnya dr novel punya ibuku tuh tujuan utama cewek-cewek cukup usia dateng ke pesta ya nyari suami wkwkwk.
      eeeh iya itu typo!! otw dibenerin hihi makasih banyak ya bil udah mampir dan baca ini ^___^

      Like

  2. Aku suka Seunghoon di sini❤❤❤ Seulgi juga aw aw. Sama kayak kak liana, historical-nya nggak terlalu menonjol tapi aku tetep suka kakmey soalnya heu entah ya Seulgi emang atraktif sekali.

    Like

    1. yeuu bayangin shia seunghoon rambut cepak pake kemeja + mantel gelap yang panjang gt HUHU AKU PENGEN NANGIS (ga deng ga jadi)
      hihihi makasih banyak ya shia udah mampir dan baca!!! ^___^

      Like

  3. aku masih ga menangkap pesonanya seunghoon bahkan di bagian gambar terakhir itu hahahaa barangkali krn di otakku kalo player itu cuman cocok buat namtae😄
    kok pairingannya aku rasa agak jarang ya, tapi
    SIALAN ITU SEUNGHOON NGAJAK NGAPAIN
    minta dibejek. bejek aja mbak seulgi aku mah ga masalah, trs mbak seul kawin lari aja sama seungyoon *bhaks *apa *lebih ngefeel ke seul-yoon hehe
    aku suka latar2 jaman ini yg kamu pake, walaupun ya, detil historicalnya ga terlalu menonjol sih ehe tapi ya bisa dibayangkan mereka ada di kaum dan jaman apa
    kenapa ga coba pake korea jaman kuno? kali bisa rada2 nyambung dikit, kan latar sama nama kalo di sini kyk kurang singkron gitu
    keep writing!

    Like

    1. huhu kak lia padahal seunghoon oke banget loh seumpama jadi pangeran-pangeran gt?? (ok ini membela diri wkwkwk). kalo namtae kan yang agak2 dandy gitu nah sedangkan karakterku di sini yang manly gitu haha tapi gapapa kak dibaca sj aku sudah senang!!! :3
      NAH ITU MASALAHNYA KAK, aku juga udah memutar otak buat nyisipin detail-detail ‘historica’-nya gitu tapi GA BISA??? kayak plotnya kan ga jelas banget tuh ya kak jadi nanti kalo kukasih banyak deskripsi jadi timpang antara latar dan plot utamanya?? huhu maafkan lagi xd
      hehehehe pengen sih bikin pake budaya korea gtgt tapi sayang aku kurang paham ;_; mungkin lain kali wkwkw.
      makasih kak lia atas reviewnya!! ^_^

      Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s