Other Half


Other Half

by Authumnder

TWICE’s Nayeon & DAY6’s Dowoon | Friendship, slight!Angst

I met my soulmate. She didn’t.

+++

“Ini akhir pekan, lho. Ngapain kau di rumah sendirian?”

Dowoon menggaruk tengkuk, dengan enggan menyahut, “Kalau aku ikut pergi, siapa yang bakal di sini, menontonmu menyusut ingus?”

Iih!” lawan bicaranya, Nayeon, menanggapinya dengan lemparan bantal. Namun tak urung dia mengakui apa yang Dowoon katakan benar adanya. Kepalanya masih agak pusing dan matanya terasa super-panas dan pedih—duh, dia benci sekali dengan keadaan pascamenangis begini. “Lain kali kalau memang ada acara, bilang saja. Aku bisa meratap sendirian di kamarmu, tidak perlu ditemani.”

“Ya sudah, tapi terima resikonya sendiri, ya.” Membungkuk sedikit, Dowoon memelankan suara. “Hantu di rumahku suka sekali menggoda cewek yang menangis sendirian.”

“Nggak masalah. Hantu di rumahmu jelas lebih baik darimu.” Tukas Nayeon, tak termakan bualan Dowoon. “Oh ya, aku baru ingat sesuatu.”

Dowoon spontan menghentikan kesibukan tangannya menariki benang yang mencuat dari kemeja flanel yang dia kenakan. Tapi sebelum dia sempat menyuarakan pertanyaannya, Nayeon terlebih dahulu memotongnya.

“Kata Kak Jae, kau sedang naksir seseorang.”

Dia bingung sesaat, tidak tahu harus menjawab apa, namun lekas-lekas disingkirkannya topik itu. “Iya. Nah, sekarang, apa lagi yang terjadi pada hubungan cintamu?”

“Kami putus.” Nayeon ringan menyahut, seakan-akan dia tidak menghabiskan lima belas menit menangisinya. “Sekarang bilang padaku; siapa sih cewek yang kausukai itu?”

Dowoon menggeleng.

“Ayo, dong, aku selalu jujur padamu. Kalau aku naksir seseorang, kau pasti yang pertama kali tahu. Sekarang gantian, dong.” Nayeon berusaha mengompori.

“Aku sedang berusaha tidak naksir padanya. Sekarang di tahap ‘jangan-pernah-sebut-namanya’. Kalau kukatakan padamu, aku harus mengulang, dong.”

Jawaban Dowoon sama sekali tidak memuaskan, maka Nayeon membuka mulutnya lagi. “Ayolaah, kalau disebut sekali pasti tidak masalah. Aku sudah pasang telinga baik-baik, lho.” Protesnya.

Im Nayeon.”

Nayeon mendongak. “Huh?”

Dowoon tergelak. “Anggap saja aku menemukan soulmate-ku, tapi dia tidak.” Jelasnya sambil lalu, lantas bangkit dari posisi bersilanya. “Ayo bangun, kau belum makan malam, ‘kan? Drive-thru?

Yeay!”

fin.

finished: 14:46 | April 29, 2016.

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s