Obeys Me


https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/564x/9e/18/f6/9e18f6353da5942023f67bb91838d81f.jpg

Obeys Me

by Authumnder

Gfriend’s Eunha & UP10TION’s Wooshin

+++

Jung Eunha selalu tahu kalau teman sekampus sekaligus tetangga jauhnya itu agak aneh, tapi belum pernah Wooseok bertingkah setidak-waras ini. Bayangkan saja, cowok itu melarangnya masuk ke rumanya sendiri!

“Cukup sudah bercandanya, Wooseok! Tasku berat dan aku kelelahan setengah mati, biarkan aku masuk!” kesabarannya telah berubah setipis rambut jagung, dan Eunha yakin lapis terakhirnya itu bakal runtuh dalam satu kedipan mata mengingat bahunya yang nyaris runtuh tertekan ransel.

Wooseok masih bersikeras memegangi lengan Eunha. “Tapi kau tidak mengerti! Aku sangat sangat sangat butuh bantuanmu dan aku tidak tahu kapan lagi kita bisa bertemu! Maksudku, bisa saja saat ini adalah pertemuan terakhir kita, ya, ‘kan?”

“Ini bakal jadi terakhir kali kau melihatku kalau kau tidak pergi sekarang juga! Lepaskan!”

Adegan tarik-menarik itu masih berlanjut sampai dua menit kemudian dan, rupanya, Eunha menyadari kalau peluang ‘menang dari Wooseok’-nya tidak mencapai satu; alias, nol. Dia mengibaskan tangannya turun dan menghela napas.

“Oke, kalau ternyata yang kau butuhkan adalah omong kosong, aku tidak akan banyak bicara dan akan langsung menghantammu dengan batu bata itu!” jemarinya menunjuk tumpukan batu bata di depan rumah. “Sekarang katakan apa maumu.”

“Aku… uh, aku…” sekarang setelah kemenangan berada di tangannya, Wooseok tak tahu harus mengatakan apa. Lalu seakan baru mendapat ilham, dia menjentikkan jari. “Ramen! Ya! Aku ingin makan ramen tapi tidak ingin sendirian dan kaulah yang tersisa untuk jadi pilihanku!”

Eunha sudah berjalan mendekati tumpukan batu tadi dan mengambil sebongkah untuk kemudian diacungkan pada Wooseok. “Kalau kau berani mendekat, aku bakal menggempur kepalamu dengan ini.” Ancamnya sambil menyambar tasnya yang tergeletak pasrah di tanah dan berjalan mundur menuju pintu rumah.

Tak ada pilihan lain, Wooseok mendengus.

“Aku benci mengatakan ini, Eunha, tapi kau bilang orangtuamu pergi dan kau ditinggal sendirian, ‘kan?”

Agak ragu, Eunha mengangguk.

“Ada laki-laki di jendela kamarmu dan dia sedang menatap kita.” Wooseok menjelaskan dengan sangat terburu-buru. “Jadi cepat ulurkan tasmu dan kita pergi dari sini.”

fin.

finished: 12:17 | May 17, 2016.

prompt: Someone watched from the window.

2 thoughts on “Obeys Me

  1. ENGGAK NGIRA KALAU INI AGAK SEDIKIT CREEPY WKWKWK
    “Ada laki-laki di jendela kamarmu dan dia sedang menatap kita.”
    simple tapi sukses bikin aku agak merinding wkwkwk keren keren aku suka~

    Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s