Jisoo(s)


kpopSeventeen

Jisoo(s)

by Authumnder

SVT’s Joshua & Lovelyz’s Jisoo | Comedy, Fluff

+++

Perjumpaan pertama Jisoo dengan Jisoo berlangsung dengan sangat tidak elit.

Eh, maaf, kalimat barusan pasti membuat kepalamu pusing, ya, ‘kan? Dan, bukan, aku bukannya salah mengetik atau bagaimana, tapi nama kedua tokoh utama dalam cerita kita ini memang Jisoo dan.. Jisoo.

Beruntung, Jisoo Laki-laki mengalah duluan dengan memberi saran, “Panggil aku Joshua saja. Aku juga sudah lama tidak memakai nama asliku. Joshua, it is.”

Nah, sekarang kau tanya bagaimana kedua Jisoo itu bisa secara tidak elit bertemu? Tenang, tenang, aku akan membocorkan kisah memalukan mereka berdua secara gratis untukmu. Begini mulanya.

+++

Joshua sakit gigi. Begitu parahnya sampai gusi bagian sakitnya itu membengkak, membuat laki-laki itu kesulitan bicara apalagi mengunyah—jadilah perutnya puasa selama sehari penuh ini.

“Pergilah ke dokter, Josh. Aku benci sekali melihatmu menolak makanan seperti itu. Daripada menyia-nyiakannya, lebih baik kau berikan saja padaku.” Seorang temannya, Seungcheol, berkomentar setelah melihat langsung kelakukan Joshua menyingkirkan bubur buatan ibunya.

Joshua dengan enteng menjawab, sambil masih sibuk membolak-balik halaman majalah, “Ya sudah, buatmu saja. Aku benci bubur, lagipula.”

“Makasih, tapi nggak deh. Bagaimanapun, bubur itu dibuat ibumu untukmu.”

Yah, meskipun dorongan temannya sendiri gagal, toh akhirnya pada hari kedua sakit giginya makin menjadi-jadi dan Joshua tak punya pilihan kecuali pergi.

+++

Tambalan gigi Jisoo lepas (sekedar informasi, kita sedang membicarakan kehidupan Jisoo Perempuan sekarang), meninggalkan lubang menganga menjijikkan yang membuat keatraktifannya menurun sekitar dua persen.

“Duh, Seo Jisoo, gerakkan bokongmu sedikit, dong! Pergi ke dokter! Masa iya kau mau menghadapi pelanggan dengan gigi yang setengah tanggal begitu?” kawan bankirnya, Soul, mengkritik tingkah Jisoo dua hari belakangan ini yang selalu memakai masker—alasannya sih supaya gigi berlubangnya tidak kelihatan. Tapi lama-lama, melihat seseorang mengenakan masker pada musim panas membuat Soul jadi gerah juga.

Jisoo dengan cuek menyahut, suaranya setengah teredam masker, “Iya nanti kalau ada waktu aku pergi.”

“Pergi sekarang apa salahnya? Aku bisa memintakan izin untukmu, kalau kau mau.” Soul memelas. “Oke? Oke? Pergi sekarang, ya?”

Dengan iming-iming kerja setengah harilah Jisoo akhirnya menyerah, dengan ringan membereskan barang-barangnya dan melesat ke dokter gigi.

+++

Takdir kadang memang suka lucu, selama 22 tahun kehidupan Jisoo dan 21 tahun kehidupan Joshua, belum pernah tuh mereka bertemu meski tinggal di kota yang sama dan kompleks perumahan yang jaraknya tak sampai satu kilo. Tapi di saat genting dan jarang macam mencabut gigi (untuk Joshua) dan menambal gigi (untuk Jisoo) mereka berdua justru diketemukan Tuhan.

Duduk di kursi memanjang di depan ruang praktek adalah separuh warga Seoul. Yep, antrean dokter gigi memang sangat panjang hari ini. Satu alasan yang membuat kedua tokoh kita menyesali perbuatannya mengunjungi rumah sakit di hari Selasa yang supercerah. Tapi sudah terlambat, keduanya sudah duduk menunggu giliran lama sekali dengan nomor urut masing-masing, bakal sia-sia kalau mundur sekarang.

Saat itulah seorang perawat keluar dari ruangan dengan papan daftar di tangan, berseru, “Saudara Jisoo?”

Ada dua orang berdiri dalam lorong itu.

Joshua, yang posisi duduknya lebih dekat dengan pintu praktek jelas mengalami keuntungan, sedangkan Jisoo, well, salahnya sendiri memilih duduk di bagian pojok lorong yang menyebabkan dirinya harus berlarian ke arah perawat itu.

Raut kebingungan muncul di wajah perawat yang bertugas setelah melihat dua Jisoo berdiri di hadapannya. Dengan canggung wanita itu berkata, “Yang mana dari Anda yang bernama Jisoo?”

Tentu saja, Hong Jisoo dan Seo Jisoo berbarengan mengacungkan jari.

“Uh, maaf, sepertinya ada kesalahan di sini. Anda berdua adalah Jisoo?” si perawat meralat. Saat melihat kedua pasiennya mengangguk, ia melanjutkan. “Yang mana dari Anda bernomor urut 25?”

Keduanya secara bersamaan mengangkat pin masing-masing.

Sayang sekali, mesin pemberi pin sepertinya melakukan kesalahan hari ini. Karena ada dua pasien yang mengetikkan nama ‘Jisoo’, mesin tersebut mengira pasien tersebut adalah satu orang yang sama dan, oleh karenanya, ia mencetak dua pin bernomor sama. 25.

Tentu saja Joshua, Jisoo, dan si perawat tidak mengetahui ini.

“Kok bisa nomor kita sama?” Jisoo dengan tidak percaya menatap bergantian pinnya dengan pin milik laki-laki di depannya. “Tapi sepertinya aku datang lebih dahulu darimu, oleh karena itu aku bisa—”

Joshua yang biasanya memegang teguh perkataan “ladies first” karena terdorong sakit giginya menjadi tidak rela gilirannya disela. Ia berdebat. “Tidak bisa, aku sampai ke sini duluan. Kau belum ada waktu aku datang.”

“Begitu mengambil pin, aku lari ke kamar mandi!” Jisoo menyergah. “Jadi kau mungkin mengambil pinmu waktu aku ke kamar mandi.”

Perawat memandangi keduanya dengan ekspresi superbingung.

“Tapi bisa saja aku memang datang duluan!” Joshua menegaskan. Lantas ia menyadari perhatian pasien lainnya yang ditujukan pada dirinya dan Jisoo lainnya. “Look, aku tidak suka berdebat, gigiku sakit sekali dan aku sudah tidak makan dua hari. Mengalah untukku, ya?”

Penolakan sebenarnya sudah berada di ujung lidah Seo Jisoo, namun gadis kita itu batal menyemburkannya karena tiba-tiba sebuah bel berdentang di kepalanya dan suatu kesadaran menerjang: ya ampun, cowok di depanku ganteng banget. Oleh karenanya, Jisoo memilih untuk mengangguk meski agak dengan tidak rela dan beringsut kembali ke bangkunya, membiarkan Joshua masuk duluan ke ruang praktek.

+++

Tapi yang namanya amalan baik pasti akan dibalas Tuhan, begitu pula perbuatan ksatria Jisoo yang rela menyerahkan gilirannya pada orang asing. Saat gadis itu keluar dari ruang praktek, dengan tambalan gigi baru yang masih segar, sosok Jisoo yang lain tiba-tiba berdiri dan menghampirinya.

“Sori membuatmu mengalah.” Kata Joshua Hong meminta maaf. “Aku merasa sangat bersalah karena berdebat denganmu—”

“Oh, tidak masalah.” Jisoo memasang senyum terbaiknya. “Bagaimanapun tidak makan dua hari pasti terasa sangat menyakitkan.”

Joshua membalas senyumnya. “Oke, sebagai gantinya… uh, mau kutraktir eskrim? Aku tahu kedai eskrim yang enak di dekat sini.”

Jadilah “jajan eskrim setelah berobat ke dokter gigi” menjadi kencan (tidak terduga) pertama Seo Jisoo dan Hong Jisoo. Atau harus kusebut Hong Joshua? Supaya kalian tidak bingung, begitu?

fin.

Finished: 21:55 | May 22, 2016.

Heol maafkan kedatanganku dengan fiksi tidak jelas begini huhu. Lagi-lagi, alasan aku bikin ini adalah karena muncul kalimat pertama “Perjumpaan pertama Jisoo dengan Jisoo berlangsung dengan sangat tidak elit.” yaaa, hanya berbekal itu aku mengembangkan ide wkwkwk. Terima kasih sudah mampir!

18 thoughts on “Jisoo(s)

  1. Kak meyda! Semoga masih inget aku ya eheh. Aku baca ini pas lagi di luar rumah dan harus nahan ketawa pas bagian ‘ya ampun, cowok di depanku ganteng banget’ because rELATABLE BANGET MBAK JISOO INI HAHAH serasa ngeliat diri sendiri ((GAK)) dan teruntuk dua jisoo itu, aku udah pernah ngerasain apa yang kalian berdua rasain tapi bedanya aku gak ketemu cogan :< penyampaiannya asik banget! simple dan tida bikin pusing, aku yang baca be like 'lah kok udahan' pas nyampe kata fin :") keep writing!♡

    Liked by 1 person

    1. hooh ya tentu ingat dongs nama kamu kan superunik (loh) (loh) :>
      wah sebenernya komentar itu juga aku sekali loh Ta (lah skrg udah sksd sok mendekin nama orang wkwk) soalnya tiap liat oppa2 ganteng selalu langsung membatin dengan pedih “ya Allah, ganteng banget..” HAHA
      hoh?? pengalaman nama samakah atau kamu ke dokter gigi terus nomor urutnya kedobel? xD
      ihihi makasih banyak ya dek (((DEK))) sudah mampir dan baca ini :>

      Like

  2. Dulu pernah baca Jimin (BTS) sama Jimin (15&) dan kayaknya nama pasaran di Korea itu ngga cuma Jimin, ada Jisoo juga. Aku bayangin kalo Seo Jisoo, Hong Jisoo, ditambah Kim Jisoo a.k.a Jihyo ‘TWICE’ disatuin, bakal sekoplak apa trio Jisoo ini😄 Padahal dua Jisoo aja udah rempong.
    Emang bener kata orang kalo lebih baik sakit hati daripada sakit gigi, karena gigi nyut-nyutan pun bisa bikin mas Josh yang gentleman jadi emosian ngga mau ngalah gitu. Tapi suka deh karakternya mas Josh huhu kapan aku ke dokter gigi ketemu spesies beginian, hanya sekedar khayalan babu belaka kayaknya.
    Last but not least, keep writing, Kak Meyda ^^

    Like

    1. pengakuan dosa: drabble pertamaku adalah fluff-gagal park jimin x park jimin WAKAKAKA ;_;
      HUADUH dua aja udah belibet dipanggil jisoo nengok semua lah ini tiga mungkin yang manggil harus spesifik kayak “jisoo cowok!” “jisoo rambut item!” (ini buat jihyo twice btw xD).
      coba kalo kehidupan fanfiksi itu terjadi di dunia nyata ya ran huh wkwk ;_;
      makasih banyak udah baca ini ya ran hehehehe :>

      Like

  3. IHHH KA MEYY INI MANIS BANGEETT<333

    "suatu kesadaran menerjang: ya ampun, cowok di depanku ganteng banget."
    ^ aduh siapa sih yang bilang hongjosh jelek? ga ada kyknya lol. ihh kusuka cast dengan nama yang sama, aku setuju juga sama kak lia wkwkwk jimin-jimin keknya seru!!

    keep writing kak meyy!! btw, hyungwon tambah ganteng ya /gapenting lol

    Liked by 1 person

  4. AKU SETUJU SAMA KAK LIAAANAA
    Jimin bts sama jimin 15& kayaknya boleh juga LOL mereka sama-sama marganya Park pula❤❤ BTW KAK ini lutcu seperti biasa. Aku juga sering lho kepikiran kalimat pertama gitu, terus tapi biasanya macet sampe tengah heu ku sedih😦 keep writing kak mey!❤

    Like

    1. WAH BENAR JUGA wkwkwk itu tambah sulit ngebedainnya masa iya kalo seumpama ada mereka berdua jejeran manggilnya harus “jimin cewek” atau “jimin cowok” ya Allah rempong sekali mending gausah manggil xD
      wah yang gitu tuh yang bikin sebel shia apalagi kalo udah ada ide di kepala tapi ga bisa nulisinnya TT semangat, semangat!
      btw makasih banyak ya sudah mampir :>

      Like

  5. Ini tuh apa xD

    Kocak bgt huaaa. Fun bgt aku bacanya lg bosen ngeliatin temen2 presentasi :”) Penyampaiannya jg asik dan simpel. Trus rasanya mau jitak pala mb Jisoo gegara salah fokus terpesona sama mz Jisoo :”)

    Apa ya, gak ada komentar kecuali ini menyenangkan parah :3❤

    Like

  6. muncul kalimat pertama (lagi)
    yah karena jisoo(s) adalah judulnya kupikir ini adalah cerita mbak jisoo menjadi miliknya mas josh dan tanpa kusadar … hahahaha ini parah! iya bissaa ketemu di dokter gigi tapi pulang nakal lagi. dan mbak jisoo gigi sakit mata masih terang ya–‘cowok di depanku ganteng banget’–like wut
    idenya unik! bikin jimin-jimin dong ahahaha.
    keep writing!

    Like

    1. hehehe, munculnya pun sama-sama di kamar mandi kak li. wow kamar mandi memang sangat super xD
      OH IYA YA aku lupa kalau jisoos juga bisa menunjukkan kepemilikikan ah tapi sudah telanjur wkwk.
      WADUH JIMIN-JIMIN itu banyaaaaaak sekali edan nama jimin memang sangat mainstream :’>
      makasih ya kak li sudah mampir dan baca ini ^_^

      Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s