Plastic Darling


blythe doll, doll, and doughnuts image

Plastic Darling

by Authumnder

Orific | Dark, Psychology

+++

Ia bilang tipe gadis idealnya adalah seseorang yang langsing, berhidung bangir, punya alis tebal yang tegas, dan bertulang pipi tinggi. Aku sadar benar kalau tipenya berbeda jauh dari figurku yang simpel dan tidak menyolok, bukan berarti aku akan menyerah dan membiarkannya melewatkan eksistensiku begitu saja.

Ayahku marah sewaktu mengetahui aku mencuri uangnya, tapi peduli setan, aku sudah telanjur menggunakannya untuk mengubah rupa terlampau normalku.

Kurasa aku siap mendekatinya.

+++

Aku tidak percaya ini terjadi. Bagaimana mungkin ia menghiraukan gadis impiannya begitu saja? Aku sudah mengusahakan sebisaku, dengan wajah baru serta postur supermodelku, dan ia hanya melengos tanpa sempat menjatuhkan pandangannya ke arahku.

Apa busanaku kurang menggoda?

+++

Tidak mungkin karena busanaku, aku menyimpulkan, karena hari ini aku pakai bikini seksi dan ia masih berjalan melewatiku seakan-akan aku ini tidak ada. Tidak boleh berakhir begini, aku sudah mengorbankan segalanya untuk meraih posisiku sekarang ini, tak akan aku menyerah sebelum mendapatkan atensinya.

+++

Tega-teganya ia memanggilku gadis plastik saat alasan utamaku berubah menjadi ini adalah dirinya sendiri. Aku menampar pipi kanannya tapi ia hanya menatapku dengan sorot yang paling menghina yang membuatku tahu semua jalan yang kutempuh telah sia-sia.

Tapi tenang saja, aku tahu benar apa yang harus kulakukan selanjutnya.

+++

Telapaknya dalam genggamanku, inilah bagaimana kenyataan seharusnya. Kedua bola matanya yang cantik terkatup dengan begitu tentram. Oh, dan lihat bagaimana tubuhnya dengan begitu tolol bersandar di kakiku.

“Bangun.” Kataku sekali. Matanya masih rapat menutup walau kutahu kesadarannya telah kembali lima belas menit yang lalu. “Kubilang bangun!”

Ia mematuhinya, tersentak bangkit untuk memandang wajahku. Andai ia melakukannya sejak dulu.

“Tidak senangkah kau melihatku?” kutanya.

Walau kepalanya mengangguk dan bibirnya yang terlapisi lakban mengiakan, aku tahu benar apa yang beterbangan di dalam otaknya. Ia benci melihatku.

Kuputuskan untuk tetap bermain-main. “Bukankah aku cantik? Tinggi, berhidung mancung, dengan tulang pipi yang tinggi dan tegas. Tipe idealmu, bukan?” aku mendikte. “Oh, tapi tentu saja kau menginginkan gadis yang bukan plastik.”

Ia menggeleng, meracau tidak.

“Iya, ah, buktinya kemarin kau memanggilku plastik. Tapi tidak masalah, sebenarnya, aku tak mengambil hati dari hinaanmu. Ups, sori,” aku tersenyum meminta maaf saat pisau Swiss Army-ku menggores sedikit lengannya. “Sakit hatiku tak akan terasa sesakit nanti, waktu kucolok keluar bola matamu.”

Kusuruh ia untuk berdiri di sudut ruangan, ia menggigil ketakutan.

Aku marah sekali. “Berhenti bergerak, Tolol! Kau melesatkan bidikanku!”

Ia berhenti bergerak dan saat itulah aku tahu obatku yang kusuntikkan padanya telah bekerja. Otaknya lumpuh. Ia hanya bisa memandangiku dengan kedua bola matanya yang kosong dan tak bermakna apa pun saat kulemparkan pisau pertama.

Tak meleset.

Aku menghampirinya hanya untuk berbisik, “Gadis plastik pun punya perasaan, Sayangku.”

Fin.

Finished: 12:06 | May 23, 2016.

Sangat pointless tapi aku hanya pengen bikin sesuatu yang dark gitu hehe.

12 thoughts on “Plastic Darling

  1. Kak Mey aku udah merinding duluan liat gambarnya bcs I have a phobia with plastic dolls macem berbi sama boneka bayi yang bisa kedip-kedip matanya sama diminumin susu itu loh ih geli liatnya //malah curhat
    Terus karena gambarnya boneka plastik ya aku sempat mikir “aku” di sini itu cuma boneka Barbie biasa soalnya dikacangin terus sama cowoknya, kemudian baru nyadar kalo ini genrenya psychology, bukan surrealism. Dan cerita ini emang bener diakhiri dengan mengerikan, dan kayaknya dalam dunia nyata emang bener ada orang yang terobsesi jadi sempurna sampe stress gitu ya huw seram ._. Tapi dark vibe-nya dapet banget loh, Kak! Ku suka, deh! Keep writing ya, Kak Mey😀

    Like

    1. hoh bener ran aku juga kadang suka ngeri kalo liat boneka, tapi belum sampe phobia sih kamu yang sabar ya ;_; (loh) wah ide yang bagus ya ran, jadi tokohnya barbie gitu hahaha.
      makasih ya ran :> kamu juga keep writing yap!

      Like

  2. kak mey, halo! ini serem ok untung aku ga baca pas malem, kalo malem kan berarti malem jumat huhu tambah serem. yeoksi ini demi mengejar cowok idaman, kantong bokap pun dikorbankan ((wah berima)) tbh aku kesel sih sama tipe cewek begini yang crush-oriented, tapi di sini ujung-ujungnya si ceweknya malah ngelempar swiss-army ke cowoknya. you go girl!!

    “Gadis plastik pun punya perasaan, Sayangku.” <- wah bisa nih dijadiin quotes of the day.

    keep writing kak mey❤

    Like

  3. maygaddd meyyy, ini ironi banget asliii. ngikutin kemauan orang sampe segitunyaa ihhh. terlepas dari keseremannya/? banyak nilai moral yang bisa diambil❤ keep writing meeydaa❤

    Like

  4. Aku tertarik baca karena ada genre dark and saikologi di situ, genre langka yang termasuk ke dalam favoritku.

    Tapi honey, kurang gereget nih! Mungkin karena pendek juga. Apa yah, saikonya kurang sesuatu, urgh bingung aku pun.

    Tapi good job :))

    Like

    1. huhu maafkan ya fan soalnya aku juga bingung ngasih genre apa tapi berhubung ceritanya menyangkut obesi si mbak e maka yaudah psychology. terus dark. ehehehe
      tapi makasih banyak ya sudah mampir dan baca ini :>

      Like

  5. oke……………..sik kok aku serem. buset literally melongo dua kali mey akunyaa hahahahahaha. di pertama aja udah yang: whoa damn. pas ayahnya si aku marah gegara uangnya dicuri. terus terus aku kira akhirnya si aku bakal ngedapetin apa yang dia mau kan taunyaaaaaaaaa………. :'< dilempar pisau swiss army ya allah. yokshi dark-nyaaa! hahaha keep writing meeeey 😊😊

    Like

    1. hueee aku supersenang kalo ini agak serem TT kalo si aku ini ngedapetin si doi jadinya200 pounds of beauty dong kak *(loh) (kok kesitu) wkwkwk
      makasih banyak kak fika sudah mampir dan baca ini :>

      Like

    1. halo halo, erik! (eh bener kan ya? maaf kalo salah wkwkw). yesh aku bahagia kalo bisa bikin ngeri hehehe. anyway makasih banyak ya sudah mampir dan baca ini :>

      Like

      1. iya panggilnya erik ajah kak wekekeke
        soalnya aku tertarik sama gambar berbi (dan sejujurnya aku alergi baerbi bikos yeah aku itu tomboy abizzz ) jadinya aku baca ini eh kok ternyata psycho gitu macam kek baca manga psycho-pass versi koriya :v wakakaka
        waha sep kak samasama ^^

        Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s