25 Semi


25 semi

25 Semi

by Authumnder

Lovelyz’s Jiae & B1A4’s Baro | Surrealism, Angst

Di mana eksistensinya dipertaruhkan dalam 25 Semi yang tersisa.

+++

Lagi-lagi musim semi berlalu.

Jiae lupa tepatnya keberapa, separuh karena dirinya memang tidak menginginkan informasi itu, setengah karena ia terlampau takut untuk mengetahuinya. Ia tidak ingin larut dalam perasaan tidak karuannya, tak ingin Cha Sunwoo mengetahui kekhawatirannya.

Hanya 25 Semi, Jiae mengingatkan dirinya sendiri sembari melemparkan seulas senyum kosong. Sekarang sepertinya yang ke-20.

Kenapa cepat sekali?

“Sebenarnya,” Sunwoo mengetuk-ngetukkan sendoknya ke pinggiran cangkir. “Aku lebih suka kau yang tidak gugup seperti ini. Barusan adalah akhir dari Semi 21, ‘kan? Waktumu tersisa 4 Semi, Yoo Jiae.”

Jiae ingin membanting cangkirnya sendiri lantas meneriaki Sunwoo karena telah begitu gamblang mengenai pembicaraan kepergiannya. Namun setelah dipikir-pikir, kegembiraan Sunwoo itu tidak aneh keberadaannya. Bagaimanapun, Jiae-lah yang berinisiatif mencipta 25 Semi dan menyeret Sunwoo ke dalamnya, berjanji setelah kesemua semi terlewati, maka ia akan lenyap selama-lamanya dan akan mengembalikan Sunwoo ke dunianya yang asli yang telah terpotong 25 menit.

Gelakan Sunwoo mengalihkan kembali perhatian Jiae. “Aku masih penasaran, apa semua teman imajinasi kurang ajar seperti kau?” tanyanya, yang segera menohok sesuatu dalam diri Jiae. “Aku belum pernah mendengar atau melihat acara televisi yang mengatakan teman imajinasimu bakal menculikmu, menjebakmu dalam dunia yang hanya terdiri dari satu tempat dan satu musim, mengatakan kalau ini akan berlalu setelah 25 Semi?”

Jiae tak tahan untuk tidak meluruskan, “Satu semi di sini hanyalah satu menit di dunia aslimu, Cha Sunwoo. Kau tidak akan dikira hilang.” Dan aku hanya mencipta satu musim di dunia kita karena kau pernah bilang Musim Semi adalah favoritmu.

“Kau menjengkelkan sekali.” Sunwoo bangkit berdiri.

“Kau pernah bilang kau menyayangiku.” Jiae ingin membela diri, ingin mengulang kembali kenangan mereka berdua semasa masih berteman baik, namun apa daya suaranya yang tercekat di tenggorokan tidaklah sempat mengutarakan segalanya. “Aku masih menyayangimu.”

“Tapi aku sudah dewasa, Yoo Jiae!” Intonasi Sunwoo mengirimkan dingin dan perasaan kau-tidak-diinginkan-lagi padanya.

Tidak ingin terlibat lebih jauh dalam pertengkaran ini, Jiae menyingkir sambil berkata, “Tertinggal 4 Semi lagi, Sunwoo. Tidurlah dan keempat-empatnya bakal lenyap.” Bersamaan denganku.

Kau tidak jahat. Kau tidak jahat. Kau tidak jahat.

Jiae menggumamkan kalimat itu berulangkali seperti mantra. Kegelapan yang melingkunginya berhasil membuat setetes kecil air mata kelihatan tak kasat mata.

Kau hanya tidak ingin berpisah. Apa yang salah dengannya?

Terkadang, sewaktu kau sedih, otakmu dengan spontan mengirimkan hal-hal yang membahagiakan untuk kau ingat, baik dengan maupun tanpa persetujuanmu.

Yoo Jiae ingat benar saat-saat membahagiakan itu. Sewaktu keduanya dipertemukan ketika Cha Sunwoo menginjak usia tujuh. Sewaktu Sunwoo dengan riang menanyakan nama dan tempatnya berasal. Sewaktu Jiae menolak memberitahukan dan Sunwoo tidak mempermasalahkan. Sewaktu mereka menjalin pertemanan dengan satu aturan yang kuat mengikat: jangan pernah berusaha menceritakan atau menunjukkanku pada siapapun, Cha Sunwoo, atau mereka akan menertawakan kita.

Ayah dan Ibu Sunwoo memanggilnya teman imajinasi. Mereka berdua berusaha keras membuat Sunwoo keluar dari khayalannya yang berarti satu: mereka menginginkan kepergian Yoo Jiae.

Lalu Sunwoo menginjak bangku SMU. Lalu laki-laki itu tidak lagi menyadari kehadirannya. Lalu Jiae teringat akan eksistensinya. Substansi. Suatu unsur yang tidak jelas junstrungannya. Suatu zat yang bernapas dan dapat dilihat tapi tidak ada. Tak hidup.

Pecahlah tangisnya.

25 Semi adalah cara dungunya untuk mengobati lara. Sesuatu yang temporer untuk menjeda kemusnahannya. Jalan darurat yang ia cipta semata-mata untuk mengingatkan betapa indah kenangan yang dimiliki mereka berdua, Yoo Jiae dan Cha Sunwoo—namun tidak, Cha Sunwoo benar, laki-laki itu sudah dewasa dan seseorang yang telah dewasa tentu tak ingin berteman dengan sesuatu yang tidak hidup dan tak berwujud.

Jiae bertanya-tanya mengapa ia repot-repot berdoa mengharap kasih Sunwoo.

Pagi ini ia terbangun, menyadari ruangan kamarnya yang telah berubah nuansa.

25 Semi rupanya telah berakhir, Sunwoo menebak. Sekarang ia telah terbebas dari jerat membebat Yoo Jiae. Tak ada lagi Dunia Semusim. Ia berjalan mendekati jendelanya, melihat salju yang bergulir perlahan-lahan. Oh ya, benar, Jiae menyeretnya ke dunia palsu itu ketika musim putih tersebut tengah mengguyur.

Sekarang kehadiran teman khayalannya itu telah tertebas dan, kalau makhluk itu berkata jujur, tak akan datang kembali. Sunwoo tidak tahu bagaimana tepatnya perasaannya, legakah? Atau justru, kehilangan?

but my love,

you were laughing

even when I left you trailing

doesn’t it mean anything

that I trust you my feeling?

fin.

finished: 10:35 | May 14, 2016.

sesungguhnya fiksi ini dibuat dengan dasar aku masih baper kalau nonton delight. HAHA.

baro, yoo jiae, and b1a4 image

baro, b1a4, and kpop image

2 thoughts on “25 Semi

  1. orang mah suka gitu ya… kalau kepunyaannya belum “hilang” dia nggak bakal nganggep penting pas masih ada /heh kok curhat/ aku balik lagi nih meyda, semoga kamu belum bosan yah ehehe. aku juga baper nih nonton delight ;-; mereka lucu parah, aku ngiri ;–;

    as always, aku suka ceritamu. apalagi ide surrealisme-nya. AU 25 semi, yaampun. terlepas dari nyebelin–dan gengsiannya!–sunwoo, aku angkat dua jempol buatmu. karena menurutku ff ini bisa dibuat alternate-ending; kamu mau buat angst bisa… di sisi lain mau dibuat fluff pun bisa. kamu keren!

    kuakhiri dulu disini, semangat terus real-life+nulisnya!^^

    Like

    1. yes, bener banget!! tapi btw ‘kepunyaannya’ tuh sangat ambigu wkwk. eh, night, aku ga bakal bosen kok hehe santay saja yang ada aku malah senank!!
      huhuhuhuhu oiya banget, jiae jaman delight tuh polos banget dan baro-nya juga.. T,T
      haaaa makasih banyak night udah mampir dan baca ini!!! nanti kalo udah selesai sama urusan universitas aku mau baca fic buatanmu! tunggu aku ya! ^_______^

      Liked by 1 person

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s