Morning Chaos


Morning Chaos

by Authumnder

LABOUM’s Solbin & CNBlue’s Minhyuk | Comedy, AU

+++

Tahu apa yang lebih buruk dari terbangun tengah malam dan harus berlarian keluar rumah karena, rupanya, saudaramu yang tolol telah membuang rokoknya secara sembarangan karena takut ketahuan dan membakar kamarnya lalu, sebagai akibat, alarm kebakarannya menyala keras sekali? Tidak? Well, aku tahu. Yang lebih buruk dari hal barusan adalah terbangun tengah malam dan harus berlarian keluar rumah karena kebakaran, hanya untuk mendapati kenyataan kalau gebetan-mu (a.k.a cowok yang tinggal di ujung jalan, yang sialnya enam tahun lebih tua darimu) kebetulan saja sedang lewat bersama seorang cewek—kuasumsikan dia sebagai pacarnya, memang apa lagi? Mau ngapain dia jalan-jalan tengah malam dengan lawan jenis kalau cewek itu bukan pacarnya? Tapi yang lebih parah adalah, aku baru saja terbangun. Kau tahu, rambut kusut (dengan rol di bagian kanan dan kirinya), wajah lusuh, dan piama jelek dan tergulung di sana-sini.

Well, aku tahu aku harusnya bersyukur karena apinya tidak besar-besar amat sehingga tidak menghanguskan ruangan lain (selain kamar kakak tololku tentu saja). Tapi tetap saja fakta kalau Kang Minhyuk sedang berdiri di depan rumahku dengan pacarnya (yang masih rapi dengan celana jins dan kemeja, MENYEBALKAN!) membuatku mengalami krisis.

Oke, baiklah, tidak seburuk itu. Paling tidak, aku bisa mundur dua langkah ke halaman tetangga dan mengumpet di sana sampai Minhyuk dan pacarnya pergi, sehingga dia tidak perlu menyaksikan penampilan superkerenku. Tapi, tentu saja, setelah aku melakukannya Ayah mulai memutar kepalanya ke kanan dan ke kiri dan kemudian, dengan panik dia berseru,

“Solbin! Solbin belum keluar! Ahn Solbin! Dia masih di dalam!”

Lantas, tentu saja, diikuti oleh pekikan ngeri Ibu.

Apa aku sudah bilang kalau aku benci keluargaku? Apa mereka tidak mendengar teriakan hebohku tadi sewaktu berlarian keluar bersama mereka? Apa mereka tidak menyadari perubahan ekspresiku ketika melihat Minhyuk sepuluh menit yang lalu? Apa mereka tidak menyadari piama ungu ngejreng-ku di belakang mereka?

Aku benci keluargaku.

Demi melihat histeria tidak penting itu, Kang Minhyuk melangkah mendekat ke Ayah dan memberinya tepukan ringan di bahu (ini adalah alasan kedua mengapa aku naksir padanya, selain karena aku tidak bisa tidak menyukainya, tentu saja). “Solbin masih di dalam? Tapi apinya sudah padam, ‘kan? Jadi mungkin kita biarkan saja—”

Ya, benar. Biarkan saja Solbin terlelap di kamarnya, Ayah. Biarkan saja dia duduk di belakangmu dalam kegelapan rumah tetangga supaya Kang Minhyuk tidak usah melihat tampangnya yang tidak karuan. Please?

Tentu saja tidak. Ayahku menggeleng cepat sekali sampai kukira lehernya bakal putus dan mulai merangsek maju melewati selang-selang milik truk pemadam kebakaran. Aku rencananya akan membiarkannya saja, tapi Minhyuk ikut-ikutan maju sehingga aku tidak punya pilihan selain keluar dari persembunyian dan berseru,

“Hei! Tidak perlu! Aku di sini!”

Dan harusnya aku membenahi penampilanku sedikit waktu mengumpet tadi, karena sekarang setelah Minhyuk berbalik dan menatap lurus-lurus ke jiwaku, aku merasa teramat kecil dan berantakan. Celana piamaku tergulung sedikit, kancing atasannya terbuka satu, dan rol-rol rambutnya masih terpasang longgar. Aku benci diriku sendiri.

“Solbin! Solbin! Oh, syukurlah!”

Beruntung aku tidak perlu terlalu lama menghabiskan waktu dengan memandangi Minhyuk—dan menunggu tanggapan cowok itu akan kemunculanku yang penuh skandal—karena Ibuku lebih dulu melompat ke arahku dan memelukku.

Bicara soal anak manja.

Aku rasanya ingin menangis sekali, karena di sanalah Kang Minhyuk, empat langkah di depanku dengan pacarnya di lengannya, terlihat begitu rapi dan tampan dan menyenangkan di tengah malam. Dan di sinilah aku, dalam pelukan ibuku yang erat dan kencang dengan piama kelonggaran dan wajah tanpa bedak.

Baiklah, aku sudah tahu dari dulu kalau kesempatanku memacari Kang Minhyuk adalah nol besar—apalah itu dengan dia yang menginjak usia 24 dan aku 18. Tapi setidaknya aku masih punya harapan dulu, ketika dia belum melihatku dalam keadaan bangun tidur dan superpanik. Sekarang? Tidak lagi, tidak ada kesempatan untukmu lagi, Ahn Solbin. Kau dilindas habis oleh ceweknya yang sekarang.

Omong-omong soal pacarnya, cewek itu sekarang mengirimiku senyuman manis. (SIAL SIAL SIAL. Aku akan lebih senang kalau pacarnya jahat, atau judes, apa pun lah. Sori, aku tahu itu adalah doa yang jahat, tapi kalau dia baik begini, bisa apa aku?! Tidak ada lagi alasan mengapa aku harus membencinya—juga, aku tidak bisa berdoa kepada Tuhan agar mereka berpisah, berkilah kalau pacarnya tidak cukup baik untuk Minhyuk.)

Aku tidak punya pilihan kecuali membalasnya.

Seorang pemadam kebakaran mendekat ke Ayah dan berkata, “Apinya sudah seratus persen padam, hanya ada satu kamar yang hangus.” Dia menoleh ke tempat kakakku berdiri dengan tidak normal. “Lain kali hati-hati, anak muda.” Dia kemudian memberi anggukan sopan lantas berbalik.

Dan begitulah akhirnya. Truk pemadam kebakarannya pergi, meninggalkan asap yang membuat pacar Minhyuk terbatuk—aku merasa berdosa karena berbisik rasakan! dalam hati.

“Yah, sekarang setelah semuanya beres, ayo masuk kembali.” Ibu berkata, lalu melambai ke arah Minhyuk. “Kau juga masuk—”

Minhyuk menggeleng, berjalan mendekat ke pacarnya lagi. “Oh, tidak, tidak. Kami akan pulang saja, sudah terlalu malam—”

“—atau pagi.” Aku menyela, lalu menggigit bibirku keras-keras.

Syukurlah dia mengangguk, memberiku seringaian yang imut sekali. “Yap, benar, pagi. Kami permisi dulu,” Minhyuk mulai membungkuk lantas menarik sesuatu. Tunggu dulu, apa itu? Aku tidak melihatnya tadi. Dia menoleh ke pacarnya lalu ke orangtuaku lalu berkata lagi, “Ups, sori. Lupa mengenalkanmu. Ini sepupuku, baru datang dari Ilsan.”

Sepupunya—atau yang tadi kukira pacarnya—membungkuk dan memperkenalkan diri tapi aku tidak mendengar apa-apa selain suara harpa yang sedang dimainkan malaikat di atas kepalaku karena, DIA BUKAN PACARNYA! MINHYUK TIDAK NGAPA-NGAPAIN DENGAN CEWEK INI KARENA CEWEK INI ADALAH SEPUPUNYA!

Sekarang setelah kabut gelap yang tadi menutupi mataku hilang, aku bisa melihat jelas koper besar yang sedang diseret Minhyuk. Sepupunya pasti berencana berlibur di sini. Mungkin cewek itu mau berteman denganku—kecuali kalau dia ngeri duluan dengan penampilan superkerenku.

Tahu-tahu saja Minhyuk ada di depanku, lengkap dengan senyuman lebar dan mata nyaris-hilangnya, berujar, “Ketemu lagi kapan-kapan, Solbin?”

Yang tentu saja kurespons dengan anggukan riang. Peduli amat dengan maksud ‘kapan-kapan’ miliknya. I’m so meeting him tomorrow!

fin.

Finished: 8:09 | July 09, 2016.

Pairing berasal dari—TENTU SAJA—Music Bank (mereka jadi emcee ngegantiin Irene-Bogum, btw). Terus ide Solbin pake piama dan rol rambut etc. didapat dari live performance-nya LABOUM – Sugar Sugar. Lucu banget, haha.

3 thoughts on “Morning Chaos

  1. MEY APAKABARRRRRR?????? hehe sori heboh:’)

    ihhhh seperti biasa cerita kamu simple tp lucu(?) suka deh geli2 gitu pas minhyuk ngomong ke solbin kek gitu wkwkwk

    Like

  2. HAHAHAHA MEYDAAAA YOU KNOW AKU RINDUUUU.

    Serius deh aku demen banget karakter Solbin di sini. Ceplas-ceplos (meski cuma dalam hati), nggak munafik, tapi juga nggak tegaan huhuhu bener-bener krakter yang jarang tapi ashoy. Terus juga kamu nulis dari sudut pandang Solbin dan why itu lawak banget???? Apalagi yang bagian malaikat dan harpa:”))))

    Keep writing Meydaaaa!

    Like

    1. GABYYY HALOOO!
      yes solbin di sini mah cemen beraninya ngomel dalam hati doang wkwk. eiiy makasih banyak mba Gab dan ide harpa-malaikat itu bisa dilihat di kartun-kartun x’D
      makasih banyak udah mampir dan baca ini ya Gab!!! :3

      Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s