사랑은 거짓말 (Love, Lies)


PicMonkey Image

사랑은 거짓말

by Authumnder

OMG’s Jiho & NCT’s Jaehyun | Angst, slight!Fantasy

+++

(please play the song below.)

Bagi Jaehyun, hidup adalah sebuah pilihan. Kau bisa memilih apa pun sesukamu. Keterikatan, kebebasan, kejahatan, kebohongan, perbuatan baik—semuanya tergantung padamu. Tidak ada yang bisa, atau boleh, merampas itu darimu.

Sekali ini, Jaehyun memilih opsi keempat. Kebohongan.

Sama seperti Jaehyun, mulanya Jiho adalah jiwa bebas yang benci regulasi dan keteraturan terus-menerus. Ia berubah pikiran paling tidak, sebelas kali dalam sehari, ia meloncat ke sana kemari seperti katak di hari berhujan, dan tidak ada siapa pun yang berhak menghentikannya. Mulanya. Setahun yang lalu, persis setahun yang lalu, Jiho terbangun sebagai jiwa yang mencintai dan dicintai—dan oleh karenanya, kebebasan itu perlahan-lahan luntur, tergantikan oleh sesuatu yang pekat dan merah muda.

Tapi bukannya itu tidak masalah? Menukar hidupmu yang tidak teratur dengan sesuatu yang ajek—kukuh?

Menurut Jaehyun, tepat di situlah Jiho salah.

“Masalah hati bukanlah sesuatu yang kukuh, apalagi ajek.” Jaehyun meralatnya hari ini, setahun sesudah Jiho membuang segalanya, setahun setelah kisah mereka mulai dirajut. Setahun setelah semuanya terlambat untuk dimulai kembali.

Hari berangin membuat surai kelam Jiho yang disisir rapi terbang ke sana-kemari, beberapa helai nekat menutupi rupa—anehnya, sang pemilik justru bersyukur, alih-alih merasa dendam. Mungkin merupakan reperkusi dari kalimat Jaehyun yang menyayat hati, atau mungkin disebabkan oleh air mata yang menggenang di pelupuk mata. Tidak peduli yang mana, Jiho berakhir membiarkan helainya bertahan di sana.

“Jiho, dengarkan aku baik-baik.” Jaehyun kembali membuka suara. “Aku tidak mencintaimu. Tidak lagi. Bertahan hidup bersama sama saja seperti dijebloskan ke Neraka.”

Neraka mungkin tidak akan sememedihkan ini, Jiho ingin balik berseru, menunjukkan sedikit saja sisa ketangkasannya. Namun memikirkannya saja membuat genangan di matanya menetes. Jadi sebaliknya, Jiho berujar lemah, “Aku masih merasakan bunga api di dadaku tiap bicara denganmu.”

Argumen itu tolol, bahkan Jiho tahu detik sesudah ia mengatakannya. Yang tidak ia ketahui adalah, Jaehyun membalasnya dengan cepat sekali.

“Itu tidak cukup untuk menyalakan kembali api yang sudah padam. Lagipula, aku tidak merasakannya.”

Jiho ditinggalkan terdiam, dengan mulut terbuka sedikit oleh balasan-balasan tidak relevan yang tidak diperbolehkan meninggalkan tempatnya di pikiran Jiho. Bodohnya, impuls di otaknya justru memilih saat itu sebagai waktu yang tepat untuk mengulang kembali drama murahan yang sudah ketinggalan jaman.

362 hari sebelum ini, Jaehyun bilang kalau Jiho membuatnya seperti disulut api, seperti terbakar. Seperti jatuh cinta. Jiho ingat benar bagaimana ekspresi mereka saat itu, kedua pipi dirambati pink menyala, dengan sudut-sudut bibir melengkung ke atas.

Kali ini Jaehyun justru berkata kalau apinya sudah padam. Bahkan bensin pun tidak akan berhasil mengobarkannya kembali.

Mungkin itulah kekurangan dari kembang api—mereka pudar dan berlalu dengan terlalu cepat.

Sebagai tindakan defensif terakhirnya, Jiho menyerang. “Kalau begitu kau banyak berbohong setahun belakangan ini. Mengatakan kau menyayangiku, mengatakan tidak bisa hidup tanpaku, mengatakan hatimu hanya milikku, mengatakan perasaanmu tidak akan berubah, mengatakan segalanya yang lalu kau sesali hari ini.”

“Kau benar.”

Jiho menahan erat-erat isakan yang hendak meluncur keluar dari bibirnya, alih-alih menggantinya dengan keputusan terakhir yang seorang gadis bisa lakukan di jamannya.

“Kalau begitu, bunuh aku.”

+

Di dusun Starrywall yang kuno dan melelahkan, mengakhiri hubungan ketika satu pihaknya masih menyimpan perasaan sama dengan membunuhnya. Cintai aku atau bunuh aku. Semudah itu, juga sesulit itu.

Jiho kira Jaehyun telah mengetahui ini, bahwa meninggalkan seorang gadis dengan hati yang tercabik berarti membiarkan belati tertancap di dadanya. Sedihnya, hal ini tidak begitu mengherankan bagi Jiho—mungkin Jaehyun berpikir kalau, sama seperti api dalam dadanya, perasaan Jiho juga sudah musnah.

+

Maka hari ini—358 hari setelah pernyataan cinta pertama, 2 hari setelah ucapan “ayo kita akhiri ini.” yang kemudian berujung pada “aku tidak mencintaimu lagi.”—Jiho bersiap di atas kasur kematiannya, tubuh dilapisi gaun berenda putih dan rambut dibiarkan menyebar di atas bantal, sementara Jaehyun berada satu meter dari sisinya, sebelah tangan menggenggam bilah tajam.

Apalah itu cinta?

Kebohongan. Cuma kebohongan belaka.

사랑은 거짓말.

fin.

Finished: 11:35 | July 29, 2016.

50% terinspirasi dari film Korea berjudul “Love, Lies” yang juga kugunakan sebagai title. Omong-omong, lagu yang kupasang juga berasal dari film itu. Yap, aku memang sedang sangat baper sama film itu (recommended, bisa ditonton di kissasindotcom); 35% terinspirasi dari quotelove me, or kill me  yang baru juga kudapat pagi ini; dan 15% terinspirasi dari dialog antara Seo Woo dan Yoon Do di drama “Doctors”, bisa dilihat sekilas di sini. Hasilnya kurang memuaskan banget, sih, tapi karena aku benar-benar lagi tergila-gila (dan tersayat-sayat) Love, Lies, maka jadilah ini.

Btw hangul yang kujadikan judul dan akhir paragraf dibacanya “sarangeun gojitmal yang kalau diartikan adalah, love is a lie.

13 thoughts on “사랑은 거짓말 (Love, Lies)

  1. Sudah lama aku tidak berkelana huhuhu
    Ini asdkjghgkl banget
    Dedek Jae ku sayang ko jd begini sih Mey? *Di lempar panggung*
    Ok fix baper ditempat magang *salah sendiri bacanya pas lagi magang* *jangan ditiru ok*
    Dan masa aku membayangkan ending yg lebih baper dan alay coba * deep sigh*
    Ok ditunggu fic NCT lainnya hehehe
    *soalnya-aku-ga-gitu-ngikutin-adek”-baru-debut-selain-NCT-dan-Jaehyun-kadung-nyangkut-dihati* <<abaikan

    Liked by 1 person

    1. huhuhu, maaf ya kak aku menistakan jaehyunmu xD heh kak kyo ga boleh gitu, kubilangin bosnya loh (kayak berani aja mey wwk). anyway makasih banyak ya kak sudah mampir dan baca ini :>

      Like

  2. Hai Mey, suka banget sama cerita ini, mey bisa nggak sih buat yang lebih nyesek lagi, hiks. Baper kan aku. Hehe

    Like

  3. Halo, Mey! Aku suka dengan ceritanya. Meskipun agak bingung pas bagian akhir.-. Jadi jiho mati dengan dibunuh jaehyun atau gimana, ya?

    Ehehehe. Nice, ya!^^

    Like

    1. Halo, Tob! Huhu maafkan ya kalo ini bikin bingung ;_; kalo kubaca ulang juga belibet sih wkwkw, tapi bagian akhirnya itu ending terbuka (???) jadi terserah kalo mau diartikan jihonya mati apa enggak :3
      anyway makasih banyak ya sudah mampir dan baca ini ^___^

      Liked by 1 person

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s