Crushes and Excuses


by Authumnder

SR16G’s Herin & NCT’s Mark | Fluff

+++

Semua anak perempuan di sekolah, di beberapa titik dalam kehidupan mereka, pasti pernah naksir Mark. Berapa pun lamanya, atau berapa pun sebentarnya, tidak penting. Empat jam, satu hari, dua tahun, tidak penting. Yang utama adalah, mereka masuk dalam kalangan gadis-gadis yang secara diam-diam menyimpan perasaan pada bocah pindahan Kanada itu. Lucunya, tidak ada yang pernah nekat mengakui itu, gadis-gadis itu hanya membatin perasaannya seorang diri, tahu kalau setelah beberapa saat, “keranjingan” itu bakal berlalu dengan sendirinya.

Mark Lee adalah milik umum, itu telah menjadi pengetahuan publik. Semua orang bebas menyukainya, temanmu tidak akan menertawakanmu atau memarahimu kalau suatu pagi kamu berkata, “Hei, sepertinya aku suka pada Mark.” Sebaliknya, mereka akan bergantian menepuk punggungmu dan mengatakan hal-hal seperti, “Bagus, semakin cepat semakin baik. Semangat, ya.” seakan-akan kamu memang ditakdirkan untuk tiba di fase ini.

Ada banyak alasan yang, lagi-lagi, telah diketahui khalayak umum mengapa gadis-gadis itu tidak boleh mengharap terbalasnya perasaan. Satu, karena Mark begitu baik, begitu pandai dan begitu murah senyum. Cowok itu tidak pantas didiamkan seperti cowok-cowok lainnya setelah mereka menolak pernyataan cintamu,  tidak pantas merasakan betapa tidak nyamannya menolak orang-orang. Dua, karena jiwa malaikat Mark tidak akan mampu membuatnya menolak, cowok itu akan menerima perasaanmu bahkan meski dia tidak membalasnya, dan itu hanya akan berujung pada satu hal: kamu dengan air terjun Niagara di pipi, Mark dengan perasaan bersalah setinggi gunung Kilimanjaro. Tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi. Tiga, karena ada Koeun. Sulit menjelaskannya, tapi semua orang tahu kalau suatu saat nanti Mark berakhir bersama seseorang, itu pasti Koeun. Mereka cocok, Koeun dengan senyuman manisnya dan Mark dengan seringaian kerennya. Memang, sih, sampai saat ini tidak ada yang tahu bagaimana perasaan keduanya, tapi tetap saja.

Untuk alasan-alasan di atas itulah, semua gadis memutuskan untuk mundur teratur tiap kali menangkap sinyal akan jatuh hati pada Mark. Mereka, meski dengan hati yang retak dan nyaris patah, refleks merelakan Mark pergi bahkan tanpa pernah mengakui isi hati masing-masing seakan-akan itulah jalan yang paling tepat.

Ups, tunggu sebentar, mungkin tidak bisa dikatakan semua. Adalah gadis kita, Seo Herin, satu-satunya eksepsi. Terhitung dua tahun sebulan tiga belas hari semenjak ia merasakan dadanya bergetar pada semua hal yang berhubungan dengan Mark—selama itu dan perasaannya belum juga luntur sedikit, apalagi hilang. Sama seperti gadis-gadis lainnya, Herin awalnya mengira kalau perasaan ini akan berlalu secepat mendung di musim panas, tak terasa dan tiba-tiba saja wuush! hilang. Namun perkiraannya itu harus rela dirobohkan karena sampai detik ini juga, jantungnya masih nakal melakukan somersault tiap kali ada Mark. Ugh, betapa Herin benci perasaan tidak jelas ini.

Bagi Herin, Menyukai Mark artinya sebisa mungkin tidak menunjukkannya. Menyukai Mark artinya tidak menerapkan ekspektasi. Menyukai Mark artinya tidak menganggap ajakan pulang dan berangkat sekolah bersama memiliki makna tanda petik sesuatu tanda petik di baliknya (Herin sedikit-banyak telah berhasil meyakinkan dirinya kalau Mark hanya sedang bersiap baik, rumah mereka toh berada di gang yang sama). Menyukai Mark artinya menyiapkan hati secara baik-baik karena besok adalah hari Valentine dan hanya Tuhan yang tahu berapa banyak batang-batang cokelat yang bakal cowok itu terima. Menyukai Mark artinya berusaha tidak panas hati tiap kali melihat cowok itu berinteraksi dengan Koeun, karena bahkan Herin sendiri bisa melihat betapa kembang api meledak-ledak ketika pasangan itu berada dalam ruang yang sama. Menyukai Mark artinya ikut mendukung kampanye #MarKoeunSquad2k16 di sekolah. Percaya atau tidak, Herin adalah salah satu kandidat ketua resminya—syukurlah suara yang dia dapatkan dua angka lebih kecil ketimbang Hina, teman perempuannya. Kesimpulannya, Menyukai Mark artinya patah hati berkali-kali dalam sunyi.

“Herin tidak bikin cokelat?”

Pertanyaan Mark barusan berhasil membuat pegangan Herin pada setang sepedanya goyah. Ugh, kenapa sih Mark harus menanyakan hal itu? Bikin Herin merasa seolah-olah sudah seharusnya dia memberikan cokelat pada cowok itu. Yang tidak bakal dia lakukan, omong-omong, mengingat hal itu tidak ada di daftar “7 Cara Melupakan Gebetan” di artikel yang Herin temukan di internet kemarin. Berangkat dan pulang sekolah bersama juga tidak ada di sana, sih, tapi masa Herin tidak boleh bersenang-senang sedikit di atas seabrek kesedihannya?

Herin, fokus!

Buru-buru Herin mengembalikan atensi. Dia memberi seringaian tidak berarti dan menggeleng, “Nggak, ah. Uangku sudah habis kubelanjakan kemarin. Tahu nggak kalau toko buku di dekat sekolah juga menjual jepit-jepit rambut lucu? Kalau Mark beli itu, Koeun pasti suka!”

Herin menemukan trik ini di artikel “How To Overcome Stupid Crushes Towards Someone Who’s Clearly Taken” kemarin (ya, benar, Mark memang belum resmi terlibat dalam hubungan asmara, tapi tetap saja). Di sana tertulis poin kalau kamu harus realistis, sadar diri akan kenyataan pahit yang rasa-rasanya ingin kamu hindari. Menurut Herin, kenyataan pahit di sini jelas-jelas adalah Koeun. Jadi mulai sekarang, Herin akan menyelipkan nama cewek itu di setiap konversasi yang dia miliki dengan Mark.

“Tapi Herin juga suka, ‘kan? Aku mau beli itu buat Herin saja, bagaimana?” Mark menyahut, memberi senyuman miring sementara masih berkonsentrasi menyeimbangkan sepeda.

Oh, betapa Herin ingin memaki Mark karena jawaban itu. Seakan belum cukup, sekarang pipinya terasa superpanas seperti tengah dipanggang. Tidak, tidak, sepertinya Herin akan memaki dirinya lebih dulu.

Thanks, Mark, tapi ingat ‘kan kalau aku kemarin habis belanja itu?” suara Herin meninggi di akhir silabelnya, membuat dia malu sendiri. Syukurlah roda sepedanya telah menjejak belokan gang tempat rumahnya berdiri. “Duluan ya, Mark. Dah!”

Dia mengharapkan Mark untuk balas melambai, atau meneriakkan “dadah!” juga seperti yang cowok itu lakukan sebelum-sebelumnya, tapi Mark justru ikut menghentikan sepedanya di halaman rumah Herin, bikin cewek itu waswas kembali.

“Tunggu sebentar, jangan masuk dulu,” ujar Mark selagi tangannya sibuk mengaduk-aduk isi ransel. Pertanyaan sedang ngapain, sih? nyaris meluncur dari mulut Herin, namun langsung rontok berjatuhan begitu Mark mengekspos apa yang ada dalam tasnya. “Tada!” kata cowok itu, menjulurkan kotaknya mendekat ke arah Herin, sementara Herin sendiri sudah nyaris kena serangan asma. “Cokelat untuk yang manis! Aku bikin ini sendiri, lho, asal kamu tahu. Spesial untuk Herin!”

Dengan kaku Herin menerima kotak cokelat itu, memandanginya dengan kedua mata membola sementara otaknya menjerit-jerit, Nggak mungkin! Nggak mungkin kalau selama ini Mark naksir padanya! Dobel nggak mungkin!

“Herin,” suara Mark memutus kereta nggak-mungkin di kepala Herin. “Aku duluan, ya? Cokelatnya… jangan lupa dimakan, ya?”

Anehnya, sekarang setelah cokelat buatan Mark Lee ada di tangan, Herin menyadari sesuatu. Bagaimana Mark telah begitu perhatian terhadap dirinya, bagaimana Mark menungguinya setiap pagi dan siang untuk berangkat dan pulang bersama, bagaimana Mark lebih memilih makan siang bersamanya alih-alih teman basketnya, bagaimana Mark kelihatan panik saat ini, seakan-akan cowok itu khawatir kalau Herin tidak akan menikmati cokelatnya…

“Pasti!” Herin menanggapi dengan senyuman lebar, kerutan-kerutan di kening lenyap tak bersisa. “Hati-hati ya, Mark!” Aku sayang padamu!

Mark membalas senyumnya dengan seringaian lebar lainnya, berteriak sebelum lepas landas, “Sampai jumpa besok, Herin!”

fin.

finished: 12:53 | August 9, 2016.

i’d be lying if i say i don’t ship markoeun or markyeri and you’d be lying if you say you don’t like mark because we all know we love mark! but for now i will stay in this ship with mark and herin haha. also i was reminded of jenny han’s book named “shug” when i wrote this. thanks for reading and please forgive me for writing this :’> THE TITLE IS LAME BTW.

3 thoughts on “Crushes and Excuses

  1. Pertama kali baca Mark x Herin and this is way too cuteeeee >< Yes everybody loves Mark even though he's not your bias, hahaha… Even temenku yang nggak suka dan nggak paham korea-koreaan aja bilang Mark itu tjakep loh!

    Aku nggak ngikutin Mickey Mouse Club-nya SMROOKIES, sih tapi aku pernah lihat potongan video interaksi Mark x Herin di sana dan cara Mark ngajak omong Herin tuh so kangmas-able!

    Kayanya emang di setiap sekolah selalu ada ya beberapa cokiber alias cowok kita bersama macem Mark ini, yang kalo kita demen yang ada mentemen malah ngomong "well, welcome to the club, then". Herin tuh berusaha realistis tapi apa daya kekuatan cinta monyet emang warbyasah *cough* pengalaman pribadi *cough* Waktu Mark ngasih cokelat ke Herin kok gemash banget huhuhu ngasih ke aku kapan //nggak Terus terus aku ngakak di bagian kampanye #MarkKoeunSquad2k16 astaga😄

    Btw aku koreksi beberapa hal nggak apa, ya?
    -. "Satu, karena Mark begitu baik, begitu pandai dan begitu murah senyum." Sebelum kata "dan" itu seharusnya diberi tanda koma.
    -. "Bagi Herin, Menyukai Mark artinya sebisa mungkin tidak menunjukkannya." dan "Kesimpulannya, Menyukai Mark artinya patah hati berkali-kali dalam sunyi." Karena kata "menyukai" nggak terletak di awal kalimat jadi seharusnya huruf pertamanya nggak dikapital.
    -. "“Cokelat untuk yang manis! Aku bikin ini sendiri, lho, asal kamu tahu. Spesial untuk Herin!” Itu mungkin typo, ya, maksudnya "Cokelat untuk Herin yang manis!"

    Itu aja koreksi dariku, semoga nggak menyinggung Kak Meyda, ya. But overall, ceritanya seru! Sekarang aku malah dilema harus ngeship Mark x Herin atau Mark x Yeri😄 Keep writing, Kak Meyda!

    Like

  2. GYAHAHAHA TULUNG AKU NGAKAK ABIS PAS BAGIAN #MARKOEUNSQUAD2K16 ITU APA WKWKWK
    Aku selama liat MMC emang herin tuh kaya kagum gitu ya ama sosok mark sbg oppa bijak yg suka bekerja keras. Keliatan dr kehebohan herin pas mark lg main game apa gitu /sotoy
    Entah kenapa aku malah shipper Mark – Lami, wajah mereka mirip gitu.. Herin ama Jeno hwahahaha
    Ughh pokoknya aku seneng ada yg bikin ff cast herin!!! Aku gemes sama dia sejak dia duet sama jaehyun!!!!

    Like

Tell Me Your Wish?  ̄ε ̄)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s